MAJALAH ZENITH EDISI 18

Oleh Kru Zenith 2025/2026

Puji syukur kehadirat Allah Swt. Yang telah melimpahkan Rahmat, taufik dan juga hidayah-Nya kepada kita semua. Tak lupa, Sholawat beriringkan salam senantiasa kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw, yang telah membimbing umat manusia menuju jalan kebenaran.

Dengan penuh rasa syukur dan bangga, Majalah Zenith kembali hadir menyapa para pembaca setia dalam Edisi ke-18. Pada edisi kali ini, kami mengangkat tema mengenai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebuah gagasan penting yang terus berkembang dalam upaya mewujudkan kesatuan penanggalan Hijriah di seluruh dunia. Tema ini kami hadirkan sebagai bentuk kontribusi dalam memperkaya wawasan keislaman, khususnya dalam bidang ilmu falak dan dinamika penetapan waktu dalam Islam.

Untuk memberikan sudut pandang yang komprehensif, kami menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Prof. Syamsul Anwar, Prof. Thomas Jamaluddin, serta Dr. Ing. Hafidz. Melalui pemaparan dan pemikiran para tokoh tersebut, kami berharap pembaca dapat memahami lebih dalam mengenai konsep, tantangan, serta urgensi penerapan KHGT dalam kehidupan umat Islam saat ini.

Kami menyadari bahwa setiap karya yang tersaji dalam majalah ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim redaksi, kontributor, serta pihak-pihak yang telah berperan dalam proses penyusunan Majalah Zenith edisi ini. Semoga setiap tulisan yang kami hadirkan mampu memberikan manfaat, memperluas wawasan, serta menginspirasi pembaca dalam menyikapi berbagai perkembangan keilmuan dan sosial keagamaan.

Kami menyadari bahwa majalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi peningkatan kualitas pada edisi-edisi berikutnya. Apabila pembaca memperoleh manfaat dari majalah ini, kami berharap pengetahuan tersebut dapat turut disebarluaskan kepada pihak lain yang membutuhkan.

Majalh dapat di unduh disini

Loading

MAJALAH ZENITH EDISI 13

Senandung puji dan syukur semoga senantiasa menjadi dzikir hati yang tak pernah berhenti. Alam dengan segala fenomena di dalamnya, seakan mau menunjukkan bahwa Sang Penciptanyalah yang benar-benar berkuasa atas segala. Sebagai manusia yang ber-Tuhan, pasti akan meyakini bahwa Tuhan mempunyai kehendak atas segala sesuatu. Tak terkecuali dengan terbitnya majalah Zenith edisi ke-XII ini. Setelah melalui berbagai tahapan penggarapan, serta setelah melewati segala bentuk kendala yang senantiasa turut serta, hingga akhirnya kami dapat menyajikan kembali kepada para pembaca setia majalah Zenith sebuah sajian nikmat dengan menu-menu segar di dalamnya.

Dalam setiap edisinya, majalah zenith selalu menyajikan bacaan tentang fenomena-fenomena yang menarik nan aktual. Tak terkecuali pada edisi ke-XII ini, pada edisi kali ini kami mengangkat sebuah tema besar, “Astrofotografi: Sebuah Solusi yang Menuai Kontroversi”. Sebuah terobosan baru dalam dunia falak yang baru-baru ini hangat dipergunjingkan. Dalam majalah ini pembaca akan diajak melanglang buana menelusuri sebuah era digitalisasi ilmu falak.

Banyak dari keperluan manusia saaat ini yang sudah bertransformasi dari dunia manual ke era digital. Tak terkecuali dengan ilmu falak. Ilmu falak yang berbasis ilmu astonomi praktis sarat dengan segala sesuatu yang menjadi piranti pendukung di dalamnya. Namun bagaimana jika pemanfaatan tekhnologi dianggap tidak sesuai bahkan bertentangan dengan Syar’i? Tentunya akan menjadi hal yang berbeda. Oleh karenanya dalam majalah ini pembaca akan disuguhkan berbagai macam wawasan dari berbagai sudut pandang. Sehingga lautan penasaran nantinya akan tercerahkan dengan tetesan pengetahuan.

Kami merasa bangga Zenith bisa tetap konsisten menyajikan kepada pembaca setia bacaan-bacaan renyah seputar Imu falak. Dengan adanya majalah Zenith diharapkan bisa menjadi rujukan serta penambah wawasan, khususnya seputar kajian-kajian ilmu falak dan astronomi. Bak penjaga wahyu, diharapkan juga majalah Zenith bisa menjaga dan melestarikan eksistensi khazanah keilmuan falak.

Tak lupa, untaian terima kasih tersampaikan kepada seluruh kru majalah Zenith serta kepada semua pihak yang turut mendukung atas terbitnya majalah ini. Tak luput juga pada para Tokoh yang telah berkenan mengirimkan karyanya kepada kru majalah Zenith. Akhirnya, majalah ini bisa sampai ke tangan pembaca semua. Selamat membaca, selamat membuka jendela dunia!

Majalah dapat diunduh disini

Loading

MAJALAH ZENITH EDISI 16

Lantunan puji syukur sudah sepatutnya kita panjatkan kepada Tuhan segenap alam yang menarik Bulan dan Matahari untuk senantiasa memberi manfaat kepada Bumi. Atas rahmat yang selalu dicurahkan, Tim Redaksi dikehendaki untuk menerbitkan majalah Zenith edisi ke XVI ini pada waktu yang telah ditentukan. Setelah melalui berbagai proses dan kendala, akhirnya majalah ini dapat kembali terbit dan menghadirkan sub bacaan-bacaan yang dapat memberikan informasi-informasi kepada pembaca perihal perkembangan Ilmu Falak.

Sebagaimana yang telah lalu, dalam setiap edisi yang diterbitkan, majalah Zenith senantiasa mencoba mengunggah fenomena-fenoma terkini tentang dunia ilmu falak yang sedang bersemi di Indonesia tak terkecuali untuk majalah edisi kali ini. Pada edisi XVI ini, Ttim Redaksi mencoba mengunggah sebuah tema tentang “Ilmu Falak menuju Unity Of Science di UIN Walisongo”. Hal ini selaras dengan dikenalnya UIN Walisongo sebagai pelopor program studi Ilmu Falak di perguruan tinggi Islam yang sekarang digadang-gadang tengah mengajukan visi sebagai Universitas Islam Riset Terdepan Berbasis pada Kesatuan Ilmu Pengetahuan untuk Kemanusiaan dan Peradaban. Sebuah cita-cita baru yang sedang di gagas untuk membawa Ilmu Falak sebagai ilmu pengetahuan yang perlu dilestarikan dan perlu dikembangkan agar senantiasa membumi di Indonesia.

Sejarah Ilmu Falak yang mulai berkembang sejalan dengan masuknya Islam di Indonesia memang masih berkutat pada masalah Arah Kiblat, Waktu Sholat, Gerhana Matahari dan Bulan, tentu membutuhkan pemikiran khusus dengan tahap-tahap yang berkelanjutan agar Ilmu Falak yang ada di Indonesia ini kembali pada tujuan awalnya yaitu sebagai Ilmu Astonomi Islam yang membahas perihal alam semesta beserta kejadian-kejadiannya tanpa mengesampingkan syariat yang ada didalamnya.

Sebagai promotor pegiat Ilmu Falak, UIN Walisongo Semarang tentu mendapat perhatian khusus, setidaknya sebagai rujukan perguruan tinggi lain dalam upaya pengembangan Ilmu Falak di tingkat universitas. Bagaimana kondisi kurikulum, dosen, serta sarana-prasarana yang ada di UIN Walisongo apakah sudah memenuhi standar pengembangan atau masih dalam tahap perbaikan. Dalam majalah ini disajikan berbagai fakta dan pendapat dari berbagai sudut pandang yang akan memberikan informasi dan wawasan bagi para pembaca mengenai perkembangan Ilmu Falak menuju Unity Of Science atau kesatuan ilmu pengetahuan. dengan demikian diharapkan akan dihapuskannya dikotomi ilmu pengetahuan antara ilmu agama dan ilmu umum, karena hakekat ilmu adalah satu kesatuan yang saling mendukung dan berkaitan.

Dengan terbitnya majalah Zenith edisi ke XVI ini, Tim Redaksi mengharapkan dapat menjadi rujukan dan wawasan bagi para pembaca untuk memahami dan melestarikan Ilmu Falak di Indonesia. Tak lupa ucapan terimakasih tersampaikan kepada segep kru majalah Zenith yang telah berupaya dan berusaha untuk menerbitkan majalah ini. Tidak hanya itu, ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada para tokoh dan segenap pembaca yang berkenan mengirimkan tulisan dan karyanya kepada kru majalah Zenith. Tentu kami menyadari majalah ini masih jauh dari kata baik, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat kami butuhkan guna perbaikan untuk majalah edisi selanjutnya. Selamat membaca…

Majalah dapat diunduh disini

Loading

MAJALAH ZENITH EDISI 17

Puji syukur kehadirat Allah yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan juga anugerahnya kepada kita semua. Shalawat serta salam tak lupa kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad, yang selalu menjadi wasilah kami dalam doa. Setelah sekian lama pengerjaan Zenith terhenti, akhirnya pada periode kepengurusan 2024-2025, divisi jurnalistik kembali dibentuk dalam rangka untuk kembali menerbitkan majalah Zenith edisi ke 17.

Selanjutnya, rasa terima kasih kami sampaikan kepada pihak-pihak yang mendukung dan berkontribusi dalam pengerjaan Majalah Zenith. khususnya, kepada teman-teman divisi jurnalistik, segenap penulis, dan juga teman-teman CSSMoRA yang yang turut berkontribusi dalam tebitnya majalah ini.

Ucapan terima kasih juga kami ucapkan kepada para tokoh yang telah bersedia kami wawancarai khususnya Pak Dr. M. Basthoni, Prof Thomas Djamalludin, Dr Kassim Bahali dan juga para allumni yang senantiasa membimbing dan memberikan sumbangsih pemikirannya dalam rangka terbitnya majalah Zenith.

Sebagai mana edisi-edisi sebelumnya, majalah Zenith senantiasa hadir dengan ciri khas pembahasan ilmu falaknya. Pada edisi ke 17 ini tim redaksi mengusung judul “Dinamika Penentuan Awal Waktu Subuh”. Hal yang melatarbelakangi tema tersebut adalah permasalahan mengenai awal waktu subuh yang ramai sekitar tahun 2010 ternyata belum mencapai kesepakatan kriteria hingga kini.

Perbedaan yang masih terjadi berimplikasi pada perbedaan waktu salat antara pemerintah dan kelompok lain. Meski demikian, belum banyak tulisan yang membahas secara spesifik masalah ini.

Sehingga sebagian masyarakat belum sepenuhnya menyadari bahwa ternyata kriteria waktu subuh yang mereka anut ternyata memiliki perbedaan. Kriteria yang umum dan dipakai oleh pemerintah adalah ketinggian matahari -20°. Sedangkan ormas Muhammadiyah menganut -18° senada dengan negara Malaysia yang telah mengubah dari -20° ke -18°.

Majalah Zenith kali ini akan membahas akar perbedaan dari kriteria tersebut berdasarkan kajian dan wawancara dengan para pakar. Harapannya majalah edisi 17 ini akan memberikan manfaat dan juga pengetahuan baru kepada mahasiswa dan juga masyarakat terkait realita serta dinamika penentuan kriteria waktu subuh yang sempat ramai di Indonesia.

Kami sadar bahwa majalah ini masih banyak kekurangan, maka dari itu kritik dan saran akan sangat membantu demi terciptanya kualitas majalah yang lebih baik lagi ke depannya. Sebaliknya jikalau pembaca mendapatkan manfaat kami sangat berharap teman-teman yang membaca bisa membagikan pengetahuannya kepada siapapun yang membutuhkan.

 

Majalah bisa di download di sini

 

Loading