
SEMARANG – Suasana keakraban dan semangat berorganisasi menyeruak di YPMI Al-Firdaus, Kota Semarang, selama dua hari beruntun pada Sabtu hingga Ahad (12–13/9/2026). Community of Santri Scholars Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Walisongo Semarang berkumpul untuk menggelar Musyawarah Kerja (Musker) tahunan. Perhelatan ini menjadi momentum krusial bagi pengurus dan anggota dalam merumuskan, mematangkan, serta menetapkan garis-garis besar program kerja yang akan menjadi kompas pergerakan organisasi selama satu periode ke depan.
Tak hanya dihadiri oleh anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo, kegiatan ini juga terasa istimewa dengan hadirnya delegasi perwakilan dari CSSMoRA Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) dan CSSMoRA Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kehadiran saudara seperjuangan antar-kampus ini menambah hangat atmosfer musyawarah, sekaligus memperkuat jalinan silaturahmi dan sinergi kolektif antar-instansi CSSMoRA di wilayah Semarang.
Rangkaian kegiatan diawali secara khidmat melalui prosesi pembukaan pada Sabtu pagi. Usai serangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars CSSMoRA, serta penyampaian sambutan-sambutan, dinamika organisasi mulai bergelora saat forum melangkah ke agenda Sidang Pleno 1.
Dalam ruang sidang yang penuh dialektika, para peserta dengan antusias membahas dan menguji rumusan agenda kegiatan serta Tata Tertib (Tatib) sidang. Diskusi hangat namun tetap beretika mewarnai proses pemilihan Presidium Sidang Tetap yang bertugas memandu jalannya persidangan, hingga akhirnya ditutup dengan penetapan urutan pemaparan program kerja bagi tiap-tiap departemen.
Memasuki Sidang Pleno 2, atmosfer persidangan menjadi kian hidup dan substansial. Satu per satu departemen maju ke hadapan forum untuk memaparkan rancangan program kerja unggulan yang telah dirancang. Berbagai gagasan inovatif, mulai dari penguatan kapasitas akademik, pemberdayaan sosial masyarakat, hingga optimalisasi media diuji secara kritis oleh para peserta. Pertanyaan, tanggapan, serta masukan konstruktif berseliweran di dalam ruang sidang, mencerminkan tingginya kepedulian para kader terhadap kemajuan organisasi.
Setelah melalui pembahasan maraton yang menyita energi dan pikiran, seluruh rangkaian sidang bermuara pada Sidang Paripurna. Diiringi ketukan palu presidium sidang yang mantap, forum secara resmi menetapkan dan mengesahkan seluruh rancangan program kerja dari tiap departemen menjadi ketetapan organisasi yang sah dan mengikat pada hari Ahad, 13 September 2026. Gemuruh tepuk tangan dan rasa lega memenuhi ruangan saat dokumen hasil musyawarah disahkan secara bersama.
Penutupan Musker 2026 di YPMI Al-Firdaus ini tak sekadar menjadi penanda berakhirnya proses persidangan, melainkan awal dari langkah nyata pergerakan CSSMoRA UIN Walisongo Semarang. Dengan program kerja yang kini telah disahkan, seluruh anggota berkomitmen untuk menjaga soliditas dan membawa nama baik mahasantri dalam berkontribusi nyata bagi kampus, masyarakat, dan bangsa.
![]()







