APAKAH PENGHIJAUAN SEBATAS MENANAM ATAU PAMER KEGIATAN SAJA?

Oleh: Wahyudi (CSSMoRA UIN Walisongo 2018)

Slogan-slogan yang menyebar dimana-mana, baik itu sebagai tagline-tagline instansi yang dikira paling menjaga alam, ucapan-ucapan pejabat yang sedang pansos kepada publik, bahkan poster-poster yang tertempel di tiang listrik yang bersandingan dengan iklan sedot wc (hahaha tawa outor), yang berisikan tentang ‘Satu Pohon Satu Jiwa’ atau ‘Go Green For Our Future’ dan sejenis kalimat penyemangat atau imbuhan motivasi utnuk menanam, menjaga dan merawat satu buah pohon, apakah itu cukup untuk meningkatkan keasadaran untuk menyelamatkan satu pohon?, atau bisakah merubah hati penebang-penebang pohon liar yang dibenaknya hanya uang dan uang?, atau konglomerat-konglomerat yang berdalil, tapi nyatanya menjajal bumi?, Tentu tidak!.

Dan juga Go Green bukan hanya tentang menanam. Apa gunanya menanam tapi lingkungan tidak dijaga, sampah dibuang sembarang, atau limbah-limbah pabrik yang disebar secara liar yang secara nyata mempengaruhi ekosistem sungai, hutan atau tanah bahkan lautan sekalipun. Jadi bisa disimpulkan Go Green itu bukan hanya menanam dan menyuarakan tagline-tagline penghijauan, tetapi juga tentang kesadaran, tentang hati yang berdalih menjaga bumi bukan antipati yang ditinggikan untuk memuaskan naluri yang pastinya akan mati.

Dewasa ini aksi-aksi go Green yang disuarakan menjadi tren terkhusus bagi kelompok-kelompok pecinta alam, peduli lingkungan, atau front-front pembela pohon dan hutan, dan banyak lagi kelompok-kelompok seperti itu. Hal tersebut tak akan lepas dari kondisi bumi yang dituding semakin menua dan semakin rusak, dan sudah jelas pelaku utamanya hewan yang berakal dan memiliki segunung nafsu untuk memuaskan diri sendiri atau kompeninya, iyaps, siapa lagi kalo bukan manusia. Dilansir dari National Geographic Indonesia, bahwasanya suhu di antartika semakin meningkat sepanjang sejarah diawal tahun 2020, dimana akibat di antartika salah satu gletser yaitu Pine Island mengalami penyusutan dan akhirnya runtuh. Hal yang dikhawatirkan akibat dari pencairan gletser tersebut menghasilkan air dalam jumlah besar ke samudra.

Terlepas dari itu masih ada lagi akibat nyata dari global warming yaitu laut mengalami kenaikan suhu pula, yang berdampak dan berakibatkan kepada ekosistem lautan khusunya ratusan ribu kerang terpanggang dan mati di Selandia baru. Diperkirakan pada tahun 2100, perubahan iklim ini akan menjadi kepunahan terumbu karang di seluruh dunia. Dan manuasia akan mengalami dampak baik itu secara langsung ataupun tidak. Itu beberapa alasan yang menyebabkan go Green dilaksanakan untuk mencegah global Warming, dan ini juga termasuk imbauhan untuk meminimalisir pembangunan rumah kaca yang membuat ozon dibumi semakin menipis, dan termasuk salah satu penyebab Global Warming.

Dengan harapan bumi dapat kembali dan memjlih melalui upaya Go Green yang selalu di suarakan dapat menjadikan bumi kembali menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi seluruh makhluk, bukan hanya manusia. Baik dimasa sekarang dan juga dimasa depan yang akan datang. Dan dalam rangka untuk membantu penerapan dengan aksi Go Green, perlu diketahui prinsip- prinsip utama yang menjadi dasarnya, disini terdapat 3 prinsip dasar, yaitu:

Reduce

Adalah upaya untuk melakukan penghematann sumber ,daya energi. Reduce dapat diartikan juga sebagai pengurangan dalam memamkai benda tertentu dengan bertujuan untuk pengurangan produksi sampah. Dengan dipahami prinsip ini, manusia dapat selektif dalm kegiatan sehari-seharinya. Contoh yang sangat muda untuk dilakukan seperti mematikan listrik jikalau tidak sedang digunakan, sedangkan untuk mengurangi limbah sampah dapat dihindari menggunakan kantong sekali pakai.

Reuse

Adalah upaya pemanfaatan kembali barang-barang lawas. Jadi maksudnya iyalah barang-barang yang masih berfungsi sesuai dengan fungsi sebaiknya dimanfaatkan lagi ddan jangan langsung di buang. Kebanyakan orang tidak menykai dengan hal-hal seperti ini karena terlihat tidak berkelas, dan juga dianggap kolot dan tertinggal zaman akibat dari perubahan zaman. Tetapi dengan melakukan upaya Reuse barang-barang yang sudah lawas dan using, ini memberikan keuntungan ganda. Pertama ini sebagai upaya peduli terhadap lingkungan sekitar. Yang kedua, dari kehematan anda sangat karena tak perlu membeli barang-barang yang baru.

Recycle

Berbeda dengan dua dengan lainnya Recycle adalah istilah yang sangat popular, dimana Recycle memiliki arti melakukan pendauran ulang pada sebuah barang sehingga bisa bermanfaat dan digunakan kembali. Dan jenis barang-barang seperti sangat mudah didapatkan dimanapun karena barang-barang seperti ini disebut sampah. Dengan sebuah nilai seni, kreatifitas, barang bekas dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat lagi seperti pot tanaman , hiasan pada rumah, dan banyak lagi lainnya. Contoh yang sering kita jumpai seperti botol-botol plastic yang langsung dibuang setelah habis isinya. Padahal kalo dilihat dari penilitian sampah plastic adalah sampah yang paling lama diurai oleh tanah, yang dampaknya sangat nyata di depan mata kita seperti rusaknya sirkulasi tanah dan hutan, terganggunya ekosistem di sungai dan lautan, berbeda hal jika kita melakukan daur ulang dimana kita bisa menyelamatkan tanah dan bumi kita.

Dari beberapa hal di atas kita dapat mengambil tindakan sebagai wujud kepedulian kita terhadap bumi. Tidak perlu dengan tindakan yang langsung besar seperti penanaman seribu, sejuta, atau pun semiliar pohon. Cukup dengan menyadari hal-hal kecil disamping dan sekeliling kita, seperti mengurangi sampah plastik, mematikan listrik ketika tidak dipakai, menghemat pemakaian air, memilah sampah dan lakukan daur ulang,kurang penggunaan dalam tisu, dan mungkin menanam pohon di sekeliling rumah kita.

Peduli lingkungan bukan dari orang lain, kembali Kediri kita dan pahami dengan menelaah lagi tindakan kita dilingkungan sudah betul atau tidak. “Bukan dari saya, bukan dari orang sekitar anda, dan tentunya itu dari diri anda sendiri”.

 

SEMANGAT RUSDA IMUT, MUACH

Share this post

Tinggalkan Balasan