Penyelenggaraan Pengamatan Rukyatul Hilal di Pantai Mangunharjo: Tantangan Cuaca dan Penguatan Kriteria Visibilitas Hilal MABIMS

kawakib 2
kawakib 4
kawakib1
kawakib3
PlayPause
previous arrow
next arrow

CSSMoRA UIN Walisongo – Pada Ahad, 11 Maret 2024, CSSMoRA UIN Walisongo melakukan pengamatan rukyatul hilal di Pantai Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh anggota CSSMoRA dan beberapa pelaksana rukyat menunjukkan bahwa tidak terlihatnya hilal disebabkan oleh cuaca yang mendung. Data hisab dari Tim Hisab CSSMoRA juga memperkuat kesimpulan ini dengan menunjukkan bahwa tinggi hilal masih berada di bawah standar kriteria visibilitas hilal MABIMS. Oleh karena itu, tidak ada penetapan isbat hilal yang terlihat berdasarkan pengamatan tersebut.

Melakukan observasi rukyatul hilal dilakukan di lokasi-lokasi strategis agar memudahkan pengamatannya. Salah satu lokasi untuk melakukan observasi adalah Pantai Mangunharjo mangkang. Namun, tidak hanya itu, dalam kegiatan tersebut, CSSMoRA mengirim beberapa anggotanya untuk turut serta dalam pengamatan rukyatul hilal di beberapa titik observasi lainnya, seperti di Planetarium UIN Walisongo, Pelabuhan Kendal, Pantai Mangunharjo Mangkang, dan Pantai Kartini Jepara.

Tujuan utama diadakannya acara ini adalah untuk menjalankan hisab rukyah bulan Ramadhan, yang telah dimasukkan ke dalam program kerja tahunan CSSMoRA UIN Walisongo. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mengajak anggota CSSMoRA turun langsung ke lapangan dalam melaksanakan rukyatul hilal.

Wahyudi Arafah, sebagai ketua pelaksana kegiatan rukyah CSSMORA, menyampaikan bahwa

“kegiatan ini tidak hanya melaksanakan program kerja pengurus, tetapi juga melibatkan pembentukan beberapa kelompok tim rukyah yang tersebar di lapangan untuk melakukan rukyat dan mengajak anggota untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan rukyatul hilal.”

Selain itu, Wahyudi Arafah juga berharap bahwa melalui kegiatan ini, anggota CSSMoRA UIN Walisongo dapat memperoleh pengalaman dan wawasan yang lebih mendalam. Hal ini diharapkan dapat menjadi kesempatan belajar langsung di lapangan, di mana anggota dapat mengamati dan meneliti hilal secara langsung.

Oleh : Muhamad Mahmud Sidik

Loading

Penentuan Awal Bulan Ramadan 1445 H di Planetarium UIN Walisongo

planet1
planet2
planet3
PlayPause
previous arrow
next arrow

CSSMoRA UIN Walisongo – Minggu (10/03/2024) Planetarium UIN Walisongo Semarang, melaksanakan kegiatan Rukyatul Hilal dalam rangka penentuan awal bulan Ramadan 1445 Hijriah. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak yang terkait, seperti Kemenag Jateng, MUI Jateng, Pengadilan Agama, ormas dan para perukyat termasuk CSSMoRA UIN Walisongo.

Acara dibuka dengan simulasi Rukyatul Hilal di Ruang Show Planetarium. Ahmad Syifaul Anam, selaku kepala Planetarium UIN Walisongo menyampaikan pentingnya kegiatan Rukyatul Hilal dalam menentukan awal bulan Ramadan bagi umat Islam. Di Ruang Show tersebut disajikan fenomena matahari tenggelam dan simulasi pengamatan hilal dalam penentuan awal bulan Ramadhan.

“Penentuan awal Ramadhan tahun ini berpotensi kembali berbeda, menurut data astronomis kemungkinan posisi hilal terlihat sangat kecil, bahkan memungkinkan gagal terlihat atau sama sekali tak terlihat. Faktor perubahan fase ini dipengaruhi oleh hubungan rotasi matahari dengan bumi juga keadaan cuaca”

Jelas Ahmad Syifaul Anam.

Setelah proses simulasi Rukyatul Hilal selesai, para peserta diarahkan ke tempat pengamatan hilal. Sebelum melakukan pengamatan Bapak Ihtirozun Ni’am memeberikan arahan mengenai pengamatan hilal. Pada pengamatan kali ini kemungkinan hilal tidak terlihat, dikarenakan cuaca mendung, setidaknya dapat kita pertimbangkan dua hal yang pertama, kondisi fisik hilalnya. Kedua kondisi latar belakangnya. Pertama dari kondisi fisik hilalnya, hilal sore hari ini ketinggiannya cukup rendah kurang dari 1 derajat, yaitu di kisaran setengah derajat artinya posisinya sangat rendah sudah dekat dengan ufuk tidak sampai 4 menit sudah terbenam hilalnya.

Dengan kondisi ketinggian seperti itu kemudian jarak dari matahari elongasinya kisaran 2 derajat tidak sampai 6,4 derajat, artinya jika kita lihat formulasi kriteria Imkan Nur rukyat Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) dengan elongasi minimum 6,4 derajat, tinggi minimum 3 derajat, ini masih sangat jauh di bawahnya. Kedua dari latar belakang kondisi langitnya kebetulan sekarang sangat mendung.

“Menurut aspek fisik hilalnya kemudian aspek mendung yang ada di langit mengakibatkan kemungkinan teramati hilal itu sangat susah”

Jelas Ihtirozun Ni’am.

Berdasarkan data yang terkumpul, hilal pada Minggu, 10 Maret 2024 tidak terlihat sehingga bulan Sya’ban di istikmalkan menjadi 30 hari. Begitupun dengan Kementrian Agama RI tetapkan 1 Ramadan 1445 H jatuh pada hari Selasa, 12 maret 2024.

Antusiasme para peserta rukyat membuat situasi di tempat pengamatan terlihat ramai.

“Menurut saya pengamatan hilal di Planetarium UIN Walisongo sangat berkesan karena dipandu oleh Pakar Falak yang berpengalaman dibidangnya dan yang bikin beda itu ada show simulasinya dan juga diliput stasiun TV Nasional yang mana jadi kebanggaan begi yang mengikuti acaranya”

Ujar Zaki selaku peserta Rukyatul Hilal.

Acara ditutup dengan do’a bersama dan harapan agar bulan Ramadan yang akan datang menjadi bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi umat dan ilmu pengetahuan.

Oleh : Wika Winanta

Loading

Kegiatan Pengamatan Rukyatul Hilal 1 Ramadhan 2024: Kolaborasi CSSMoRA UIN Walisongo Semarang dan Kemenag Kabupaten Kendal dalam Penentuan Awal Puasa

kendal2
kendal1
kendal3
kendal4
kendal5
previous arrow
next arrow


Pada hari Ahad, tanggal 10 Maret 2024 CSSMoRA UIN Walisongo Semarang dan Kemenag Kabupaten Kendal mengadakan kegiatan pengamatan Rukyatul Hilal untuk penentuan 1 Ramadhan (awal puasa ) yang berada di pelabuhan Kendal, Berdasarkan pengamatan anggota rukyah CSSMoRA UIN Walisongo Semarang dan beberapa pelaksana rukyat hilal tidak mengidentifikasi keterlihatan hilal, dikarenakan cuaca sangat mendung. Hal tersebut juga didukung oleh data hisab dari tim hisab CSSMoRA yang mengatakan bahwa tinggi hilal masih di bawah standar kriteria visibilitas hilal MABIMS, yang mana hilal masih berada di ketinggian 1 derajat serta lamanya hilal diatas ufuk hanya berkisar 3 menit 22 detik, kemungkinan juga hilal sangat susah dilihat oleh pengamat.

CSSMoRA UIN Walisongo Semarang mendelegasikan anggotanya ke beberapa titik rukyah. Salah satunya berlokasi di Kendal yang berjumlah 22 mahasiswa dari Prodi Ilmu Falak, Prodi Teknologi Informasi. HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) prodi Ilmu Falak juga turut hadir dalam kegiatan ini. Perlu di ketahui bahwasanya seluruh anggota CSSMoRA UIN Walisongo telah dibagi dan di sebarkan untuk melaksanakan rukyatul hilal di berbagai daerah jawa tengah yang telah ditetapkan menjadi objek titik pelaksanaan Rukyatul hilal penentuan 1 Ramadhan 2024 diantaranya yaitu Pantai Kartini Jepara , Observatorium UIN Walisongo Semarang, Pantai Mangunharjo Mangkang dan Pelabuhan Kendal.

Pengamatan hilal di Pelabuhan Kendal sangat ramai pengunjungnya (peminatnya), hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengamat yang hadir. kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal, Ir Sugiono, M.T., Kepala Kantor Kendal, Dr. Mahrus, Pengurus MUI Kendal, Ketua PCNU Kendal, Dr. h.Mukh. Mustakim, S.Ag., M.S.I., Ketua LDII Kabupaten Kendal HM Santoso Abdul Manan, S.E, dan Para pemimpin organisasi keagamaan lainnya, tim LFNU ( Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama’), Tim Badan Rukyah Kabupaten Kendal, Ulil Abshor, S.H.,Sy., M.h., Dosen UIN Walisongo Semarang , dan para pemimpin pondok pesantren Kendal .

Esensi dari kegiatan ini selain untuk melaksanakan hisab rukyah bulan Ramadhan sesuai dengan rencana kerja tahunan CSSMoRA UIN Walisongo, juga mengajak anggota CSSMoRA untuk aktif terlibat dalam melaksanakan rukyatul hilal di lapangan. Muhaimin Thohri, sebagai ketua pelaksana kegiatan rukyah di Pelabuhan Kendal, mengungkapkan bahwa

“kegiatan ini bukan hanya bagian dari agenda pengurus, tetapi juga melibatkan pembentukan beberapa tim rukyah yang akan bergerak ke lapangan untuk melakukan rukyat dan mengajak anggota untuk berpartisipasi langsung.”

Selain itu, ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta, sebagai kesempatan untuk belajar, mengamati, dan melakukan penelitian tentang hilal bersama CSSMoRA UIN Walisongo. Dalam wawancara setelah pelaksanaan rukyat, Muhaimin Thohri menambahkan bahwa harapannya adalah agar kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi semua peserta.

Oleh: Muhammad Ais Nur Rizqi

Loading

PERAN GENERASI MUDA DALAM PEMILU 2024

PERAN GENERASI MUDA DALAM PEMILU 2024

Pemilihan Umum (Pemilu) bukan hanya sekedar proses demokratis saja untuk menentukan seorang pemimpin, akan tetapi pemilu adalah sebuah momentum krusial yang menunjukkan betapa vitalnya peran generasi muda dalam menentukan arah masa depan suatu bangsa dan negara dimasa yang akan datang.Seiring dengan perkembangan zaman yang ada, pada bulan Juni 2023 lalu, August Mellaz, salah satu anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), beliau menyoroti potensi besar generasi milenial dan generasi Z. Yang mana jumlah generasi milenial dan generasi Z mencapai 116 juta pemilih atau 60% dari total pemilih nantinya, hal ini mencerminkan harapan akan kontribusi aktif generasi muda dalam mengukir sebuah sejarah dan membentuk peta politik ke depannya.

Yang menjadi tantangan utamanya sekarang adalah bagaimana mendorong generasi muda untuk turut andil dan menggunakan hak suaranya dalam pemilu nantinya. Keberhasilan demokrasi suatu negara tidak terlepas dari keterlibatan dan pemahaman politik yang baik dari seluruh elemen masyarakat yang ada, khususnya dari generasi muda. Edukasi politik menjadi fondasi utama dan yang paling penting yang perlu mendapat perhatian utama dan harus diperkuat guna mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi Pemilu 2024.

Aars dan Christesen dalam sebuah penelitiannya, “Education and Political Participation: The Impact of Educational Environments,” mereka berdua menegaskan bahwasanya pendidikan formal memiliki peran yang sangat krusial dalam menentukan tingkat partisipasi politik. Disamping Aars dan Christesen, Rico dan Jennings dalam studinya, “The Formation of Left-Right Identification: Pathways and Correlates of Parental Influence,” mereka berdua menyoroti peran orang tua sebagai penentu utama dalam membentuk identifikasi politik anak.

Selain dari pendidikan formal dan keluarga, juga terdapat pengaruh dari faktor luar seperti lingkungan sosial, dan juga eksposur terhadap informasi dari media massa dan internet yang juga turut membentuk pandangan politik generasi muda.Melalui partisipasi aktif dalam Pemilu, generasi muda tidak hanya memberikan hak suara mereka untuk memilih seorang pemimpin yang nantinya akan mewakili nilai-nilai mereka, tetapi disamping itu juga dapat menjadi agen pengubah dalam pembuatan suatu kebijakan, mempengaruhi agenda politik, dan nantinya akan memperjuangkan isu-isu yang dianggap penting bagi mereka dan juga masyarakat. Oleh karena itu mari bergandeng tangan bersama-sama untuk membangun bangsa yang demokratis dan juga berkeadilan melalui pengetahuan dan partisipasi aktif generasi muda.
Muhammad Muhaimin Thohri

Loading

MEMBANGUN JARINGAN DAN MENIGKATKAN KINERJA ORGANISASI MELALUI STUDI BANDING KOLABORATIF

MEMBANGUN JARINGAN DAN MENIGKATKAN KINERJA ORGANISASI MELALUI STUDI BANDING KOLABORATIF

WhatsApp Image 2024-01-19 at 23.27.59_34a8107e
WhatsApp Image 2024-01-19 at 20.19.26_7a29e23e
WhatsApp Image 2024-01-19 at 20.06.00_c2f69194
WhatsApp Image 2024-01-19 at 19.54.34_61dedae5
PlayPause
previous arrow
next arrow

Cssmorauinws – Pada hari Jumat, tanggal 19 Januari 2024, CSSMoRA UIN Walisongo Semarang telah melaksanakan suatu program kerja yang diinisiasi oleh Departemen BPH (Badan Pengurus Harian) berupa kegiatan studi banding. Tujuan utama dari studi banding ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada anggota CSSMoRA UIN Walisongo untuk bertukar pikiran dan belajar dari pengalaman, program kerja, dan kegiatan yang telah berhasil dilaksanakan oleh perguruan tinggi CSSMoRA lain.

Pada kesempatan ini, CSSMoRA UIN Walisongo berkolaborasi dengan dua perguruan tinggi, yaitu CSSMoRA Universitas Pendidikan Indonesia Bandung (UPI) dan CSSMoRA Universitas Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Kegiatan studi banding ini dihadiri oleh pengurus dari ketiga perguruan tinggi secara online melalui Zoom , kegiatan ini mengutamakan sharing pengalaman program kerja antara pengurus yang menjabat dalam periode tersebut.

Tema dari kegiatan studi banding ini adalah “Bertukar wawasan, berbagi pengalaman, dan menjalin silaturahmi melalui studi banding kolaboratif”. Acara dimulai dengan pembukaan, disertai sambutan dari ketua CSSMoRA ketiga perguruan tinggi. Pemaparan program kerja masing-masing perguruan tinggi menjadi fokus utama, dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab mengenai program kerja tersebut.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama. Menariknya, studi banding tahun ini direncanakan akan dilaksanakan dua kali dalam satu periode, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja organisasi CSSMoRA UIN Walisongo.

Dalam waktu yang dekat, CSSMoRA UIN Walisongo berencana mengajak program beasiswa dari UIN Walisongo Semarang untuk turut serta dalam studi banding, dengan tujuan memperkuat relasi, meningkatkan komunikasi, dan mendapatkan wawasan dari organisasi beasiswa lain. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan inspirasi dan mengembangkan wawasan, tetapi yang paling penting adalah membangun jaringan melalui kolaborasi studi banding.

Secara keseluruhan, acara studi banding ini dianggap sebagai momen yang sangat berharga untuk berbagi wawasan dan pengalaman mengenai program kerja. Antusiasme yang luar biasa dari pengurus kedua perguruan tinggi yang dikunjungi, bersama dengan hasil diskusi yang memberikan pengetahuan mendalam tentang program kerja yang menarik, membuat kegiatan ini memberikan dampak positif yang dirasakan oleh semua pihak yang terlibat. Alhamdulillah, keberhasilan acara ini menjadi pencapaian yang membanggakan bagi CSSMoRA UIN Walisongo Semarang.

 

Red Muhammad Wahyudi Arafah

Loading

GENERASI MUDA ISLAMI HARUS SIAP MENGHADAPI TANTANGAN DI ERA SOCIETY 5.0

Jika sebelumnya sudah ada istilah revolusi industri 4.0, sekarang sudah ada society 5.0 atau dalam bahasa Indonesia disebut masyarakat 5.0, yang mana diusulkan menjadi sebuah konsep tatanan dunia baru. Society 5.0 ini nantinya akan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi generasi muda untuk kemajuan suatu bangsa dan negara di masa yang akan mendatang.

Society 5.0 adalah suatu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia yang berbasis teknologi. Perkembangan teknologi yang semakin hari semakin canggih dan begitu pesat yang tidak bisa kita pungkiri, salah satunya adalah dimana peran manusia telah tergantikan oleh kehadiran robot cerdas, Melihat fenomena demikian maka sangat dibutuhkan sebuah pemahaman society 5.0 yang berbasis spiritualitas dan juga kebudayaan, yang nantinya akan menjadi sebuah bekal tersendiri bagi proses pengembangan generasi muda yang siap akan segala tantangan dan juga problematika yang ada.

Generasi muda islami yang berkualitas harus siap menghadapi tantangan di era society 5.0, dan hal ini bisa disiapkan dari sekarang dengan melalui beberapa tahap yang ada, diantaranya adalah penanaman unsur aqidah, syariah dan juga akhlak secara kuat dan juga maksimal, sehingga nantinya akan melahirkan generasi muda islami harapan bangsa dan negara yang cerdas, sabar dan juga shalih. Memberikan bekal ilmu, sains dan juga keterampilan yang berbasis teknologi, sehingga nantinya akan melahirkan generasi muda islami harapan bangsa dan negara yang profesional dan juga inovatif. Menyiapkan lingkungan, tradisi dan juga budaya hidup yang mampu mendorong lahirnya generasi muda islami penerus bangsa dan negara yang berkarakter, berintegritas dan juga istiqamah.

Ir. Soekarno pernah berkata “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia”

Oleh karena itu wahai generasi muda harapan bangsa bangkitlah untuk menyongsong masa depan, karena di tangan kita lah urusan umat dan ditangan kita lah estafet kepemimpinan umat

إِنَّ فِى يَدِ الشُّباَّنِ اَمْرَ اْلاُمَّةْ وَفِى اَقْدَامِهَا حَيَاتَهَا

“Ketahuilah bahwa di tangan pemudalah urusan ummat dan di kakinyalah kehidupannya”

شبان اليوم رجال الغد

“Pemuda hari ini adalah pemimpin besok hari”

Muhammad Muhaimin Thohri (CSSMoRA UIN Walisongo 2022)

Loading

MENYELAMI MAKNA MA’RIFAH SHALAT MELALUI SYARAH AL-HIKAM IBNU ATHAILLAH AL-SAKANDARI.

Ketika shalat kita tidaklah hanya dituntut untuk sekadar menunaikan syarat dan rukunnya secara Formal. Melalui shalat kita juga dituntut untuk memenuhi Ketenatuan dan persyaratan yang ada dalam shalat, aturan-aturan formal, dan kesempurnaan shalat sedapat mungkin. Memang tidak ada batasan sejauh mana seseorang dalam melakukan ibadah shalatnya berikut esensinya mengingat perbedaan kemampuan masing-masing orang. Tetapi masing-masing kita diwajibkan untuk mengejar esensi shalat Mengomentari perkataan Amirul Mukminin Umar Bin Khattab RA “Siapa yang menjaga kewajiban dan menjaga kesempurnaan shalat ? ” Ibnul ‘Arabi mengatakan, “melihat oleh aku akan Ribuan orang bahkan tak terhitung menjaga kewajiban shalat, tetapi orang yang menjaga kewajiban shalat dengan khusyuk dan kehadiran penuh hanya terhitung dengan hitungan lima jari.”

Yang harus dipahami terlebih dahulu adalah bahwa shalat adalah kesempatan bagi Ummat Islam untuk membersihkan diri seluas-luasnya dan membuka pintu ghaib sehingga shalat benar-benar efektif untuk menjauhkan manusia dari perbuatan keji dan munkar.

Syekh Al-Ustadz Tajuddin Abu Fadl Ahmad bin Muhammad ibn ‘Abdul Karim Bin Atha’illah Al-Iskandari Al-Syadzili Berkata :

قلت طهارة القلوب من الذنوب إذ أنها تنهى عن الفحشاء والمنكر وتكفر السيئات وتفتح أرباب الغيوب بما فيه من التجليات التي أشار إليها (الصلاة محل المناجاة ومعدن مصافات) قلت لأنها محل لقرب العبد من ربه والوقوف بين يدي مولاه بلا واسطة سوى ذكره والقيام بوظائف العبودية على المواجهة والمعاينة

Artinya, “(Shalat itu) kesucian hati dari Dzunub karena shalat itu menegah perbuatan keji dan munkar, menghapus dosa, dan membuka pintu-pintu ghaib dengan penampakan kuasa-Nya seperti ditunjukkan oleh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam, ‘Shalat tempat munajat dan tambang kebersihan.

Shalat adalah ‘tempat’ terdekat seorang hamba dan Penciptanya; ‘tempat’ menghadap di hadapan-Nya tanpa batasan selain menyebut-Nyan dan pelaksanaan tugas-tugas kehambaan dalam menghadap dan melihatnya,” (Syarah Al-Hikam Ibnu ‘Athaillah Al-Sakandari, Syirkah Al-Qaumiyah, 2010 M/1431 H, halaman 110).

Secara harfiah kalau kita terjemahkan kata الصلاة itu idealnya karena adalah huruf “Alif dan Lam” Jadi artinya kesempurnaan shalat itu ada Natijahnya, ada buahnya. Apa buahnya ?… طهارة القلوب Artinya Mensucikan Qalbu.

Jika air mensucikan hadas dibadan, maka hadas yang sudah masuk kedalam Qalbu virus-virus dosa, dengki, iri, sombong, itu yang bisa membersihkan adalah As-Sholah. من ادناس الذنوب Artinya dari pada kotoran-kotoran Dzunub. Dzunub ini unik istilahnya Dzambun, kalau orang Arab menyebutnya dengan istilah Dzanab artinya sesuatu yang sifatnya dibelakang atau diekor.

Maka Disebut itu dosa karena kalau habis dikerjakan urusannya ada sesuatu yang nambah ke belakang. maka disebut dengan istilah: ادناس الذنوب واستفتاح للباب الغيوب ini yang paling penting “استفتاح” (Istiftah) artinya cara membuka kunci.للباب الغيوب (lil Babil Ghuyob) Artinya Pintu Keghaiban (Rahasia)

menurut Syekh Mansyur Tidak ada tawar-menawar masalah dalam shalat itu.

Jadi memang harus didirikan syariatnya walaupun seandainya kita baru tahapan belajar maka harus dikerjakan kecuali Kamu udah bisa cara sholat yang lain.

intinya sholat berdasarkan Al-Qur’an Surah Toha اقيم الصلاة لذكري Artinya: dirikan sholat untuk Dzikri.

Dzikri artinya bukan menyebut tetapi mengingat tapi kalau belum sanggup mengingat cukup menyebut.

Lalu bagaimana caranya kita Agar Sempurna Dzahir Dan Bathin Shalatnya?… Dengan cara kalau kita salat. Yang harus dilatih BUKAN cara membacanya BUKAN gerakannya harus begini begitu.

pekerjaan seperti itu juga bisa dilakukan oleh pelajar TK tidak ada Natijahnya atau hasilnya.

Jawabannya : Yang dilatihkan dzikirnya. Lalu muncul argumen Bagaimana cara Berzikir ?… kalau tidak kenal Siapa yang di Dzikirkan. Contoh : Saya mau mengingat sesuatu yang saya tidak kenal ?… Bisa tidak, Tentu Tidak. jawabannya Mustahil pasti tidak mungkin dan itu ternyata sudah menjadi Ketentuan dari pada akal. Akal itu tidak sanggup memikirkan sesuatu yang tidak pernah dilihat, tidak pernah dia pikirkan, dan tidak pernah dia ketahui. Ini sudah konsep dibelakang Brain otak kita tidak bisa memikirkan sesuatu atau membayar sesuatu yang dianggap tidak pernah ketemu.

pertanyaannya : Otak kita pernah bertemu Allah tidak ?… Tentu Tidak Lalu yang pernah ketemu dengan Allah SWT Siapa ?… Qolbu pun juga tidak pernah. Jasad pun juga tidak pernah. Jawabannya : adalah yang pernah bertemu Allah “الروح” (Ar-Ruh). Sebelum kita dilahirkan didunia jadi kalau Bertasawuf maupun Berthoriqoh kita baru dzikirnya di qalbu tidak ketemu Allah itu namanya baru bisa menyebut menyebut Allah. Perlu diketahui belum bisa jadi Si Qalbu. Qolbu inikan servernya akal. akal itu berpikir Ideal bagus atau tidaknya dengan Qalbu. Qalbu berfikir dengan Apa ?…. Jawabannya Qalbu itu kalau berfikir dengan Ruh.

Jadi kalau orang awam dia mau berfikir. Mereka menggunakan apa ?… Datanya orang awam itu data empirik Apa yang dia lihat, itu yang dijadikan bahan pikiran. Apabila hal demikian terjadi, Maka mereka sama dengan binatang sesuai apa yang dijelaskan Al-Qur’an Al-A’raf, ayat 179 :اولئك كالعنعام tapi kalau dia seorang mukmin Dia servernya tidak diakal, dia servernya di Qalbu.

maka Al-Quran menerangkan didalam surah Al-Hajj :لهم قلوب يعقلون بها Mereka orang mukmin kalau berpikir itu tidak pakai empiris tapi pakai hati/Qalbu. Qalbu itu artinya sesuatu yang bergerak elastis berarti kalau qalbu sudah tidak elastis disebut قسوة (Qoswah) artinya kesat

Kapan hati kita kesat saat kalau sibuk dengan empiris? karena kalau orang bersibuk sama empiris apa yang terjadi di muncul namanya غفلة (Ghaflah) Artinya lalai. jika orang sholatnya dengan cara ini lalai adalah tipe latihan sholat ditengah gunung ditengah hutan keadaan tengah malam gelap gulita. Apakah bisa menambah ke Khusyu’an ?… Coba aja.

Kalau qolbu ini sudah lalai lambat laun menjadi keras namanya Qoswah udah jadi keras jadi qalbu itu arti lainnya adalah sesuatu elastis, santai dan rileks. Si Qalbu tuh sifatnya dia, kalau orang sudah keluar dari Fitrah qolbunya karena Si Lalai.

Ini terjadi karena dia lupa mengingat Allah sehingga masuk kemudian cinta dunia. Jujur kita masih senang sama Uang semangat banget dengan dunia. Tapi jangan cinta hal seperti itu tipis-tipis saja. Bohong kalau kita tidak senang sama uang. Kamu kalau kerja pengen dapat gaji tidak, Kalau Tidak mau menerima gaji sudahlah ikhlas aja katakan Terima kasih.

Kesimpulannya shalat itu adalah kunci alam ghaib, agar berkenan dibukakan oleh Allah SWT.

Untuk melakukan Riyadhoh atau latihan kalau dalam pelaksanaanya tetap belum terkoneksi batinnya atau tidak terkoneksi maka lakukanlah mandi taubat. Terus diulang kembali, Setelah Mandi taubat Shalat, tetap tidak terkoneksi ulangi lagi, Sampai allah membukakan Kunci Alam Ghaib itu dengan Rahmat Sifat Rahman dan Rahimnya Allah. Ingatlah lakukanlah Dengan aturan dan adab-adab yang diajarkan Salafus Shalih.

Sanad Keilmuan Al-Faqir Dalam Kitab Al-Ibnu Athaillah Al-Sakandari : Ahmad Zaki Anshari Dari Al-Ustadz Syekh KH. Nuruddin Nurani Al-Banjari Lc. Dari Syekh Ahmad Jamhuri Al-Banjari Al-Makki Beliau Merupakan Ulama Indonesia Yang Tinggal Dimakkah Selama 50 Tahun Hingga Berpulang Kehadirat Allah SWT. Beliau Dilahirkan Pada Tahun 1940 Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan Beliau Sempat Mengenyam Pendidikan Di Pondok Pesantren Darussalam Martapura. Di Antara Sekian Banyak Guru-Guru Yang Terkenal Yang Sempat Beliau Belajar Dengannya Di Masjidil Haram Diantaranya (1) Syeikh Hassan Masysyath (2) Syeikh Muhammad Al-‘Arabiy (3) Syeikh Sayyid ‘Alawi Al-Maliki (4) Syeikh Sayyid Amin Kutbi (5) Sayyid Ismail Zen Al-Yamani Dari Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani Dari Syekh Muhammad Ali Al-Maliki Dari Sayyid Bakri Syatha Dari Sayyid Ahmad Bin Zaini Dahlan Dari Syekh Utsman Bin Hasan Ad-Dimyathi Dari Syekh Abdullah As-Syarqawi Dari Syekh Ahmad Bin Abdul Fattah Al-Malawi Dari Syekh Ahmad Bin Muhammad An-Nakhli Dari Syekh Abdullah Bin Sa’id Baqusyair Al-Makki Dari Sayyid Umar Bin Abdurrahim Al-Bashri Dari As-Syams Muhammad Bin Ahmad Ar-Ramli Dari Al-Qadli Zakariya Bin Muhammad Al-Anshari Dari Syekh Abdurrahim Bin Muhammad Bin Al-Furrat Dari Qadhi Qudlat Tajuddin Abdul Wahab Bin Qadhi Taqiyuddin Ali Bin Abdul Kafi As-Subuki Dari Ayahnya, Qadhi Taqiyuddin Ali Bin Abdul Kafi As-Subuki Dari Muallif Al-Hikam Al-Imam Al-Arif Billah Tajuddin Ahmad Bin Abdul Karim Bin ‘Athaillah As-Syadzili Al-Iskandari.

Ahmad Zaki Anshari Bin Ahmad Dzakwani (CSSMoRA UIN Walisongo 2023)

Loading

Menakar kembali arah kiblat Musala Goeboek Pentjeng

Pada Sabtu, (08/10). Saya dan teman-teman CSSMoRA  mengadakan suatu acara di sebuah Pondok di daerah gunung pati semarang.  Disela-sela rundown acara, saya memutuskan untuk salat di mushalla pondok tersebut. Awalnya tiada masalah yang berarti. Tempatnya bersih, suci, airnya juga enak. Tapi, setelah saya cek kiblat untuk salat, ternyata musala tersebut melenceng 43 derajat dari arah kiblat.

Pas pertama kali saya lihat bangunannya, langsung terlintas di pikiran saya bahwa bangunan itu merupakan bangunan peninggalan Belanda. Dinding-dinding tebal dihiasi dengan cat putih yang sudah menguning menandakan bangunan tersebut telah berdiri kokoh sejak lama. Ejaan jadul juga terpampang di atas pintu masuk bertuliskan “Goeboek Pentjeng”. Hal ini menambah alasan saya untuk semakin yakin bahwa bangunan itu telah ada sejak zaman Belanda.

Saat menelusuri komplek pondok tersebut, saya menemukan beberapa hal menarik. Seperti benda-benda unik, ukiran-ukiran kaligrafi kuno dan lain sebagainya. Suasana yang temaram membuat saya berspekulasi lagi bahwa pondok tersebut merupakan pondok Tarikat (Sufi).

Sebagaimana pondok Sufi, pastinya memiliki musala sebagai tempat menyepi. Musala tersebut terletak di sebelah kiri halaman kediaman pengasuh. Tempatnya tak begitu besar, mungkin hanya muat 15 sampe 20 saja. Tetapi saat memasukinya, hawa ketenangan khas-khas sufi begitu terasa.

Awalnya nyaman saja berada di musala. Tapi hal itu seketika berubah ketika saya mengeluarkan aplikasi kompas kiblat dari HP. Saya begitu kaget ketika arah kiblat yang dituju oleh kompas saya melenceng ke kanan. Awalnya saya tidak percaya karena melencengnya begitu jauh. Tapi setelah saya mengecek ulang sembari memincingkan mata, ternyata hal tersebut benar.

Arah kiblat semarang jika kita ukur secara umum, itu mengarah kepada Azimuth 294 derajat UTSB. Sedangkan kompas saya menunjukkan musala menghadap kiblatnya sebesar 251 derajat. Maknanya, kiblat dari musala tersebut melenceng sebanyak 43 derajat. Caranya adalah dengan 294 dikurangi 251 =43. Mengukur kiblat dengan kompas memang terkadang meleset. Akan tetapi kemelencengan piranti konpas paling hanya setitar 1 sampai 2 derajat saja.

Dalam menghadap kiblat kebanyakan Ulama memperbolehkan menghadap Jihhatul kakbah (arah Kakbah) atau lebih mudahnya maksimal kemelencengan 45 derajat. Dalam kita Bughyah al-Mustarsyidin disebutkan:

مَحَلُّ اْلإِكْتِفَاءِ بِالْجِهَّةِ عَلَى الْقَوْلِ بِهِ عِنْدَ عَدَمِ الْعِلْمِ بِأَدِلَّةِ الْعَيْنِ إِذِ الْقَادِرُ عَلَى الْعَيْنِ إِنْ فُرِضَ حُصُوْلُهُ بِاْلإِجْتِهَادِ لاَ يُجْزِيْهِ اسْتِقْبَالُ الْجِهَّةِ قَطْعًا وَمَا حَمَلَ الْقَائِلِيْنَ بِالْجِهَّةِ ذَلِكَ إِلاَّ كَوْنُهُمْ رَأَوْا أَنَّ اسْتِقْبَالَ الْعَيْنِ بِاْلإِجْتِهَادِ مُتَعَذِّرٌ.

“Cukup menghadap arah (Ka’bah ke barat saja, misalnya) adalah saat tidak mengetahui tanda-tanda keberadaan bentuk fisik Ka’bah (a’inul Ka’bah). Orang yang mampu mengetahui Ka’bah bila diandaikan bisa dihasilkan dengan berijtihad, maka ia tidak cukup menghadap arah saja secara pasti (tanpa khilafiyah). Tidak ada yang mendorong ulama yang membolehkan menghadap ke arah Ka’bah melainkan mereka memandang bahwa menghadap Ka’bah dengan berijtihad itu sulit dilakukan.(Abdurrahman Ba’alawi, Bughyah al-Mustarsyidin [Mesir: Musthafa al-Halabi, 1371 H/1952 M)], h. 39-40)

Tetapi dalam konteks sekarang, mencari posisi kiblat sangat mudah dilakukan. Bertebaran aplikasi kompas kiblat di berbagai perangkat. Sehingga hampir tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak tahu arah kiblat. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, apakah menghadap Jihhatul Kakbah pada masa sekarang masih berlaku seperti yang tertera di kitab tersebut? Lalu bagaimana sikap kita bila mengetahui kenyataan kemelencengan tersebut?

Daviq Nuruzzuhal (CSSMoRA UIN Walisongo 2022)

Loading

Kebahagiaan Wisuda dan Inspirasi Motivasi dari Alumni CSSMoRA UIN Walisongo: Mencari Ilmu dan Mengatur Waktu dengan Bijak

Kamis, 18 Mei 2023 semua anggota CSSMoRA UIN Walisongo ikut berbahagia atas akan di wisudanya kakak-kakak yang berhasil menyelesaikan tugas akhir. Kebahagiaan tersebut mereka tuangkan dengan mengadakan acara Tasyakuran Wisuda yang diwadahi oleh CSSMoRa UIN Walisongo, yang mana program Tasyakuran Wisuda tersebut menjadi program kerja dari Badan Pengurus Harian (BPH) . Acara tasyakuran wisuda (taswis) kali ini berbeda dengan acara taswis sebelumnya, pasalnya taswis kali ini bersamaan dengan acara sarasehan bareng alumni sehingga sebagian besar alumni termasuk ketua alumni CSSMoRA UIN Walisongo turut hadir dalam acara ini.

Kali ini, ada lima anggota CSSMoRa UIN Walisongo yang akan diwisuda pada tanggal 23 Mei 2023. Berikut nama-nama wisudawan dan wisudawati:
1. Hamjan A Rensalengo, SH
2. Muh. Fadhil, SH
3. Isma Masripah, SH
4. Inayah, SH
5. Afifah Mulya Alamsyah, SH

Dalam sambutannya, bapak Ihtirozun Ni’am selaku dosen ilmu falak di UIN Walisongo sekaligus alumni anggota CSSMoRA UIN Walisongo memberikan motivasi kepada para wisudawan dan wisudawati untuk tidak takut apabila setelah diwisuda ini mereka belum tau mau jadi apa, yang terpenting adalah jangan berhenti untuk belajar dan mencari ilmu. Beliau mengatakan
“Boleh kita berhenti sekolah, tapi jangan sampai kita berhenti belajar dan mencari ilmu”

Setelah rangkaian acara tasyakuran wisuda selesai dilanjutkan dengan acara sarasehan yang dimoderatori oleh salah satu alumni. Pembahasan sarasehan tersebut lebih tertuju pada upaya untuk menghidupkan majalah zenith yang dahulu sudah diperjuangkan oleh para alumni hingga menjadi majalah yang dikenal sampai ke pimpinan kemenag.

Dalam sambutannya, bapak Nur Hidayatullah selaku ketua alumni memberikan motivasi kepada seluruh anggota CSSMoRA
“Kalau orang barat punya time is money, maka klo islam الوقت اثمن من ذهب ”
Begitu pula bapak Mawahib sebagai salah satu pelopor dari majalah zenith, dalam sambutannya juga memberi motivasi
“Semakin sibuk kita dengan berbagai aktivitas semakin pintar Kita mengatur waktu dengan baik dan tidak terbuang sia-sia. “

Loading

APAKAH PENGHIJAUAN SEBATAS MENANAM ATAU PAMER KEGIATAN SAJA?

Oleh: Wahyudi (CSSMoRA UIN Walisongo 2018)

Slogan-slogan yang menyebar dimana-mana, baik itu sebagai tagline-tagline instansi yang dikira paling menjaga alam, ucapan-ucapan pejabat yang sedang pansos kepada publik, bahkan poster-poster yang tertempel di tiang listrik yang bersandingan dengan iklan sedot wc (hahaha tawa outor), yang berisikan tentang ‘Satu Pohon Satu Jiwa’ atau ‘Go Green For Our Future’ dan sejenis kalimat penyemangat atau imbuhan motivasi utnuk menanam, menjaga dan merawat satu buah pohon, apakah itu cukup untuk meningkatkan keasadaran untuk menyelamatkan satu pohon?, atau bisakah merubah hati penebang-penebang pohon liar yang dibenaknya hanya uang dan uang?, atau konglomerat-konglomerat yang berdalil, tapi nyatanya menjajal bumi?, Tentu tidak!.

Dan juga Go Green bukan hanya tentang menanam. Apa gunanya menanam tapi lingkungan tidak dijaga, sampah dibuang sembarang, atau limbah-limbah pabrik yang disebar secara liar yang secara nyata mempengaruhi ekosistem sungai, hutan atau tanah bahkan lautan sekalipun. Jadi bisa disimpulkan Go Green itu bukan hanya menanam dan menyuarakan tagline-tagline penghijauan, tetapi juga tentang kesadaran, tentang hati yang berdalih menjaga bumi bukan antipati yang ditinggikan untuk memuaskan naluri yang pastinya akan mati.

Dewasa ini aksi-aksi go Green yang disuarakan menjadi tren terkhusus bagi kelompok-kelompok pecinta alam, peduli lingkungan, atau front-front pembela pohon dan hutan, dan banyak lagi kelompok-kelompok seperti itu. Hal tersebut tak akan lepas dari kondisi bumi yang dituding semakin menua dan semakin rusak, dan sudah jelas pelaku utamanya hewan yang berakal dan memiliki segunung nafsu untuk memuaskan diri sendiri atau kompeninya, iyaps, siapa lagi kalo bukan manusia. Dilansir dari National Geographic Indonesia, bahwasanya suhu di antartika semakin meningkat sepanjang sejarah diawal tahun 2020, dimana akibat di antartika salah satu gletser yaitu Pine Island mengalami penyusutan dan akhirnya runtuh. Hal yang dikhawatirkan akibat dari pencairan gletser tersebut menghasilkan air dalam jumlah besar ke samudra.

Terlepas dari itu masih ada lagi akibat nyata dari global warming yaitu laut mengalami kenaikan suhu pula, yang berdampak dan berakibatkan kepada ekosistem lautan khusunya ratusan ribu kerang terpanggang dan mati di Selandia baru. Diperkirakan pada tahun 2100, perubahan iklim ini akan menjadi kepunahan terumbu karang di seluruh dunia. Dan manuasia akan mengalami dampak baik itu secara langsung ataupun tidak. Itu beberapa alasan yang menyebabkan go Green dilaksanakan untuk mencegah global Warming, dan ini juga termasuk imbauhan untuk meminimalisir pembangunan rumah kaca yang membuat ozon dibumi semakin menipis, dan termasuk salah satu penyebab Global Warming.

Dengan harapan bumi dapat kembali dan memjlih melalui upaya Go Green yang selalu di suarakan dapat menjadikan bumi kembali menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi seluruh makhluk, bukan hanya manusia. Baik dimasa sekarang dan juga dimasa depan yang akan datang. Dan dalam rangka untuk membantu penerapan dengan aksi Go Green, perlu diketahui prinsip- prinsip utama yang menjadi dasarnya, disini terdapat 3 prinsip dasar, yaitu:

Reduce

Adalah upaya untuk melakukan penghematann sumber ,daya energi. Reduce dapat diartikan juga sebagai pengurangan dalam memamkai benda tertentu dengan bertujuan untuk pengurangan produksi sampah. Dengan dipahami prinsip ini, manusia dapat selektif dalm kegiatan sehari-seharinya. Contoh yang sangat muda untuk dilakukan seperti mematikan listrik jikalau tidak sedang digunakan, sedangkan untuk mengurangi limbah sampah dapat dihindari menggunakan kantong sekali pakai.

Reuse

Adalah upaya pemanfaatan kembali barang-barang lawas. Jadi maksudnya iyalah barang-barang yang masih berfungsi sesuai dengan fungsi sebaiknya dimanfaatkan lagi ddan jangan langsung di buang. Kebanyakan orang tidak menykai dengan hal-hal seperti ini karena terlihat tidak berkelas, dan juga dianggap kolot dan tertinggal zaman akibat dari perubahan zaman. Tetapi dengan melakukan upaya Reuse barang-barang yang sudah lawas dan using, ini memberikan keuntungan ganda. Pertama ini sebagai upaya peduli terhadap lingkungan sekitar. Yang kedua, dari kehematan anda sangat karena tak perlu membeli barang-barang yang baru.

Recycle

Berbeda dengan dua dengan lainnya Recycle adalah istilah yang sangat popular, dimana Recycle memiliki arti melakukan pendauran ulang pada sebuah barang sehingga bisa bermanfaat dan digunakan kembali. Dan jenis barang-barang seperti sangat mudah didapatkan dimanapun karena barang-barang seperti ini disebut sampah. Dengan sebuah nilai seni, kreatifitas, barang bekas dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat lagi seperti pot tanaman , hiasan pada rumah, dan banyak lagi lainnya. Contoh yang sering kita jumpai seperti botol-botol plastic yang langsung dibuang setelah habis isinya. Padahal kalo dilihat dari penilitian sampah plastic adalah sampah yang paling lama diurai oleh tanah, yang dampaknya sangat nyata di depan mata kita seperti rusaknya sirkulasi tanah dan hutan, terganggunya ekosistem di sungai dan lautan, berbeda hal jika kita melakukan daur ulang dimana kita bisa menyelamatkan tanah dan bumi kita.

Dari beberapa hal di atas kita dapat mengambil tindakan sebagai wujud kepedulian kita terhadap bumi. Tidak perlu dengan tindakan yang langsung besar seperti penanaman seribu, sejuta, atau pun semiliar pohon. Cukup dengan menyadari hal-hal kecil disamping dan sekeliling kita, seperti mengurangi sampah plastik, mematikan listrik ketika tidak dipakai, menghemat pemakaian air, memilah sampah dan lakukan daur ulang,kurang penggunaan dalam tisu, dan mungkin menanam pohon di sekeliling rumah kita.

Peduli lingkungan bukan dari orang lain, kembali Kediri kita dan pahami dengan menelaah lagi tindakan kita dilingkungan sudah betul atau tidak. “Bukan dari saya, bukan dari orang sekitar anda, dan tentunya itu dari diri anda sendiri”.

 

SEMANGAT RUSDA IMUT, MUACH

Loading