PEMBUKAAN DIES NATALIS KE 14, CSSMORA UIN WALISONGO LAUNCHING LOGO DN KE 14

Launching logo Dies Natalis tersebut menjadi pembuka rangkaian acara diesnatalis CSSMoRA UIN Walisongo ke-14 dengan tema Flap ur wings, reach ur dream. Bersamaan dengan itu, ada beberapa rangkaian acara yang akan dilaksanakan yakni yang terdiri dari; Launching logo, perlombaan cerpen, kemudian donor darah yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November yang bekerjasama KSR UIN Walisongo Semarang dan Palang Merah Indonesia Semarang, selanjutnya temu alumni pada tanggal 3 Desember yang mengundang semua alumni dan pengelola dari angkatan 2007-2017. Kemudian yang menjadi acara puncaknya ialah talkshow dan study tour menjadi penutup agenda Dies Natalis CSSMoRA UIN Walisongo ke-14.

Adapun filosofi logo terdapat 4 unsur. Yang pertama gambar rumput laut yang membentuk angka 1 dan 4, berarti menunjukkan dies natalis yang ke-14. Kemudian yang kedua gambar rumput laut berarti kemanfaatan dan kemaslahatan untuk CSSMoRA UIN Walisongo di usia yang ke-14. Adapun unsur yang ketiga warna hijau keemasan menandakan kemakmuran dan kejayaan dalam berorganisasi. Kemudian tak lupa Angka 1 dan 4 yang berdekatan melambangkan kekompakan, solidaritas dan integritas CSSMoRA UIN Walisongo dimasa sekarang dan esok.

Ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo, Hamjan A Ranselengo berharap dari acara diesnatalis ini para anggota tetap menjaga kekompakan bersama.

-Red Panitia DN14

Loading

POLEMIK PERMENDIKBUD RISTEK NO 30

A. Pendahuluan

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan teknologi Nadiem Makarim menyebut kasus kekerasan seksual saat ini dalam kondisi gawat darurat, bagaikan pandemi. “ saat ini terjadi situasi darurat, bisa di bilang situasi gawar darurat, dimana kita bukan hanya mengalami Covid- 19, tapi juga adanya pandemic kekerasan seksual dilihat dari data apapun,” kata nadim dalam kasus Merdeka Belajar episode 14 ‘Kampus Merdeka dari Kekerasan Seksual’ yang berlamgsung virtual, Jumat (12/11)

Nadiem membebarkan, berdasarkan data Komnas Perempuan , sebanayak 27 persen kasusu kekerasan seksual di lembaga pendidikan pada 2015 hingga 2020 terjadi di perguruan tinggi. Berdasarkan survey Kemendikbukristek pada 2020, lanjutannya sebanayak 77 persen dosen menyatakan bahwa kekarasan seksual pernah terjadi di perguruan tinggi, dimana 63 persen diantaranya memilih tidak membuat laporan.

“Itulah alasannya kita sudah mengambil posisi sebagai pemerintah untuk melindungi mahasiswa,dosen, dan tenaga pendidik kita dari kekerasan seksual,” katanya. Hal ini yang menjadi salah satu alasan untuk menertibkan Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi. Lebih lanjut Nadiem makarim semangat Permendikbud PPKS Di lingukungan perguruan tinggi adalah memperdayakan kampus dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

B. Point Penting Isi Permendikbud Ristek No 30

  1. Fokus Permendikbud No 30 2021 adalah Kekerasan seksual
  2. Prioritaskan Hak Korban
    Perlindungan dan hak Korban menjadi prioritas utama dalam Permendikbud ini.
  3. Sasaran Permendikbud Nomor 30 tahun 2021
    Sasarannya sesuia dengan pasal 4 adalah
    a. Mahasiswa
    b. Pendidik
    c. Tenaga kependidikan
    d. Warga Kampus, dan
    e. Masyarakat umum yang berunteraksi dengan mahasiswa, pendidil,  dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan Tridharma
  4. Penangan yang Wajib dilakukan Perguruan Tinggi
    Jika terdapat laporan kekersan seksual, perguruan tinggi wajib melakukan penanganan yang meliputi pendampingan, perlindungan, pengenaan sanksi administrsi dan pemulihan korban. Ini sesuai dengan pasal 10 hingga 19
  1. Sanksi Bukan Berorintasi pada Pelaku
    Sanksi yang dijatuhkan harus berdasarkan dampak akibat perbuatan yang dilakukan terhadap kondisi korban dan lingkungan kampus, bukan berorientasi pada pelaku. Pasal 14
  2. Perguruan Tinggi Wajib Bentuk Satgas
  3. Laporan Dilakukan Tiap Semester
    Rektor dan direktur perguruan tinggi diwajibkan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi (monev) secara rutin seluruh kegiatan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

C. Isi Pemendikbuk Ristek No 30 Menuai Kontraversi!!

Seperti yang dilihat di berbagai media sosial banyak di antara media yang menyeroti permasalahan atau kontraversi dari isi Permendikbud No 30., bagaimana isi permendikbud ristek yang menjadi kontraversi ?

Adanya sebuah tudingan bahwa peraturan tersebut justru lebih mengarah ke arah seks bebas dan justru menimbulkan paham sekulerisme di lembaga Perguruan Tinggi.  Di antara Lembaga yang menyoroti hal ini adalah Mejelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilibang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menilai aturan tersebut mungkin melegalkan zina.

Menurut ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Lincolin Arsyad salah satu kecacatan materil ada di pasal 5 yang memuat persetujuan dalam frasa “tanpa persetujuan korban”.

“Pasal 5 Permendikbud Ristek No. 30 Tahun 2021 menimbulkan makna legalisasi terhadap perbuatan asusila dan seks bebas berdasarkan persetujuan.” Kata Lincolin

Berikut kutipan Pasal 5 ayat 2 huruf L dan M yang mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan :

  1. menyentuh, mengusap, meraba, memegang, memeluk, dan/atau menggosokkan bagian tubuhnya pada korban tanpa persetujuan Korban,:
  2. Membuka pakaian Korban tanpa persetujuan Korban.

Dengan adanya pasal diatas justru lebih mengarah ke seks bebas dan perzinahan di lingkungan perguruan tinggi karena dengan dasar persetujuan korban. Tak hanya Muhammadiyah penolakan juga datang dari Forum Ijtima Ulama MUI bahkan atas keputusannya itu MUI dituding tidak membaca lebih dahulu isi dari aturan yang membahas tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Kedati demikian hal tersebut langsung di tepis oleh Anggota komite fatwa Majelis Ulama Indonesia Mukti Ali Qusyairi, Lc.MA.

Meski demikian semua kontraversi di atas telah mendapatkan komentar dari pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.Nizam mengatakan anggapan tersebut terjadi karena kesalahan persepsi.

tidak ada satu pun kata dalam Permen PPKS ini yang menunjukkan bahwa Kemendikbud ristek yang memperbolehkan perzinahan. Tajuk diawal Permendikbud ini adalah ‘pencegahn, bukan ‘pelegalan,’ ucapnya dilansir dari laman Kemendikbud Ristek, Senin (8/11/021)

Dengan adanya kontraversi tentang isi permendikbud tetapi ada juga lembaga atau pihak lain yang justru mendukung Permendikbudristek ini diantaranya adalah dari katua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia( Komnas Ham) , Ahmad Taufan Danamik menilai , Permendikbud Ristek Nomor 30 tahun 2021 sangat dibutuhkan terlepas dari kontraversinya. Menurut dia beleid itu merupakan salah satu bentuk kehadiran Negara untuk bertanggung jawab memnerikan perlindungan dan  pertolongan korban kekersan seksual.

Taufan juga mendorong agar hal hal lain yang masih menjadi perdebatan di public dibuka dan dijelaskan Mendikbud Ristek untuk didiskuskan dengan seluruh pihak. Antara lain soal perzinahan hingga kekhawatiran interaksi seksual dalam pandangan agama dan Pancasila.

Tentu saja hal ini menjadi suatu problamatika kehidupan di perguaran tinggi tentang banyaknya kasus kekerasan seksual yang ada. Sementara dengan nilai substansi dikeluarkannya Pemendikbud Ristek ini menjadi solusi berkurangnya kasus kekersan seksual dilingkungan kampus. Dengan adanya kontraversi isi materil maupun formil tentang diksi kata yang mengandung unsur eksplisit ke seks bebas dan perzinahan itu menjadi tugas dari atasan baik dari DPR Rid an kemendikbud untuk menyelesaikan kontraversi yang ada.

-Red Zulfian Wanandi

Loading

PELATIHAN PEMOGRAMAN FALAK ARAH KIBLAT (PSC#3)

Pengembangan Skill CSSMoRA (PSC#3) kali ini memasuki pertemuan ke 3 dimana tema yang diangkat “Pelatihan Pemrograman Falak Arah Kiblat” dan menjadi awal kegiatan yang diselenggarakan secara offline yang bertempat di Gazebo YPMI Al Firdaus, 18/11/2021

Dalam diskusi kali ini, dipimpin oleh kak Nuril Fathoni Hamas yang merupakan anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo angkatan 2018. Kak Nuril mengawali diskusi nya dengan pengenalan excel dimulai dari komponen yang ada di excel, rumus-rumus fungsi dan kegunaan nya diexcel dan pengaplikasian rumus tersebut untuk mengetahui arah kiblat suatu tempat.

Ketika diskusi berlangsung, para peserta sangat antusias karena materinya juga merupakan hal yang berkaitan dengan jurusan Ilmu Falak yaitu pemrograman arah kiblat.

Menurut kak Nuril, untuk bisa pemrograman, kita harus mengetahui dasar-dasar rumus yang akan kita buat program excelnya, karena jika langsung terjun membuat pemrograman excel tanpa mengetahui rumus manual, akan sulit dan tidak akan selesai program nya, dikarenakan program excel tersebut bisa dibuat setelah menguasai rumus manualnya, entah itu arah kiblat dsb.

Melalui PSC kali ini diharapkan para anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo bisa saling sharing ilmu dan saling belajar, terutama yang berkaitan dengan jurusan ilmu falak.

-Red Inayah

Loading

PERDALAM PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA, KEMENTRIAN AGAMA MELAKSANAKAN WEBINAR MODERASI BERAGAMA

Kementrian Agama Rapublik Indonesia menggelar adanya kegiatan Webinar Moderasi Beragama yang dihadiri oleh seluruh anggota aktif CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of  Religious Affairs) DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta pada Selasa (16/11/2021) Pukul 08.30 WIB.

Dalam membuka webinar ini, Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag selaku Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pembinaan Islam Kementrian Agama Rapublik Indonesia menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu hal penting yang harus dipahami dengan baik. Dengan adanya webinar ini diharapkan moderasi akan lebih dimengerti dalam kehidupan sehari-hari.

Webinar yang dimoderatori oleh Ketua Umum CSSMORA Nasional 2021, Dani Taufiqurrohman ini diisi langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama, Dr. KH. Ali Masykur Musa, SH., M.Si, M.Hum yang menjelaskan tentang “Penguatan SDM Santri dan Ideologi Islam Indonesia Untuk Masa Depan Bangsa” dan Psikolog Sekaligus Aktifis Dewan Masjid Indonesia Pusat, Dr. Hj. Diana Mutiah, M.Si yang membahas hal-hal terkait “Perempan dan Deradikalisasi Untuk Kemajuan Bangsa”.

Meskipun dilaksanakan secara online melalui platform zoom meeting, namun hal ini tidak sama sekali berpengaruh bagi antusiasme anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo yang hadir. Nuril Fathoni Hamas angkatan 2018 berkomentar “Saya mendapatkan bekal dalam beragama supaya tidak terjadi kesalahan dalam memahami moderasi”.  Imroatur Rosyidah angkatan 2019 lebih lanjut menuturkan terkait manfaat diselenggarakannya acara ini “Dengan adanya webinar ini kita bisa membangun sikap toleran dan rukun guna memperkuat persatuan”. Sebagaimana yang juga ditambahkan oleh M. Zaki Al Aziz angkatan 2021 “Manfaat dari moderasi sendiri ya sederhana saja, yaitu bisa menyatukan umat”.

-Red Maulida Inayah

Loading

BANGKITKAN SEMANGAT BELAJAR, MAHASISWA KKN UIN WALISONGO SEMARANG ADAKAN SOSIALISASI PENDIDIKAN DI KAKI GUNUNG SUMBING

WONOSOBO – Dalam rangka meningkatkan motivasi belajar anak-anak di Desa Pulosaren. Kelompok 42 KKN-RDR (Kuliah Kerja Nyata-Reguler dari Rumah) 77 UIN Walisongo Semarang mengadakan sosialisasi pendidikan dengan tema “Semangat Motivasi Belajar”.

Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 25-26 Oktober 2021 di dua tempat yang berbeda. Yakni di SD Negeri 1 Pulosaren dan SD Negeri 2 Pulosaren. Pulosaren merupakan sebuah desa yang terletak di kaki Gunung Sumbing. Tepatnya di Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Kegiatan ini diselenggarakan para mahasiswa tersebut dengan semangat untuk mengabdi kepada masyarakat secara profesional dan sebagai bentuk kepedulian para mahasiswa terhadap masyarakat di desa. Baik dari segi ekonomi, pendidikan, alam, budaya, dan tradisi.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pejabat desa setempat. Seperti yang diungkapkan Sudiro, selaku Kepala Desa Pulosaren. Menurut beliau kegiatan sosialisasi ini sangat membantu para siswa untuk terus semangat belajar di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Sosialisasi ini sangat luar bisa dilakukan oleh mahasiswa Kelompok 42 KKN UIN Walisongo Semarang. Karena pada saat pendemi ini berinisiatif mengadakan sosialisasi untuk membangkitkan semangat untuk sekolah dan belajar bagi anak-anak tingkat dasar. Atas nama Kepala Desa Pulosaren saya sangat sangat berterima kasih atas sosialisasi yang dilakukan ini,” ujar Sudiro.

Selain itu, Kepala SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Pulosaren juga berterima kasih dan mengapresiasi sangat tinggi atas sosialisasi yang dilakukan. Harapanya kegiatan ini bisa menjadi pembangkit semangat anak-anak untuk terus sekolah dan belajar agar para peserta didik bisa menggapai cita-citanya.

Selain menyelenggarakan sosialisasi pendidikan. Kegiatan ini juga diisi dengan pemberian bantuan berupa alat tulis dan tas kepada siswa-siswi yang berprestasi dan kurang mampu di sekolah-sekolah tersebut. Bantuan ini merupakan upaya dari Pemerintah Desa Pulosaren untuk membantu para siswa-siswi supaya selalu semangat belajar dan bersekolah.

“Apalagi di tengah pandemi seperti ini banyak sebagian dari masyarakat yang terdampak dari segi ekonomi. Maka dari itu penting bagi kami selaku pemerintah desa memperhatikan meraka,” pungkas Sudiro.

-Red Zulfian 

Loading

Donasi “Peduli Bencana Banjir Bandang kota Batu, Malang”

CSSMoRA UIN Walisongo membuka Donasi “Peduli Bencana Banjir Bandang kota Batu, Malang”

CSSMoRA UIN Walisongo Semarang bekerjasama dengan CSSMoRA Nasional mengadakan Bakti Sosial banjir bandang yang melanda kota Batu, Malang, Jawa Timur yang terjadi pada 04 November 2021. Banyak para pengungsi yang masih membutuhkan pertolongan para relawan. Mengingat banyaknya kerugian dari musibah banjir bandang yang terjadi, CSSMoRA UIN Walisongo Semarang yang bekerja sama dengan CSSMoRA Nasional memfasilitasi masyarakat untuk membantu meringankan korban banjir bandang dengan melakukan penggalangan dana.

Penggalangan dana ini dilaksanakan tanggal 07 November 2021 – 13 November 2021. Para donatur mengirimkan bantuannya berupa uang via transfer ke beberapa bank yang telah disediakan seperti BSI, BNI, BRI dan juga bisa melalui Shopeepay.

Terima kasih kami ucapkan atas partisipasi donatur yang telah menyumbangkan sebagian rezekinya untuk korban bencana banjir bandang Kota Batu, Malang. Total donasi yang berhasil dikumpulkan oleh CSSMoRA UIN Walisongo Semarang sebesar Rp 550.000-, donasi tersebut telah kami distribusikan melalui CSSMoRA Nasional kepada para korban bencana alam banjir bandang kota Batu, Malang.
semoga kebaikan bapak/Ibu mendapat berkah dan balasan kebaikan pula dari Allah SWT.

 

 

-Red Departemen Hubungan Luar

Loading

MENGUNDANG KASUBDIT PD PONTREN KEMENAG RI DALAM PODCAST MODERASI BERAGAMA

Semarang, Mahasiswa KKN RDR ke-77 UIN Walisongo Semarang Kelompok 117 mengundang Basnang Said selaku Kasubdit Pendidikan Pesantren Direktorat PD Pontren Kemenag RI dalam acara Podcast Moderasi Beragama. Dalam KKN RDR ke-77 UIN Walisongo Semarang kali ini, kegiatan Moderasi Beragama menjadi kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh setiap kelompok KKN. Dalam hal ini, kelompok 117 berinisiatif membuat sebuah Podcast tentang Moderasi Beragama.

Podcast Moderasi Beragama ini dilakukan secara virtual dengan menggunakan Zoom Cloud Meeting, dan ditayangkan langsung melalui akun YouTube KKN RDR TEAM-117 selama kurang lebih 20 menit. (27/10/2021)

Moderasi Beragama pada dasarnya merupakan cara pandang, sikap, dan cara berfikir kita di dalam meihat ke Indonesiaan dan beragama. Ketika kita melihat Indonesia, kita tidak boleh melihat bahwa Indoneia itu mayoritas muslim, tetapi Indonesia memiiki agama dan keyakinan yang berbeda-beda dan masing-masing memiliki hak yang sama dengan yang mayoritas. Dan perlu diketahui, bahwa Moderasi Beragama sudah lama diterapkan di Indonesia oleh para ulama` dan pemimpin bangsa, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Ujar Basnang Said ketika Podcast Moderasi Beragama.

Selain itu, Kasubdit PD Pontren Kemenag RI ini juga menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan moderator kepadanya. Tentunya tidak lepas dari topik bahasan Podcast Moderasi Beragama, yaitu “Mewujudkan Sikap Toleransi dan Harmonisasi melalui Moderasi Beragama.” Adapun salah satu pertanyaan yang dilontarkan moderator kepada Kasubdit PD Pontren ialah tentang peran mahasiswa dalam Moderasi Beragama. Bahwa mahasiswa diharapkan siap dan mampu untuk meng edukasi masyarakat terkait Moderasi Beragama. Dan perlu ditegaskan bahwa yang mempunyai peran di dalam Moderasi beragama ini tidak hanya dari kalangan Kementerian Agama, Penyuluh Agama, dan mahasiswa saja. Tapi setiap kalangan dan masyarakat mempunyai peran dalam Moderasi Beragama, ucap Basnang Said selaku Kasubdit PD Pontren Kemenag RI dalam menjawab pertanyaan.

Sebenarnya, waktu dalam Podcast Moderasi Beragama ini bisa dibilang kurang, karena kita memang harus benar-benar tau dan paham betul tentang Moderasi Beragama sebelum kita meng edukasi ke masyarakat. Akan tetapi, Kasubdit PD Pontren Kemenag RI tidak mempunyai waktu yang lama untuk Podcast Moderasi Beragama ini, karena beliau mempunyai kegiatan dan kesibukan tersendiri di Kementerian. Dan saya berharap dengan adanya Podcast Moderasi Beragama ini para mahasiswa dan seluruh masyarakat Indonesia dapat mengambil kesimpulan dari Podcast bersama Kasubdit PD Pontren Kemenag RI ini. Dan untuk lebih jelasnya silahkan disimak dan ditonton di akun YouTube KKN RDR TEAM-117, ujar Ryky Dian Pratama sebagai Moderator dalam acara Podcast tersebut.

-Red Ryky Dian Pratama

Loading

CSSMoRA PERERAT SILATURAHMI DENGAN SAFARI KKN

Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Walisongo menggelar adanya kegiatan Safari KKN RDR Ke-77 pada hari Kamis, 28 Oktober 2021 di Kelurahan Petemon, Kecamatan Gunung Pati Kabupaten Kota Semarang.

Kegiatan safari yang telah menjadi sebuah tradisi ini, diikuti oleh seluruh anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo yang berada di Semarang. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Hamjan A Ranselengo selaku ketua CSSMoRA UIN Walisongo bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya mempererat tali silaturrahmi.
“Safari KKN sudah menjadi sebuah tradisi CSSMoRA yang merupakan salah satu kegiatan silaturahmi junior kepada senior. Kegiatan ini diharapkan dapat lebih mempererat tali persaudaraan antar anggota CSSMoRA”.

Sebagai salah satu tuan rumah Safari KKN ini, Mochamad Ulinnuha CSSMoRA UIN Walisongo angkatan 2018 menambahkan bahwa kegiatan ini lebih dari sekedar tradisi.
“Kegiatan ini merupakan salah satu cara dalam mengungkapkan bentuk penghormatan dan penghargaan dari yang lebih muda kepada yang lebih tua dan sebaliknya merupakan ungkapan bentuk rasa sayang dari yang lebih tua kepada yang lebih muda.”

Muhammad Wahyudi Arafah, salah satu anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo angkatan 2021 yang mengikuti kegiatan ini mengaku sangat bahagia.
“KKN ini sangatlah penting, karena selain dapat menguatkan silaturahmi dan solidaritas, saat berkunjung ke lokasi KKN juga membuat kita bisa lebih melihat, mengenal dan mendapatkan cerita pengalaman KKN yang sesungguhnya. Ini semua menjadi hal luar biasa yang sangat membahagiakan menurut saya.”


-Red Maulida Inayah

Loading

KAMIS MERINDU

By: Ahmad Agil Tsabata (CSSMoRA 2021)

“aku merindukan sabtu”. bisik kamis dengan sendu. matahari, yang menjadi tanda permunculannya, baru tampak sebatas mata saat kamis keluhkan rindu. sinarnya, hanya bisa menampakkan siluet berwarna biru.

nampak sekali murung mukanya siang ini. ditambah batuk kecil yang terdengar seperti kakek-kakek dengan tenggorokan penuh dahak, melewati tekak, dan ditelan kembali untuk nantinya terbebas sebagai berak.

mendung matanya perlahan mengembunkan hujan, mengalir perlahan di pipi kiri kanan, berhenti sejenak disamping bibir, lalu menggelepai dibawah dagu, sebelum akhirnya menetes diatas batu.

aku hanya berdiri saja di jalan ini

sebentar lagi kamis akan pergi

kami memang sudah sering berpapasan

hanya kali ini saja dia ungkapkan perasaan

“tapi aku masih merindukan sabtu”

ujarnya lagi sebelum benar benar berlalu

aku berjalan saja maju kedepan

tanpa peduli apa yang terjadi dibelakang

langkah kedua, aku melihat sabtu diarah berlawanan

kutolehkan kepala, tak kudapati kamis diseberang

karena untuk bisa melepas rindu,

kau harus berani melompati waktu

 

 

Loading

PAGELARAN SASTRA SANTRI NUSANTARA MELAYU BERSAMA WAKIL PRESIDEN RI

Kegiatan Pagelaran Sastra Santri Nusantara Melayu bersama Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. (H.C.) K. H. Ma’ruf Amin (25/10/2021) yang diselenggarakan oleh UIN Walisongo Semarang sebagai acara puncak dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2021. Kegiatan yang bertemakan
“Pagelaran Sastra Santri Nusantara Melayu: Moderasi Beragama di Kalangan Millenial” ini diselenggarakan secara hybrid di ruang teater lantai 4 gedung rektorat baru kampus 3 UIN Walisongo dan melalui room zoom meeting serta live youtube demi mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Acara puncak ini juga bersamaan dengan adanya kegiatan Pagelaran Seni Santri UIN Walisongo di lobby lantai dasar gedung rektorat baru kampus 3 UIN Walisongo.

Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si selaku Wakil Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus keynote speaker yang membuka acara pagelaran ini menyampaikan permohonan maaf dari Wakil Presiden Republik Indonesia DR. KH. Ma’ruf Amin dan Ketua Menteri Agama Republik Indonesia Gus Yaqut Cholil Qoumas yang belum dapat hadir memenuhi undangan.

DR. H. A.Tajuddin Arafat, M.S.I memoderatori langsung webinar ini bersama Gus Mus, Gus Nas, D. Zawawi Imron, Prof. Abdul Hadi WM dan Nyai Hj. Masriyah Amva sebagai pemateri. Pagelaran ini juga dimeriahkan oleh beberapa hiburan dari penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik UIN Walisongo Semarang.

Salah seorang peserta, Ridayana mengungkapkan bahwa webinar ini sangatlah menarik.
“Saya senang bisa menghadiri dan menyimak acara ini dengan baik. Selain menambah wawasan baru mengenai santri dan sastra, tentunya kegiatan ini juga membuat kita dapat melihat sastra dari sisi yang berbeda”.

-Red Maulida Inayah

Loading