MOKRAB CSSMoRA 2026: “BUILD THE BOND, CREATE THE MEMORIES”

mokrab 5
mokrab 3
mokrab
mokrab 4
previous arrow
next arrow

 

Kendal — CSSMoRA UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Momen Keakraban (Mokrab) 2026 dengan mengusung tema “Build the Bond, Create the Memories” pada Sabtu–Ahad, 17–18 Oktober 2026, bertempat di Kampoeng Djowo Sekatul, Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo Semarang dari angkatan 2023 (Adyara), 2024 (Abisatya), 2025 (Askara), dan 2026 (Arvantara).

Mokrab diselenggarakan sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun keakraban lintas angkatan, serta menghadirkan kembali suasana kebersamaan di tengah keluarga besar CSSMoRA. Melalui kegiatan ini, para anggota diharapkan dapat saling mengenal lebih dekat, memperkuat komunikasi, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap organisasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan peserta menuju lokasi, dilanjutkan dengan registrasi dan pembukaan. Peserta kemudian mengikuti sesi Share to Care sebagai ruang perkenalan dan berbagi cerita. Suasana kebersamaan semakin terasa pada malam hari melalui pemutaran video perkenalan dan parodi angkatan, pentas seni, serta kegiatan api unggun dan barbeque (BBQ). Momen tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan menciptakan kenangan bersama.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi, fun games, dan aktivitas smoke bomb. Setelah itu, peserta bersama-sama melaksanakan bersih-bersih, tukar kado, penyampaian pesan dan kesan, hingga penutupan. Beragam kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan suasana yang santai, menyenangkan, sekaligus memperkuat interaksi antaranggota.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian acara, mulai dari sesi perkenalan dan berbagi cerita hingga pentas seni, api unggun, dan fun games. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anggota dari berbagai angkatan untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan dalam suasana yang hangat.

Fiki, anggota CSSMoRA angkatan 2026, menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia yang telah mendampingi anggota sejak sebelum mereka resmi bergabung dengan CSSMoRA. “Senang banget rasanya bisa kenal sama kalian semua. Pesan buat kita semua, yuk tetap semangat dan terus berproses, karena perjalanan kita masih panjang banget!” tuturnya.

Sementara itu, Zuhrul selaku ketua pelaksana Mokrab CSSMoRA 2026 menilai kegiatan berjalan menyenangkan dan seru berkat antusiasme peserta. Menurutnya, semangat peserta membuat rangkaian acara terasa hidup dan berkesan, meskipun masih terdapat beberapa kekurangan dalam pelaksanaan rundown.

Melalui Mokrab 2026, CSSMoRA UIN Walisongo Semarang berharap silaturahmi dan rasa kekeluargaan antaranggota semakin erat. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan kepedulian, serta menciptakan lingkungan organisasi yang harmonis dan kompak. Semangat “Build the Bond, Create the Memories” diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi terus tumbuh dalam perjalanan bersama di CSSMoRA.

Loading

Latih Keterampilan Desain Grafis, CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Main Session InfiniFriends Chapter 1

SEMARANG – Kominfo CSSMoRA UIN Walisongo menyelenggarakan kegiatan Main Session InfiniFriends Chapter 1 — Graphic Design pada Ahad, 4 Oktober 2026. Berlokasi di Gazebo Atas YPMI Al Firdaus, kegiatan ini diikuti oleh anggota InfiniFriends serta seluruh anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo.

Pelatihan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan anggota dalam menggunakan perangkat lunak Adobe Photoshop untuk keperluan desain grafis. Rangkaian kegiatan diawali dengan pe

mbukaan, dilanjutkan dengan pemaparan materi serta praktik langsung.

Dipandu oleh Fatahul Irnanda, perwakilan InfiniBuddy dari Departemen Kominfinity, peserta diajak mengenal berbagai tools dasar, shortcut efisien pada Photoshop, hingga langsung mempraktikkannya dalam pembuatan karya desain.

 

Para peserta tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi. Pengenalan dan pelatihan mendalam terkait Adobe Photoshop ini dinilai menjadi hal yang segar dan tergolong jarang diajarkan pada periode kepengurusan CSSMoRA sebelumnya.

“Kegiatannya seru banget, aku dapat ilmu baru dan akhirnya aku tahu sesusah apa Departemen Kominfo ngedit selama ini.” Aisyah, Anggota CSSMoRA UIN Walisongo

Melalui Main Session InfiniFriends Chapter 1 ini, diharapkan seluruh peserta yang antusias belajar desain grafis dapat terus mengasah keterampilan mereka secara konsisten dengan melatih dan mempraktikkan ilmu-ilmu yang telah didapatkan.

 

Loading

Kupas Dampak Karhutla dan Ancaman Pencemaran Udara

SEMARANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya persoalan api yang membakar kawasan hutan. Di balik kepulan asapnya, terdapat ancaman yang lebih luas terhadap lingkungan dan kualitas udara. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Ngopi CSSMoRA (Ngobrol Pintar) #1 yang digelar pada Sabtu (3/10/2026) di Gazebo YPMI Al-Firdaus.

Mengangkat tema “Di Balik Kabut Asap: Karhutla dan Ancaman Pencemaran Udara”, kegiatan ini menjadi ruang bagi anggota CSSMoRA UIN Walisongo Semarang untuk membicarakan persoalan lingkungan dari berbagai sudut pandang. Sebanyak 42 anggota aktif turut mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut.

Diskusi menghadirkan M. Ridho Purnomo, S.T., fresh graduate Teknik Lingkungan, sebagai narasumber. Ia mengajak peserta memahami kebakaran hutan dan lahan tidak hanya sebagai peristiwa pembakaran, tetapi juga sebagai persoalan lingkungan yang dapat berdampak terhadap kualitas udara dan kehidupan masyarakat.

Penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sejumlah peserta turut menyampaikan pertanyaan dan pendapat terkait persoalan karhutla serta dampaknya. Suasana diskusi semakin berkembang ketika peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk membahas pertanyaan yang telah diberikan oleh narasumber.

Masing-masing kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok lain diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan sehingga terjadi pertukaran gagasan antarpeserta. Meskipun materi yang disampaikan cukup saintis dan sempat membuat beberapa peserta mengalami kesulitan dalam memahami pembahasan, diskusi tetap berlangsung interaktif.

Bagi Khalifatus Saadah, anggota Departemen PSDM sekaligus penanggung jawab Ngopi 1, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga ruang untuk memperluas wawasan dan melihat isu yang sedang terjadi dari perspektif yang lebih beragam.

“Acara Ngopi merupakan salah satu kegiatan yang positif karena bisa menjadi wadah untuk menambah wawasan, bertukar pikiran, dan berdiskusi mengenai isu-isu yang sedang terjadi. Melalui topik yang kami angkat, kita bisa mendapatkan pengetahuan baru mengenai dampak karhutla terhadap lingkungan dan kualitas udara. Tentunya, dalam proses persiapannya masih ada beberapa kekurangan dan kendala, tetapi hal tersebut bisa menjadi bahan evaluasi agar kegiatan Ngopi selanjutnya dapat berjalan lebih baik,” ujar Khalifatus Saadah.

Sementara itu, Ziana Ayu selaku moderator Ngopi #1 menilai diskusi berjalan dalam suasana yang santai, tetapi tetap mampu mempertahankan pembahasan yang berbobot. Menurutnya, keterlibatan peserta menjadi salah satu hal yang membuat diskusi lebih hidup.

“Menurut saya, diskusi NGOPI kali ini berjalan baik. Suasananya santai dan cair, tetapi pembahasannya tetap berbobot. Para peserta aktif bertanya dan berani menyampaikan pendapat, sehingga tema karhutla dengan pendekatan triple bottom line terasa lebih hidup dan mudah dipahami. Begitu juga dengan pematerinya yang sangat antusias untuk menengahi dan membantu mengkritisi berbagai pendapat peserta,” ujar Ziana.

“Yang paling berkesan, semua pihak saling mendengarkan dan menghargai, sehingga banyak gagasan segar yang muncul dari diskusi ini,” lanjutnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan closing statement dan sesi foto bersama. Meski berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, Ngopi 1 meninggalkan ruang refleksi bagi peserta mengenai persoalan karhutla dan dampaknya terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Ngopi CSSMoRA diharapkan tidak berhenti sebagai agenda untuk memenuhi program kerja. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bertukar pikiran, berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta membangun keberanian anggota untuk membicarakan berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Ngopi CSSMoRA pun diharapkan dapat terus menjadi ruang diskusi yang menghadirkan pembahasan yang dekat dengan kehidupan, tetapi tetap kritis dan berbobot.

 

Loading

CSSMoRA Gelar Upgrading, Tingkatkan Pemahaman Mengenai Kepengurusan GRANADA

SEMARANG — Seluruh pengurus CSSMoRA Kabinet GRANADA mengadakan kegiatan upgrading pada Sabtu (19/9/2026). Sebagai upaya memperkuat pemahaman pengurus mengenai sistem kepengurusan GRANADA, kegiatan ini membahas berbagai aspek penting dalam pengelolaan organisasi.

Kegiatan yang berlokasi di YPMI Al-Firdaus tersebut diikuti oleh 29 pengurus CSSMoRA Kabinet GRANADA. Dalam kegiatan ini, para pengurus mengikuti rangkaian materi dan pembekalan yang disampaikan oleh sejumlah pemateri.

Materi pertama membahas mengenai kesekretariatan yang disampaikan oleh Nailul Muna selaku Sekretaris Umum Kabinet GRANADA. Materi tersebut membahas berbagai hal yang berkaitan dengan administrasi organisasi, seperti pembuatan surat, proposal kegiatan, notulensi rapat, dan berbagai kebutuhan administrasi lainnya.

Materi selanjutnya membahas mengenai kebendaharaan yang disampaikan oleh Faridhtul Khasanah selaku Bendahara Umum. Materi ini mencakup pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB), pengajuan dana insidental, serta inventarisasi.

Materi ketiga mengenai kepanitiaan disampaikan oleh Muh. Ari Bahrul Alam selaku Ketua II. Dalam materi tersebut, ia membahas sistem pembentukan panitia serta pembuatan Lembar Pertanggungjawaban (LPJ) untuk seluruh program kerja yang menggunakan sistem kepanitiaan. LPJ menjadi bagian penting sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah diselenggarakan.

Materi kemudian ditutup oleh Dhimas Ricchie Pramono selaku Ketua III. Ia menyampaikan materi mengenai laporan bulanan sebagai bentuk evaluasi dan pertanggungjawaban terhadap program kerja yang tidak menggunakan sistem kepanitiaan. Dhimas menjelaskan bahwa setiap program kerja yang bersifat nonkepanitiaan tetap perlu memiliki laporan sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggung jawaban kegiatan. Laporan bulanan tersebut akan dilaksanakan pada setiap akhir bulan dan mencakup perkembangan maupun pelaksanaan program kerja selama satu bulan.

Kegiatan upgrading ini juga mendapatkan respons positif dari para pengurus. Salah satunya oleh Dwi Okta Rahmadani selaku sekretaris menyampaikan bahwa materi-materi yang disampaikan sangat membantu dirinya dalam menjalankan tugas kepengurusan kedepannya.“Menurut saya pribadi sebagai sekretaris, ini sangat membantu mengenai surat-menyurat, kepanitiaan, dan kepemimpinan,” ujar Dwi Okta Rahmadani.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ziana selaku delegasi dari Angkatan 2025.“Kesan saya selama mengikuti kegiatan upgrading ini, saya mendapatkan banyak pemahaman baru mengenai kepengurusan,” ujar Ziana Ayu.

Dengan adanya kegiatan upgrading ini, diharapkan para pengurus dapat menerapkan materi-materi yang telah disampaikan serta dapat menjalankan tugas dan program kerja Kabinet GRANADA secara lebih terarah, tertib, dan bertanggung jawab.

Loading

Rancang Arah Gerak Organisasi, CSSMoRA UIN Walisongo Tuntaskan Musyawarah Kerja Periode 2026 di YPMI Al-Firdaus

SEMARANG – Suasana keakraban dan semangat berorganisasi menyeruak di YPMI Al-Firdaus, Kota Semarang, selama dua hari beruntun pada Sabtu hingga Ahad (12–13/9/2026). Community of Santri Scholars Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Walisongo Semarang berkumpul untuk menggelar Musyawarah Kerja (Musker) tahunan. Perhelatan ini menjadi momentum krusial bagi pengurus dan anggota dalam merumuskan, mematangkan, serta menetapkan garis-garis besar program kerja yang akan menjadi kompas pergerakan organisasi selama satu periode ke depan.

Tak hanya dihadiri oleh anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo, kegiatan ini juga terasa istimewa dengan hadirnya delegasi perwakilan dari CSSMoRA Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) dan CSSMoRA Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kehadiran saudara seperjuangan antar-kampus ini menambah hangat atmosfer musyawarah, sekaligus memperkuat jalinan silaturahmi dan sinergi kolektif antar-instansi CSSMoRA di wilayah Semarang.

Rangkaian kegiatan diawali secara khidmat melalui prosesi pembukaan pada Sabtu pagi. Usai serangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars CSSMoRA, serta penyampaian sambutan-sambutan, dinamika organisasi mulai bergelora saat forum melangkah ke agenda Sidang Pleno 1.

Dalam ruang sidang yang penuh dialektika, para peserta dengan antusias membahas dan menguji rumusan agenda kegiatan serta Tata Tertib (Tatib) sidang. Diskusi hangat namun tetap beretika mewarnai proses pemilihan Presidium Sidang Tetap yang bertugas memandu jalannya persidangan, hingga akhirnya ditutup dengan penetapan urutan pemaparan program kerja bagi tiap-tiap departemen.

Memasuki Sidang Pleno 2, atmosfer persidangan menjadi kian hidup dan substansial. Satu per satu departemen maju ke hadapan forum untuk memaparkan rancangan program kerja unggulan yang telah dirancang. Berbagai gagasan inovatif, mulai dari penguatan kapasitas akademik, pemberdayaan sosial masyarakat, hingga optimalisasi media diuji secara kritis oleh para peserta. Pertanyaan, tanggapan, serta masukan konstruktif berseliweran di dalam ruang sidang, mencerminkan tingginya kepedulian para kader terhadap kemajuan organisasi.

Setelah melalui pembahasan maraton yang menyita energi dan pikiran, seluruh rangkaian sidang bermuara pada Sidang Paripurna. Diiringi ketukan palu presidium sidang yang mantap, forum secara resmi menetapkan dan mengesahkan seluruh rancangan program kerja dari tiap departemen menjadi ketetapan organisasi yang sah dan mengikat pada hari Ahad, 13 September 2026. Gemuruh tepuk tangan dan rasa lega memenuhi ruangan saat dokumen hasil musyawarah disahkan secara bersama.

Penutupan Musker 2026 di YPMI Al-Firdaus ini tak sekadar menjadi penanda berakhirnya proses persidangan, melainkan awal dari langkah nyata pergerakan CSSMoRA UIN Walisongo Semarang. Dengan program kerja yang kini telah disahkan, seluruh anggota berkomitmen untuk menjaga soliditas dan membawa nama baik mahasantri dalam berkontribusi nyata bagi kampus, masyarakat, dan bangsa.

 

Loading

Astrocamp Medini 2025: Eksplorasi Memburu Galaksi Bima Sakti

Pada Sabtu–Minggu, 24–25 Mei 2025, telah diselenggarakan kegiatan Astrocamp bertajuk “Tafakur Alam di Pelukan Malam” di kawasan Kebun Teh Medini, Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Kawakib Institute, dan Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Tengah, dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang yang berasal dari mahasiswa, masyarakat umum, serta perwakilan dari Lembaga Falakiyah PWNU NTB.

Acara dibuka pada Sabtu malam pukul 19.30 WIB. Dalam sambutannya, Dr. H. M. Basthoni, M.H. menekankan pentingnya tafakur atas ciptaan Tuhan melalui langit malam serta menghargai perjuangan para ilmuwan falak terdahulu. Sementara itu, Ilham Awaludin dari CSSMoRA menyampaikan harapannya agar sinergi antar lembaga ini terus terjalin untuk menyebarluaskan ilmu falak ke berbagai kalangan.

Sesi materi dimulai dengan pengenalan teleskop Seestar oleh Moh Mailan Nahdhoh, S.H. Teleskop ini memadukan sistem manual dan teknologi AI, sehingga gambar langit dapat langsung diolah dalam perangkat. Peserta pun langsung mencoba mengoperasikan teleskop ini.

Selanjutnya, M. Nur Iskandar Fajri, M.H. memberikan pelatihan astrofotografi dan light painting dengan smartphone, sambil menjelaskan pengaturan penting seperti ISO dan shutter speed agar hasil foto langit tampak maksimal.

Malam hari menjadi puncak antusiasme peserta. Langit cerah menghadirkan pemandangan Milky Way yang menakjubkan, disertai kegiatan bakar-bakar santai. Salah satu peserta, Danial Alexa, mengungkapkan “Saya sangat senang, karena ini kali pertama saya melakukan astrofotografi dan mendapatkan hasil yang sangat bagus.”

Kegiatan ditutup dengan pengamatan fajar menjelang subuh, mengajak peserta merenung dalam suasana yang hening dan penuh makna.Astrocamp ini bukan hanya sarana belajar dan observasi langit, tetapi juga media tafakur, kebersamaan, dan refleksi spiritual dalam keindahan alam malam yang tenang.

 

Penulis = Ahmad Munawir Baidhowi

Loading

Aturan Penulisan Artikel Divisi Jurnalistik CSSMoRA UIN Walisongo

Aturan Penulisan Artikel Divisi Jurnalistik CSSMoRA UIN Walisong

Divisi Jurnalistik CSSMoRA UIN Walisongo memiliki tujuan untuk mendorong anggota-anggotanya dalam menghasilkan karya-karya ilmiah yang berkualitas. Untuk mencapai tujuan tersebut, kami telah menyusun aturan penulisan artikel yang jelas, agar proses pengiriman artikel ke platform kami dapat berjalan dengan lancar dan terorganisir. Aturan ini tidak hanya mencakup ketentuan umum dalam penulisan, tetapi juga panduan spesifik terkait berbagai kategori artikel yang dapat diajukan, serta pedoman khusus bagi penulisan turats yang lebih mendalam dan berbasis keilmuan Islam.

Ketentuan Umum Penulisan Artikel

Setiap artikel yang dikirimkan ke Divisi Jurnalistik CSSMoRA harus memenuhi beberapa ketentuan dasar. Salah satunya adalah orisinalitas artikel. Kami menekankan bahwa artikel yang dikirimkan harus merupakan karya asli dari penulisnya, tanpa unsur plagiasi atau saduran dari karya orang lain. Kami juga mengharapkan penulis untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku. Gaya penulisan harus disesuaikan dengan tema atau rubrik yang dipilih oleh penulis, dan setiap artikel yang dikirimkan bertujuan untuk mengedukasi pembaca, memberikan informasi yang berguna, serta membahas isu-isu sosial, keislaman, pendidikan, kebangsaan, dan kepesantrenan.

 

Kategori Artikel yang Dapat Dikirimkan

Kami menerima berbagai kategori artikel yang dapat dipilih sesuai dengan minat dan keahlian penulis. Kategori ini mencakup Kajian Keilmuan, yang membahas topik-topik terkait keislaman atau kajian sosial-keilmuan dengan panjang artikel antara 700 hingga 1.000 kata. Penulis yang memilih kategori ini diharapkan dapat memberikan argumen yang kuat, didukung dengan data dan kutipan yang relevan.

Kategori berikutnya adalah Opini, di mana penulis dapat membahas isu-isu faktual seperti keislaman, pendidikan, sosial, politik, atau masalah lainnya. Artikel dalam kategori ini minimal memiliki panjang 600 kata dan disusun dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca.

Kami juga menerima artikel Resensi Buku yang bertema buku terkait keilmuan atau keislaman. Artikel ini minimal harus sepanjang 750 kata dan disertai dengan foto buku yang relevan. Untuk penulis yang lebih tertarik pada dunia motivasi atau generasi muda, kategori Inspirasi Milenial menawarkan ruang untuk penulisan artikel yang santai dan komunikatif dengan panjang 600 hingga 800 kata.

………..

Panduan Penulisan Artikel

Untuk memastikan kualitas dan konsistensi artikel yang kami terima, kami telah menetapkan beberapa panduan penulisan yang harus diikuti. Artikel harus ditulis dengan orisinalitas dan kredibilitas yang tinggi. Sumber-sumber yang digunakan dalam artikel harus valid, dan kutipan yang diambil dari karya orang lain harus dicantumkan dengan benar. Struktur artikel yang baik terdiri dari judul yang singkat dan menarik, pendahuluan yang menggugah minat pembaca, isi artikel yang mendalam dan berbobot, serta penutup yang memberikan kesimpulan dan rekomendasi.

Format penulisan juga harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, yaitu menggunakan font Times New Roman ukuran 12, spasi 1,5, dan margin standar (4-3-3-3). Kami juga meminta penulis untuk menggunakan gaya kutipan ilmiah yang telah ditentukan, seperti APA, MLA, atau Chicago.

Panduan Penulisan bernuansa Turats/Kitab Kuning

Selain artikel biasa, Divisi Jurnalistik CSSMoRA juga menerima artikel berbasis turats, yang merupakan karya-karya ilmiah yang lebih mendalam dan berkaitan dengan tradisi keilmuan Islam. Artikel dalam kategori ini harus mengangkat tema yang sesuai dengan tradisi ilmiah Islam Indonesia, seperti Ilmu al-Qur’an, Hadits, Fiqih, Tasawuf, Bahasa dan Sastra Arab, Aqidah, Filsafat, atau Sejarah Islam. Artikel harus ditulis dengan panjang minimal 5.000 kata (tidak termasuk pustaka dan lampiran) dan dapat ditulis dalam bahasa Arab atau aksara Pegon, sesuai dengan topik yang dibahas.

Penulisan Majalah Zenith

Divisi Jurnalistik CSSMoRA UIN Walisongo juga menyelenggarakan sayembara penulisan majalah sebagai sarana untuk mendorong kreativitas dan kontribusi ilmiah dari anggotanya kru magang Juranalistik setelah melaksanakan pelatihan kepenulisan sebelumnya. Artikel yang diajukan dalam majalah ini harus relevan dengan tema yang telah ditetapkan Anggota Divisi Jurnalistik, dan penulis akan dinilai berdasarkan orisinalitas, kedalaman analisis, serta kesesuaian dengan tema yang diusung. Artikel terbaik akan mendapatkan penghargaan berupa publikasi di platform kami.

Hak dan Kewajiban Penulis

Setiap penulis yang artikelnya diterima berhak untuk mendapatkan feedback dari redaksi, dan artikel yang lolos seleksi akan dipublikasikan di website kami. Selain itu, penulis juga berhak atas penghargaan berupa apresiasi. Di sisi lain, penulis berkewajiban untuk membagikan artikel yang telah dimuat di media sosial pribadi mereka sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan dan eksistensi Divisi Jurnalistik CSSMoRA.

Penolakan Naskah

Kami memiliki kebijakan tegas terkait artikel yang tidak sesuai dengan standar kami. Artikel yang mengandung unsur SARA, hoaks, atau bertentangan dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan akan ditolak. Redaksi juga berhak untuk menyunting artikel tanpa mengubah substansi, jika diperlukan.

Publikasi dan Apresiasi

Artikel yang terpilih untuk dipublikasikan akan diterbitkan di media internal CSSMoRA. Selain itu, artikel yang lolos seleksi juga akan mendapatkan reward sesuai dengan kebijakan redaksi sebagai bentuk apresiasi terhadap karya penulis.

Kontak Redaksi

Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut terkait aturan penulisan artikel, dapat menghubungi kontak resmi Divisi Jurnalistik CSSMoRA UIN Walisongo melalui email di 23020460084@student.walisongo.ac.id atau melalui WhatsApp di +62 822-5277-4568.

 

–

Loading

SULAP MANIK-MANIK JADI PELUANG BISNIS, DEPARTEMEN PSDE ADAKAN PELATIHAN KETERAMPILAN TANGAN DENGAN SENTUHAN KREATIVITAS

Semarang, cssmorawalisongo.org – Mengubah butiran manik-manik menjadi gelang, cincin, atau gantungan ponsel yang tren, bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga peluang bisnis. Itulah yang dilakukan Departemen Pengembangan Sumber Daya Ekonomi (PSDE) CSSMoRA UIN Walisongo Semarang melalui pelatihan “Membuat Kerajinan untuk Bisnis” di Gazebo YPMI Al-Firdaus (05/11). Pelatihan ini membimbing peserta dari dasar hingga menghasilkan karya yang unik dan bernilai jual, lengkap dengan teknik merangkai yang membutuhkan ketelitian ekstra.

Kegiatan ini berlangsung dengan suasana yang penuh semangat dan kreativitas. Para peserta dibagi ke dalam kelompok kecil yang terdiri dari dua orang, masing-masing diberikan bahan berupa manik-manik dan tali untuk dirangkai. Mereka dipandu langkah demi langkah mulai dari mengikat tali hingga merangkai manik-manik menjadi produk siap pakai yang dapat menghiasi tangan mereka.

Beberapa bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan ini antara lain manik-manik, tali senar atau benang, gunting, dan gas korek untuk merekatkan ujung tali setelah dipotong. Proses pembuatan kerajinan ini tidak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga melatih kesabaran dan ketelatenan peserta.

Di akhir sesi, panitia menyampaikan pesan penting: “Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta bisa mengasah keterampilan kerajinan tangan mereka dan memanfaatkannya sebagai peluang usaha. Kreativitas dan ketelatenan adalah kunci sukses untuk menghasilkan produk yang bernilai dan diminati pasar.”

 

Loading

Hidupkan Kembali Tradisi Astronomi, Class of CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Pelatihan Rubuk Mujayyab

Semarang, cssmorawalisongo.org. – Menjelajah ilmu astronomi dengan alat tradisional, Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) CSSMoRA UIN Walisongo menggelar Class of CSSMoRA (COC) yang membahas rubuk mujayyab, alat perhitungan klasik yang dahulu digunakan ulama dalam menentukan waktu shalat dan arah kiblat. Bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) YPMI Al-Firdaus (27/10), acara ini menghadirkan Muhammad Mahfudz Ustukhry sebagai pemateri, yang menyampaikan materi dengan cara yang menarik hingga membuat peserta antusias mendalami cara-cara tradisional yang kini mulai jarang dikenal.

Rubuk mujayyab adalah alat astronomi tradisional yang berfungsi dalam penentuan waktu shalat dan arah kiblat. Alat ini terdiri dari beberapa bagian utama: busur derajat yang berfungsi untuk mengukur sudut, alidade sebagai pengarah atau penunjuk yang bisa digerakkan pada busur, skala sinus untuk mempercepat perhitungan sudut, lubang pandang sebagai tempat mengamati objek, dan tali gantung atau plumb line untuk menjaga akurasi pengukuran.

Dalam sesi tersebut, Mahfudz menjelaskan setiap bagian dari rubuk mujayyab dengan bahasa yang sederhana, membuat peserta lebih mudah memahami cara penggunaannya. Dengan pembawaan yang santai dan interaktif, Mahfudz berhasil membuat materi yang terbilang kompleks menjadi menarik. Meski demikian, waktu yang terbatas membuat beberapa peserta berharap akan adanya pelatihan tambahan agar pemahaman mereka terhadap alat ini lebih mendalam.

Mahfudz, yang memperoleh pengetahuan ini dari pondok pesantren melalui kitab gurunya, menyatakan antusiasmenya untuk berbagi lebih lanjut tentang metode-metode perhitungan tradisional yang kini mulai jarang dikenal masyarakat modern. Ia berharap generasi muda dapat menjaga dan melestarikan ilmu klasik ini sebagai bagian dari kekayaan tradisi keilmuan Islam.

 

Loading

Upgrading Pengurus CSSMoRA UIN Walisongo 2024-2025: Meningkatkan Solidaritas Demi Organisasi yang Berkualitas

Semarang, cssmorawalisongo.org – Upgrading Pengurus CSSMoRA UIN Walisongo Periode 2024-2025 dilaksanakan di Ruang Teater Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo, (27/09). Acara tersebut mengusung tema “Meningkatkan Solidaritas Demi Terciptanya CSSMoRA yang Berkualitas”, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus baru dalam menjalankan roda organisasi dengan lebih baik lagi.

Acara tersebut dimulai pada pukul 08.30 WIB-selesai, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars CSSMoRA, Sambutan ketua panitia, sambutan Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo, sambutan Pengelola PBSB, do’a dan terakhir penutup.

Setelah beberapa rangkaian acara selesai, kemudian dilanjut dengan sesi diskusi oleh beberapa narasumber, materi pertama yaitu mengenai keorganisasian yang disampaikan oleh Nuril Fathoni Hamas, S.H.

“Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam struktur dan koordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu. CSSMoRA sebagai organisasi yang mewadahi santri penerima beasiswa santri berprestasi (PBSB) Kemenag RI di seluruh Indonesia. CSSMoRA bergerak dalam bidang sosial kepesantrenan dan memegang teguh pancasila. Organisasi berfungsi sebagai sarana pengembangan kepribadian. sarana mencapai tujuan dengan cara bekerjasama. sarana mengakomodasi berbagai potensi., dan sarana pendidikan kemasyarakatan,” ucap Nuril.

Materi ke dua membahas terkait Time Management yang disampaikan oleh Wali Cosara, M.H. “Manajemen waktu yang efektif sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan mencapai keseimbangan antara organisasi dan kehidupan pribadi. Dengan mengidentifikasi prioritas, merencanakan dengan baik, dan mengelola gangguan anda dapat mencapai tujuan anda dengan lebih efisien,” ucap Wali.

Setelah narasumber ke dua selesai menyampaikan materi, acara selanjutnya ialah istirahat dan salat jum’at bersama bagi yang menunaikan. Acara dilanjut dengan pembahasan materi ke tiga yaitu mengenai “Administrasi dan Kesekretariatan”, yang disampaikan oleh Syikma R. Jannah, S.H.

“Administrasi keorganisasian merupakan kegiatan penyusunan dan pencatatan data serta informasi secara sistematis dalam suatu organisasi. Berfungsi sebagai penyedia keterangan agar mempermudah untuk mendapatkan informasi agenda sebelumnya, dokumentasi (history) kegiatan, dan lain-lain. Lebih lengkap ketentuan dan contoh, ada di PPN yang telah dibagikan. Pun juga dipersilakan bertanya lebih lanjut melalui kontak (085749926002) atau lewat media sosial saya,” ucap Syikma.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore tersebut diakhiri dengan do’a bersama dan sesi foto seluruh pengurus. Diharapkan, hasil dari upgrading ini mampu memperkuat kerja sama antaranggota dan menghasilkan program kerja yang lebih berkualitas dalam masa kepengurusan periode 2024-2025.

 

Loading