Aksi Peduli CSSMoRA UIN Walisongo: Berbagi Kasih Bersama Panti Asuhan dan Pesantren Yatim Tahfidhul Qur’an Al-Yasiroh

Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) CSSMoRA UIN Walisongo melaksanakan Aksi Peduli di Panti Asuhan dan Pesantren Yatim Tahfidhul Qur’an Al-Yasiroh, Gunungpati, Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan ini merupakan kegiatan sosial yang betujuan untuk meningkatkan rasa kepedulian dan solidaritas generasi muda terhadap masyarakat yang membutuhkan, baik dari segi finansial maupun lainnya. Pada kesempatan kali ini, 14 orang anggota CSSMoRA UIN Walisongo hadir untuk membersamai anak-anak di Panti Asuhan dan Pesantren Yatim Al-Yasiroh, serta dihadiri oleh Bapak dan Ibu pengasuh panti.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan al-Fatihah, kemudian dilanjut dengan sambutan dari pengasuh, H. Sutrisno dan koordinator departemen P3M, Muhammad Ais Nur Rizqi. Selanjutnya acara dilanjut dengan pembacaan Yasin dan Tahlil, serta doa bersama. Kemudian ditutup dengan pemberian sembako dan makan bersama.

Anggota yang hadir duduk melingkar bersama anak-anak panti. Membagikan sekotak makanan dan segelas minuman secara bergilir, berdoa, dan dilanjut dengan menyantap makanan yang telah tersaji. Tak hanya itu, mereka juga mengobrol dengan anak-anak dan menanyakan keseharian anak-anak, baik ketika di panti maupun di sekolah.

Selanjutnya, H. Sutrisno, selaku pengasuh panti menyampaikan terimakasih serta harapannya sebelum anggota CSSMoRA UIN Walisongo pamit undur diri.

“Terimakasih kepada CSSMoRA UIN Walisongo yang telah datang ke tempat kami. Kami terima semua pemberian untuk anak-anak kami. Semoga silaturahmi ini tidak berheti disini saja, tetapi juga untuk seterusnya. Semoga CSSMoRA UIN Walisongo terus bermanfaat untuk masyarakat dan semoga diperlancar semua urusannya,” ujarnya.

“Terimakasih juga pak, telah mengizinkan dan menerima kami disini. Saya harap, sedikit dari apa yang kami berikan dapat bermanfaatuntuk anak-anak yang ada disini,” balas Ais Nur Rizqi, koordinator P3M CSSMoRA UIN Walisongo.

Dengan senyuman yang indah, anak-anak juga turut mengucapkan terimakasih.

“Anak-anak senang kalian datang kesini. Adanya kalian disini dapat memotivasi mereka untuk terus belajar dan mencari ilmu,” tambah Hj. Rofi’atun, ibu pengasuh.

Satu per satu anggota berpamitan kepada bapak dan ibu pengasuh, serta anak-anak panti.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan agar generasi muda dapat terus menebar kebermanfaatan untuk sesama dan masyarakat sekitar.

Loading

Divisi Jurnalistik CSSMoRA UIN Walisongo adakan Kunjungan ke Suara Merdeka

Pada hari Selasa, tanggal 16 Desember 2025, bertempat di Kantor Suara Merdeka Semarang, telah dilaksanakan kegiatan kunjungan oleh anggota CSSMoRA UIN Walisongo Semarang yang terdiri dari Kru Majalah Zenith serta anggota CSSMoRA lainnya. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pengembangan wawasan dan kapasitas anggota, khususnya dalam bidang jurnalistik, kepenulisan, dan pengelolaan media.

Kegiatan kunjungan diawali dengan sambutan dan penerimaan dari pihak Suara Merdeka, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai sejarah berdirinya Suara Merdeka sebagai salah satu media cetak terbesar dan berpengaruh di Jawa Tengah. Dalam pemaparan tersebut dijelaskan pula perjalanan Suara Merdeka dalam menghadapi dinamika dunia pers, mulai dari media cetak hingga adaptasi di era digital.

Selanjutnya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai proses penerbitan berita di Suara Merdeka, mulai dari tahapan pencarian isu, peliputan di lapangan, penulisan berita, proses penyuntingan (editing), hingga berita tersebut layak untuk diterbitkan. Tidak hanya itu, peserta juga diberikan edukasi terkait teknik menulis berita yang baik dan benar, penentuan sudut pandang (angle), penyusunan lead, serta perbedaan karakter penulisan antara berita dan majalah.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara aktif dan interaktif. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar dunia jurnalistik, tantangan media massa saat ini, etika pemberitaan, serta tips dan strategi dalam mengembangkan media mahasiswa agar tetap relevan dan berkualitas. Pihak Suara Merdeka memberikan tanggapan dan penjelasan secara terbuka serta komunikatif, sehingga suasana diskusi berjalan hidup dan edukatif.

Secara keseluruhan, kegiatan kunjungan ini berlangsung dengan lancar dan memberikan pengalaman serta wawasan yang berharga bagi anggota CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, khususnya Kru Majalah Zenith, dalam memahami praktik jurnalistik secara langsung di lingkungan media profesional.

 

Loading

Peduli Sesama, Departemen P3M CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Penggalangan Dana untuk Korban Erupsi Gunung Semeru dan Bencana Banjir di Sumatera

Semarang, 30 November 2025 – Dalam rangka membantu korban erupsi gunung Semeru di Lumajang dan bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah Sumatera, Departemen P3M CSSMoRA UIN Walisongo menyelenggarakan kegiatan penggalangan dana pada hari Minggu, 30 November 2025 di beberapa titik keramaian di Kota Semarang yakni sekitar bundaran Kalibanteng.

Kegiatan ini, yang selanjutnya disebut dengan ‘open donasi’ digagas sebagai bentuk nyata kepedulian kami terhadap warga terdampak yang mengalami kesulitan akibat kehilangan tempat tinggal dan bahkan terbatasnya akses terhadap kebutuhan pokok.

Sebelum aksi berlangsung, Kepala Departemen P3M, M. Ais Nur Rizqi memberikan pengarahan kepada semua relawan aksi open donasi mengenai metode dan pembagian tim untuk beberapa titik. “Dari 26 orang, akan kami bagi menjadi 4 titik. Masing masing titik tersebut yakni Jalan Siliwangi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MGR Sugiyopranoto, dan Jalan Walisongo,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo, Asyraf Zofir Wafa yang turut hadir dan membersamai aksi ini menambahkan bahwa keselamatan anggota juga tidak kalah penting mengingat jalan-jalan tersebut merupakan titik keramaian di kota Semarang. Ia menekankan untuk selalu berhati-hati saat melakukan aksi.

Aksi open donasi dimulai pada pukul 14.00 WIB, diawali dengan apel dan koordinasi di Museum Ranggawarsita di sekitaran bundaran Kalibanteng. Kemudian setiap tim bergerak menuju titik pembagian masing masing dengan membawa kotak donasi, poster peduli sesama, dan juga lembaran kode QRIS untuk memfasilitasi warga yang ingin berdonasi secara cassless atau non-tunai.

Upaya penggalangan dana yang dilakukan pada sore hari itu menghasilkan respon posituf dari warga sekitar. Banyak pengendara yang memberikan dukungan dan menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah. Hasil aksi turun ke jalan ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 5.138.900, ditambah donasi melalui QRIS sebesar Rp 834.614.

Selanjutnya, per hari Rabu, 3 Desember 2025 terdapat beberapa pemasukan tambahan dari teman-teman CSSMoRA MA (Ma’had Aly) Pati dan MAKJ (Ma’had Aly Kebon Jambu) sehingga dana total mencapai Rp 10.050.000. Dengan total akhir tersebut, aksi open donasi resmi ditutup agar dana yang terkumpul dapat segera dimanfaatkan kepada yang membutuhkan.

Seluruh dana yang terkumpul nantinya akan diserahkan kepada Yayasan Dompet Dhuafa untuk wilayah Lumajang, Duta Damai Regional Sumatera Barat, dan Gerakan Peduli Sumatera untuk wilayah Aceh dan Sumatera Utara yang saat ini berada di dekat lokasi bencana untuk memastikan bantuan diterima secara langsung oleh masyarakat terdampak. Tim penyalur tersebut akan mengonfirmasi dan memberikan laporan dokumentasi setelah bantuan disalurkan.

Dengan adanya kegiatan open donasi ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.

Loading

CSSMoRA LEARNING SESSION

Pada hari Sabtu, 29 November 2025, bertempat di Teater FSH UIN Walisongo Semarang, telah dilaksanakan kegiatan CSSMoRA Learning Session sebagai agenda pengenalan dan pelatihan bagi anggota CSSMoRA UIN Walisongo Semarang dalam memahami dasar-dasar pasar modal. Kegiatan ini mengusung tema “Fundamental Pasar Modal: Cara Memulai, Mengelola Risiko, dan Menghindari Kesalahan Umum.”

Acara diawali dengan dengan pembukaan, dan dalam  sambutan yang disampaikan  oleh Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Asyraf Zofir Wafa, yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini penting agar anggota memiliki pemahaman yang tepat mengenai investasi dan pengelolaan risiko. Ia menegaskan bahwa “Di era sekarang, kita selalu berhadapan dengan inflasi. Karena itu, memahami investasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Harapannya, kegiatan ini dapat membuka wawasan teman-teman untuk lebih siap dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan yang cerdas di pasar modal.” Ujarnya.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan pada sesi inti yaitu penyampaian materi oleh Viola Wulan Azzahro, anggota CSSMoRA UIN Walisongo Semarang yang berprestasi dalam berbagai kompetisi di bidang pasar modal. Sebagai pembuka, Viola terlebih dahulu menyampaikan contoh nyata mengenai inflasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kenaikan harga barang – barang, perubahan nilai tukar, hingga dampaknya terhadap daya beli masyarakat. Dari contoh tersebut, ia menekankan bahwa ketidakstabilan ekonomi menjadikan literasi investasi semakin penting bagi generasi muda.

Kemudian materi dilanjutkan dengan menjelaskan konsep dasar pasar modal, jenis-jenis instrumen investasi, serta langkah-langkah praktis untuk mulai berinvestasi secara aman. Ia juga menguraikan berbagai strategi pengelolaan risiko, seperti diversifikasi portofolio, mengenali profil risiko investor, serta pentingnya berpikir jangka panjang. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai kesalahan-kesalahan umum investor pemula seperti ikut-ikutan tren tanpa analisis, hingga keliru membaca pergerakan pasar. Penjelasan tersebut diperkaya dengan contoh studi kasus sederhana agar peserta lebih mudah memahami alur berpikir dalam pengambilan keputusan investasi.

Kegiatan diakhiri dengan penegasan kembali poin-poin penting mengenai literasi keuangan di kalangan mahasiswa dan dorongan agar anggota CSSMoRA lebih bijak serta siap dalam mengambil keputusan investasi di masa mendatang. Secara keseluruhan, acara berlangsung dengan lancar, komunikatif, dan memberikan wawasan baru yang bermanfaat bagi seluruh peserta.

Loading

Mengkritisi KUHAP terbaru yang kontroversial melalui Ngopi Edisi November 2025

Pada hari Ahad, 23 November 2025, Divisi PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia) CSSMoRA UIN Walisongo Semarang telah melaksanakan kegiatan Ngopi (Ngobrol Pintar), yaitu program diskusi hangat dalam forum yang diperuntukkan bagi seluruh anggota CSSMoRA. Pelatihan ini berlangsung di Gazebo YPMI Al-Firdaus dan dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan terselenggara dengan lancar dan mendapat partisipasi yang antusias dari para anggota yang hadir.

Ngopi merupakan salah satu program unggulan Divisi PSDM dalam upaya menambah wawasan dan mempertajam pemikiran kritis anggota CSSMoRA, khususnya dalam ranah hukum di dalam KUHAP.  Program ini menunjukkan komitmen Divisi PSDM dalam memberikan ruang pengembangan diri bagi anggota serta menjawab kebutuhan mahasiswa terhadap wawasan anggota CSSMoRA dan kemampuan berfikir kritis.

Pada Ngopi kali ini, Divisi PSDM menghadirkan M. Wafi Ahdillah sebagai narasumber. Beliau dikenal sebagai praktisi hukum perdata. Dalam sesi materi, narasumber memberikan penjelasan mendalam mengenai sejarah hukum, dasar-dasar hukum,bagaimana hukum itu terbentuk hingga pembahasan KUHAP terbaru. Selain pemaparan materi, peserta juga diajak untuk berdiskusi langsung tentang pasal-pasal dalam KUHAP yang kontroversial. Hal ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu untuk mengkritik isi KUHAP yang disahkan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, serta melakukan konsultasi secara langsung dengan narasumber. Banyak peserta yang merasa terbuka dan bertambah wawasannya, karena dapat memahami dan mengkritisi  isi KUHAP terbaru.

Divisi PSDM sebagai penyelenggara berharap bahwa melalui Ngopi ini, kemampuan anggota dalam memahami isu-isu yang beredar dapat meningkat. Dengan adanya Ngopi , diharapkan anggota memiliki skill dasar mengkritisi apapun yang ada di negara kita.

Selain itu, pelatihan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan relasi antaranggota CSSMoRA. Suasana diskusi yang hangat dan bersahabat membuat peserta merasa nyaman untuk belajar bersama, bertukar ide, dan saling memberikan masukan.

Loading

Cetak Kader Berakhlak dan Berkompeten, CSSMoRA UIN Walisongo Sukses Gelar Kaderisasi Tingkat Perguruan Tinggi

Sebagai langkah awal dalam mempersiapkan regenerasi kepengurusan, CSSMoRA UIN Walisongo sukses menyelenggarakan Kaderisasi Tingkat Perguruan Tinggi (KTPT) 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu dan Minggu (15-16 November 2025), di Ponpes Salafy Modern Madinatul Amin Mijen.

Kaderisasi Tingkat Perguruan Tinggi (KTPT) merupakan salah satu program kerja dari Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) CSSMoRA di setiap  perguruan tinggi, yang pelaksanaannya di bawah koordinasi Departemen PSDM CSSMoRA Nasional. Kegiatan kaderisasi ini ditujukan bagi anggota CSSMoRA angkatan 2025 sebagai persiapan untuk menjalankan kepengurusan periode berikutnya. Tujuannya adalah untuk membekali anggota 2025 dengan pemahaman dasar tentang organisasi dan kepemimpinan guna menjaga keberlangsungan CSSMoRA secara berkelanjutan.

Pada pelaksanaan KTPT tahun ini, CSSMoRA UIN Walisongo turut menggandeng CSSMoRA Universitas Negeri Semarang, yang merupakan perguruan tinggi baru dalam Program PBSB. Dengan mengusung tema ‘Kader Berdaya, Berilmu, dan Berakhlak di Tengah Arus Perubahan’, kegiatan ini diikuti oleh 37 peserta dari angkatan 2025.

Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars CSSMoRA, sambutan-sambutan, dan doa penutup.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kaderisasi kepada anggota baik non-formal maupun formal, seperti pemberian materi yang nantinya akan diterima oleh angkatan 2025. KTPT ini juga menjadi langkah awal bagi angkatan 2025 sebelum benar-benar berproses di CSSMoRA,” ujar Indana Zulfa, Koordinator Departemen PSDM Nasional dalam sambutannya.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan acara inti berupa pemaparan materi. Materi pertama mengenai keorganisasian disampaikan oleh Unggul Suryo Adi. Beliau menyampaikan arti dari organisasi, pentingnya  berorganisasi bagi mahasiswa, serta berbagai hal terkait dengan organisasi.

“Organisasi itu menghidupkan masa kini hingga masa mendatang. Organisasi adalah tempat belajar terbaik di luar kelas, CSSMoRA adalah wadah untuk belajar,” ujar Unggul.

Materi kedua tentang kebangsaan yang disampaikan oleh Muhammad Aksa. Kemudian, acara dilanjutkan dengan materi ketiga mengenai analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats) oleh Nor Ramat Sholichin, materi kepesantrenan oleh Azmil Musthofa, materi persidangan oleh Wahyudi, dan materi terakhir adalah materi ke-CSSMoRA-an yang disampaikan oleh Muhammad Muhaimin Thohri.

Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi post-test pada pukul 02.15 dini hari. Dalam sesi ini, para peserta menjawab serangkaian pertanyaan yang menguji pemahaman mereka terhadap seluruh materi yang telah diberikan sebelumnya. Puncak acara dari kaderisasi ini kemudian tiba, yaitu sesi pengukuhan anggota angkatan 2025. Momen khidmat ini ditandai dengan pembacaan Catur Prasetya Santri Berprestasi, yang menjadi simbol peresmian para peserta sebagai anggota aktif CSSMoRA.

Keesokan paginya, KTPT 2025 ditutup dengan nuansa kekeluargaan yang hangat. Sesi tukar kado berlangsung dengan penuh keakraban dan dilanjutkan dengan berbagi kesan dan pesan dari perwakilan peserta, mengakhiri seluruh rangkaian acara KTPT ini dengan penuh makna.

Melalui serangkaian kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota 2025 dapat mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk berkontribusi aktif dalam mengembangkan CSSMoRA UIN Walisongo serta CSSMoRA UNNES ke depannya.

Loading

Program Kolaboratif Class of CSSMoRA (COC) antara CSSMoRA dan HMJ PMI UIN Walisongo Semarang

Pada hari Jumat, 7 November 2025, bertempat di YPMI Al-Firdaus Semarang, telah dilaksanakan kegiatan Class of CSSMoRA (COC) yang diselenggarakan oleh Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) CSSMoRA UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini merupakan agenda peningkatan kapasitas anggota sekaligus ruang pembelajaran kolektif yang diinisiasi sebagai bentuk komitmen PSDM dalam menghadirkan wadah pengembangan diri melalui pendekatan ilmu sosial dan keagamaan. Pelaksanaan program ini dilakukan secara kolaboratif dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (HMJ PMI) UIN Walisongo Semarang sebagai upaya memperkenalkan sekaligus memperluas pemahaman anggota terkait konsep, metodologi, dan dinamika pengembangan masyarakat, khususnya dalam konteks kehidupan sosial di Indonesia.

Rangkaian acara dimulai dengan pemaparan materi oleh Fadlika Tsabita Dzihni selaku pemateri dari HMJ PMI, yang menjelaskan dasar teoretis pengembangan masyarakat, ruang lingkup praktik pemberdayaan, serta pendekatan-pendekatan strategi yang relevan dalam menganalisis masalah sosial. Dalam penyampaiannya, beliau menyampaikan harapan bahwa kegiatan ini dapat menjadi pintu awal bagi anggota CSSMoRA untuk lebih peka terhadap isu-isu sosial, memahami akar masalah yang terjadi di masyarakat, dan berperan aktif dalam setiap proses penyelesaian masalah dengan sudut pandang yang lebih kritis, aplikatif, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman. Setelah sesi penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang membahas berbagai problem masyarakat Indonesia, mulai dari isu pendidikan, ekonomi, sosial budaya, hingga tantangan pembangunan komunitas. Diskusi ini diarahkan untuk melatih pola pikir analitis peserta dalam merumuskan solusi yang tepat berdasarkan pendekatan dan teori pengembangan masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, interaktif, dan memberikan dampak positif bagi peserta dalam memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis terhadap fenomena sosial yang terjadi. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan anggota CSSMoRA semakin memiliki kesadaran, kemampuan, serta motivasi untuk turut serta berkontribusi dalam proses pengembangan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Loading

Edukasi Ilmu Falak untuk Pelajar: CSSMoRA Adakan Roadshow Kelas Falak di MA Nurussalam Ngaliyan

Divisi P3M CSSMoRA UIN Walisongo menyelenggarakan Roadshow CSSMoRA Falak Class pada Sabtu, 1 November 2025 di MA Nurussalam Ngaliyan dengan mengusung tema “Eksplorasi Ilmu Falak Astronomi Islam untuk Kebutuhan Ibadah.” Kegiatan ini merupakan upaya memperluas edukasi mengenai ilmu falak bagi pelajar tingkat menengah, khususnya dalam kaitannya dengan praktik ibadah seperti penentuan awal waktu sholat dan arah kiblat. Kegiatan ini diinisiasi melalui open recruitment internal CSSMoRA untuk mengajak para relawan yang berkomitmen dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Peserta kegiatan ialah siswa-siswi kelas XI MA Nurussalam yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua CSSMoRA UIN Walisongo, saudara Asyraf Zafir Wafa, yang menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga keberlanjutan tradisi keilmuan Islam di tengah perkembangan teknologi modern. Sambutan dilanjutkan oleh Kepala MA Nurussalam Ngaliyan, yang menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran tim CSSMoRA. Beliau menyatakan bahwa :

“Kami sangat bersyukur telah didatangi mahasiswa dari CSSMoRA UIN Walisongo yang ingin membagikan ilmunya terkait keilmuan falak yang kehadirannya tanpa diundang di sekolah ini dan ini menunjukkan keikhlasan yang luar biasa datang di sekolah kami. Serta menjadi motivasi bagi anak-anak didik kami yang ingin melanjutkan pendidikannya setelah lulus dari sekolah ini, syukur-syukur bisa mendapatkan beasiswa seperti kakak-kakak yang berada di sini.”

Sesi materi kemudian terbagi menjadi tiga bagian, yang masing-masing disampaikan oleh para pemateri dari CSSMoRA. Materi pertama, berjudul Pengenalan Ilmu Falak, disampaikan oleh saudari Nurilhani, yang menjelaskan kedudukan ilmu falak dalam tradisi Islam dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Materi kedua, mengenai Awal Waktu Sholat, disampaikan oleh saudari Sabilatun Nazwa, menjabarkan metode penentuan waktu sholat melalui pendekatan perhitungan astronomis. Selanjutnya, materi ketiga, mengenai Arah Kiblat, dibawakan oleh saudara Fathan Hasan Ali, yang menguraikan metode pengukuran arah kiblat baik tradisional maupun modern.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penggunaan alat-alat falak sebagai wahana pembelajaran langsung. Sesi pertama adalah praktik Mizwala dipandu oleh saudara Awalul Farhan Yestra, diikuti dengan praktik Theodolite yang dipandu oleh saudara Ais Nur Riski. Pada sesi ini, peserta terlihat aktif berdiskusi, mencoba mengoperasikan alat, serta mencatat hasil pengamatan mereka.

Di sisi lain, para panitia yang terlibat juga memperoleh pengalaman berharga. Salah satu panitia, Intan Muthoharoh, menyampaikan kesan bahwa:

“Pastinya senang bisa bermanfaat bagi orang lain. Selain itu, tujuan ikut juga ingin mengukur seberapa jauh kemampuan saya sendiri baik dalam bersosialisasi, public speaking, maupun tentang materi. Tak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada P3M yang telah mengadakan proker ini dan membuka peluang kepada selain P3M untuk bisa berpartisipasi.”

Adapun salah satu peserta, Aristin, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberi inspirasi untuk mempelajari lebih dalam hubungan kosmos dengan ajaran Islam. Ia menyampaikan harapannya agar komunikasi antara para siswa dan komunitas atau mahasiswa Ilmu Falak dapat terus terjalin ke depannya.

Dengan demikian, kegiatan Roadshow CSSMoRA Falak Class ini telah terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak: mahasiswa sebagai fasilitator ilmu dan para pelajar sebagai penerima pengetahuan yang memiliki rasa ingin tahu tinggi.

 

Writter : Ahmad Misbakhus Surur

 

Loading

Pembedah Ilmu Falak dalam “Class of CSSMORA” Kabinet Navantara

Membedah Ilmu Falak dalam “Class of CSSMORA” Kabinet Navantar

Semarang – CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, di bawah naungan Kabinet Navantara. sukses menggelar edisi perdana “Class of CSSMoRA” (CoC) dengan fokus mendalam pada “Perhitungan Awal Waktu Salat”. Acara yang berlangsung hangat dan komunikatif ini dilaksanakan pada Jumat, 31 Oktober 2025, bertempat di YPMI Al-Firdaus, tepat Ba’da Ngaji hingga selesai, menghadirkan Pemantik ahli, Dhimas Richie Pramono.

Kegiatan ini merupakan jawaban atas kebutuhan nyata para anggota baru, khususnya angkatan 2025, dalam menghadapi tantangan keilmuan di bangku perkuliahan.

Mengurai Benang Kusut Perhitungan Salat

Nurziah Rahman, salah satu panitia pelaksana, menjelaskan bahwa CoC Falak ini lahir dari inisiatif untuk menjawab kebingungan anggota baru. “Berangkat dari pertanyaan Kami Kakak Kakak Senior ke Adek Tingkatnya, apa yang sekarang dihadapi, apa yang berat di perkuliahan, apa yang belum dipahami. Makanya dari situ kami mengambil tema ini,” ujar Nurziah.

Meskipun tema ilmu falak umumnya terkesan rumit, namun fokus pada perhitungan awal waktu salat dipilih karena topik inilah yang dirasakan paling sulit oleh anggota 2025.

“Melihat dari pernyataan teman-teman Angatan 2025 itu, ya mereka sampai saat ini tuh yang belum terlalu dipahami itu tentang perhitungan awal-awal waktu salat ini. Karena ya itu ribetnya itu beda ya sama arah kiblat,” kata Nurziah, menjelaskan alasan pemilihan tema yang spesifik tersebut.

Tujuan utama CoC ini adalah menjadi fondasi bagi anggota untuk memperdalam keilmuan di kejuruannya masing-masing. Nurziah juga menegaskan bahwa ke depannya, CoC akan berlanjut dan mencakup keempat jurusan yang ada di CSSMoRA, tidak hanya Ilmu Falak.

Konstribusi Lintas Jurusan, Memperluas Ranah Keilmuan

Menariknya, CoC ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Ilmu Falak, tetapi juga oleh peserta dari program studi lain. Kehadiran lintas jurusan ini dipandang sebagai kesempatan emas untuk memperluas manfaat ilmu falak ke ranah yang lebih luas.

Asyraf Zafir Wafa, Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo, mengungkapkan motivasinya sebagai pemimpin: “Kadang mereka butuh suasana yang lebih enjoy, teman yang lebih bisa menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana, agar ilmu itu bisa masuk ke dalam pikiran mereka sendiri.”

Mengenai manfaat bagi peserta non-Falak, Ketua Umum menaruh harapan besar:

 “Minimal dia mendapatkan manfaat itu berupa apa? Mungkin dari pembelajaran malam hari ini mungkin teman-teman misal dari Jurusan teknologi informasi mereka akan lebih banyak bertanya oh kira-kira bisa enggak nih ilmu falak ini disandingkan dengan teknologi atau misalkan nanti buat aplikasi,” jelas Asyraf.

Menurutnya, manfaat yang didapat bukan sekadar pengenalan, tetapi juga pemicu ide untuk mengembangkan ilmu falak ke ranah teknologi, sosial, dan filsafat. Ketua Umum pun menilai kegiatan ini “Sangat membantu” karena terbukti mampu menyampaikan materi perhitungan salat yang rumit dengan bahasa sederhana dan mudah diterima oleh anggota.

Catatan Evaluasi: Peka dan Berkelanjutan

Menutup wawancara, Ketua Umum Asyraf Zafir Wafa menyampaikan harapannya untuk panitia agar terus meningkatkan sensitivitas terhadap kebutuhan anggota. “Harapannya kepada semua panitia mungkin mereka bisa lebih membaca lagi apa yang dibutuhkan oleh teman-teman anggota dari CSSMoRA,” pesannya.

Meskipun CoC ini adalah yang pertama, Nurziah Rahman mengonfirmasi bahwa kegiatan serupa akan terus berlanjut. Tidak menutup kemungkinan akan ada review ulang materi falak atau tema lain dari mata kuliah yang dirasa sulit, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan anggota CSSMoRA.

Loading

Perkuat Kapasitas Pengurus: CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Kegiatan Upgrading Pengurus

Sebagai upaya memperkuat kapasitas dan profesionalitas pengurus, CSSMoRA menyelenggarakan kegiatan Upgrading Pengurus 2025 di Gazebo YPMI Al Firdaus, Semarang, pada Sabtu, 19 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus aktif dengan tujuan menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus memperdalam pemahaman terhadap nilai dan arah gerak organisasi.

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri utama yang memberikan bekal penting bagi para pengurus. Materi pertama bertema “Penguatan Tujuan dan Identitas Organisasi” disampaikan oleh Muhammad Irkham Maulana, M.H., yang menekankan pentingnya konsistensi pengurus dalam menjaga marwah dan cita-cita organisasi. Ia juga mengingatkan bahwa setiap anggota memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi bersama.

Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Alamul Yaqin, M.H., dengan tema “Manajemen Waktu dan Profesionalitas Pengurus.” Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan mengatur waktu agar setiap program dapat berjalan efektif dan efisien. Menurutnya, profesionalitas bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga tentang sikap dan etika dalam berorganisasi.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, berdiskusi, serta menyampaikan pertanyaan seputar tantangan yang dihadapi dalam menjalankan amanah kepengurusan.

Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Asyraf Zofir Wafa, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi langkah awal bagi pengurus untuk terus tumbuh dan berproses secara bersama.

Upgrading ini bukan sekadar ajang pembekalan, tetapi momentum bagi kita semua untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen, dan belajar bagaimana menjadi pengurus yang profesional sekaligus berjiwa pengabdian. Harapannya, setelah kegiatan ini, semangat dan sinergi antar-pengurus bisa semakin kuat,” ujar Asyraf.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengurus CSSMoRA semakin solid, berkomitmen tinggi, dan mampu mengelola organisasi dengan lebih baik. Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan harapan agar semangat pengabdian terus menyala di setiap langkah pengurus.

Loading