Rancang Arah Gerak Organisasi, CSSMoRA UIN Walisongo Tuntaskan Musyawarah Kerja Periode 2026 di YPMI Al-Firdaus

SEMARANG – Suasana keakraban dan semangat berorganisasi menyeruak di YPMI Al-Firdaus, Kota Semarang, selama dua hari beruntun pada Sabtu hingga Ahad (12–13/9/2026). Community of Santri Scholars Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Walisongo Semarang berkumpul untuk menggelar Musyawarah Kerja (Musker) tahunan. Perhelatan ini menjadi momentum krusial bagi pengurus dan anggota dalam merumuskan, mematangkan, serta menetapkan garis-garis besar program kerja yang akan menjadi kompas pergerakan organisasi selama satu periode ke depan.

Tak hanya dihadiri oleh anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo, kegiatan ini juga terasa istimewa dengan hadirnya delegasi perwakilan dari CSSMoRA Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) dan CSSMoRA Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kehadiran saudara seperjuangan antar-kampus ini menambah hangat atmosfer musyawarah, sekaligus memperkuat jalinan silaturahmi dan sinergi kolektif antar-instansi CSSMoRA di wilayah Semarang.

Rangkaian kegiatan diawali secara khidmat melalui prosesi pembukaan pada Sabtu pagi. Usai serangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars CSSMoRA, serta penyampaian sambutan-sambutan, dinamika organisasi mulai bergelora saat forum melangkah ke agenda Sidang Pleno 1.

Dalam ruang sidang yang penuh dialektika, para peserta dengan antusias membahas dan menguji rumusan agenda kegiatan serta Tata Tertib (Tatib) sidang. Diskusi hangat namun tetap beretika mewarnai proses pemilihan Presidium Sidang Tetap yang bertugas memandu jalannya persidangan, hingga akhirnya ditutup dengan penetapan urutan pemaparan program kerja bagi tiap-tiap departemen.

Memasuki Sidang Pleno 2, atmosfer persidangan menjadi kian hidup dan substansial. Satu per satu departemen maju ke hadapan forum untuk memaparkan rancangan program kerja unggulan yang telah dirancang. Berbagai gagasan inovatif, mulai dari penguatan kapasitas akademik, pemberdayaan sosial masyarakat, hingga optimalisasi media diuji secara kritis oleh para peserta. Pertanyaan, tanggapan, serta masukan konstruktif berseliweran di dalam ruang sidang, mencerminkan tingginya kepedulian para kader terhadap kemajuan organisasi.

Setelah melalui pembahasan maraton yang menyita energi dan pikiran, seluruh rangkaian sidang bermuara pada Sidang Paripurna. Diiringi ketukan palu presidium sidang yang mantap, forum secara resmi menetapkan dan mengesahkan seluruh rancangan program kerja dari tiap departemen menjadi ketetapan organisasi yang sah dan mengikat pada hari Ahad, 13 September 2026. Gemuruh tepuk tangan dan rasa lega memenuhi ruangan saat dokumen hasil musyawarah disahkan secara bersama.

Penutupan Musker 2026 di YPMI Al-Firdaus ini tak sekadar menjadi penanda berakhirnya proses persidangan, melainkan awal dari langkah nyata pergerakan CSSMoRA UIN Walisongo Semarang. Dengan program kerja yang kini telah disahkan, seluruh anggota berkomitmen untuk menjaga soliditas dan membawa nama baik mahasantri dalam berkontribusi nyata bagi kampus, masyarakat, dan bangsa.

 

Loading

Kembali Turun ke Jalan, CSSMoRA UIN Walisongo Galang Dana untuk Korban Gempa NTT dan Restorasi Hutan

NTT 2
NTT 2
NTT 1
NTT 4
previous arrow
next arrow

 

SEMARANG – Menanggapi peristiwa bencana gempa di NTT dan dampak Karhutla terhadap hutan di Indonesia, Departemen P3M CSSMoRA UIN Walisongo kembali menggelar rangkaian aksi open donasi yang dimulai pada 16 September hingga 23 September 2026.

Open donasi yang bertajuk CSSMoRA Peduli ini menggalang dana melalui media sosial dengan penyebaran pamflet dan QRIS oleh anggota aktif maupun simpatisan sejak 16 September lalu. Pada puncaknya, para anggota kembali turun ke jalan. Aksi tersebut dilaksanakan di sekitar Bundaran Kalibanteng pada Ahad (20/9/2026).

Sebanyak 28 anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo berkumpul di Pondok YPMI Al-Firdaus untuk melanjutkan perjalanan menuju lampu merah Kalibanteng. Rombongan kemudian tiba di parkiran Museum Ronggowarsito dan membentuk kelompok yang masing-masing beranggotakan tujuh orang. Setiap kelompok tersebar di empat titik lampu merah Kalibanteng, yakni Jalan Siliwangi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MGR Sugiyopranoto, dan Jalan Walisongo.

Selain itu, Koordinator Departemen P3M Nur Ilhani menyampaikan beberapa pengarahan kepada para relawan aksi open donasi. Ia menekankan agar setiap relawan bersikap sopan dan santun, tidak memaksa, serta senantiasa tersenyum ketika menggalang dana.

Setiap kelompok membawa dua kotak donasi, poster open donasi, dan lembaran kode QRIS untuk memfasilitasi warga yang ingin berdonasi secara non-tunai. Gelaran aksi berlangsung dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB dan mengumpulkan dana sebanyak Rp1.862.000, belum termasuk penggalangan dana yang terkumpul melalui QRIS.

“Jika digabungkan dengan yang terkumpul melalui pembayaran non-tunai, saat ini sudah berjumlah Rp2.500.000,” ujar Nur Ilhani ketika diwawancarai.

Uang yang terkumpul akan disalurkan kepada korban terdampak gempa di NTT bekerja sama dengan lembaga filantropi Islam Dompet Dhuafa. Sebagian dana juga akan digunakan untuk membantu restorasi hutan yang diinisiasi Ferry Irwandi melalui gerakan “Patungan untuk Hutan”.

“Uang tersebut insyaallah akan disalurkan pada tanggal 24 September 2026,” ujar Nur Ilhani.

Adapun respons masyarakat terhadap aksi para relawan cukup baik. Mulai dari pengendara roda empat hingga rombongan pengendara roda dua, banyak yang memberikan bantuan. Bahkan, tidak sedikit anak-anak kecil yang dibonceng orang tuanya turut menyodorkan lembaran uang.

Kegiatan seperti ini bukanlah hal yang baru bagi Departemen P3M CSSMoRA UIN Walisongo. Aksi galang dana menjadi salah satu bentuk kegiatan CSSMoRA Peduli dalam mengajak anggota untuk turut serta membantu masyarakat terdampak bencana.

“Aksi galang dana ini merupakan bentuk ikhtiar dari P3M lewat proker CSSMoRA Peduli. Jadi, tidak hanya menyuarakan lewat media online, tapi juga dibarengi dengan aksi turun ke jalan,” kata Nur Ilhani.

 

Loading

BMT Assalam Bersinergi dengan Mahasiswa KKN MIT Ke-22 Salurkan Bantuan Sarung untuk Dewan Guru Madin Hidayatul Mubtadi’in Kuncir 01

Merawat Marwah Keilmuan Pesantren BMT Assalam Bersinergi dengan Mahasiswa KKN MIT Ke-22 Salurkan Bantuan Sarung untuk Dewan Guru Madin Hidayatul Mubtadi’in Kuncir 01

Kuncir, 28 Juli 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) Ke-22 UIN Walisongo mendampingi prosesi penyerahan bantuan sarana ibadah dan mengajar berupa sarung bagi tenaga pendidik di Madrasah Diniyah (Madin) Hidayatul Mubtadi’in Kuncir 01, Desa Kuncir. Agenda penyerahan bantuan yang berlangsung secara tertib dan khidmat ini merupakan implementasi program tanggung jawab sosial dan pendistribusian dana zakat tahunan dari lembaga keuangan syariah BMT Assalam menyambut bulan Muharam.

MDT Desa Kuncir

Acara resmi dibuka pada pukul 09.00 WIB di aula serbaguna Madin Hidayatul Mubtadi’in Kuncir 01, dihadiri oleh jajaran perwakilan manajemen BMT Assalam, kepala madrasah beserta dewan guru, serta tim mahasiswa KKN MIT Ke-22 yang bertindak sebagai fasilitator teknis pelaksanaan di lapangan.

Perwakilan BMT Assalam, Nimas Arum Sari, S.Ak., menegaskan bahwa kegiatan serah terima ini merupakan wujud komitmen lembaganya dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat perniagaan untuk sektor-sektor strategis kemasyarakatan, khususnya pendidikan Islam di tingkat desa.

“Setiap bulan Muharam, BMT Assalam mengalokasikan zakat ke dalam beberapa klaster sasaran, meliputi santunan tunai anak yatim, bantuan logistik beras bagi janda dan lansia prasejahtera, serta pemberian perlengkapan sarung untuk para guru madrasah diniyah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membina akhlak santri,” papar Nimas dalam sesi sambutan.

Kepala Madin Hidayatul Mubtadi’in Kuncir 01, Bapak Ustadz Dardiri, menyambut langsung penyerahan bantuan secara simbolis. Dalam kesempatan tersebut, pihak madrasah menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang diberikan kepada para dewan asatidz yang selama ini mengabdi secara sukarela demi keberlanjutan pendidikan generasi muda.

Kami mengapresiasi dukungan nyata dari BMT Assalam dan rekan-rekan mahasiswa KKN MIT Ke-22 yang telah memfasilitasi jalannya agenda ini. Sarung yang diserahkan tidak hanya bermanfaat sebagai penunjang ibadah harian, melainkan juga menjadi suntikan moril bagi para guru dalam menjalankan amanah mengajar di madrasah,” tutur Ustadz Dardiri.

Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 10.30 WIB dengan doa bersama serta penandatanganan berkas dokumentasi penyerahan oleh para pihak terkait. Sinergi trilateral antara lembaga filantropi Islam, institusi pendidikan keagamaan nonformal, dan sivitas akademika perguruan tinggi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial dan mutu pendidikan keagamaan masyarakat Desa Kuncir secara berkelanjutan.

Loading

Mimpiku Berada di Tanah Jawa

Oleh Dwi Okta R

“Kamu tidak boleh ke Jawa.”

Kalimat itu masih jelas terngiang di kepalaku sejak aku duduk di bangku MTs. Sejak saat itu, setiap kali teman-temanku sibuk merencanakan masa depan mereka, aku justru sibuk dengan hal yang sama berusaha meyakinkan orang tuaku agar mengizinkanku pergi mengejar mimpi yang selalu kusimpan dalam doa.

Namaku Selatan Bumingkara, tapi orang-orang memanggilku Ara. Aku 17 tahun, seorang santri angkatan 2024 yang menimba ilmu di Banda Aceh. Di tengah padatnya kehidupan pondok, ada satu mimpi yang tidak pernah benar-benar hilang sejak MTs yaitu melanjutkan pendidikan ke Jawa.

Saat ini pondokku sedang ramai dengan pendaftaran beasiswa berprestasi ke luar Sumatera. Aku dan teman-teman sibuk menyiapkan berkas, belajar bersama, dan saling menyemangati. Namun ada satu hal yang tidak kukatakan kepada ayah dan ibuku, beasiswa ini adalah jalan menuju luar Sumatera.

Aku takut mereka tidak mengizinkan.

“Ibu, Ayah, doakan Ara lulus ya,” kataku suatu malam.

“Iya nak, belajar dan ibadahnya jangan lupa ya,” jawab mereka lembut.

Sejak itu aku semakin sering berdoa dalam diam. Aku berharap Allah melembutkan hati orang tuaku, jika memang aku ditakdirkan untuk melangkah lebih jauh.

Malam pengumuman tahap pertama tiba.

Aku lolos.

Aku bersyukur, dan sejak itu aku semakin giat belajar. Tapi di balik itu, ada satu hal yang masih kusimpan rapat aku belum jujur kepada orang tuaku.

Hingga hari pengumuman tahap akhir datang. Aku sudah berusaha semampuku, bahkan belajar kisi-kisi dengan sungguh-sungguh. Aku yakin hasilnya akan baik.

Namun ternyata…

Aku tidak lolos.

Aku hanya diam.

Tidak ada tangisan berlebihan, tapi ada sesuatu yang berat di dadaku. Karena bagiku, ilmu tidak pernah terbatas pada satu tempat. Namun tetap saja, Jawa masih menjadi mimpi yang belum bisa kugapai.

“Bagaimana mungkin aku bisa ke Jawa tanpa alasan yang kuat…” batinku malam itu.

Aku mengambil wudu, lalu berdoa lebih lama dari biasanya. Dalam sujud, aku mencurahkan semuanya rasa kecewa, takut, dan pertanyaan yang bahkan tak mampu kujawab sendiri.

Keesokan harinya, satu hal terus menggangguku. Aku teringat bahwa aku belum jujur kepada ayah dan ibuku tentang beasiswa itu. Aku tidak ingin terus bersembunyi dalam keadaan seperti ini. Aku mencoba berdamai dengan diriku sendiri, perlahan menata pikiran agar lebih tenang. Setelah itu aku mulai mencari jalan lain untuk melanjutkan pendidikan.

Waktu pun berjalan.

Kini aku sudah menjalani dua semester kuliah di Sumatera Barat, jurusan Ilmu Hadits. Banyak hal yang telah kulewati, banyak pelajaran yang kudapatkan. Tanpa banyak orang tahu, aku masih mengikuti informasi beasiswa ke Jawa itu. Beberapa orang mendukungku untuk mencoba lagi, meski ada juga yang meragukanku. Tapi aku belajar satu hal aku tidak boleh kalah oleh pikiranku sendiri, dan juga tidak boleh kalah oleh pikiran orang lain.

Karena dorongan itu, aku akhirnya memberanikan diri untuk mendaftar kembali beasiswa ke Jawa. Aku tidak banyak bercerita kepada orang lain, bahkan beberapa teman tidak tahu bahwa aku mencoba lagi.

Hari itu aku pulang lebih malam setelah bermain bersama teman-teman. Aku bahkan tidak membawa ponsel.

“Sudah hampir malam, aku pulang dulu ya,” kataku.

Sesampainya di kamar, aku terkejut. Ponselku penuh dengan panggilan tak terjawab dan pesan ucapan selamat dari teman-temanku.

Tanganku gemetar saat membukanya.

Aku lolos ke Jawa.

Aku membaca ulang pesan itu berkali-kali, seolah takut salah lihat. Jantungku berdegup cepat. Aku tidak langsung percaya. Dengan tangan gemetar, aku bangkit dan berlari menuju ayah dan ibuku.

“Ayah… Ibu… Ara lolos ke Jawa!” suaraku bergetar.

Aku memeluk mereka erat. Air mata jatuh tanpa bisa kutahan.

Di saat itu, aku akhirnya benar-benar mengerti mimpi tidak selalu datang ketika kita ingin, tetapi ketika kita sudah cukup siap untuk menerimanya. Kadang Allah tidak menolak doa kita, hanya saja Ia sedang menundanya untuk waktu yang lebih baik agar kita tumbuh, belajar, dan menjadi pribadi yang lebih kuat sebelum sampai ke tujuan itu.

Loading

MAJALAH ZENITH EDISI 18

Oleh Kru Zenith 2025/2026

Puji syukur kehadirat Allah Swt. Yang telah melimpahkan Rahmat, taufik dan juga hidayah-Nya kepada kita semua. Tak lupa, Sholawat beriringkan salam senantiasa kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw, yang telah membimbing umat manusia menuju jalan kebenaran.

Dengan penuh rasa syukur dan bangga, Majalah Zenith kembali hadir menyapa para pembaca setia dalam Edisi ke-18. Pada edisi kali ini, kami mengangkat tema mengenai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebuah gagasan penting yang terus berkembang dalam upaya mewujudkan kesatuan penanggalan Hijriah di seluruh dunia. Tema ini kami hadirkan sebagai bentuk kontribusi dalam memperkaya wawasan keislaman, khususnya dalam bidang ilmu falak dan dinamika penetapan waktu dalam Islam.

Untuk memberikan sudut pandang yang komprehensif, kami menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Prof. Syamsul Anwar, Prof. Thomas Jamaluddin, serta Dr. Ing. Hafidz. Melalui pemaparan dan pemikiran para tokoh tersebut, kami berharap pembaca dapat memahami lebih dalam mengenai konsep, tantangan, serta urgensi penerapan KHGT dalam kehidupan umat Islam saat ini.

Kami menyadari bahwa setiap karya yang tersaji dalam majalah ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim redaksi, kontributor, serta pihak-pihak yang telah berperan dalam proses penyusunan Majalah Zenith edisi ini. Semoga setiap tulisan yang kami hadirkan mampu memberikan manfaat, memperluas wawasan, serta menginspirasi pembaca dalam menyikapi berbagai perkembangan keilmuan dan sosial keagamaan.

Kami menyadari bahwa majalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi peningkatan kualitas pada edisi-edisi berikutnya. Apabila pembaca memperoleh manfaat dari majalah ini, kami berharap pengetahuan tersebut dapat turut disebarluaskan kepada pihak lain yang membutuhkan.

Majalh dapat di unduh disini

Loading

MAJALAH ZENITH EDISI 13

Senandung puji dan syukur semoga senantiasa menjadi dzikir hati yang tak pernah berhenti. Alam dengan segala fenomena di dalamnya, seakan mau menunjukkan bahwa Sang Penciptanyalah yang benar-benar berkuasa atas segala. Sebagai manusia yang ber-Tuhan, pasti akan meyakini bahwa Tuhan mempunyai kehendak atas segala sesuatu. Tak terkecuali dengan terbitnya majalah Zenith edisi ke-XII ini. Setelah melalui berbagai tahapan penggarapan, serta setelah melewati segala bentuk kendala yang senantiasa turut serta, hingga akhirnya kami dapat menyajikan kembali kepada para pembaca setia majalah Zenith sebuah sajian nikmat dengan menu-menu segar di dalamnya.

Dalam setiap edisinya, majalah zenith selalu menyajikan bacaan tentang fenomena-fenomena yang menarik nan aktual. Tak terkecuali pada edisi ke-XII ini, pada edisi kali ini kami mengangkat sebuah tema besar, “Astrofotografi: Sebuah Solusi yang Menuai Kontroversi”. Sebuah terobosan baru dalam dunia falak yang baru-baru ini hangat dipergunjingkan. Dalam majalah ini pembaca akan diajak melanglang buana menelusuri sebuah era digitalisasi ilmu falak.

Banyak dari keperluan manusia saaat ini yang sudah bertransformasi dari dunia manual ke era digital. Tak terkecuali dengan ilmu falak. Ilmu falak yang berbasis ilmu astonomi praktis sarat dengan segala sesuatu yang menjadi piranti pendukung di dalamnya. Namun bagaimana jika pemanfaatan tekhnologi dianggap tidak sesuai bahkan bertentangan dengan Syar’i? Tentunya akan menjadi hal yang berbeda. Oleh karenanya dalam majalah ini pembaca akan disuguhkan berbagai macam wawasan dari berbagai sudut pandang. Sehingga lautan penasaran nantinya akan tercerahkan dengan tetesan pengetahuan.

Kami merasa bangga Zenith bisa tetap konsisten menyajikan kepada pembaca setia bacaan-bacaan renyah seputar Imu falak. Dengan adanya majalah Zenith diharapkan bisa menjadi rujukan serta penambah wawasan, khususnya seputar kajian-kajian ilmu falak dan astronomi. Bak penjaga wahyu, diharapkan juga majalah Zenith bisa menjaga dan melestarikan eksistensi khazanah keilmuan falak.

Tak lupa, untaian terima kasih tersampaikan kepada seluruh kru majalah Zenith serta kepada semua pihak yang turut mendukung atas terbitnya majalah ini. Tak luput juga pada para Tokoh yang telah berkenan mengirimkan karyanya kepada kru majalah Zenith. Akhirnya, majalah ini bisa sampai ke tangan pembaca semua. Selamat membaca, selamat membuka jendela dunia!

Majalah dapat diunduh disini

Loading

MAJALAH ZENITH EDISI 16

Lantunan puji syukur sudah sepatutnya kita panjatkan kepada Tuhan segenap alam yang menarik Bulan dan Matahari untuk senantiasa memberi manfaat kepada Bumi. Atas rahmat yang selalu dicurahkan, Tim Redaksi dikehendaki untuk menerbitkan majalah Zenith edisi ke XVI ini pada waktu yang telah ditentukan. Setelah melalui berbagai proses dan kendala, akhirnya majalah ini dapat kembali terbit dan menghadirkan sub bacaan-bacaan yang dapat memberikan informasi-informasi kepada pembaca perihal perkembangan Ilmu Falak.

Sebagaimana yang telah lalu, dalam setiap edisi yang diterbitkan, majalah Zenith senantiasa mencoba mengunggah fenomena-fenoma terkini tentang dunia ilmu falak yang sedang bersemi di Indonesia tak terkecuali untuk majalah edisi kali ini. Pada edisi XVI ini, Ttim Redaksi mencoba mengunggah sebuah tema tentang “Ilmu Falak menuju Unity Of Science di UIN Walisongo”. Hal ini selaras dengan dikenalnya UIN Walisongo sebagai pelopor program studi Ilmu Falak di perguruan tinggi Islam yang sekarang digadang-gadang tengah mengajukan visi sebagai Universitas Islam Riset Terdepan Berbasis pada Kesatuan Ilmu Pengetahuan untuk Kemanusiaan dan Peradaban. Sebuah cita-cita baru yang sedang di gagas untuk membawa Ilmu Falak sebagai ilmu pengetahuan yang perlu dilestarikan dan perlu dikembangkan agar senantiasa membumi di Indonesia.

Sejarah Ilmu Falak yang mulai berkembang sejalan dengan masuknya Islam di Indonesia memang masih berkutat pada masalah Arah Kiblat, Waktu Sholat, Gerhana Matahari dan Bulan, tentu membutuhkan pemikiran khusus dengan tahap-tahap yang berkelanjutan agar Ilmu Falak yang ada di Indonesia ini kembali pada tujuan awalnya yaitu sebagai Ilmu Astonomi Islam yang membahas perihal alam semesta beserta kejadian-kejadiannya tanpa mengesampingkan syariat yang ada didalamnya.

Sebagai promotor pegiat Ilmu Falak, UIN Walisongo Semarang tentu mendapat perhatian khusus, setidaknya sebagai rujukan perguruan tinggi lain dalam upaya pengembangan Ilmu Falak di tingkat universitas. Bagaimana kondisi kurikulum, dosen, serta sarana-prasarana yang ada di UIN Walisongo apakah sudah memenuhi standar pengembangan atau masih dalam tahap perbaikan. Dalam majalah ini disajikan berbagai fakta dan pendapat dari berbagai sudut pandang yang akan memberikan informasi dan wawasan bagi para pembaca mengenai perkembangan Ilmu Falak menuju Unity Of Science atau kesatuan ilmu pengetahuan. dengan demikian diharapkan akan dihapuskannya dikotomi ilmu pengetahuan antara ilmu agama dan ilmu umum, karena hakekat ilmu adalah satu kesatuan yang saling mendukung dan berkaitan.

Dengan terbitnya majalah Zenith edisi ke XVI ini, Tim Redaksi mengharapkan dapat menjadi rujukan dan wawasan bagi para pembaca untuk memahami dan melestarikan Ilmu Falak di Indonesia. Tak lupa ucapan terimakasih tersampaikan kepada segep kru majalah Zenith yang telah berupaya dan berusaha untuk menerbitkan majalah ini. Tidak hanya itu, ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada para tokoh dan segenap pembaca yang berkenan mengirimkan tulisan dan karyanya kepada kru majalah Zenith. Tentu kami menyadari majalah ini masih jauh dari kata baik, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat kami butuhkan guna perbaikan untuk majalah edisi selanjutnya. Selamat membaca…

Majalah dapat diunduh disini

Loading

KEGIATAN PENANAMAN BIBIT MANGROVE CSSMoRA UIN WALISONGO SEMARANG

Pada hari Minggu, 31 Mei 2026, Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) CSSMoRA UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan penanaman bibit mangrove yang bertempat di Pantai Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 50 peserta yang terdiri dari anggota CSSMoRA UIN Walisongo Semarang serta mahasiswa umum.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan berbagai pihak, di antaranya Kelompok Tani Mangrove Lestari, Soto Sawah Mbak Tutik, Warmindo Pitulimo, dan Ulil selaku Alumni WSC. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan dari awal hingga akhir.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari para narasumber. Sambutan pertama disampaikan oleh Awalul Farhan Yestra selaku penanggung jawab kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program penanaman mangrove ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus wujud kepedulian terhadap lingkungan pesisir. Ia menjelaskan bahwa Pantai Mangunharjo merupakan salah satu kawasan yang rentan terhadap ancaman abrasi, sehingga diperlukan upaya nyata untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan di wilayah tersebut. Selain itu, ia juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan di kalangan mahasiswa, khususnya para peserta yang hadir.

Sambutan kedua disampaikan oleh Khafid selaku Ketua Kelompok Tani Mangrove Lestari. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Kelompok Tani Mangrove Lestari telah berdiri sejak tahun 1998. Pembentukan kelompok tersebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi wilayah pesisir yang saat itu mengalami ancaman abrasi cukup serius. Berangkat dari kondisi tersebut, kelompok ini berupaya melakukan penanaman dan pelestarian mangrove secara berkelanjutan guna mengurangi dampak abrasi yang semakin meluas.

Beliau juga menyampaikan bahwa hingga saat ini kawasan mangrove yang telah berhasil ditanami dan dikelola mencapai kurang lebih 30 hektar. Sebagian besar pengembangan kawasan tersebut didukung oleh berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan organisasi yang secara rutin melaksanakan kegiatan penanaman mangrove sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian lingkungan pesisir.

Setelah sesi sambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove secara langsung di area pesisir Pantai Mangunharjo. Pada kegiatan ini, peserta bersama-sama menanam sebanyak 300 bibit mangrove yang telah disiapkan sebelumnya. Sebelum proses penanaman dimulai, peserta mendapatkan arahan singkat mengenai teknik penanaman yang benar agar bibit yang ditanam memiliki peluang tumbuh yang baik.

Proses penanaman berlangsung selama kurang lebih satu jam. Meskipun kondisi pantai pada saat itu sedang mengalami pasang, hal tersebut tidak mengurangi semangat para peserta untuk tetap mengikuti kegiatan hingga selesai. Dengan saling bekerja sama, seluruh bibit mangrove berhasil ditanam sesuai target yang telah ditentukan.

Secara keseluruhan, kegiatan penanaman mangrove ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan pesisir, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi peserta untuk memahami pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai benteng alami dalam mengurangi dampak abrasi dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Loading

Mengamati Semesta dari Dekat: Keseruan Astro Observatory CSSMoRA UIN Walisongo

Di bawah hamparan langit malam yang menyimpan keindahan dan misteri, pada hari Sabtu hingga Minggu, 16–17 Mei 2026, Divisi P3M CSSMoRA UIN Walisongo Semarang berkolaborasi dengan Kawakib Institute menyelenggarakan kegiatan Astro Observatory. Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta dari kalangan mahasiswa UIN Walisongo Semarang dan bertempat di Lembah Nirwana. Mengusung tema “Menyikapi Tabir Langit Melalui Observasi Astronomi”, kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung sekaligus memperkenalkan cara memahami fenomena langit melalui pendekatan ilmiah.

Rangkaian acara resmi dimulai pada pukul 16.00 WIB yang dipandu oleh Nur Ilhani selaku MC. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Arinal Haqqa. Selanjutnya, sambutan pertama disampaikan oleh Ketua CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Asyraf Zofir Wafa, yang menyampaikan apresiasi kepada Kawakib Institute atas kolaborasi yang terjalin. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program astronomi sebelumnya, yaitu Astro Hiking dan Astro Camp.

Sambutan kedua disampaikan oleh Pembina Kawakib Institute, Dr. KH. M. Basthoni, S.H.I., M.H.I., yang mengapresiasi CSSMoRA atas kepercayaan yang kembali diberikan dalam kolaborasi ini. Ia juga berbagi pengalaman pada kegiatan sebelumnya serta berharap pelaksanaan kali ini dapat didukung oleh kondisi cuaca yang baik. Sambutan berikutnya disampaikan oleh alumni CSSMoRA, Unggul Suryo Ardi, M.H., yang menyampaikan bahwa materi astronomi seperti ini tidak selalu didapatkan di bangku kuliah, sehingga kegiatan ini menjadi kesempatan belajar yang berharga. Rangkaian pembukaan ditutup dengan doa.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian ibadah, istirahat, serta persiapan menuju sesi inti pada malam hari. Memasuki malam hari, setelah pelaksanaan sholat Isya berjamaah, kegiatan inti dimulai dengan penyampaian materi.

Materi pertama disampaikan oleh Fiya Faridatul Afidah, S.H. mengenai pemasangan SQM (Sky Quality Meter) dan teknik pengambilan data langit. Peserta dikenalkan pada fungsi alat, cara pemasangan, serta bagaimana membaca data kualitas langit yang dihasilkan.

Materi kedua disampaikan oleh Malik Alfaqih, S.H. yang membahas astrofotografi dan teknik light painting. Dalam sesi ini, peserta mempelajari dasar pengambilan foto langit malam serta teknik kreatif untuk menghasilkan visual yang menarik.

Materi selanjutnya disampaikan oleh pembina Kawakib Institute mengenai pengoperasian Seestar dan teknik pengambilan objek-objek langit. Peserta diajak memahami cara menentukan objek yang akan diamati serta penggunaan alat observasi modern untuk mendukung proses tersebut.

Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan. Peserta mencoba mengoperasikan alat, melakukan pengamatan, serta mengambil data dan foto objek langit sesuai dengan materi yang telah dipelajari. Kegiatan malam berlangsung dengan suasana antusias dan penuh rasa ingin tahu.

Pada pagi hari, setelah sholat Subuh berjamaah dan sarapan bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengolahan data hasil observasi yang kembali dipandu oleh Fiya Faridatul Afidah, S.H. Dalam sesi ini, peserta belajar memahami dan mengolah data yang telah dikumpulkan pada malam sebelumnya.

Menjelang akhir kegiatan, peserta melakukan persiapan untuk kembali. Acara kemudian ditutup dengan penutupan resmi dan kepulangan bersama.

Secara keseluruhan, kegiatan Astro Observatory berjalan dengan lancar dan memberikan pengalaman baru bagi peserta, baik dalam memahami teori maupun praktik observasi langit secara langsung

Loading

Satu Langkah Luar Biasa, Jurnalistik CSSMoRA UIN Walisongo Sukses Rilis Buku & Majalah Baru

Pada hari Sabtu, 16 Mei 2026, bertempat di Pendopo Kwarcab Kota Semarang, telah dilaksanakan kegiatan launching Majalah Zenith dan buku yang diselenggarakan oleh Divisi Jurnalistik CSSMoRA UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini menjadi momen penting sebagai hasil dari proses panjang penyusunan dan produksi karya jurnalistik oleh kru Majalah Zenith.

Acara diawali dengan pembukaan yang di dalamnya terdapat rangkaian sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Departemen Jurnalistik, Muhamad Mahmud Sidik. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh kru Majalah Zenith yang telah berkontribusi dari awal hingga akhirnya majalah dapat diterbitkan dan diluncurkan tepat waktu.

Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Asyraf Zofir Wafa. Ia memberikan apresiasi kepada kru Majalah Zenith dan Divisi Jurnalistik yang telah mengupayakan terbitnya majalah ini, serta berharap karya yang dihasilkan dapat terus berkembang dan memberi manfaat.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi launching yang ditandai secara simbolis melalui pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo Semarang. Momen ini menjadi tanda resmi diluncurkannya Majalah Zenith dan buku kepada publik.

Selanjutnya, diumumkan penghargaan Best Writer of the Year yang diberikan kepada dua penulis terbaik, yaitu Arifin Faturohman (anggota CSSMoRA angkatan 2025) dan Zahwa Kamila (anggota angkatan 2024). Penilaian didasarkan pada kontribusi mereka dalam pengiriman tulisan ke web CSSMoRA serta konsistensi sebagai peraih Best Writer bulanan.

Setelah rangkaian acara formal selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pentas seni dari kru Majalah Zenith. Penampilan dimulai dengan pembacaan puisi oleh Irfan dan Arifin, kemudian dilanjutkan dengan story telling oleh Saja. Selanjutnya, puisi berantai dibawakan oleh Zainudin, Surur, Alam, Tamam, dan Laode. Rangkaian pentas seni ditutup dengan penampilan menyanyi oleh Farida dan Tamam.

Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah berupa makan siang bersama yang diikuti oleh seluruh peserta. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, didukung oleh antusiasme seluruh pihak yang terlibat.

Loading