WEBINAR FALAK NASIONAL DALAM RANGKA DIES NATALIS CSSMORA UIN WALISONGO KE 14

Semarang, Dalam rangkaian Dies Natalis ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Talk Show yang dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2021 menjadi puncak dari rangkaian Dies Natalis secara online melalu zoom cloud meeting.

Dalam acara ini panitia mengusung tema Falak, yaitu “Implementasi Kriteria Jakarta 2017”, dan mengundang beberapa narasumber luar biasa diantaranya yakni KH. Ahmad Izzuddin selaku ketua asosiasi dosen Falak Indonesia (Asfi) yang pada kesempatan kali ini menyampaikan materi dalam perspektif fikih, kemudian pak KH. Slamet Hambali selaku wakil ketua LFPBNU yang menyampaikan materi dalam perspektif Nahdhatul ulama, selanjutnya ada pak Thomas selaku kepala lapan pada tahun 2014 -2021 yang membawakan materi menurut perspektif Astronomi, juga pak H. Ismail Fahmi selaku Kasubdit Hisab Rukyat yang membawakan materi menurut perspektif Kementrian Agama, dan yang terakhir H. Syarief Ahmad Hakim selaku wakil ketua dewan hisab rukyat PP Persih yang membawakan materi menurut perspektif Persih. Dan acara talk show ini di pandu oleh moderator yang juga merupakan alumni CSSMoRA UIN Walisongo Semarang tahun 2008 sekaligus dosen UIN Walisongo yakni bapak Nur Hidayatullah.

Acara talk Show Nasional yang di gelar sebagai puncak Dies Natalis ke-14 ini di buka untuk umum, yang mana pesertanya tidak hanya dari anggota CSSMoRA UIN Walisongo, akan tetapi juga banyak dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum juga dosen di luar UIN Walisongo.

Dalam acara Talk Show Nasional ini juga mengundang Bapak Waryono Abdul Ghofur selaku Direktur PD PONTREN sebagai Keynot Speaker, namun karena beliau berhalangan hadir sehingga hanya bisa ikut bergabung sebentar dan mewakilkan Keynot Speaker beliau ke bapak basnang said selaku Kasubdit… dimana dalam kesempatan kali ini menyampaikan selamat atas terselenggaranya acara Dies Natalis yang ke-14. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pengelola. dan titipan dari bapak dirjen bahwa “Mahasantri pbsb ini tidak sama dari mahasiswa lainya karena memili gelar berprestasi sehingga gelar inilah yang harus dipertahankan, oleh karenanya prestasi baik akademik maupun non akademik harus di tunjukkan kualitasnya”. Sehingga beliau berharap bahwa kampus kampus ini di warnai oleh Mahasantri pbsb yang bisa menduduki kursi Dema dll, tidak hanya besar di dalam tempurung. Beliau juga berharap bahwa 4 tahun ini digunakan dengan baik, dengan melatih skill terutama dalam kepemimpinan, bahwa IPK itu merupakan salah satu indikator keberhasilan tapi sesungguhnya indikator yang mengantarkan menjadi orang sukses adalah keberadaan, pengalaman dan juga berorganisasi, karena pengalaman pengalaman itu yang didapatkan dikampus. Beliau juga berharap bahwa Mahasantri harus menguatkan bahasa asing karena kemungkinan pada 2022 LPDP akan di kelola oleh kementerian agama. Dalam aturan yang belum tertulis tapi ada komitmen ingin melanjutkan ke jenjang S2 dan S3 maka bisa menunjukkan ke kementerian agama dan pengabdiannya bisa dimanapun asalkan tetap menjalin silaturahmi dengan pondok asal. Beliau juga menggagas beasiswa S1 bisa melanjutkan S2 dengan harapan dapat mengabdikan diri dan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, memanfaatkan waktu dengan baik. Terakhir beliau memberikan pesan untuk bijak dalam ber medsos, kuatkan literasi, sayangi masa depanmu jangan seenaknya memposting hal hal yang bisa merusak masa depan. Kecerdasan tidak penting dalam sebuah bangsa, dalam konteks bahwa negara membutuhkan orang yang cerdas tetapi pada sisi yang lain lebih membutuhkan orang yang loyal terhadap bangsa, lebih baik bila tidak ada pilih memilih orang yang biasa saja tetapi loyal yang kemudian bisa di didik menjadi pintar. Kecerdasan memang terdepan tapi tetap harus ada komitmen dan mencintai tanah air. Beliau juga sering menyampaikan kepada ketua CSSMoRA untuk mempertimbangkan kembali kata CSSMoRA tidak apa apa lagu dan lain lainnya tetap, tetapi dalam praktek admistrasi surat menyurat menggunakan aturan presiden dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar termasuk organisasi, apalagi kita bagian kementerian agama bagian dari negara. Beliau berharap sebelum pergantian pengurus CSSMoRA Nasional sudah tercetuskan nama agar bisa segera diwujudkan. Pesan terkhusus untuk angkatan 2018 agar segera menyelesaikan pendidikan nya karena negara tidak akan menanggung bila tidak lulus tetap waktu, karena negara tidak mau menanggung bila tidak selesai pada semester 8. Sebagai penutup sambutannya mengucapkan selamat harlah CSSMoRA, dari CSSMoRA lahir pemimpin yang bangsa hebat yang diantara dari jurusan Ilmu Falak. Ilmu Falak adalah ilmu sepanjang masa, maka perinovasilah agar Ilmu Falak cakupannya lebih luas.
Tak lupa bapak Moh Hasan selaku pengelola pbsb UIN Walisongo Semarang Dalam sambutannya beliau mengatakan Bahwa banyak doa, harapan serta ucapan dari para guru, kiyai serta pembina dan yang lainnya silahkan hal ini diresapi dicatat dengan baik dan di implementasikan, beliau juga mengapresiasi panitia juga pengurus yang telah berjibaku sehingga acara ini terlaksa dengan baik meskipun ada sedikit kendala, beliau juga mengungkapkan Terima kasih banyak kepada kementerian agama yang sampai saat ini masih memberikan dukungan yang luar biasa, dan semoga bisa menjadi berkah untuk teman teman yang belajar di UIN Walisongo melalui jalur PBSB, beliau juga mengatakan sebagai mukhasabah kita harus bisa melakukan peningkatan kwalitas diri melalu prestasi, organisasi dan kegiatan akademik ilmiyah. Selain itu salah satu inisiasi untuk meningkat kwalitas diri beliau telah mengusulkan Beasiswa lanjut dari S1 ke S2 dan S3, semoga dari kementerian agama bisa merealisasikan ini. Beliau juga menunggu teman teman CSSMoRA UIN Walisongo mengelakkan sayapnya lebih luas dan tinggi sebagaimana tema dari acara Dies Natalis
Hamjan selaku ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo Dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan adanya acara Talk Show ini di harapkan bisa membuka wawasan teman-teman dan bisa menjawab bagaimana jika kriteria rekomendasi Jakarta ini di terapkan. Dan dengan diadakannya Talk Show Nasional ini sebagai puncak Dies Natalis CSSMoRA yang ke-14 yang menandakan bahwa sekarang CSSMoRA sudah berumur 14 tahun sejak berdirinya pada tahun 2007.
Menurut Fadhil, selaku ketua panitia dari Talk Show Nasional, acara ini sangat bagus, karena hal ini menunjukkan jati diri kita selaku CSSMoRA UIN Walisongo jurusan ilmu Falak yang menjadi ciri khas kita. Harapan kedepannya anggota CSSMoRA semakin dewasa dan matang, dan ke CSSMoRA nya tidak hanya di pegang, juga bisa mengimplementasikan loyalitas tanpa batas
Acara Talk Show Nasional ini dimulai dari jam 08.30 – 12.00 dengan akhir acara di umumkan nya pemenang lomba cerpen yang di menangkan oleh

☆ Juara 1
“Hidangan Terbaik untuk Presiden”
(Oleh: Iqbal Hasyim)

☆ Juara 2
“Mengidam”
Karya : Cinta Maulida Azbi

☆ Juara 3
“Mantini”
Karya: Eko Setyawan

☆ Juara Favorit
“Sebelum Hujan Reda”
Karya: Matahari

Loading

Pengukuran Arah Kiblat di Gedung Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Walisongo Semarang

Semarang 9/12/2021-Telah diaksankan kegiatan pengukuran arah kiblat, yang diselenggarakan oleh Puskala Falak bekerjasama dengan CSSMoRA UIN Walisongo Semarang. Kegiatan yang dilaksankan pada bangunan-bangunan baru tersebut bertujuan untuk mengetahui posisi arah kiblat yang tepat dan akurat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 9 Desember 2021 pada pukul 09.00 WIB yang dibuka langsung oleh Kepala Jurusan Ilmu Falak yaitu Bapak Moh. Khasan. Beliau mengatakan kegiatan pengukuran arah kibat tersebut didampingi oleh beberapa dosen Ilmu Falak guna untuk mengarahkan mahasiswa dalam mengukur dan menentukan arah kiblat yang tepat.

Pelaksanaan pengukuran arah kiblat difokuskan pada delapan gedung baru, salah satunya di gedung ISH (Ilmu Sosial dan Humaniora). Pengukuran pada gedung ini dilakukan oleh kelompok lima yang beanggotakan, Nuril Fathoni Hamas, Hamjan A. Ranselengo, Abdul Wahid, Husain As-Sajad, Ridhayana dan Septriani Anggari Kasih dengan dosen pendamping Bapak M. Ihtirozun Ni’am. Gedung yang memiliki tiga lantai ini, memiliki satu mushala di setiap lantainya.

Pengukuran ini menggunakan alat falak multifungsi yakni al-Muroba’ karya M. Ihtirozun Ni’am selaku dosen Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang. Uniknya, pengukuran menggunakan alat Al-Murobba’ ini berbeda dengan alat lain, biasanya pada alat lain satuan yang digunakan satuan derajat namun alat ini menggunakan satuan centi karena bentuknya yang berupa persegi.

Pada gedung  ini nilai Lintang Tempat sebesar -06°59’00.97” dan nilai Bujur Tempat 110°23’30.38” yang dihitung menggunakan program Excel karya Nuril Fathoni Hamas kemudian dihasilkan data Azimuth Kibat = 294°30’24” (posisi angka arah kiblat 4.56 cm titik Barat) dan Azimuth matahari = 132°57’56” (posisi angka bayangan 9.31 cm titik Barat).

Teknis pengukuran arah kiblat dimulai dari lantai satu menggunakan bantuan sinar Matahari, dengan memposisikan angka bayangan Matahari pada alat al-Muroba’ kemudian ditarik benang sesuai angka arah kiblat. Perhitungan yang dilakukan disetiap lantai menghasikan hasil yang berbeda, dengan hasil pada lantai satu memiliki kemiringan dengan garis lantai sebesar 3°26’23.53” lantai 2 sebesar 9°36’3.39” dan lantai 3 sebesar 11°26’42.23”. Menurut Pak Ihtirozun  Ni’am perbedaan tersebut disebabkan oleh posisi lantai yang tidak sepenuhnya sejajar.

“kalau kita lihat hasilnya dari pengukuran setiap lantainya menghasilkan kemelencengan dengan garis lantai yang berbeda-beda. Perbedaan hasil tersebut kemungkinan disebabkan oleh posisi lantai yang kurang presisi. Jadi perlu diukur disetiap lantainya untuk mendapatkan hasil yang tepat dan akurat”, ujar Pak Ni’am.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Puskala Falak berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan seluruh peserta yang riang gembira.

Loading

Mengukur Arah Kiblat Mushola Sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat

Pusat Kajian Lapangan Falak Universitas Islam Negeri Walisongo (Puskala Falak) melaksanakan pengukuran arah kiblat di beberapa gedung yang baru selesai dibangun. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh Universitas Islam Negeri Walisongo.

“Kami melaksanakan pengukuran arah kiblat di gedung baru UIN Walisongo ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat secara umum, dan kampus secara khusus.” Ujar Zulfian Wanandi selaku ketua kelompok empat yang melakukan pengukuran.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis (12/9), pukul 09.00-12.00 WIB. Puskala Falak UIN Walisongo bekerjasama dengan Community of Santri Scholar of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Walisongo Semarang dalam melakukan pengukuran arah kiblat mushola yang terdapat di gedung-gedung tersebut.

Pengukuran dilakukan pada delapan belas ruang musholla di delapan gedung yang baru dibangun, yaitu: Gedung Perpustaakaan dan PTIPD, Planetarium, Gedung Fakultas Syari’ah dan Hukum, Gedung Rektorat, Gedung Fakutas Sains dan Teknologi, Gedung Laboratorium Terpadu, Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora.

Ada 54 orang yang melakukan pengukuran yang terbagi ke dalam 8 kelompok yang rata-rata terdiri dari 6 mahasiswa dan 1 dosen ilmu falak. Kiblat tiga Mushola di gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan diukur oleh kelompok empat yang terdiri dari 1 dosen falak, Dr. Ahmad Adib Rofiuddin, M.Si. sebagai Dosen Pendamping Lapangan dan 6 mahasiswa: Zulfian Wanandi sebagai ketua, Andi Evan Nisastra, Rustika Bakti, Imroatur Rosyidah, Siti Qurrotul A’yun, dan Abdul Azzam sebagai anggota.

Loading

PEMBUKAAN LOMBA CERPEN DALAM RANGKA DIES NATALIS CSSMORA UIN WALISONGO KE-14

Semarang-Dalam rangka memeriahkan Dies Natalies ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo Semarang , Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs UIN Walisongo (CSSMoRA UIN Walisongo ) mengadakan beberapa rangkaian kegiatan yang salah satunya adalah Lomba Cerpen untuk Umum yang dibuka pada hari Senin (22/11/2021).

Acara Ini diadakan secara Online, berlangsung selama sembilan belas hari mulai dari pembukaan pendaftaran pada tanggal 22 November, pengumpulan karya pada tanggal 22 November- 7 Desember, masa penjurian pada tanggal 8-10 Desember, dan pengumuman kejuaraan yang akan di umumkan dalam acara puncak Dies Natalis CSSMoRA UIN Walisongo ke-14 pada tanggal 11 Desember 2021 dan di upload lewat media sosial instagram CSSMoRA UIN Walisongo (@cssmorauinws).

Perlombaan Cerpen  merupakan agenda pertama dari lima agenda yang akan dilaksanakan CSSMoRA UIN Walisongo dalam menyambut diesnatalis. Perlombaan cerpen diharapkan bisa menjadi wadah bagi para penulis-penulis untuk menyalurkan tulisannya, jika diharapkan bisa memperkenalkan CSSMoRA UIN Walisongo ke mata masyarakat yang sama sekali masih asing ditelinga mereka.

Afifah Mulya Alamasyah Anggota aktif selaku penanggung jawab lomba cerpen kali ini menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memeriahkan dan mewarnai Acara dies natalies ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo
“Kami berharap dari acara ini, Dies natalis CSSMoRA UIN Walisongo bisa lebih meriah dengan mengajak orang-orang untuk ikut berpartisipasi dalam lomba ini lewat tulisan-tulisan mereka. Selain itu, kita juga berharap dengan adanya lomba cerpen ini, para penulis bisa terus mengasah dan mengekspresikan kemampuan menulisnya sehingga tidak menutup kemungkinan untuk melahirkan penulis-penulis baru yang kompeten,” kata mahasiswa PBSB 2019 asal Aceh tersebut.

-Red Panitia DN14

Loading

EDUKASI KESETARAAN GENDER LEWAT VIDEO KREATIF EDUKASI MELALUI KANAL YOUTUBE

Semarang-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler DR Ke-77 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang memproduksi sebuah video kreatif edukasi yang membahas mengenai “Kesetaraan Gender dalam Prespektif Islam”.

Kesetaraan gender merupakan wacana yang sudah lama didengungkan oleh banyak khalayak, mulai dari kalangan akademisi, praktisi, sampai dengan politisi atau pejabat publik. Tidak dipungkiri bahwa perempuan dan isu kesetaraan gender sampai sekarang masih menarik dan marak untuk diperbincangkan, terutama jika dihubungkan dengan wacana ke-Islam-an. Di mana perempuan dalam sejarah Islam memang memiliki posisi yang penting dalam berbagai perubahan sosial, kebudayaan, ekonomi, dan bahkan politik. Hal ini mendorong Mahasiswa KKN RDR Ke-77 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Kelompok 106 untuk mengedukasi masyarakat mengenai kesetaraan gender. Dalam video yang telah diunggah  di kanal Youtube milik Kelompok 106 ini mengangkat tema relevansi kesetaraan gender dengan Al-Qur’an.

Sri Sulistyo Handayani selaku penanggung jawab Program Kesetaraan gender Kelompok 106 ini mengungkapkan bahwa tujuan dari edukasi kesetaraan gender ini yaitu untuk mengedukasi wawasan kesetaraan gender melalui perspektif Islam kepada mahasiwa /mahasiswi ataupun masyarakat lain  yang masih awam mengenai hal ini. Dan ia pun berharap melalui video tersebut dapat menjadi pemahaman dan konsep yang lebih tertata mengenai kesetaraan gender. Dalam video yang berdurasi 8 menit 16 detik  ini membahas tentang pengertian gender dan prinsip kesetaraan gender dalam perspektif Al-Qur’an. Dimana Al–Qur’an merupakan pedoman bagi kita baik di dunia maupun di akhirat.

Pembahasan mengenai makna dan konsep kesetaraan gender dalam prespektif agama Islam ini menggunakan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menafsirkan setiap prinsip dari kesetaraan gender itu sendiri. Menjelaskan prinsip dasar antara laki-laki dan perempuan yang mana oleh masyarakat masih tabu dalam menyikapi hal tersebut.

Begitu juga dengan pendapat dari salah satu partisipan dalam pembuatan video kreatif edukasi tersebut yang menyatakan bahwa :

“Kesetaraan gender memang perlu dipertahankan seperti ini. Karena baik laki-laki dan wanita sama saja di mata Tuhan. Pembedanya hanyalah amal dari seseorang. Pentingnya kesetaraan gender ini juga membuktikan bahwa tidak ada diskriminasi berdasarkan identitas gender mereka”, ucap Fadly Rahmadi salah satu partisipan dalam pembuatan video edukasi tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa edukasi mengenai kesetaraan gender sangatlah penting. Karena dengan adanya kesetaraan gender dapat membuktikan tidak adanya diskriminasi antara laki-laki dan perempuan.

Oleh karena itu, masalah kesetaraan gender ini dikupas dengan detail dalam prespektif Islam, kemudian diringkas menjadi sebuah video kreatif yang menarik dan layak untuk ditonton oleh semua kalangan.

Video dapat diakses melalui link berikut : https://youtu.be/SWHfO09TbDo

-Red Fadly Rahmadi

Loading

PEMBUKAAN DIES NATALIS KE 14, CSSMORA UIN WALISONGO LAUNCHING LOGO DN KE 14

Launching logo Dies Natalis tersebut menjadi pembuka rangkaian acara diesnatalis CSSMoRA UIN Walisongo ke-14 dengan tema Flap ur wings, reach ur dream. Bersamaan dengan itu, ada beberapa rangkaian acara yang akan dilaksanakan yakni yang terdiri dari; Launching logo, perlombaan cerpen, kemudian donor darah yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November yang bekerjasama KSR UIN Walisongo Semarang dan Palang Merah Indonesia Semarang, selanjutnya temu alumni pada tanggal 3 Desember yang mengundang semua alumni dan pengelola dari angkatan 2007-2017. Kemudian yang menjadi acara puncaknya ialah talkshow dan study tour menjadi penutup agenda Dies Natalis CSSMoRA UIN Walisongo ke-14.

Adapun filosofi logo terdapat 4 unsur. Yang pertama gambar rumput laut yang membentuk angka 1 dan 4, berarti menunjukkan dies natalis yang ke-14. Kemudian yang kedua gambar rumput laut berarti kemanfaatan dan kemaslahatan untuk CSSMoRA UIN Walisongo di usia yang ke-14. Adapun unsur yang ketiga warna hijau keemasan menandakan kemakmuran dan kejayaan dalam berorganisasi. Kemudian tak lupa Angka 1 dan 4 yang berdekatan melambangkan kekompakan, solidaritas dan integritas CSSMoRA UIN Walisongo dimasa sekarang dan esok.

Ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo, Hamjan A Ranselengo berharap dari acara diesnatalis ini para anggota tetap menjaga kekompakan bersama.

-Red Panitia DN14

Loading

POLEMIK PERMENDIKBUD RISTEK NO 30

A. Pendahuluan

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan teknologi Nadiem Makarim menyebut kasus kekerasan seksual saat ini dalam kondisi gawat darurat, bagaikan pandemi. “ saat ini terjadi situasi darurat, bisa di bilang situasi gawar darurat, dimana kita bukan hanya mengalami Covid- 19, tapi juga adanya pandemic kekerasan seksual dilihat dari data apapun,” kata nadim dalam kasus Merdeka Belajar episode 14 ‘Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual’ yang berlamgsung virtual, Jumat (12/11)

Nadiem membebarkan, berdasarkan data Komnas Perempuan , sebanayak 27 persen kasusu kekerasan seksual di lembaga pendidikan pada 2015 hingga 2020 terjadi di perguruan tinggi. Berdasarkan survey Kemendikbukristek pada 2020, lanjutannya sebanayak 77 persen dosen menyatakan bahwa kekarasan seksual pernah terjadi di perguruan tinggi, dimana 63 persen diantaranya memilih tidak membuat laporan.

“Itulah alasannya kita sudah mengambil posisi sebagai pemerintah untuk melindungi mahasiswa,dosen, dan tenaga pendidik kita dari kekerasan seksual,” katanya. Hal ini yang menjadi salah satu alasan untuk menertibkan Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi. Lebih lanjut Nadiem makarim semangat Permendikbud PPKS Di lingukungan perguruan tinggi adalah memperdayakan kampus dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

B. Point Penting Isi Permendikbud Ristek No 30

  1. Fokus Permendikbud No 30 2021 adalah Kekerasan seksual
  2. Prioritaskan Hak Korban
    Perlindungan dan hak Korban menjadi prioritas utama dalam Permendikbud ini.
  3. Sasaran Permendikbud Nomor 30 tahun 2021
    Sasarannya sesuia dengan pasal 4 adalah
    a. Mahasiswa
    b. Pendidik
    c. Tenaga kependidikan
    d. Warga Kampus, dan
    e. Masyarakat umum yang berunteraksi dengan mahasiswa, pendidil,  dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan Tridharma
  4. Penangan yang Wajib dilakukan Perguruan Tinggi
    Jika terdapat laporan kekersan seksual, perguruan tinggi wajib melakukan penanganan yang meliputi pendampingan, perlindungan, pengenaan sanksi administrsi dan pemulihan korban. Ini sesuai dengan pasal 10 hingga 19
  1. Sanksi Bukan Berorintasi pada Pelaku
    Sanksi yang dijatuhkan harus berdasarkan dampak akibat perbuatan yang dilakukan terhadap kondisi korban dan lingkungan kampus, bukan berorientasi pada pelaku. Pasal 14
  2. Perguruan Tinggi Wajib Bentuk Satgas
  3. Laporan Dilakukan Tiap Semester
    Rektor dan direktur perguruan tinggi diwajibkan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi (monev) secara rutin seluruh kegiatan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

C. Isi Pemendikbuk Ristek No 30 Menuai Kontraversi!!

Seperti yang dilihat di berbagai media sosial banyak di antara media yang menyeroti permasalahan atau kontraversi dari isi Permendikbud No 30., bagaimana isi permendikbud ristek yang menjadi kontraversi ?

Adanya sebuah tudingan bahwa peraturan tersebut justru lebih mengarah ke arah seks bebas dan justru menimbulkan paham sekulerisme di lembaga Perguruan Tinggi.  Di antara Lembaga yang menyoroti hal ini adalah Mejelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilibang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menilai aturan tersebut mungkin melegalkan zina.

Menurut ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Lincolin Arsyad salah satu kecacatan materil ada di pasal 5 yang memuat persetujuan dalam frasa “tanpa persetujuan korban”.

“Pasal 5 Permendikbud Ristek No. 30 Tahun 2021 menimbulkan makna legalisasi terhadap perbuatan asusila dan seks bebas berdasarkan persetujuan.” Kata Lincolin

Berikut kutipan Pasal 5 ayat 2 huruf L dan M yang mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan :

  1. menyentuh, mengusap, meraba, memegang, memeluk, dan/atau menggosokkan bagian tubuhnya pada korban tanpa persetujuan Korban,:
  2. Membuka pakaian Korban tanpa persetujuan Korban.

Dengan adanya pasal diatas justru lebih mengarah ke seks bebas dan perzinahan di lingkungan perguruan tinggi karena dengan dasar persetujuan korban. Tak hanya Muhammadiyah penolakan juga datang dari Forum Ijtima Ulama MUI bahkan atas keputusannya itu MUI dituding tidak membaca lebih dahulu isi dari aturan yang membahas tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Kedati demikian hal tersebut langsung di tepis oleh Anggota komite fatwa Majelis Ulama Indonesia Mukti Ali Qusyairi, Lc.MA.

Meski demikian semua kontraversi di atas telah mendapatkan komentar dari pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.Nizam mengatakan anggapan tersebut terjadi karena kesalahan persepsi.

tidak ada satu pun kata dalam Permen PPKS ini yang menunjukkan bahwa Kemendikbud ristek yang memperbolehkan perzinahan. Tajuk diawal Permendikbud ini adalah ‘pencegahn, bukan ‘pelegalan,’ ucapnya dilansir dari laman Kemendikbud Ristek, Senin (8/11/021)

Dengan adanya kontraversi tentang isi permendikbud tetapi ada juga lembaga atau pihak lain yang justru mendukung Permendikbudristek ini diantaranya adalah dari katua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia( Komnas Ham) , Ahmad Taufan Danamik menilai , Permendikbud Ristek Nomor 30 tahun 2021 sangat dibutuhkan terlepas dari kontraversinya. Menurut dia beleid itu merupakan salah satu bentuk kehadiran Negara untuk bertanggung jawab memnerikan perlindungan dan  pertolongan korban kekersan seksual.

Taufan juga mendorong agar hal hal lain yang masih menjadi perdebatan di public dibuka dan dijelaskan Mendikbud Ristek untuk didiskuskan dengan seluruh pihak. Antara lain soal perzinahan hingga kekhawatiran interaksi seksual dalam pandangan agama dan Pancasila.

Tentu saja hal ini menjadi suatu problamatika kehidupan di perguaran tinggi tentang banyaknya kasus kekerasan seksual yang ada. Sementara dengan nilai substansi dikeluarkannya Pemendikbud Ristek ini menjadi solusi berkurangnya kasus kekersan seksual dilingkungan kampus. Dengan adanya kontraversi isi materil maupun formil tentang diksi kata yang mengandung unsur eksplisit ke seks bebas dan perzinahan itu menjadi tugas dari atasan baik dari DPR Rid an kemendikbud untuk menyelesaikan kontraversi yang ada.

-Red Zulfian Wanandi

Loading

PELATIHAN PEMOGRAMAN FALAK ARAH KIBLAT (PSC#3)

Pengembangan Skill CSSMoRA (PSC#3) kali ini memasuki pertemuan ke 3 dimana tema yang diangkat “Pelatihan Pemrograman Falak Arah Kiblat” dan menjadi awal kegiatan yang diselenggarakan secara offline yang bertempat di Gazebo YPMI Al Firdaus, 18/11/2021

Dalam diskusi kali ini, dipimpin oleh kak Nuril Fathoni Hamas yang merupakan anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo angkatan 2018. Kak Nuril mengawali diskusi nya dengan pengenalan excel dimulai dari komponen yang ada di excel, rumus-rumus fungsi dan kegunaan nya diexcel dan pengaplikasian rumus tersebut untuk mengetahui arah kiblat suatu tempat.

Ketika diskusi berlangsung, para peserta sangat antusias karena materinya juga merupakan hal yang berkaitan dengan jurusan Ilmu Falak yaitu pemrograman arah kiblat.

Menurut kak Nuril, untuk bisa pemrograman, kita harus mengetahui dasar-dasar rumus yang akan kita buat program excelnya, karena jika langsung terjun membuat pemrograman excel tanpa mengetahui rumus manual, akan sulit dan tidak akan selesai program nya, dikarenakan program excel tersebut bisa dibuat setelah menguasai rumus manualnya, entah itu arah kiblat dsb.

Melalui PSC kali ini diharapkan para anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo bisa saling sharing ilmu dan saling belajar, terutama yang berkaitan dengan jurusan ilmu falak.

-Red Inayah

Loading

PERDALAM PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA, KEMENTRIAN AGAMA MELAKSANAKAN WEBINAR MODERASI BERAGAMA

Kementrian Agama Rapublik Indonesia menggelar adanya kegiatan Webinar Moderasi Beragama yang dihadiri oleh seluruh anggota aktif CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of  Religious Affairs) DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta pada Selasa (16/11/2021) Pukul 08.30 WIB.

Dalam membuka webinar ini, Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag selaku Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pembinaan Islam Kementrian Agama Rapublik Indonesia menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu hal penting yang harus dipahami dengan baik. Dengan adanya webinar ini diharapkan moderasi akan lebih dimengerti dalam kehidupan sehari-hari.

Webinar yang dimoderatori oleh Ketua Umum CSSMORA Nasional 2021, Dani Taufiqurrohman ini diisi langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama, Dr. KH. Ali Masykur Musa, SH., M.Si, M.Hum yang menjelaskan tentang “Penguatan SDM Santri dan Ideologi Islam Indonesia Untuk Masa Depan Bangsa” dan Psikolog Sekaligus Aktifis Dewan Masjid Indonesia Pusat, Dr. Hj. Diana Mutiah, M.Si yang membahas hal-hal terkait “Perempan dan Deradikalisasi Untuk Kemajuan Bangsa”.

Meskipun dilaksanakan secara online melalui platform zoom meeting, namun hal ini tidak sama sekali berpengaruh bagi antusiasme anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo yang hadir. Nuril Fathoni Hamas angkatan 2018 berkomentar “Saya mendapatkan bekal dalam beragama supaya tidak terjadi kesalahan dalam memahami moderasi”.  Imroatur Rosyidah angkatan 2019 lebih lanjut menuturkan terkait manfaat diselenggarakannya acara ini “Dengan adanya webinar ini kita bisa membangun sikap toleran dan rukun guna memperkuat persatuan”. Sebagaimana yang juga ditambahkan oleh M. Zaki Al Aziz angkatan 2021 “Manfaat dari moderasi sendiri ya sederhana saja, yaitu bisa menyatukan umat”.

-Red Maulida Inayah

Loading

BANGKITKAN SEMANGAT BELAJAR, MAHASISWA KKN UIN WALISONGO SEMARANG ADAKAN SOSIALISASI PENDIDIKAN DI KAKI GUNUNG SUMBING

WONOSOBO – Dalam rangka meningkatkan motivasi belajar anak-anak di Desa Pulosaren. Kelompok 42 KKN-RDR (Kuliah Kerja Nyata-Reguler dari Rumah) 77 UIN Walisongo Semarang mengadakan sosialisasi pendidikan dengan tema “Semangat Motivasi Belajar”.

Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 25-26 Oktober 2021 di dua tempat yang berbeda. Yakni di SD Negeri 1 Pulosaren dan SD Negeri 2 Pulosaren. Pulosaren merupakan sebuah desa yang terletak di kaki Gunung Sumbing. Tepatnya di Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Kegiatan ini diselenggarakan para mahasiswa tersebut dengan semangat untuk mengabdi kepada masyarakat secara profesional dan sebagai bentuk kepedulian para mahasiswa terhadap masyarakat di desa. Baik dari segi ekonomi, pendidikan, alam, budaya, dan tradisi.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pejabat desa setempat. Seperti yang diungkapkan Sudiro, selaku Kepala Desa Pulosaren. Menurut beliau kegiatan sosialisasi ini sangat membantu para siswa untuk terus semangat belajar di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Sosialisasi ini sangat luar bisa dilakukan oleh mahasiswa Kelompok 42 KKN UIN Walisongo Semarang. Karena pada saat pendemi ini berinisiatif mengadakan sosialisasi untuk membangkitkan semangat untuk sekolah dan belajar bagi anak-anak tingkat dasar. Atas nama Kepala Desa Pulosaren saya sangat sangat berterima kasih atas sosialisasi yang dilakukan ini,” ujar Sudiro.

Selain itu, Kepala SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Pulosaren juga berterima kasih dan mengapresiasi sangat tinggi atas sosialisasi yang dilakukan. Harapanya kegiatan ini bisa menjadi pembangkit semangat anak-anak untuk terus sekolah dan belajar agar para peserta didik bisa menggapai cita-citanya.

Selain menyelenggarakan sosialisasi pendidikan. Kegiatan ini juga diisi dengan pemberian bantuan berupa alat tulis dan tas kepada siswa-siswi yang berprestasi dan kurang mampu di sekolah-sekolah tersebut. Bantuan ini merupakan upaya dari Pemerintah Desa Pulosaren untuk membantu para siswa-siswi supaya selalu semangat belajar dan bersekolah.

“Apalagi di tengah pandemi seperti ini banyak sebagian dari masyarakat yang terdampak dari segi ekonomi. Maka dari itu penting bagi kami selaku pemerintah desa memperhatikan meraka,” pungkas Sudiro.

-Red Zulfian 

Loading