MEMBANGUN JARINGAN DAN MENIGKATKAN KINERJA ORGANISASI MELALUI STUDI BANDING KOLABORATIF
WhatsApp Image 2024-01-19 at 23.27.59_34a8107e
WhatsApp Image 2024-01-19 at 20.19.26_7a29e23e
WhatsApp Image 2024-01-19 at 20.06.00_c2f69194
WhatsApp Image 2024-01-19 at 19.54.34_61dedae5
Cssmorauinws – Pada hari Jumat, tanggal 19 Januari 2024, CSSMoRA UIN Walisongo Semarang telah melaksanakan suatu program kerja yang diinisiasi oleh Departemen BPH (Badan Pengurus Harian) berupa kegiatan studi banding. Tujuan utama dari studi banding ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada anggota CSSMoRA UIN Walisongo untuk bertukar pikiran dan belajar dari pengalaman, program kerja, dan kegiatan yang telah berhasil dilaksanakan oleh perguruan tinggi CSSMoRA lain.
Pada kesempatan ini, CSSMoRA UIN Walisongo berkolaborasi dengan dua perguruan tinggi, yaitu CSSMoRA Universitas Pendidikan Indonesia Bandung (UPI) dan CSSMoRA Universitas Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Kegiatan studi banding ini dihadiri oleh pengurus dari ketiga perguruan tinggi secara online melalui Zoom , kegiatan ini mengutamakan sharing pengalaman program kerja antara pengurus yang menjabat dalam periode tersebut.
Tema dari kegiatan studi banding ini adalah “Bertukar wawasan, berbagi pengalaman, dan menjalin silaturahmi melalui studi banding kolaboratif”. Acara dimulai dengan pembukaan, disertai sambutan dari ketua CSSMoRA ketiga perguruan tinggi. Pemaparan program kerja masing-masing perguruan tinggi menjadi fokus utama, dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab mengenai program kerja tersebut.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama. Menariknya, studi banding tahun ini direncanakan akan dilaksanakan dua kali dalam satu periode, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja organisasi CSSMoRA UIN Walisongo.
Dalam waktu yang dekat, CSSMoRA UIN Walisongo berencana mengajak program beasiswa dari UIN Walisongo Semarang untuk turut serta dalam studi banding, dengan tujuan memperkuat relasi, meningkatkan komunikasi, dan mendapatkan wawasan dari organisasi beasiswa lain. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan inspirasi dan mengembangkan wawasan, tetapi yang paling penting adalah membangun jaringan melalui kolaborasi studi banding.
Secara keseluruhan, acara studi banding ini dianggap sebagai momen yang sangat berharga untuk berbagi wawasan dan pengalaman mengenai program kerja. Antusiasme yang luar biasa dari pengurus kedua perguruan tinggi yang dikunjungi, bersama dengan hasil diskusi yang memberikan pengetahuan mendalam tentang program kerja yang menarik, membuat kegiatan ini memberikan dampak positif yang dirasakan oleh semua pihak yang terlibat. Alhamdulillah, keberhasilan acara ini menjadi pencapaian yang membanggakan bagi CSSMoRA UIN Walisongo Semarang.
Jika sebelumnya sudah ada istilah revolusi industri 4.0, sekarang sudah ada society 5.0 atau dalam bahasa Indonesia disebut masyarakat 5.0, yang mana diusulkan menjadi sebuah konsep tatanan dunia baru. Society 5.0 ini nantinya akan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi generasi muda untuk kemajuan suatu bangsa dan negara di masa yang akan mendatang.
Society 5.0 adalah suatu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia yang berbasis teknologi. Perkembangan teknologi yang semakin hari semakin canggih dan begitu pesat yang tidak bisa kita pungkiri, salah satunya adalah dimana peran manusia telah tergantikan oleh kehadiran robot cerdas, Melihat fenomena demikian maka sangat dibutuhkan sebuah pemahaman society 5.0 yang berbasis spiritualitas dan juga kebudayaan, yang nantinya akan menjadi sebuah bekal tersendiri bagi proses pengembangan generasi muda yang siap akan segala tantangan dan juga problematika yang ada.
Generasi muda islami yang berkualitas harus siap menghadapi tantangan di era society 5.0, dan hal ini bisa disiapkan dari sekarang dengan melalui beberapa tahap yang ada, diantaranya adalah penanaman unsur aqidah, syariah dan juga akhlak secara kuat dan juga maksimal, sehingga nantinya akan melahirkan generasi muda islami harapan bangsa dan negara yang cerdas, sabar dan juga shalih. Memberikan bekal ilmu, sains dan juga keterampilan yang berbasis teknologi, sehingga nantinya akan melahirkan generasi muda islami harapan bangsa dan negara yang profesional dan juga inovatif. Menyiapkan lingkungan, tradisi dan juga budaya hidup yang mampu mendorong lahirnya generasi muda islami penerus bangsa dan negara yang berkarakter, berintegritas dan juga istiqamah.
Ir. Soekarno pernah berkata “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia”
Oleh karena itu wahai generasi muda harapan bangsa bangkitlah untuk menyongsong masa depan, karena di tangan kita lah urusan umat dan ditangan kita lah estafet kepemimpinan umat
Dalam rangka puncak event dies natalis ke-16, CSSMoRA UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan acara sarasehan anggota dan alumni. Acara tersebut mengusung tema “Restorasi Visi, Galakkan Misi Menuju CSSMoRA Berprestasi.” Tak hanya itu, puncak dies natalis tersebut juga bertempat di masjid Kampus 2 UIN Walisongo Semarang pada Sabtu, (16/12/2023).
Acara puncak yang diselenggarakan dihadiri oleh anggota CSSMoRA, alumni, moragister dan pengelola PBSB. Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu diadakan khataman serta pembacaan doa oleh Ketua CSSMoRA Wahyudi Arafah. Kemudian memasuki acara terdapat pembukaan oleh MC, Pembacaan ayat-ayat Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars CSSMoRA, sambutan-sambutan, pemotongan tumpeng dan doa. Baru kemudian sarasehan serta penutup.
Tamu undangan yang hadir dari alumni terdapat ketua alumni Nur Hidayatullah, S.HI., M.H beserta empat lainnya dan dari pengelola terdapat wakil dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Dr. Moh Khasan, M.Ag. Tujuan utama diselenggarakannya acara ini sebagai accara puncak adalah untuk membahas bersama bagaimana CSSMoRA kedepannya nanti.
Hal tersebut disampaikan Ketua CSSMoRA UIN Walisongo, Wahyudi Arafah dalam sambutannya. “diadakannya sarasehan ini bermaksud untuk kita diskusi bersama membahas tentang bagaimana CSSMoRA nanti kedepannya,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga berharap bahwa dengan terselenggaranya acara ini, CSSMoRA akan menjadi lebih baik lagi kedepannya. “ya semoga dengan kita adakan sarasehan ini CSSMoRA akan menjadi lebih baik lagi kedepannya,” imbuhnya dalam sesi sambutan-sambutan saat pembukaan acara.
-Red Muhammad Daviq Nuruzzuhal
Pada Rabu, 13 Desember 2023 dalam rangka memperingati Dies Natalis Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) yang ke 16 tahun. CSSMoRA UIN Walisongo mengadakan CSSMoRA COMPETITION sebagai salah satu dari rangkaian acara Dies Natalisnya, yang mana sebelumnya juga telah diadakan perlombaan MTQ dan MQK. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota CSSMoRA UIN Walisongo baik itu dari prodi Ilmu Falak maupun Teknologi Informasi dan diadakan di Trisobo Park, kec. Boja, kabupaten Kendal.
Selain menjadi salah satu rangkaian acara Dies Natalis, kegiatan ini juga bertujuan untuk kembali menguatkan rasa solidaritas antar sesama anggota CSSMoRA yang memiliki jargon “Loyalitas Tanpa Batas”. Dan menjadi acara pelepas penat dan juga stres setelah UAS di bangku perkuliahan.
Keberangkatan menuju lokasi acara dibagi menjadi dua, pertama pukul 08.00 mahasiswa prodi Ilmu Falak 23 berangkat menuju lokasi difasilitasi dengan dua unit angkot dan diikuti oleh para panitia dengan menggunakan sepeda motor. Tampak antusias dan semangat dari wajah teman-teman Ilmu Falak angkatan 23. Selanjutnya disusul oleh mahasiswa prodi Teknologi Informasi 23, sedikit terlambat dikarenakan harus mengikuti UAS terlebih dahulu pada hari itu. Meskipun sedikit terlambat mereka juga tampak bersemangat mengikuti acara.
Perlombaan ini dibagi menjadi tiga kategori, perlombaan rangking satu, futsal, dan voli air. Acara dibuka oleh panitia salah satunya Asraf dengan penuh semangat dan tampak para peserta ikut bersemangat juga serta dilanjutkan dengan perlombaan rangking satu yang dimenangkan oleh Siska dari kelompok Fascho, dan setelah itu para peserta dipersilahkan untuk beristirahat sejenak, mereka mengisi istirahat di antaranya dengan membeli jajanan, bermain voli, serta bermain bola kucing-kucingan.
Lalu acara berlanjut dengan perlombaan futsal yang diadakan di Gor Imam Bonjol dalam kawasan Trisobo Park tersebut yang diwakili 5 orang tiap kelompoknya. Setiap kelompok berusaha mengeluarkan skill futsal yang dimiliki demi meraih kemenangan. Dan anggota yang lainnya menyemangati temannya yang bertanding, hingga juara pertama diraih oleh tim Fascho, juara dua dari tim Cemungut Ea, dan juara tiganya diperoleh tim Salep 88. Perlombaan terus berlanjut dengan lomba voli air di kolam renang yang dimenangi kelompok Kukuluyuk. Dalam acara CSSMoRA COMPETITION ini juga turut hadir Kakak-kakak dari MoRAGISTER yang ikut memeriahkan acara ini.
Setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai, dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para peraih juara tiap kategori lomba, lalu setelahnya peserta berkemas dan juga balik ke pondoknya baik yang di YPMI Al-Firdaus maupun di Madinatul Amin.
Tentunya Kompetisi ini bukan tentang meraih juara lagi tetapi tentang loyalitas yang sedang para anggota CSSMoRA jalani.
-Red Muhammad Irfan
Setelah terlaksananya Lomba Sayembara Logo yang merupakan lomba internal pada tanggal 3 November 2023 lalu, kini lanjut dengan acara FESTIVAL DIESNATALIS CSSMoRA (FDC) yang merupakan lomba tingkat nasional. Festival ini terdiri dari dua cabang lomba, yaitu MQK dan MTQ yang diikuti oleh seluruh warga indonesia dengan memenuhi beberapa syarat tertentu. Kedua cabang lomba tersebut memang sengaja dipilih untuk melestarikan budaya baca kitab di Indonesia dan seni tilawah yang lebih memberikan kriteria seorang santri. Yang mana, pihak penyelenggara merupakan mahasiswa penerima beasiswa PBSB (penerimaan beasiswa santri berprestasi) dan dinaungi oleh Organisasi bernama CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs).
Festival ini dilaksanakan denga tiga tahapan, yaitu pertama pendaftaran dan pengumpulan karya pada tanggal 10-30 November 2023, lalu sesi penjurian pada tanggal 1-7 Desember 2023, dan yang terakhir pengumuman pemenang pada tanggal 12 Desember 2023. Disini pemenang mendapatkan uang pembinaan dan sertifikat. Peserta Festival memiliki latar belakang domisili yang bermacam – macam dari seluruh Indonesia yang terdirii dari 65 cabang MQK dan 16 cabang MTQ. Padahal dari pihak panitia hanya menduga 25 persennya, namun keantusiasan ini melampui hingga berkali lipat, ucap syukur kami semua para panitia pada hari itu.
Bukan hanya atas dasar CSSMoRA yang berlatar belakang santri, namun juga membawa nama baik kampus UIN WALISONGO dengan bukti aktif nya para mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan, antusiasnya para panitia dan peserta nasional. Karakter seperti inilah yang tidak boleh hilang dalam diri kita dalam upaya melestarikan budaya santri pada generasi masa kini.
Banyak harapan kami pada acara Festival ini dan khususnya untuk CSSMoRA kedepannya, semoga menjadi organisasi yang lebih banyak memberikan nama kepada UIN WALISONGO SEMARANG, PT teraktif di ganca nasional, dan para pengurus ataupun anggota CSSMoRA UIN WALISONGO yang lebih semangat, produktif, dan berkeluarga.
-Red Saylul Hidayah Salsabiyla
Sebagai bentuk follow up dari program kerja divisi pengembangan sumber daya manusia (PSDM) kepengurusan periode 2023-2024. CSSMoRA UIN Walisongo Semarang adakan kembali kegiatan momen keakraban (mokrab) di taman wisata Lembah Nirwana pada, Sabtu-Ahad (18-19/11/2023). Tak hanya itu, Acara ini diramaikan oleh beberapa alumni yang turut serta hadir dalam acara.
Acara dibuka dengan beberapa prosesi pembukaan yaitu, menyanyikan lagi Indonesia raya serta mars CSSMoRA, sambutan dari ketua panitia dan ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo. Kemudian dilanjut dengan pemutaran video umum CSSMoRA dan doa lalu penutup. Setelah prosesi pembukaan berjalan lancar dilanjut adanya Share to care antar peserta dan pembagian kelompok untuk perlombaan dan games pada Ahad pagi.
Acara ini diikuti oleh segenap anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo, Moragister dan Allumni. Diantara beberapa Allumni yang hadir dalam mokrab kali ini adalah Nursodik M.H. Fajrullah M.H. Hariyono S.H dan masih banyak lagi. Lebih daripada itu, pada mokrab kali ini juga diadakan pembacaan Wird al-Lathif atas instruksi oleh Dr. KH. Ahmad Izzuddin pengasuh ponpes Lifeskill Darunnajah.
Inti dari acara ini adalah sebagai momen untuk mengakrabkan diri antar anggota CSSMoRA UIN Walisongo Semarang supaya dalam menjalankan program kerja CSSMoRA tetap solid dan loyal. Acara ini terhitung sukses sebab 80 persen peserta telah hadir sesuai dengan target keberhasilan
Cssmorawalisongo – Departemen Pemberdayaan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) CSSMoRA UIN Walisongo periode 2023-2024, melaksanakan Falak Roadshow di Pondok Pesantren Assalam Kudus pada Sabtu (11/11/2023). Acara tersebut bertemakan “Langitkan Ilmu, Wujudkan Karya, Menuju Generasi Emas Indonesia” bertujuan untuk mengenalkan keilmuan Falak kepada masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari santriwan dan santriwati kelas XII Pondok Pesantren Assalam, dengan tujuan pembekalan dan pemantapan perihal keilmuan Falak sebelum mereka lulus. Acara tersebut dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars CSSMoRA dan sambutan-sambutan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh beberapa narasumber.
Materi pertama membahas mengenai pengenalan Ilmu Falak berkenaan dengan pengertian falak dan astronomi, agar peserta dapat memahami dasar-dasar Ilmu Falak. yang dismpaikan langsung oleh koordinator P3M, yaitu Zaki Al-aziz.
Materi kedua disampaikan oleh Ilham Awaludin, anggota CSSMoRA UIN Walisongo, dengan pembahasan perhitungan waktu salat. Menurutnya, perhitungan waktu salat sangat penting untuk diketahui, karena hal tersebut berkaitan langsung dengan ibadah.
Selanjutnya, pada materi ketiga membahas praktek pengukuran arah kiblat yang dijelaskan oleh Daviq Nuruzzuhal, anggota CSSMoRA UIN Walisongo. Pada praktek tersebut, dijelaskan tata cara mengukur kiblat dengan empat alat, yaitu Teodolit, Istiwaa’in, Mizwala dan kiblat Tracker.
Acara tersebut diakhiri dengan kegiatan pengamatan benda langit sekaligus pemasangan teropong yang disampaikan oleh Munawir, anggota CSSMoRA UIN Walisongo. Namun, dikarenakan kondisi cuaca yang kurang mendukung membuat pengamatan langit menjadi kurang kondusif.
“Sangat disayangkan, pada malam ini cuacanya tidak begitu mendukung, sehingga kita kurang maksimal saat mengamati benda-benda langit” ujar Munawir.
Namun, kondisi tersebut tidak menurunkan semangat mereka untuk tetap melaksanakan pengamatan langit. “Tujuan inti Falak Roadshow yaitu agar Ilmu Falak lebih dikenal oleh khalayak umum, mengingat banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang Ilmu Falak, apapun kondisinya kita harus tetap semangat” ujar Wahyudi Arafah, ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo.
Di setiap kesempatan, tentunya ada kebaikan. Teman-teman UIN Walisongo berharap semoga dengan adanya Falak Roadshow ini dapat meningkatkan pengetahuan mengenai Ilmu Falak tidak hanya dikalangan pelajar, tetapi juga masyarakat luas. Dengan demikian, terbentuklah kesadaran bahwa pentingnya pemahaman tentang Ilmu Falak dan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam rangka memperingati Dies Natalis Ke-16, CSSMoRA UIN Walisongo menggelar lomba Sayembara Logo tingkat internal bagi anggotanya. Tujuan dari kegiatan ini adalah menciptakan identitas yang khas dan unik sebagai bagian dari perayaan Dies Natalis ke-16 ini. Tepat pada hari Jumat, tanggal 3 November 2023 di Kota Semarang, acara penilaian Sayembara Logo tingkat internal dilaksanakan. Penilaian ini dilakukan oleh Fajrullah, M.H., seorang juri yang berkompeten dalam bidangnya, dan juga merupakan alumni CSSMoRA UIN Walisongo Angk 2016.
Setelah melalui proses penilaian dari setiap logo yang ada, berikut adalah hasil yang telah ditetapkan oleh juri:
1. Alfin Khomsah Sabilal Hayat angkatan 2023, meraih total nilai sebesar 25,5
2. Muhammad Ais Nur Rizqi angkatan 2023 meraih total nilai sebesar 23,9
3. Zidni Ilmatun Nafi’ah angkatan 2023 meraih total nilai sebesar 21,5
Berdasarkan hasil penilaian tersebut, pemenang dari Sayembara Logo secara resmi diberikan kepada Alfin Khomsah Sabilal Hayat, mahasiswa angkatan 2023, yang meraih total nilai sebesar 25,5. Keputusan juri tentunya bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Acara Sayembara Logo ini juga telah mencerminkan prestasi dan kualitas karya yang dihasilkan oleh para peserta. Semua peserta telah menunjukkan dedikasi dan kreativitas yang luar biasa dalam menyumbangkan ide-ide dalam rangka memeriahkan Dies Natalis Ke-16 CSSMoRA UIN Walisongo.Harapannya acara ini dapat menjadi motivasi bagi semua anggota untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam peringatan Dies Natalis Ke-16 CSSMoRA UIN Walisongo.
-Red Masnunah Nurul Faizah
Ketika shalat kita tidaklah hanya dituntut untuk sekadar menunaikan syarat dan rukunnya secara Formal. Melalui shalat kita juga dituntut untuk memenuhi Ketenatuan dan persyaratan yang ada dalam shalat, aturan-aturan formal, dan kesempurnaan shalat sedapat mungkin. Memang tidak ada batasan sejauh mana seseorang dalam melakukan ibadah shalatnya berikut esensinya mengingat perbedaan kemampuan masing-masing orang. Tetapi masing-masing kita diwajibkan untuk mengejar esensi shalat Mengomentari perkataan Amirul Mukminin Umar Bin Khattab RA “Siapa yang menjaga kewajiban dan menjaga kesempurnaan shalat ? ” Ibnul ‘Arabi mengatakan, “melihat oleh aku akan Ribuan orang bahkan tak terhitung menjaga kewajiban shalat, tetapi orang yang menjaga kewajiban shalat dengan khusyuk dan kehadiran penuh hanya terhitung dengan hitungan lima jari.”
Yang harus dipahami terlebih dahulu adalah bahwa shalat adalah kesempatan bagi Ummat Islam untuk membersihkan diri seluas-luasnya dan membuka pintu ghaib sehingga shalat benar-benar efektif untuk menjauhkan manusia dari perbuatan keji dan munkar.
Syekh Al-Ustadz Tajuddin Abu Fadl Ahmad bin Muhammad ibn ‘Abdul Karim Bin Atha’illah Al-Iskandari Al-Syadzili Berkata :
قلت طهارة القلوب من الذنوب إذ أنها تنهى عن الفحشاء والمنكر وتكفر السيئات وتفتح أرباب الغيوب بما فيه من التجليات التي أشار إليها (الصلاة محل المناجاة ومعدن مصافات) قلت لأنها محل لقرب العبد من ربه والوقوف بين يدي مولاه بلا واسطة سوى ذكره والقيام بوظائف العبودية على المواجهة والمعاينة
Artinya, “(Shalat itu) kesucian hati dari Dzunub karena shalat itu menegah perbuatan keji dan munkar, menghapus dosa, dan membuka pintu-pintu ghaib dengan penampakan kuasa-Nya seperti ditunjukkan oleh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam, ‘Shalat tempat munajat dan tambang kebersihan.
Shalat adalah ‘tempat’ terdekat seorang hamba dan Penciptanya; ‘tempat’ menghadap di hadapan-Nya tanpa batasan selain menyebut-Nyan dan pelaksanaan tugas-tugas kehambaan dalam menghadap dan melihatnya,” (Syarah Al-Hikam Ibnu ‘Athaillah Al-Sakandari, Syirkah Al-Qaumiyah, 2010 M/1431 H, halaman 110).
Secara harfiah kalau kita terjemahkan kata الصلاة itu idealnya karena adalah huruf “Alif dan Lam” Jadi artinya kesempurnaan shalat itu ada Natijahnya, ada buahnya. Apa buahnya ?… طهارة القلوب Artinya Mensucikan Qalbu.
Jika air mensucikan hadas dibadan, maka hadas yang sudah masuk kedalam Qalbu virus-virus dosa, dengki, iri, sombong, itu yang bisa membersihkan adalah As-Sholah. من ادناس الذنوب Artinya dari pada kotoran-kotoran Dzunub. Dzunub ini unik istilahnya Dzambun, kalau orang Arab menyebutnya dengan istilah Dzanab artinya sesuatu yang sifatnya dibelakang atau diekor.
Maka Disebut itu dosa karena kalau habis dikerjakan urusannya ada sesuatu yang nambah ke belakang. maka disebut dengan istilah: ادناس الذنوب واستفتاح للباب الغيوب ini yang paling penting “استفتاح” (Istiftah) artinya cara membuka kunci.للباب الغيوب (lil Babil Ghuyob) Artinya Pintu Keghaiban (Rahasia)
menurut Syekh Mansyur Tidak ada tawar-menawar masalah dalam shalat itu.
Jadi memang harus didirikan syariatnya walaupun seandainya kita baru tahapan belajar maka harus dikerjakan kecuali Kamu udah bisa cara sholat yang lain.
intinya sholat berdasarkan Al-Qur’an Surah Toha اقيم الصلاة لذكري Artinya: dirikan sholat untuk Dzikri.
Dzikri artinya bukan menyebut tetapi mengingat tapi kalau belum sanggup mengingat cukup menyebut.
Lalu bagaimana caranya kita Agar Sempurna Dzahir Dan Bathin Shalatnya?… Dengan cara kalau kita salat. Yang harus dilatih BUKAN cara membacanya BUKAN gerakannya harus begini begitu.
pekerjaan seperti itu juga bisa dilakukan oleh pelajar TK tidak ada Natijahnya atau hasilnya.
Jawabannya : Yang dilatihkan dzikirnya. Lalu muncul argumen Bagaimana cara Berzikir ?… kalau tidak kenal Siapa yang di Dzikirkan. Contoh : Saya mau mengingat sesuatu yang saya tidak kenal ?… Bisa tidak, Tentu Tidak. jawabannya Mustahil pasti tidak mungkin dan itu ternyata sudah menjadi Ketentuan dari pada akal. Akal itu tidak sanggup memikirkan sesuatu yang tidak pernah dilihat, tidak pernah dia pikirkan, dan tidak pernah dia ketahui. Ini sudah konsep dibelakang Brain otak kita tidak bisa memikirkan sesuatu atau membayar sesuatu yang dianggap tidak pernah ketemu.
pertanyaannya : Otak kita pernah bertemu Allah tidak ?… Tentu Tidak Lalu yang pernah ketemu dengan Allah SWT Siapa ?… Qolbu pun juga tidak pernah. Jasad pun juga tidak pernah. Jawabannya : adalah yang pernah bertemu Allah “الروح” (Ar-Ruh). Sebelum kita dilahirkan didunia jadi kalau Bertasawuf maupun Berthoriqoh kita baru dzikirnya di qalbu tidak ketemu Allah itu namanya baru bisa menyebut menyebut Allah. Perlu diketahui belum bisa jadi Si Qalbu. Qolbu inikan servernya akal. akal itu berpikir Ideal bagus atau tidaknya dengan Qalbu. Qalbu berfikir dengan Apa ?…. Jawabannya Qalbu itu kalau berfikir dengan Ruh.
Jadi kalau orang awam dia mau berfikir. Mereka menggunakan apa ?… Datanya orang awam itu data empirik Apa yang dia lihat, itu yang dijadikan bahan pikiran. Apabila hal demikian terjadi, Maka mereka sama dengan binatang sesuai apa yang dijelaskan Al-Qur’an Al-A’raf, ayat 179 :اولئك كالعنعام tapi kalau dia seorang mukmin Dia servernya tidak diakal, dia servernya di Qalbu.
maka Al-Quran menerangkan didalam surah Al-Hajj :لهم قلوب يعقلون بها Mereka orang mukmin kalau berpikir itu tidak pakai empiris tapi pakai hati/Qalbu. Qalbu itu artinya sesuatu yang bergerak elastis berarti kalau qalbu sudah tidak elastis disebut قسوة (Qoswah) artinya kesat
Kapan hati kita kesat saat kalau sibuk dengan empiris? karena kalau orang bersibuk sama empiris apa yang terjadi di muncul namanya غفلة (Ghaflah) Artinya lalai. jika orang sholatnya dengan cara ini lalai adalah tipe latihan sholat ditengah gunung ditengah hutan keadaan tengah malam gelap gulita. Apakah bisa menambah ke Khusyu’an ?… Coba aja.
Kalau qolbu ini sudah lalai lambat laun menjadi keras namanya Qoswah udah jadi keras jadi qalbu itu arti lainnya adalah sesuatu elastis, santai dan rileks. Si Qalbu tuh sifatnya dia, kalau orang sudah keluar dari Fitrah qolbunya karena Si Lalai.
Ini terjadi karena dia lupa mengingat Allah sehingga masuk kemudian cinta dunia. Jujur kita masih senang sama Uang semangat banget dengan dunia. Tapi jangan cinta hal seperti itu tipis-tipis saja. Bohong kalau kita tidak senang sama uang. Kamu kalau kerja pengen dapat gaji tidak, Kalau Tidak mau menerima gaji sudahlah ikhlas aja katakan Terima kasih.
Kesimpulannya shalat itu adalah kunci alam ghaib, agar berkenan dibukakan oleh Allah SWT.
Untuk melakukan Riyadhoh atau latihan kalau dalam pelaksanaanya tetap belum terkoneksi batinnya atau tidak terkoneksi maka lakukanlah mandi taubat. Terus diulang kembali, Setelah Mandi taubat Shalat, tetap tidak terkoneksi ulangi lagi, Sampai allah membukakan Kunci Alam Ghaib itu dengan Rahmat Sifat Rahman dan Rahimnya Allah. Ingatlah lakukanlah Dengan aturan dan adab-adab yang diajarkan Salafus Shalih.
Sanad Keilmuan Al-Faqir Dalam Kitab Al-Ibnu Athaillah Al-Sakandari : Ahmad Zaki Anshari Dari Al-Ustadz Syekh KH. Nuruddin Nurani Al-Banjari Lc. Dari Syekh Ahmad Jamhuri Al-Banjari Al-Makki Beliau Merupakan Ulama Indonesia Yang Tinggal Dimakkah Selama 50 Tahun Hingga Berpulang Kehadirat Allah SWT. Beliau Dilahirkan Pada Tahun 1940 Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan Beliau Sempat Mengenyam Pendidikan Di Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Di Antara Sekian Banyak Guru-Guru Yang Terkenal Yang Sempat Beliau Belajar Dengannya Di Masjidil Haram Diantaranya (1) Syeikh Hassan Masysyath (2) Syeikh Muhammad Al-‘Arabiy (3) Syeikh Sayyid ‘Alawi Al-Maliki (4) Syeikh Sayyid Amin Kutbi (5) Sayyid Ismail Zen Al-Yamani Dari Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani Dari Syekh Muhammad Ali Al-Maliki Dari Sayyid Bakri Syatha Dari Sayyid Ahmad Bin Zaini Dahlan Dari Syekh Utsman Bin Hasan Ad-Dimyathi Dari Syekh Abdullah As-Syarqawi Dari Syekh Ahmad Bin Abdul Fattah Al-Malawi Dari Syekh Ahmad Bin Muhammad An-Nakhli Dari Syekh Abdullah Bin Sa’id Baqusyair Al-Makki Dari Sayyid Umar Bin Abdurrahim Al-Bashri Dari As-Syams Muhammad Bin Ahmad Ar-Ramli Dari Al-Qadli Zakariya Bin Muhammad Al-Anshari Dari Syekh Abdurrahim Bin Muhammad Bin Al-Furrat Dari Qadhi Qudlat Tajuddin Abdul Wahab Bin Qadhi Taqiyuddin Ali Bin Abdul Kafi As-Subuki Dari Ayahnya, Qadhi Taqiyuddin Ali Bin Abdul Kafi As-Subuki Dari Muallif Al-Hikam Al-Imam Al-Arif Billah Tajuddin Ahmad Bin Abdul Karim Bin ‘Athaillah As-Syadzili Al-Iskandari.
–Ahmad Zaki Anshari Bin Ahmad Dzakwani (CSSMoRA UIN Walisongo 2023)
Kaderisasi Tingkat Perguruan Tinggi (KTPT) kembali di gelar oleh CSSMoRA UIN Walisongo (CSSMoRA UINWS) pada tanggal 7 – 8 Oktober 2023. KTPT sendiri merupakan kegiatan kaderisasi yang wajib diikuti oleh semua anggota baru, hal tersebut bertujuan untuk menunjukkan bahwa mereka benar-benar resmi menjadi anggota CSSMoRA UINWS. Sesuatu yang spesial pada tahun ini adalah lagi-lagi KTPT CSSMoRA UINWS mendapatkan amanah untuk menggabungkan acara kaderisasinya dengan CSSMoRA Universitas Sains dan Al-qur’an (UNSIQ).
Faizal Amin, ketua umum CSSMoRA Nasional, dalam sambutannya mengungkapkan trimakasih kepada CSSMoRA UINWS karena telah bersedia dalam membantu nasional untuk melaksanakan kaderisasi terhadap Perguruan tinggi baru. Sebagaimana yang kita tahu bahwa UNSIQ sendiri menjadi Perguruan tinggi Mitra baru, sehingga CSSMoRA UNSIQ pada tahun ini menjadi angkatan pertama dan belum memiliki kakak tingkat.
Kegiatan KTPT dilaksanakan selama dua hari, di Gedung Gubuk Penceng, Gunung Pati, Semarang. Acara dimulai dengan rangkaian pembukaan, seperti pembacaan ayat suci Al-qur’an, menyanyikan lagu Indonesia raya dan mars CSSMoRA, sambutan-sambutan, do’a, dan penutup.
Setelah rangkaian pembukaan belangsung, dilanjutkan dengan penyampaian materi yang disampaikan langsung oleh beberapa alumni CSSMoRA UINWS dan pengurus CSSMoRA Nasional.
Jumlah materi yang disampaikan pada kegiatan KTPT ada lima, yaitu materi keorganisasian, ke-CSSMoRA-an, kebangsaan, kepesantrenan, dan yang terakhir adalah materi persidangan. Namun, dalam materi kebangsaan pemateri bukan dari alumni CSSMoRA UINWS, melainkan dari ketua umum CSSMoRA nasional, Faizal Amin. Sedangkan, dalam materi persidangan juga disampaikan langsung oleh ketua Departemen PSDM nasional, Ahdat Alwi, sebagai pemilik hajat dalam berlangsungnya KTPT UINWS X UNSIQ.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga tampak antusias. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya peserta yang selalu melontarkan pertanyaan pada setiap materi yang disampaikan.
Karena banyaknya materi yang disampaikan kepada peserta, panitia berinisiatif membuat ice breaking agar otak mereka kembali fresh ketika menerima materi-materi yang akan disampaikan, sehingga kegiatan tersebut tidak terkesan membosankan. Selain itu, dalam kegiatan KTPT tersebut juga ada pentas seni yang diadakan pada malam harinya, senam sehat dan outbound pada pagi harinya.
Setelah semua materi disampaikan, kegiatan selanjutnya yang harus dilakukan oleh semua peserta KTPT adalah post test dan pengukuhan peserta KTPT menjadi anggota baru CSSMoRA UINWS dan UNSIQ secara resmi. Pengukuhan peserta yang sakral tersebut juga secara langsung dikukuhkan oleh Ketua Departemen PSDM Nasional, Ahdat Alwi.
Setelah semua rangkaian acara tersebut terlaksana, kemudian acara ditutup dengan sayonara, tukar kado, dan penyampai pesan kesan. Peserta sangat senang dan bahagia karena beberapa dari mereka ada juga yang mendapatkan surat manis dari kado yang mereka dapat.
Banyak dari peserta yang memberikan kesan bahagia atas terselenggaranya acara KTPT tersebut, salah satu peserta, Furqon mengatakan “Trimakasih banyak kakak-kakak panitia, meskipun kami belum bayar kas, tapi sudah bisa merasakan acara yang sangat berkesan ini dan sudah dapat konsumsi yang enak.”
Salah satu panitia, Farhan Makmur, juga mengungkapkan bahwa “rasa lelah letih yang kami rasakan itu pasti ada, namun rasa itu hilang seketika karena melihat kalian bisa bahagia dan terhibur atas terselenggaranya acara KTPT ini.”