Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Walisongo menggelar adanya kegiatan Pengukuran Arah Kiblat Gedung Baru IsDB bersama Prodi Ilmu Falak Fakultas Syariah & Hukum di seluruh Musala Gedung Rektorat Kampus 3 UIN Walisongo Semarang yang meliputi Mushala Mini Lantai 1, Mushala Utama Lantai 2 dan Mushala Mini Lantai 3 pada hari Kamis (09/12/2021) Pukul 09.00 WIB.
Dalam pemberian pengarahan dari Pengelola PBSB (Proram Beasiswa Santri Berprestasi) sekaligus Ketua Jurusan Prodi Ilmu Falak Fakultas Syariah & Hukum UIN Walisongo, Dr. Moh. Hasan, M.Ag menyampaikan harapan besarnya atas nilai kemaslahatan yang akan tercapai atas terselenggarakannya kegiatan ini.
Ahmad Syifa’ul Anam, M,S.I selaku dosen pendamping lapangan saat proses pengukuran berlangsung turut memberikan komentar atas terselenggaranya kegiatan ini, “Saya sangat sepakat dan senang teman-teman bisa melakukan kegiatan ini untuk membantu teman-teman lain yang melakukan ibadah dengan lebih yakin dan lebih menentramkan karena sudah diukur oleh ahlinya. Semoga ini bisa menjadi pengalaman yang bagus untuk teman-teman bahwa pengukuran kiblat juga memiliki tantangan tersendiri dari faktor lapangan,perhitungan, konsep termasuk berbagai rintangan dan halangan. Maka saya ucapkan terima kasih dan sayasangat mengapresiasi teman-teman falak, silahkan dikembangkan.”
Seluruh peserta pengukuran arah kiblat ini sangat bersemangat dan merasa antusias selama kegiatan berlangsung. Menurut Siti Arina Yusuf, salah satu peserta kegiatan ini mengaku sangat senang karena banyaknya pengetahuan baru yang ia peroleh. “Mudah-mudahan kegiatan seperti ini selanjutnya bisa terselenggara lagi agar kita semua dapat belajar bersama dalam praktik pengukuran arah kiblat di lapangan.”
Semarang-CSSMoRA UIN Walisongo Semarang mendapat kesempatan mengukur arah kiblat di 8 gedung baru kampus 3 UIN Walisongo Semarang (Gedung ICT Library, Planetarium, gedung rektorat, gedung perkuliahan fakultas syariah dan hukum, fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan, fakultas sain dan teknologi, fakultas ilmu sosial dan humaniora, serta laboratorium terpadu) pada Kamis, 9 Desember 2021
Kegiatan tersebut diinisiasi langsung oleh bapak pengelola PBSB sekaligus kaprodi Ilmu Falak beserta jajaran dosen falak lainnya. Dalam pelaksanaannya, kaprodi ikut melibatkan mahasiswa CSSMoRA yang dibagi dalam 8 kelompok dengan masing-masing didampingi oleh 8 dosen falak.
Para mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, sekaligus sebagai pengabdian dan juga pengaplikasian atas ilmu yang telah didapatkan. Dengan bantuan alat Mizwalah, Theodolit dan Istiwa’ain arah kiblat di 8 gedung baru tersebut bisa diketahui dengan menempel stiker arah sebagai penanda arah kiblatnya.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh bapak pengelola PBSB UIN Walisongo, Moh. Khasan, M. Ag didepan kantor Fakultas Syariah dan Hukum sekaligus briefing sebelum pengukuran dimulai. Dalam briefing kegiatan tersebut, pengelola PBSB berharap agar nantinya mahasiswa angkatan 2018 yang boleh dikatakan paling senior mampu merangkul adek-adek dibawahnya sehingga bisa mendapat pengalaman terkhusus buat mahasiswa baru semester 1.
Kegiatan tersebut ditutup yang ditandai dengan sesi foto bersama.
Semarang – Perwakilan anggota CSSMoRA UIN Walisongo ikut menyambut kedatangan tamu terhormat di Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Bapak Dr. KH. M. Amin Haedari, M.Pd. yang merupakan mantan Direktur PD Pontren Kemenag RI dan sekaligus salah seorang pencetus PBSB di UIN Walisongo Semarang pada hari ini, Minggu (12/12/2021).
Kedatangan beliau disambut dengan hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag. beserta istri di kediaman beliau.
Kunjungan beliau ke Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah berawal dari amanah pengasuh pondok kepada sebagian mahasantri PBSB Ilmu Falak agar menemui beliau di hotel karena beliau sedang berkegiatan di Semarang. Ketika bertemu dengan para santri. Akhirnya beliau memutuskan untuk langsung berangkat ke Pesantren Life Skill Daarun Najaah yang semalam sudah direncanakannya sekaligus melepas rindu dengan pengasuh yang merupakan teman lama beliau di kemenag RI.
Di hadapan para santri Life Skill Daarun Najaah, Beliau bercerita mengenai sejarah singkat prodi Ilmu Falak di UIN Walisongo Semarang yang dulunya hanya sebagai mata kuliah 4 SKS saja.
“Menurut saya, Ilmu Falak itu sangatlah perlu dikembangkan, kita melihat semakin hari orang-orang berilmu berkurang karena diangkat ilmunya dengan diwafatkan oleh Allah SWT“.
Beliau juga bercerita terkait awal mulanya PBSB Falak di UIN Walisongo Semarang, kala itu di Pondok pesantren milik KH. Masrusi akan mengadakan sebuah pelatihan falak dengan narasumber salah seorang ahli falak muda kala itu yang sekarang kita kenal, Dr. KH Ahmad Izzuddin, M, ag.
“Waktu itu kita kesulitan mencari siapa narasumber untuk pelatihan falak, tetapi ketika saya ingat waktu itu ada seseorang yang pernah mengukur arah kiblat di LFPBNU yang secara langsung ditashih (dibenarkan) oleh ahli falak Senior, bapak kyai Slamet Hambali. Maka dari itu kita memanggil Pak Izzuddin sebagai narasumber di pelatihan itu“, kata beliau dihadapan para santri Life Skill Daarun Najaah.
Dari pelatihan itu, diakhir tahun 2006, ada usulan kepada Prof. Dr. Qodri Azizi (Dirjen Bimas Islam) untuk diadakan beasiswa jurusan Ilmu Falak, kemudian Dr. KH. Amin Haidati diperintahkan untuk mengadakan beasiswa santri berprestasi (PBSB), kemudian di awal tahun 2007 awal mula lahirnya PBSB Di UIN Walisongo Semarang.
Setelah bertemu dan memberikan motivasi kepada para santri, akhirnya beliau bersama dengan keluarga pengasuh berangkat meninggalkan pondok dan menuju ke kampus 3 UIN Walisongo semarang.
Temu alumni merupakan acara rutinan tiap tahun yang diadakan oleh CSSMoRA. Acara tersebut merupakan salah satu acara dalam rangkaian dies natalis ke 14 CSSMoRA UIN Walisongo. Temu alumni diadakan pada tanggal 3 Desember 2021 dan dimulai tepat pukul 19.30 WIB, dengan tema “One Moment with Thousand Memories CSSMoRA UIN Walisongo”. Tema tersebut diambil dengan harapan, adanya acara temu alumni bisa mengenang kembali memori-memori kenangan yang dulu bersama para alumni CSSMoRA.
Didalam rangkaian acara temu alumni juga mengadakan tahlilan dan doa bersama untuk kakak-kakak alumni CSSMoRA yang sudah pergi mendahului kita. Sebagai bentuk bukti kepedulian dan menjaga ukhuwah keluarga besar CSSMoRA UIN Walisongo.
Selain itu, dalam menjaga keharmonisan dan kekeluargaan, bapak Eman yang merupakan pengelola pertama PBSB juga ikut hadir dalam acara temu alumni. Sehingga acara tersebut membawa nuansa kembali pada memori dahulu. Ditambah dengan share to care yang dipimpin oleh Kak Raji CSSMoRA angkatan 2010. Temu alumni semakin terkesan ketika para kakak-kakak alumni satu persatu mewakili per angakatan menceritakan masa-masa selama masih menjadi anggota aktif CSSMoRA dan juga masa pengabdiannya.
“Bersyukur karena adanya temu alumni dan ini bisa jadi tolak ukur sejauh apa perkembangan ilmu Falak maupun pondok pesantren dan sharing terkait hal pengabdian sata mengabdi 2018 dan langsung lanjut s2. Dimasa pengabdian kita betul-betul terjun dan meluangkan waktu. Setiap alumni yang mau mengabdi bisa diberikan beberapa tugas dan nanti baru seiring waktu baru dikasih kepercayaan khusus“. Ujar Riza Afrian Mustaqim.
Chusainul Adib dalam share to care menyampaikan pesannya untuk teman-teman CSSMoRA “dimanapun tempat kita berkiprah Insyaallah prinsipnya memberikan manfaat kepada orang lain“.
Acara tersebut ditutup dengan foto bersama untuk kenang-kenangan dalam acara temu alumni.
Semarang-Salah satu rangkaian Dies Natalis ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Donor Darah yang dilaksanakan pada tanggal 27 November 2021 bertempat di YPMI (Yayasan Pembina Mahasiswa Islam) Pondok Al-Firdaus di Bukit silayur permai, desa duwet rt/rw 02/04 ngaliyan, Semarang.
Acara ini dibuka untuk umum, yang mana pesertanya tidak hanya dari anggota CSSMoRA UIN Walisongo, akan tetapi juga banyak dari kalangan santri dan mahasiswa YPMI Al-Firdaus dan masyarakat umum sekitar pondok yang ikut berkontribusi.
Bekerjasama sama PMI Kota Semarang dan KRS UIN Walisongo, donor darah kali ini diikuti lebih dari 40 orang calon pendonor, akan tetapi yang lolos tes pengecekan dan bisa ikut berdonor 21 orang. Penyebab karna tidak sesuai syarat yang di tetapkan seperti Homoglobin (HB) yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah.
Andina Ulfah Suswanto mahasiswi UIN Walisongo Semarang prodi Manajemen Dakwah salah satu peserta donor darah mengatakan bahwa dia mengikuti donor darah dengan harapan bisa bermanfaat juga bisa membantu sesama, karna setetes darah kita sangat berarti bagi orang lain, Andina juga menambahkan bahwa kemarin itu merupakan pertama kalinya dia mengikuti donor darah, Setelahnya dia merasa lebih enteng,walaupun kemarin sempat merasakan sedikit pusing dan lemas akan tetapi donor darah itu banyak manfaat nya.
Hamjan A Ranselengo selaku ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo yang juga merupakan salah satu partisipan yang ikut donor darah memberikan tanggapan yang dia rasakan setelah donor Alhamdulillah baik baik saja, akan tetapi awalnya merasa sedikit tegang karena baru pertama kalinya. Alasan dia mengikuti donor untuk membantu sesama selain itu juga bermanfaat untuk kesehatan sendiri. Dia selaku ketua CSSMoRA mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh teman-teman dan masyarakat yang sudah antusias mengsukseskan acara donor darah ini. karena ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kita terhadap sesama serta semoga menjadi ladang amal bagi kita semua. dan semoga membawa manfaat terhadap diri kita sendiri aamiin yaa robbalalamiin.
Semarang, Dalam rangkaian Dies Natalis ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Talk Show yang dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2021 menjadi puncak dari rangkaian Dies Natalis secara online melalu zoom cloud meeting.
Dalam acara ini panitia mengusung tema Falak, yaitu “Implementasi Kriteria Jakarta 2017”, dan mengundang beberapa narasumber luar biasa diantaranya yakni KH. Ahmad Izzuddin selaku ketua asosiasi dosen Falak Indonesia (Asfi) yang pada kesempatan kali ini menyampaikan materi dalam perspektif fikih, kemudian pak KH. Slamet Hambali selaku wakil ketua LFPBNU yang menyampaikan materi dalam perspektif Nahdhatul ulama, selanjutnya ada pak Thomas selaku kepala lapan pada tahun 2014 -2021 yang membawakan materi menurut perspektif Astronomi, juga pak H. Ismail Fahmi selaku Kasubdit Hisab Rukyat yang membawakan materi menurut perspektif Kementrian Agama, dan yang terakhir H. Syarief Ahmad Hakim selaku wakil ketua dewan hisab rukyat PP Persih yang membawakan materi menurut perspektif Persih. Dan acara talk show ini di pandu oleh moderator yang juga merupakan alumni CSSMoRA UIN Walisongo Semarang tahun 2008 sekaligus dosen UIN Walisongo yakni bapak Nur Hidayatullah.
Acara talk Show Nasional yang di gelar sebagai puncak Dies Natalis ke-14 ini di buka untuk umum, yang mana pesertanya tidak hanya dari anggota CSSMoRA UIN Walisongo, akan tetapi juga banyak dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum juga dosen di luar UIN Walisongo.
Dalam acara Talk Show Nasional ini juga mengundang Bapak Waryono Abdul Ghofur selaku Direktur PD PONTREN sebagai Keynot Speaker, namun karena beliau berhalangan hadir sehingga hanya bisa ikut bergabung sebentar dan mewakilkan Keynot Speaker beliau ke bapak basnang said selaku Kasubdit… dimana dalam kesempatan kali ini menyampaikan selamat atas terselenggaranya acara Dies Natalis yang ke-14. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pengelola. dan titipan dari bapak dirjen bahwa “Mahasantri pbsb ini tidak sama dari mahasiswa lainya karena memili gelar berprestasi sehingga gelar inilah yang harus dipertahankan, oleh karenanya prestasi baik akademik maupun non akademik harus di tunjukkan kualitasnya”. Sehingga beliau berharap bahwa kampus kampus ini di warnai oleh Mahasantri pbsb yang bisa menduduki kursi Dema dll, tidak hanya besar di dalam tempurung. Beliau juga berharap bahwa 4 tahun ini digunakan dengan baik, dengan melatih skill terutama dalam kepemimpinan, bahwa IPK itu merupakan salah satu indikator keberhasilan tapi sesungguhnya indikator yang mengantarkan menjadi orang sukses adalah keberadaan, pengalaman dan juga berorganisasi, karena pengalaman pengalaman itu yang didapatkan dikampus. Beliau juga berharap bahwa Mahasantri harus menguatkan bahasa asing karena kemungkinan pada 2022 LPDP akan di kelola oleh kementerian agama. Dalam aturan yang belum tertulis tapi ada komitmen ingin melanjutkan ke jenjang S2 dan S3 maka bisa menunjukkan ke kementerian agama dan pengabdiannya bisa dimanapun asalkan tetap menjalin silaturahmi dengan pondok asal. Beliau juga menggagas beasiswa S1 bisa melanjutkan S2 dengan harapan dapat mengabdikan diri dan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, memanfaatkan waktu dengan baik. Terakhir beliau memberikan pesan untuk bijak dalam ber medsos, kuatkan literasi, sayangi masa depanmu jangan seenaknya memposting hal hal yang bisa merusak masa depan. Kecerdasan tidak penting dalam sebuah bangsa, dalam konteks bahwa negara membutuhkan orang yang cerdas tetapi pada sisi yang lain lebih membutuhkan orang yang loyal terhadap bangsa, lebih baik bila tidak ada pilih memilih orang yang biasa saja tetapi loyal yang kemudian bisa di didik menjadi pintar. Kecerdasan memang terdepan tapi tetap harus ada komitmen dan mencintai tanah air. Beliau juga sering menyampaikan kepada ketua CSSMoRA untuk mempertimbangkan kembali kata CSSMoRA tidak apa apa lagu dan lain lainnya tetap, tetapi dalam praktek admistrasi surat menyurat menggunakan aturan presiden dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar termasuk organisasi, apalagi kita bagian kementerian agama bagian dari negara. Beliau berharap sebelum pergantian pengurus CSSMoRA Nasional sudah tercetuskan nama agar bisa segera diwujudkan. Pesan terkhusus untuk angkatan 2018 agar segera menyelesaikan pendidikan nya karena negara tidak akan menanggung bila tidak lulus tetap waktu, karena negara tidak mau menanggung bila tidak selesai pada semester 8. Sebagai penutup sambutannya mengucapkan selamat harlah CSSMoRA, dari CSSMoRA lahir pemimpin yang bangsa hebat yang diantara dari jurusan Ilmu Falak. Ilmu Falak adalah ilmu sepanjang masa, maka perinovasilah agar Ilmu Falak cakupannya lebih luas.
Tak lupa bapak Moh Hasan selaku pengelola pbsb UIN Walisongo Semarang Dalam sambutannya beliau mengatakan Bahwa banyak doa, harapan serta ucapan dari para guru, kiyai serta pembina dan yang lainnya silahkan hal ini diresapi dicatat dengan baik dan di implementasikan, beliau juga mengapresiasi panitia juga pengurus yang telah berjibaku sehingga acara ini terlaksa dengan baik meskipun ada sedikit kendala, beliau juga mengungkapkan Terima kasih banyak kepada kementerian agama yang sampai saat ini masih memberikan dukungan yang luar biasa, dan semoga bisa menjadi berkah untuk teman teman yang belajar di UIN Walisongo melalui jalur PBSB, beliau juga mengatakan sebagai mukhasabah kita harus bisa melakukan peningkatan kwalitas diri melalu prestasi, organisasi dan kegiatan akademik ilmiyah. Selain itu salah satu inisiasi untuk meningkat kwalitas diri beliau telah mengusulkan Beasiswa lanjut dari S1 ke S2 dan S3, semoga dari kementerian agama bisa merealisasikan ini. Beliau juga menunggu teman teman CSSMoRA UIN Walisongo mengelakkan sayapnya lebih luas dan tinggi sebagaimana tema dari acara Dies Natalis
Hamjan selaku ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo Dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan adanya acara Talk Show ini di harapkan bisa membuka wawasan teman-teman dan bisa menjawab bagaimana jika kriteria rekomendasi Jakarta ini di terapkan. Dan dengan diadakannya Talk Show Nasional ini sebagai puncak Dies Natalis CSSMoRA yang ke-14 yang menandakan bahwa sekarang CSSMoRA sudah berumur 14 tahun sejak berdirinya pada tahun 2007.
Menurut Fadhil, selaku ketua panitia dari Talk Show Nasional, acara ini sangat bagus, karena hal ini menunjukkan jati diri kita selaku CSSMoRA UIN Walisongo jurusan ilmu Falak yang menjadi ciri khas kita. Harapan kedepannya anggota CSSMoRA semakin dewasa dan matang, dan ke CSSMoRA nya tidak hanya di pegang, juga bisa mengimplementasikan loyalitas tanpa batas
Acara Talk Show Nasional ini dimulai dari jam 08.30 – 12.00 dengan akhir acara di umumkan nya pemenang lomba cerpen yang di menangkan oleh
☆ Juara 1
“Hidangan Terbaik untuk Presiden”
(Oleh: Iqbal Hasyim)
☆ Juara 2
“Mengidam”
Karya : Cinta Maulida Azbi
☆ Juara 3
“Mantini”
Karya: Eko Setyawan
☆ Juara Favorit
“Sebelum Hujan Reda”
Karya: Matahari
Semarang 9/12/2021-Telah diaksankan kegiatan pengukuran arah kiblat, yang diselenggarakan oleh Puskala Falak bekerjasama dengan CSSMoRA UIN Walisongo Semarang. Kegiatan yang dilaksankan pada bangunan-bangunan baru tersebut bertujuan untuk mengetahui posisi arah kiblat yang tepat dan akurat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 9 Desember 2021 pada pukul 09.00 WIB yang dibuka langsung oleh Kepala Jurusan Ilmu Falak yaitu Bapak Moh. Khasan. Beliau mengatakan kegiatan pengukuran arah kibat tersebut didampingi oleh beberapa dosen Ilmu Falak guna untuk mengarahkan mahasiswa dalam mengukur dan menentukan arah kiblat yang tepat.
Pelaksanaan pengukuran arah kiblat difokuskan pada delapan gedung baru, salah satunya di gedung ISH (Ilmu Sosial dan Humaniora). Pengukuran pada gedung ini dilakukan oleh kelompok lima yang beanggotakan, Nuril Fathoni Hamas, Hamjan A. Ranselengo, Abdul Wahid, Husain As-Sajad, Ridhayana dan Septriani Anggari Kasih dengan dosen pendamping Bapak M. Ihtirozun Ni’am. Gedung yang memiliki tiga lantai ini, memiliki satu mushala di setiap lantainya.
Pengukuran ini menggunakan alat falak multifungsi yakni al-Muroba’ karya M. Ihtirozun Ni’am selaku dosen Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang. Uniknya, pengukuran menggunakan alat Al-Murobba’ ini berbeda dengan alat lain, biasanya pada alat lain satuan yang digunakan satuan derajat namun alat ini menggunakan satuan centi karena bentuknya yang berupa persegi.
Pada gedung ini nilai Lintang Tempat sebesar -06°59’00.97” dan nilai Bujur Tempat 110°23’30.38” yang dihitung menggunakan program Excel karya Nuril Fathoni Hamas kemudian dihasilkan data Azimuth Kibat = 294°30’24” (posisi angka arah kiblat 4.56 cm titik Barat) dan Azimuth matahari = 132°57’56” (posisi angka bayangan 9.31 cm titik Barat).
Teknis pengukuran arah kiblat dimulai dari lantai satu menggunakan bantuan sinar Matahari, dengan memposisikan angka bayangan Matahari pada alat al-Muroba’ kemudian ditarik benang sesuai angka arah kiblat. Perhitungan yang dilakukan disetiap lantai menghasikan hasil yang berbeda, dengan hasil pada lantai satu memiliki kemiringan dengan garis lantai sebesar 3°26’23.53” lantai 2 sebesar 9°36’3.39” dan lantai 3 sebesar 11°26’42.23”. Menurut Pak Ihtirozun Ni’am perbedaan tersebut disebabkan oleh posisi lantai yang tidak sepenuhnya sejajar.
“kalau kita lihat hasilnya dari pengukuran setiap lantainya menghasilkan kemelencengan dengan garis lantai yang berbeda-beda. Perbedaan hasil tersebut kemungkinan disebabkan oleh posisi lantai yang kurang presisi. Jadi perlu diukur disetiap lantainya untuk mendapatkan hasil yang tepat dan akurat”, ujar Pak Ni’am.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Puskala Falak berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan seluruh peserta yang riang gembira.
Pusat Kajian Lapangan Falak Universitas Islam Negeri Walisongo (Puskala Falak) melaksanakan pengukuran arah kiblat di beberapa gedung yang baru selesai dibangun. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh Universitas Islam Negeri Walisongo.
“Kami melaksanakan pengukuran arah kiblat di gedung baru UIN Walisongo ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat secara umum, dan kampus secara khusus.” Ujar Zulfian Wanandi selaku ketua kelompok empat yang melakukan pengukuran.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis (12/9), pukul 09.00-12.00 WIB. Puskala Falak UIN Walisongo bekerjasama dengan Community of Santri Scholar of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Walisongo Semarang dalam melakukan pengukuran arah kiblat mushola yang terdapat di gedung-gedung tersebut.
Pengukuran dilakukan pada delapan belas ruang musholla di delapan gedung yang baru dibangun, yaitu: Gedung Perpustaakaan dan PTIPD, Planetarium, Gedung Fakultas Syari’ah dan Hukum, Gedung Rektorat, Gedung Fakutas Sains dan Teknologi, Gedung Laboratorium Terpadu, Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora.
Ada 54 orang yang melakukan pengukuran yang terbagi ke dalam 8 kelompok yang rata-rata terdiri dari 6 mahasiswa dan 1 dosen ilmu falak. Kiblat tiga Mushola di gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan diukur oleh kelompok empat yang terdiri dari 1 dosen falak, Dr. Ahmad Adib Rofiuddin, M.Si. sebagai Dosen Pendamping Lapangan dan 6 mahasiswa: Zulfian Wanandi sebagai ketua, Andi Evan Nisastra, Rustika Bakti, Imroatur Rosyidah, Siti Qurrotul A’yun, dan Abdul Azzam sebagai anggota.
Semarang-Dalam rangka memeriahkan Dies Natalies ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo Semarang , Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs UIN Walisongo (CSSMoRA UIN Walisongo ) mengadakan beberapa rangkaian kegiatan yang salah satunya adalah Lomba Cerpen untuk Umum yang dibuka pada hari Senin (22/11/2021).
Acara Ini diadakan secara Online, berlangsung selama sembilan belas hari mulai dari pembukaan pendaftaran pada tanggal 22 November, pengumpulan karya pada tanggal 22 November- 7 Desember, masa penjurian pada tanggal 8-10 Desember, dan pengumuman kejuaraan yang akan di umumkan dalam acara puncak Dies Natalis CSSMoRA UIN Walisongo ke-14 pada tanggal 11 Desember 2021 dan di upload lewat media sosial instagram CSSMoRA UIN Walisongo (@cssmorauinws).
Perlombaan Cerpen merupakan agenda pertama dari lima agenda yang akan dilaksanakan CSSMoRA UIN Walisongo dalam menyambut diesnatalis. Perlombaan cerpen diharapkan bisa menjadi wadah bagi para penulis-penulis untuk menyalurkan tulisannya, jika diharapkan bisa memperkenalkan CSSMoRA UIN Walisongo ke mata masyarakat yang sama sekali masih asing ditelinga mereka.
Afifah Mulya Alamasyah Anggota aktif selaku penanggung jawab lomba cerpen kali ini menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memeriahkan dan mewarnai Acara dies natalies ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo “Kami berharap dari acara ini, Dies natalis CSSMoRA UIN Walisongo bisa lebih meriah dengan mengajak orang-orang untuk ikut berpartisipasi dalam lomba ini lewat tulisan-tulisan mereka. Selain itu, kita juga berharap dengan adanya lomba cerpen ini, para penulis bisa terus mengasah dan mengekspresikan kemampuan menulisnya sehingga tidak menutup kemungkinan untuk melahirkan penulis-penulis baru yang kompeten,” kata mahasiswa PBSB 2019 asal Aceh tersebut.
Semarang-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler DR Ke-77 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang memproduksi sebuah video kreatif edukasi yang membahas mengenai “Kesetaraan Gender dalam Prespektif Islam”.
Kesetaraan gender merupakan wacana yang sudah lama didengungkan oleh banyak khalayak, mulai dari kalangan akademisi, praktisi, sampai dengan politisi atau pejabat publik. Tidak dipungkiri bahwa perempuan dan isu kesetaraan gender sampai sekarang masih menarik dan marak untuk diperbincangkan, terutama jika dihubungkan dengan wacana ke-Islam-an. Di mana perempuan dalam sejarah Islam memang memiliki posisi yang penting dalam berbagai perubahan sosial, kebudayaan, ekonomi, dan bahkan politik. Hal ini mendorong Mahasiswa KKN RDR Ke-77 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Kelompok 106 untuk mengedukasi masyarakat mengenai kesetaraan gender. Dalam video yang telah diunggah di kanal Youtube milik Kelompok 106 ini mengangkat tema relevansi kesetaraan gender dengan Al-Qur’an.
Sri Sulistyo Handayani selaku penanggung jawab Program Kesetaraan gender Kelompok 106 ini mengungkapkan bahwa tujuan dari edukasi kesetaraan gender ini yaitu untuk mengedukasi wawasan kesetaraan gender melalui perspektif Islam kepada mahasiwa /mahasiswi ataupun masyarakat lain yang masih awam mengenai hal ini. Dan ia pun berharap melalui video tersebut dapat menjadi pemahaman dan konsep yang lebih tertata mengenai kesetaraan gender. Dalam video yang berdurasi 8 menit 16 detik ini membahas tentang pengertian gender dan prinsip kesetaraan gender dalam perspektif Al-Qur’an. Dimana Al–Qur’an merupakan pedoman bagi kita baik di dunia maupun di akhirat.
Pembahasan mengenai makna dan konsep kesetaraan gender dalam prespektif agama Islam ini menggunakan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menafsirkan setiap prinsip dari kesetaraan gender itu sendiri. Menjelaskan prinsip dasar antara laki-laki dan perempuan yang mana oleh masyarakat masih tabu dalam menyikapi hal tersebut.
Begitu juga dengan pendapat dari salah satu partisipan dalam pembuatan video kreatif edukasi tersebut yang menyatakan bahwa :
“Kesetaraan gender memang perlu dipertahankan seperti ini. Karena baik laki-laki dan wanita sama saja di mata Tuhan. Pembedanya hanyalah amal dari seseorang. Pentingnya kesetaraan gender ini juga membuktikan bahwa tidak ada diskriminasi berdasarkan identitas gender mereka”, ucap Fadly Rahmadi salah satu partisipan dalam pembuatan video edukasi tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa edukasi mengenai kesetaraan gender sangatlah penting. Karena dengan adanya kesetaraan gender dapat membuktikan tidak adanya diskriminasi antara laki-laki dan perempuan.
Oleh karena itu, masalah kesetaraan gender ini dikupas dengan detail dalam prespektif Islam, kemudian diringkas menjadi sebuah video kreatif yang menarik dan layak untuk ditonton oleh semua kalangan.