Penentuan Awal Bulan Ramadan 1445 H di Planetarium UIN Walisongo

planet1
planet2
planet3
PlayPause
previous arrow
next arrow

CSSMoRA UIN Walisongo – Minggu (10/03/2024) Planetarium UIN Walisongo Semarang, melaksanakan kegiatan Rukyatul Hilal dalam rangka penentuan awal bulan Ramadan 1445 Hijriah. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak yang terkait, seperti Kemenag Jateng, MUI Jateng, Pengadilan Agama, ormas dan para perukyat termasuk CSSMoRA UIN Walisongo.

Acara dibuka dengan simulasi Rukyatul Hilal di Ruang Show Planetarium. Ahmad Syifaul Anam, selaku kepala Planetarium UIN Walisongo menyampaikan pentingnya kegiatan Rukyatul Hilal dalam menentukan awal bulan Ramadan bagi umat Islam. Di Ruang Show tersebut disajikan fenomena matahari tenggelam dan simulasi pengamatan hilal dalam penentuan awal bulan Ramadhan.

“Penentuan awal Ramadhan tahun ini berpotensi kembali berbeda, menurut data astronomis kemungkinan posisi hilal terlihat sangat kecil, bahkan memungkinkan gagal terlihat atau sama sekali tak terlihat. Faktor perubahan fase ini dipengaruhi oleh hubungan rotasi matahari dengan bumi juga keadaan cuaca”

Jelas Ahmad Syifaul Anam.

Setelah proses simulasi Rukyatul Hilal selesai, para peserta diarahkan ke tempat pengamatan hilal. Sebelum melakukan pengamatan Bapak Ihtirozun Ni’am memeberikan arahan mengenai pengamatan hilal. Pada pengamatan kali ini kemungkinan hilal tidak terlihat, dikarenakan cuaca mendung, setidaknya dapat kita pertimbangkan dua hal yang pertama, kondisi fisik hilalnya. Kedua kondisi latar belakangnya. Pertama dari kondisi fisik hilalnya, hilal sore hari ini ketinggiannya cukup rendah kurang dari 1 derajat, yaitu di kisaran setengah derajat artinya posisinya sangat rendah sudah dekat dengan ufuk tidak sampai 4 menit sudah terbenam hilalnya.

Dengan kondisi ketinggian seperti itu kemudian jarak dari matahari elongasinya kisaran 2 derajat tidak sampai 6,4 derajat, artinya jika kita lihat formulasi kriteria Imkan Nur rukyat Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) dengan elongasi minimum 6,4 derajat, tinggi minimum 3 derajat, ini masih sangat jauh di bawahnya. Kedua dari latar belakang kondisi langitnya kebetulan sekarang sangat mendung.

“Menurut aspek fisik hilalnya kemudian aspek mendung yang ada di langit mengakibatkan kemungkinan teramati hilal itu sangat susah”

Jelas Ihtirozun Ni’am.

Berdasarkan data yang terkumpul, hilal pada Minggu, 10 Maret 2024 tidak terlihat sehingga bulan Sya’ban di istikmalkan menjadi 30 hari. Begitupun dengan Kementrian Agama RI tetapkan 1 Ramadan 1445 H jatuh pada hari Selasa, 12 maret 2024.

Antusiasme para peserta rukyat membuat situasi di tempat pengamatan terlihat ramai.

“Menurut saya pengamatan hilal di Planetarium UIN Walisongo sangat berkesan karena dipandu oleh Pakar Falak yang berpengalaman dibidangnya dan yang bikin beda itu ada show simulasinya dan juga diliput stasiun TV Nasional yang mana jadi kebanggaan begi yang mengikuti acaranya”

Ujar Zaki selaku peserta Rukyatul Hilal.

Acara ditutup dengan do’a bersama dan harapan agar bulan Ramadan yang akan datang menjadi bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi umat dan ilmu pengetahuan.

Oleh : Wika Winanta

Loading

Kegiatan Pengamatan Rukyatul Hilal 1 Ramadhan 2024: Kolaborasi CSSMoRA UIN Walisongo Semarang dan Kemenag Kabupaten Kendal dalam Penentuan Awal Puasa

kendal2
kendal1
kendal3
kendal4
kendal5
previous arrow
next arrow


Pada hari Ahad, tanggal 10 Maret 2024 CSSMoRA UIN Walisongo Semarang dan Kemenag Kabupaten Kendal mengadakan kegiatan pengamatan Rukyatul Hilal untuk penentuan 1 Ramadhan (awal puasa ) yang berada di pelabuhan Kendal, Berdasarkan pengamatan anggota rukyah CSSMoRA UIN Walisongo Semarang dan beberapa pelaksana rukyat hilal tidak mengidentifikasi keterlihatan hilal, dikarenakan cuaca sangat mendung. Hal tersebut juga didukung oleh data hisab dari tim hisab CSSMoRA yang mengatakan bahwa tinggi hilal masih di bawah standar kriteria visibilitas hilal MABIMS, yang mana hilal masih berada di ketinggian 1 derajat serta lamanya hilal diatas ufuk hanya berkisar 3 menit 22 detik, kemungkinan juga hilal sangat susah dilihat oleh pengamat.

CSSMoRA UIN Walisongo Semarang mendelegasikan anggotanya ke beberapa titik rukyah. Salah satunya berlokasi di Kendal yang berjumlah 22 mahasiswa dari Prodi Ilmu Falak, Prodi Teknologi Informasi. HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) prodi Ilmu Falak juga turut hadir dalam kegiatan ini. Perlu di ketahui bahwasanya seluruh anggota CSSMoRA UIN Walisongo telah dibagi dan di sebarkan untuk melaksanakan rukyatul hilal di berbagai daerah jawa tengah yang telah ditetapkan menjadi objek titik pelaksanaan Rukyatul hilal penentuan 1 Ramadhan 2024 diantaranya yaitu Pantai Kartini Jepara , Observatorium UIN Walisongo Semarang, Pantai Mangunharjo Mangkang dan Pelabuhan Kendal.

Pengamatan hilal di Pelabuhan Kendal sangat ramai pengunjungnya (peminatnya), hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengamat yang hadir. kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal, Ir Sugiono, M.T., Kepala Kantor Kendal, Dr. Mahrus, Pengurus MUI Kendal, Ketua PCNU Kendal, Dr. h.Mukh. Mustakim, S.Ag., M.S.I., Ketua LDII Kabupaten Kendal HM Santoso Abdul Manan, S.E, dan Para pemimpin organisasi keagamaan lainnya, tim LFNU ( Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama’), Tim Badan Rukyah Kabupaten Kendal, Ulil Abshor, S.H.,Sy., M.h., Dosen UIN Walisongo Semarang , dan para pemimpin pondok pesantren Kendal .

Esensi dari kegiatan ini selain untuk melaksanakan hisab rukyah bulan Ramadhan sesuai dengan rencana kerja tahunan CSSMoRA UIN Walisongo, juga mengajak anggota CSSMoRA untuk aktif terlibat dalam melaksanakan rukyatul hilal di lapangan. Muhaimin Thohri, sebagai ketua pelaksana kegiatan rukyah di Pelabuhan Kendal, mengungkapkan bahwa

“kegiatan ini bukan hanya bagian dari agenda pengurus, tetapi juga melibatkan pembentukan beberapa tim rukyah yang akan bergerak ke lapangan untuk melakukan rukyat dan mengajak anggota untuk berpartisipasi langsung.”

Selain itu, ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta, sebagai kesempatan untuk belajar, mengamati, dan melakukan penelitian tentang hilal bersama CSSMoRA UIN Walisongo. Dalam wawancara setelah pelaksanaan rukyat, Muhaimin Thohri menambahkan bahwa harapannya adalah agar kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi semua peserta.

Oleh: Muhammad Ais Nur Rizqi

Loading

Bersama AMURT dan Dompet Duafa, CSSMoRA UIN Walisongo gelar PFA (Psychological First Aid) bagi anak-anak Korban Banjir

fsa4
fsa1
fsa2
fsa3
fsa5
fsa7
PlayPause
previous arrow
next arrow

CSSMoRA UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan PFA (Psychological First Aid) kepada anak-anak korban banjir di Demak, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di posko pengungsian SD Undaan Kidul 1 pada Senin, (12/02/2024)

PFA (Psychological First Aid) merupakan salah satu wujud kolaborasi antara komunitas CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, AMURT dan Dompet Duafa. PFA bertujuan sebagai langkah pertolongan pertama terhadap anak-anak korban banjir, sehingga tidak lagi mengalami trauma pasca bencana. PFA terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan seperti berkumpul bersama di lapangan, pembentukan kelompok, membaca buku bergambar, benyanyi bersama-sama dan bermain. Kemudian, di setiap kelompok terdapat satu PJ untuk menemani anak-anak bermain.

Ayubi, salah satu anak korban banjir mengaku begitu senang sebab ia bisa bermain dengan banyak relawan serta dapat memainkan berbagai macam mainan.

“Seneng sih kak, soalnya kakak-kakaknya banyak dari macam-macam tempat jadi bisa melakukan banyak permainan,” ujarnya.

Di sisi lain, Indra, ketua komunitas Dompet Duafa Jateng mengungkapkan bahwa seharusnya dalam melakukan kegiatan kemanusiaan kita harus melakukan kolaborasi. Hal ini bertujuan supaya cakupan bantuan dan kegiatan yang akan dilakukan dapat mencakup masyarakat lebih banyak. “Memang seharusnya dalam melakukan aksi kemanusiaan kita melakukan kolaborasi. Karena dengan kolaborasi kita lebih bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas,” terangnya saat memberikan closing statement.

Menanggapi hal tersebut, Zaki, Ketua Panitia bakti sosial CSSMoRA UIN Walisongo mengucapkan banyak terima kasih atas kerjasamanya dalam memeriahkan kegiatan PFA.

“Dari kami mengucapkan banyak terima kasih atas sambutannya dan kerjasamanya dalam kolaborasi kali ini,” pungkasnya.

Loading

Wujud Peduli Banjir, CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Aksi Galang Dana Bagi Warga Terdampak

galang7
galang4
galang3
galang1
galang2
galang5
galang6
previous arrow
next arrow

CSSMoRA UIN Walisongo menggelar aksi galang dana di perempatan Kalibanteng, Semarang Barat pada Ahad, (11/02/2024). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka program bakti sosial CSSMoRA terhadap warga terdampak banjir di Demak. Kegiatan berlangsung mulai dari pukul 15.00 WIB dan berakhir pukul 17.30 WIB. Pada saat aksi galang dana, kelompok dibagi menjadi beberapa tim untuk menempati titik lampu merah yang berbeda. Hal ini bertujuan supaya dapat menjangkau lebih banyak pengendara yang berhenti di lampu merah.

Nominal pemberian dari pengendara bervariasi jumlahnya, mulai dari pecahan ribuan hingga puluhan ribu. Mengenai alokasi dana akan diberikan secara langsung kepada warga terdampak di kecamatan karanganyar kabupaten Demak. Ketua panitia, M. Zaki Al- Aziz memaparkan bahwa uang tersebut nantinya akan dialokasikan untuk membeli sejumlah keperluan khususnya bagi anak-anak terdampak yang sedang mengalami trauma pasca banjir.

 

“Hasil dari kegiatan ini akan kami alokasikan kepada korban banjir khususnya anak-anak yang mengalami trauma, juga bekerjasama dengan komunitas terkait untuk menyelenggarakan PFA,”

ujarnya.

PFA (Psychological First Aid) merupakan salah satu wujud kolaborasi antara komunitas CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, AMURT dan Dompet Duafa. PFA bertujuan sebagai langkah pertolongan pertama terhadap anak-anak korban banjir, sehingga tidak lagi mengalami trauma pasca bencana. PFA terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan seperti berkumpul bersama di lapangan, pembentukan kelompok, membaca buku bergambar, benyanyi bersama-sama dan bermain. Kemudian, di setiap kelompok terdapat satu PJ untuk menemani anak-anak bermain.

Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para terdampak khususnya anak-anak korban banjir.

“Harapannya, kegiatan ini akan membantu meringankan beban korban terdampak khususnya anak-anak,” pungkasnya mengakhiri berita.

 

Loading

PERAN GENERASI MUDA DALAM PEMILU 2024

PERAN GENERASI MUDA DALAM PEMILU 2024

Pemilihan Umum (Pemilu) bukan hanya sekedar proses demokratis saja untuk menentukan seorang pemimpin, akan tetapi pemilu adalah sebuah momentum krusial yang menunjukkan betapa vitalnya peran generasi muda dalam menentukan arah masa depan suatu bangsa dan negara dimasa yang akan datang.Seiring dengan perkembangan zaman yang ada, pada bulan Juni 2023 lalu, August Mellaz, salah satu anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), beliau menyoroti potensi besar generasi milenial dan generasi Z. Yang mana jumlah generasi milenial dan generasi Z mencapai 116 juta pemilih atau 60% dari total pemilih nantinya, hal ini mencerminkan harapan akan kontribusi aktif generasi muda dalam mengukir sebuah sejarah dan membentuk peta politik ke depannya.

Yang menjadi tantangan utamanya sekarang adalah bagaimana mendorong generasi muda untuk turut andil dan menggunakan hak suaranya dalam pemilu nantinya. Keberhasilan demokrasi suatu negara tidak terlepas dari keterlibatan dan pemahaman politik yang baik dari seluruh elemen masyarakat yang ada, khususnya dari generasi muda. Edukasi politik menjadi fondasi utama dan yang paling penting yang perlu mendapat perhatian utama dan harus diperkuat guna mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi Pemilu 2024.

Aars dan Christesen dalam sebuah penelitiannya, “Education and Political Participation: The Impact of Educational Environments,” mereka berdua menegaskan bahwasanya pendidikan formal memiliki peran yang sangat krusial dalam menentukan tingkat partisipasi politik. Disamping Aars dan Christesen, Rico dan Jennings dalam studinya, “The Formation of Left-Right Identification: Pathways and Correlates of Parental Influence,” mereka berdua menyoroti peran orang tua sebagai penentu utama dalam membentuk identifikasi politik anak.

Selain dari pendidikan formal dan keluarga, juga terdapat pengaruh dari faktor luar seperti lingkungan sosial, dan juga eksposur terhadap informasi dari media massa dan internet yang juga turut membentuk pandangan politik generasi muda.Melalui partisipasi aktif dalam Pemilu, generasi muda tidak hanya memberikan hak suara mereka untuk memilih seorang pemimpin yang nantinya akan mewakili nilai-nilai mereka, tetapi disamping itu juga dapat menjadi agen pengubah dalam pembuatan suatu kebijakan, mempengaruhi agenda politik, dan nantinya akan memperjuangkan isu-isu yang dianggap penting bagi mereka dan juga masyarakat. Oleh karena itu mari bergandeng tangan bersama-sama untuk membangun bangsa yang demokratis dan juga berkeadilan melalui pengetahuan dan partisipasi aktif generasi muda.
Muhammad Muhaimin Thohri

Loading

MEMBANGUN JARINGAN DAN MENIGKATKAN KINERJA ORGANISASI MELALUI STUDI BANDING KOLABORATIF

MEMBANGUN JARINGAN DAN MENIGKATKAN KINERJA ORGANISASI MELALUI STUDI BANDING KOLABORATIF

WhatsApp Image 2024-01-19 at 23.27.59_34a8107e
WhatsApp Image 2024-01-19 at 20.19.26_7a29e23e
WhatsApp Image 2024-01-19 at 20.06.00_c2f69194
WhatsApp Image 2024-01-19 at 19.54.34_61dedae5
PlayPause
previous arrow
next arrow

Cssmorauinws – Pada hari Jumat, tanggal 19 Januari 2024, CSSMoRA UIN Walisongo Semarang telah melaksanakan suatu program kerja yang diinisiasi oleh Departemen BPH (Badan Pengurus Harian) berupa kegiatan studi banding. Tujuan utama dari studi banding ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada anggota CSSMoRA UIN Walisongo untuk bertukar pikiran dan belajar dari pengalaman, program kerja, dan kegiatan yang telah berhasil dilaksanakan oleh perguruan tinggi CSSMoRA lain.

Pada kesempatan ini, CSSMoRA UIN Walisongo berkolaborasi dengan dua perguruan tinggi, yaitu CSSMoRA Universitas Pendidikan Indonesia Bandung (UPI) dan CSSMoRA Universitas Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Kegiatan studi banding ini dihadiri oleh pengurus dari ketiga perguruan tinggi secara online melalui Zoom , kegiatan ini mengutamakan sharing pengalaman program kerja antara pengurus yang menjabat dalam periode tersebut.

Tema dari kegiatan studi banding ini adalah “Bertukar wawasan, berbagi pengalaman, dan menjalin silaturahmi melalui studi banding kolaboratif”. Acara dimulai dengan pembukaan, disertai sambutan dari ketua CSSMoRA ketiga perguruan tinggi. Pemaparan program kerja masing-masing perguruan tinggi menjadi fokus utama, dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab mengenai program kerja tersebut.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama. Menariknya, studi banding tahun ini direncanakan akan dilaksanakan dua kali dalam satu periode, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja organisasi CSSMoRA UIN Walisongo.

Dalam waktu yang dekat, CSSMoRA UIN Walisongo berencana mengajak program beasiswa dari UIN Walisongo Semarang untuk turut serta dalam studi banding, dengan tujuan memperkuat relasi, meningkatkan komunikasi, dan mendapatkan wawasan dari organisasi beasiswa lain. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan inspirasi dan mengembangkan wawasan, tetapi yang paling penting adalah membangun jaringan melalui kolaborasi studi banding.

Secara keseluruhan, acara studi banding ini dianggap sebagai momen yang sangat berharga untuk berbagi wawasan dan pengalaman mengenai program kerja. Antusiasme yang luar biasa dari pengurus kedua perguruan tinggi yang dikunjungi, bersama dengan hasil diskusi yang memberikan pengetahuan mendalam tentang program kerja yang menarik, membuat kegiatan ini memberikan dampak positif yang dirasakan oleh semua pihak yang terlibat. Alhamdulillah, keberhasilan acara ini menjadi pencapaian yang membanggakan bagi CSSMoRA UIN Walisongo Semarang.

 

Red Muhammad Wahyudi Arafah

Loading

GENERASI MUDA ISLAMI HARUS SIAP MENGHADAPI TANTANGAN DI ERA SOCIETY 5.0

Jika sebelumnya sudah ada istilah revolusi industri 4.0, sekarang sudah ada society 5.0 atau dalam bahasa Indonesia disebut masyarakat 5.0, yang mana diusulkan menjadi sebuah konsep tatanan dunia baru. Society 5.0 ini nantinya akan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi generasi muda untuk kemajuan suatu bangsa dan negara di masa yang akan mendatang.

Society 5.0 adalah suatu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia yang berbasis teknologi. Perkembangan teknologi yang semakin hari semakin canggih dan begitu pesat yang tidak bisa kita pungkiri, salah satunya adalah dimana peran manusia telah tergantikan oleh kehadiran robot cerdas, Melihat fenomena demikian maka sangat dibutuhkan sebuah pemahaman society 5.0 yang berbasis spiritualitas dan juga kebudayaan, yang nantinya akan menjadi sebuah bekal tersendiri bagi proses pengembangan generasi muda yang siap akan segala tantangan dan juga problematika yang ada.

Generasi muda islami yang berkualitas harus siap menghadapi tantangan di era society 5.0, dan hal ini bisa disiapkan dari sekarang dengan melalui beberapa tahap yang ada, diantaranya adalah penanaman unsur aqidah, syariah dan juga akhlak secara kuat dan juga maksimal, sehingga nantinya akan melahirkan generasi muda islami harapan bangsa dan negara yang cerdas, sabar dan juga shalih. Memberikan bekal ilmu, sains dan juga keterampilan yang berbasis teknologi, sehingga nantinya akan melahirkan generasi muda islami harapan bangsa dan negara yang profesional dan juga inovatif. Menyiapkan lingkungan, tradisi dan juga budaya hidup yang mampu mendorong lahirnya generasi muda islami penerus bangsa dan negara yang berkarakter, berintegritas dan juga istiqamah.

Ir. Soekarno pernah berkata “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia”

Oleh karena itu wahai generasi muda harapan bangsa bangkitlah untuk menyongsong masa depan, karena di tangan kita lah urusan umat dan ditangan kita lah estafet kepemimpinan umat

إِنَّ فِى يَدِ الشُّباَّنِ اَمْرَ اْلاُمَّةْ وَفِى اَقْدَامِهَا حَيَاتَهَا

“Ketahuilah bahwa di tangan pemudalah urusan ummat dan di kakinyalah kehidupannya”

شبان اليوم رجال الغد

“Pemuda hari ini adalah pemimpin besok hari”

Muhammad Muhaimin Thohri (CSSMoRA UIN Walisongo 2022)

Loading

PUNCAK EVENT DIES NATALIS, CSSMORA GELAR SARASEHAN ANGGOTA DAN ALUMNI

sarasehan1
sarasehan2
sarasehan3
sarasehan4
sarasehan5
sarasehan6
previous arrow
next arrow

 

Dalam rangka puncak event dies natalis ke-16, CSSMoRA UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan acara sarasehan anggota dan alumni. Acara tersebut mengusung tema “Restorasi Visi, Galakkan Misi Menuju CSSMoRA Berprestasi.” Tak hanya itu, puncak dies natalis tersebut juga bertempat di masjid Kampus 2 UIN Walisongo Semarang pada Sabtu, (16/12/2023).
Acara puncak yang diselenggarakan dihadiri oleh anggota CSSMoRA, alumni, moragister dan pengelola PBSB. Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu diadakan khataman serta pembacaan doa oleh Ketua CSSMoRA Wahyudi Arafah. Kemudian memasuki acara terdapat pembukaan oleh MC, Pembacaan ayat-ayat Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars CSSMoRA, sambutan-sambutan, pemotongan tumpeng dan doa. Baru kemudian sarasehan serta penutup.
Tamu undangan yang hadir dari alumni terdapat ketua alumni Nur Hidayatullah, S.HI., M.H beserta empat lainnya dan dari pengelola terdapat wakil dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Dr. Moh Khasan, M.Ag. Tujuan utama diselenggarakannya acara ini sebagai accara puncak adalah untuk membahas bersama bagaimana CSSMoRA kedepannya nanti.
Hal tersebut disampaikan Ketua CSSMoRA UIN Walisongo, Wahyudi Arafah dalam sambutannya. “diadakannya sarasehan ini bermaksud untuk kita diskusi bersama membahas tentang bagaimana CSSMoRA nanti kedepannya,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga berharap bahwa dengan terselenggaranya acara ini, CSSMoRA akan menjadi lebih baik lagi kedepannya. “ya semoga dengan kita adakan sarasehan ini CSSMoRA akan menjadi lebih baik lagi kedepannya,” imbuhnya dalam sesi sambutan-sambutan saat pembukaan acara.
-Red Muhammad Daviq Nuruzzuhal

Loading

KEBERSAMAAN DAN SEMANGAT JUANG DALAM CSSMORA COMPETITION: MERIAHNYA DIES NATALIS KE-16 CSSMORA UIN WALISONGO

CSScomp2
csscomp3
csscomp4
csscomp1
PlayPause
previous arrow
next arrow

Pada Rabu, 13 Desember 2023 dalam rangka memperingati Dies Natalis Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) yang ke 16 tahun. CSSMoRA UIN Walisongo mengadakan CSSMoRA COMPETITION sebagai salah satu dari rangkaian acara Dies Natalisnya, yang mana sebelumnya juga telah diadakan perlombaan MTQ dan MQK. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota CSSMoRA UIN Walisongo baik itu dari prodi Ilmu Falak maupun Teknologi Informasi dan diadakan di Trisobo Park, kec. Boja, kabupaten Kendal.
Selain menjadi salah satu rangkaian acara Dies Natalis, kegiatan ini juga bertujuan untuk kembali menguatkan rasa solidaritas antar sesama anggota CSSMoRA yang memiliki jargon “Loyalitas Tanpa Batas”. Dan menjadi acara pelepas penat dan juga stres setelah UAS di bangku perkuliahan.
Keberangkatan menuju lokasi acara dibagi menjadi dua, pertama pukul 08.00 mahasiswa prodi Ilmu Falak 23 berangkat menuju lokasi difasilitasi dengan dua unit angkot dan diikuti oleh para panitia dengan menggunakan sepeda motor. Tampak antusias dan semangat dari wajah teman-teman Ilmu Falak angkatan 23. Selanjutnya disusul oleh mahasiswa prodi Teknologi Informasi 23, sedikit terlambat dikarenakan harus mengikuti UAS terlebih dahulu pada hari itu. Meskipun sedikit terlambat mereka juga tampak bersemangat mengikuti acara.
Perlombaan ini dibagi menjadi tiga kategori, perlombaan rangking satu, futsal, dan voli air. Acara dibuka oleh panitia salah satunya Asraf dengan penuh semangat dan tampak para peserta ikut bersemangat juga serta dilanjutkan dengan perlombaan rangking satu yang dimenangkan oleh Siska dari kelompok Fascho, dan setelah itu para peserta dipersilahkan untuk beristirahat sejenak, mereka mengisi istirahat di antaranya dengan membeli jajanan, bermain voli, serta bermain bola kucing-kucingan.
Lalu acara berlanjut dengan perlombaan futsal yang diadakan di Gor Imam Bonjol dalam kawasan Trisobo Park tersebut yang diwakili 5 orang tiap kelompoknya. Setiap kelompok berusaha mengeluarkan skill futsal yang dimiliki demi meraih kemenangan. Dan anggota yang lainnya menyemangati temannya yang bertanding, hingga juara pertama diraih oleh tim Fascho, juara dua dari tim Cemungut Ea, dan juara tiganya diperoleh tim Salep 88. Perlombaan terus berlanjut dengan lomba voli air di kolam renang yang dimenangi kelompok Kukuluyuk. Dalam acara CSSMoRA COMPETITION ini juga turut hadir Kakak-kakak dari MoRAGISTER yang ikut memeriahkan acara ini.
Setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai, dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para peraih juara tiap kategori lomba, lalu setelahnya peserta berkemas dan juga balik ke pondoknya baik yang di YPMI Al-Firdaus maupun di Madinatul Amin.
Tentunya Kompetisi ini bukan tentang meraih juara lagi tetapi tentang loyalitas yang sedang para anggota CSSMoRA jalani.
-Red Muhammad Irfan

Loading

ANTUSIASNYA SELURUH PESERTA NASIONAL BERPARTISIPASI DALAM RANGKA DIES NATALIS CSSMoRA UIN WALISONGO YANG KE-16

Setelah terlaksananya Lomba Sayembara Logo yang merupakan lomba internal pada tanggal 3 November 2023 lalu, kini lanjut dengan acara FESTIVAL DIESNATALIS CSSMoRA (FDC) yang merupakan lomba tingkat nasional. Festival ini terdiri dari dua cabang lomba, yaitu MQK dan MTQ yang diikuti oleh seluruh warga indonesia dengan memenuhi beberapa syarat tertentu. Kedua cabang lomba tersebut memang sengaja dipilih untuk melestarikan budaya baca kitab di Indonesia dan seni tilawah yang lebih memberikan kriteria seorang santri. Yang mana, pihak penyelenggara merupakan mahasiswa penerima beasiswa PBSB (penerimaan beasiswa santri berprestasi) dan dinaungi oleh Organisasi bernama CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs).

Festival ini dilaksanakan denga tiga tahapan, yaitu pertama pendaftaran dan pengumpulan karya pada tanggal 10-30 November 2023, lalu sesi penjurian pada tanggal 1-7 Desember 2023, dan yang terakhir pengumuman pemenang pada tanggal 12 Desember 2023. Disini pemenang mendapatkan uang pembinaan dan sertifikat. Peserta Festival memiliki latar belakang domisili yang bermacam – macam dari seluruh Indonesia yang terdirii dari 65 cabang MQK dan 16 cabang MTQ. Padahal dari pihak panitia hanya menduga 25 persennya, namun keantusiasan ini melampui hingga berkali lipat, ucap syukur kami semua para panitia pada hari itu.

Bukan hanya atas dasar CSSMoRA yang berlatar belakang santri, namun juga membawa nama baik kampus UIN WALISONGO dengan bukti aktif nya para mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan, antusiasnya para panitia dan peserta nasional. Karakter seperti inilah yang tidak boleh hilang dalam diri kita dalam upaya melestarikan budaya santri pada generasi masa kini.

Banyak harapan kami pada acara Festival ini dan khususnya untuk CSSMoRA kedepannya, semoga menjadi organisasi yang lebih banyak memberikan nama kepada UIN WALISONGO SEMARANG, PT teraktif di ganca nasional, dan para pengurus ataupun anggota CSSMoRA UIN WALISONGO yang lebih semangat, produktif, dan berkeluarga.
-Red Saylul Hidayah Salsabiyla

Loading