Pengukuran Arah Kiblat di Gedung Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Walisongo Semarang

Pengukuran Arah Kiblat di Gedung Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Walisongo Semarang

Semarang 9/12/2021-Telah diaksankan kegiatan pengukuran arah kiblat, yang diselenggarakan oleh Puskala Falak bekerjasama dengan CSSMoRA UIN Walisongo Semarang. Kegiatan yang dilaksankan pada bangunan-bangunan baru tersebut bertujuan untuk mengetahui posisi arah kiblat yang tepat dan akurat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 9 Desember 2021 pada pukul 09.00 WIB yang dibuka langsung oleh Kepala Jurusan Ilmu Falak yaitu Bapak Moh. Khasan. Beliau mengatakan kegiatan pengukuran arah kibat tersebut didampingi oleh beberapa dosen Ilmu Falak guna untuk mengarahkan mahasiswa dalam mengukur dan menentukan arah kiblat yang tepat.

Pelaksanaan pengukuran arah kiblat difokuskan pada delapan gedung baru, salah satunya di gedung ISH (Ilmu Sosial dan Humaniora). Pengukuran pada gedung ini dilakukan oleh kelompok lima yang beanggotakan, Nuril Fathoni Hamas, Hamjan A. Ranselengo, Abdul Wahid, Husain As-Sajad, Ridhayana dan Septriani Anggari Kasih dengan dosen pendamping Bapak M. Ihtirozun Ni’am. Gedung yang memiliki tiga lantai ini, memiliki satu mushala di setiap lantainya.

Pengukuran ini menggunakan alat falak multifungsi yakni al-Muroba’ karya M. Ihtirozun Ni’am selaku dosen Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang. Uniknya, pengukuran menggunakan alat Al-Murobba’ ini berbeda dengan alat lain, biasanya pada alat lain satuan yang digunakan satuan derajat namun alat ini menggunakan satuan centi karena bentuknya yang berupa persegi.

Pada gedung  ini nilai Lintang Tempat sebesar -06°59’00.97” dan nilai Bujur Tempat 110°23’30.38” yang dihitung menggunakan program Excel karya Nuril Fathoni Hamas kemudian dihasilkan data Azimuth Kibat = 294°30’24” (posisi angka arah kiblat 4.56 cm titik Barat) dan Azimuth matahari = 132°57’56” (posisi angka bayangan 9.31 cm titik Barat).

Teknis pengukuran arah kiblat dimulai dari lantai satu menggunakan bantuan sinar Matahari, dengan memposisikan angka bayangan Matahari pada alat al-Muroba’ kemudian ditarik benang sesuai angka arah kiblat. Perhitungan yang dilakukan disetiap lantai menghasikan hasil yang berbeda, dengan hasil pada lantai satu memiliki kemiringan dengan garis lantai sebesar 3°26’23.53” lantai 2 sebesar 9°36’3.39” dan lantai 3 sebesar 11°26’42.23”. Menurut Pak Ihtirozun  Ni’am perbedaan tersebut disebabkan oleh posisi lantai yang tidak sepenuhnya sejajar.

“kalau kita lihat hasilnya dari pengukuran setiap lantainya menghasilkan kemelencengan dengan garis lantai yang berbeda-beda. Perbedaan hasil tersebut kemungkinan disebabkan oleh posisi lantai yang kurang presisi. Jadi perlu diukur disetiap lantainya untuk mendapatkan hasil yang tepat dan akurat”, ujar Pak Ni’am.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Puskala Falak berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan seluruh peserta yang riang gembira.

Share this post

Tinggalkan Balasan