Latih Kader Penulis, CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Pelatihan Jurnalistik

Belajar Langsung Teknik Wawancara
CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Workshop Jurnalistik Perdana
Dalam rangka memberikan pembekalan jurnalistik kepada anggotanya, Departemen Journalistik CSSMoRA UIN Walisongo menyelenggarakan Workshop Journalism perdana. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, (16/11/2024) bertempat di Pendopo Pondok Pesantren Madinatul Amin, Mijen, Kota Semarang.
Workshop ini merupakan tindak lanjut dari program kerja bertajuk Mora Journalism, yang bertujuan membekali anggota CSSMoRA UIN Walisongo khususnya yang tergabung dalam LPM Zenith dengan pengetahuan dan keterampilan dasar jurnalistik dan kepenulisan.
Materi pertama yang diangkat dalam kegiatan ini adalah teknik wawancara. Bertindak sebagai pemateri yaitu Zainul Fitroh, editor jurnal dari LPM Justisia Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo. Dalam pemaparannya, Zainul menekankan bahwa wawancara bukan sekadar mencari informasi, namun juga sebagai sarana menguatkan asumsi dalam tulisan.
“Wawancara itu bukan hanya sekadar mencari informasi, tetapi juga untuk mendukung asumsi-asumsi yang ada di tulisan kita,” jelasnya.
Adapun beberapa poin penting yang dijelaskan dalam sesi ini mencakup tahapan-tahapan persiapan sebelum melakukan wawancara, seperti mencari latar belakang narasumber, membuat outline, menyusun daftar pertanyaan sesuai unsur 5W+1H, dan mempelajari kosakata terkait topik. Saat wawancara berlangsung, pewarta juga diimbau untuk memperkenalkan diri, menjaga etika dalam berbicara, serta tidak memaksa narasumber.
“Jangan pernah memaksa narasumber untuk mengingat sesuatu ketika ia benar-benar lupa,” tegas Zainul.
Ketika ditanya mengenai teknik khusus agar wawancara berjalan lancar, ia menjawab lugas bahwa kuncinya terletak pada latihan dan belajar secara konsisten. “Sebenarnya tidak ada teknik khusus dalam wawancara. Sering-sering latihan dan belajar itu sudah cukup supaya wawancaramu berjalan baik.”
Antusiasme peserta dalam sesi ini membuat suasana workshop semakin hidup. Di penghujung acara, Zainul menyampaikan rasa syukurnya bisa berbagi ilmu dengan para peserta. Ia berharap bekal wawancara yang telah disampaikan bisa menjadi fondasi kuat dalam praktik jurnalistik anggota CSSMoRA ke depannya.

Loading

Tasyakuran Wisuda CSSMoRA UIN Walisongo Semarang

Semarang, 23 Mei 2025

CSSMoRA UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Tasyakuran Wisuda pada Jumat, 23 Mei 2025, bertempat di Gazebo YPMI Al-Firdaus. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dan rasa syukur atas pencapaian akademik anggota CSSMoRA yang telah menyelesaikan studi di UIN Walisongo.

Acara dimulai pukul 13.30 WIB dan dihadiri oleh wisudawan, anggota aktif CSSMoRA, serta KH. Ali Munir sebagai tamu undangan. Rangkaian kegiatan meliputi sambutan, doa bersama, pemotongan tumpeng, dan ramah tamah antaranggota.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan berjalan lancar namun masih terdapat beberapa catatan. Koordinasi dengan kakak tingkat kurang maksimal sehingga terjadi miskomunikasi terkait pengadaan sertifikat. Beberapa alumni yang diundang tidak hadir, dan sertifikat dari sekretariat nasional tidak sempat dimintakan. Selain itu, pihak pengelola PBSB tidak dapat menghadiri kegiatan ini.

Untuk itu, pada kegiatan berikutnya, koordinasi dengan alumni dan pengelola perlu diperkuat serta permohonan sertifikat sebaiknya diajukan lebih awal kepada sekretariat nasional agar kegiatan serupa dapat berlangsung lebih optimal.

Demikian berita acara ini dibuat sebagai dokumentasi resmi kegiatan Tasyakuran Wisuda CSSMoRA UIN Walisongo Semarang periode 2024–2025.

Loading

Divisi PSDE CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Pelatihan “Affiliate TikTok dan Trik Marketing Produk Digital”

Semarang — Menyadari pentingnya literasi ekonomi digital di era yang serba online, Divisi Pengembangan Sumber Daya Ekonomi (PSDE) CSSMoRA UIN Walisongo menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Affiliate TikTok dan Trik Marketing Produk Digital” pada Kamis, 1 Mei 2025, bertempat di YPMI Al-Firdaus. Acara ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis kepada mahasiswa dalam menggali potensi penghasilan melalui dunia digital, khususnya dengan memanfaatkan platform media sosial seperti TikTok. Fokus utama pelatihan ini adalah strategi menjadi afiliator serta kiat menciptakan dan memasarkan produk digital yang relevan dan bernilai.

Hadir sebagai pemateri, Fairjil Humam, seorang praktisi muda yang telah berkiprah dalam dunia digital marketing dan afiliasi membawakan materi dengan gaya interaktif dan komunikatif. Dalam sesi tersebut, Fairjil membahas tiga poin penting, yaitu:

  1. Teknik dasar menjadi afiliator pemula, termasuk pemahaman alur kerja afiliasi dan platform yang bisa dimanfaatkan.

  2. Tips menyusun ide dan membuat produk digital yang memiliki nilai jual serta berkelanjutan.

  3. Trik memasarkan produk digital secara efektif di media sosial, dengan menitikberatkan pada potensi TikTok sebagai platform viral dan berdaya jangkau tinggi.

Peserta yang hadir merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan dan latar belakang, namun semuanya memiliki ketertarikan yang sama terhadap dunia wirausaha digital. Antusiasme peserta terasa dalam sesi tanya jawab yang berlangsung hidup, dengan berbagai pertanyaan seputar praktik afiliasi, pengalaman pribadi, hingga kendala lapangan.

Selain menjadi ajang belajar, kegiatan ini juga menjadi ruang inspiratif yang mendorong semangat kewirausahaan mahasiswa. Harapannya, para peserta dapat mulai memanfaatkan aktivitas media sosial tidak sekadar untuk hiburan, melainkan sebagai sarana produktif yang mampu mendatangkan penghasilan nyata.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata PSDE CSSMoRA dalam mencetak generasi muda yang melek teknologi, adaptif terhadap perubahan, dan mandiri secara ekonomi.

Penulis = Lutfi Najib

Loading

CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Aksi Peduli Sesama di Panti Asuhan Al-Hikmah

Semarang — Departemen Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) CSSMoRA UIN Walisongo kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar kebaikan melalui kegiatan bertajuk Aksi Peduli Sesama yang dilaksanakan pada Minggu, 9 Maret 2025, di Panti Asuhan Al-Hikmah, Bringin, Ngaliyan. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 20 anak binaan panti sebagai penerima manfaat.

Acara dimulai pada sore hari dengan rangkaian kegiatan yang dirancang penuh makna dan kehangatan. Setelah pembukaan secara resmi, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo, Koordinator Departemen P3M, serta perwakilan pengelola Panti Asuhan Al-Hikmah. Dalam sambutannya, mereka menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta harapan agar tali silaturahmi dapat terus terjalin.

Doa pun dipanjatkan bersama, memohon keberkahan atas acara yang digelar dan kebahagiaan bagi seluruh peserta. Suasana kemudian menjadi lebih meriah ketika para anggota Departemen P3M mengajak anak-anak bermain bersama sembari menunggu waktu berbuka. Dipandu oleh Dina dan Nuna, permainan yang menitikberatkan pada kekompakan dan fokus ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh anak-anak. Tawa ceria pun mengisi halaman panti, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh keceriaan.

Begitu bedug Maghrib terdengar, seluruh peserta bersama-sama menyantap hidangan berbuka yang telah disiapkan. Suasana penuh kekeluargaan terasa begitu kental dalam momen ini. Sebagai penutup, dilakukan penyerahan bingkisan secara simbolis kepada anak-anak panti, sebagai bentuk kepedulian dan cinta kasih dari keluarga besar CSSMoRA UIN Walisongo.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh keakraban. Lebih dari sekadar acara seremonial, aksi ini menjadi wujud nyata dari semangat solidaritas sosial yang dijunjung tinggi oleh CSSMoRA. Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa empati, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, serta mengajarkan arti syukur kepada seluruh pihak yang terlibat.

Dengan semangat Berbagi dan Menginspirasi, CSSMoRA UIN Walisongo berkomitmen untuk terus menebar manfaat dan menjadi bagian dari perubahan sosial yang lebih baik.

Loading

Rangkaian Acara Dies Natalis ke-17 CSSMoRA UIN Walisongo

Sebagai bentuk rasa syukur atas usia ke tujuh belas, Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Walisongo sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Dies Natalis dengan tema “Meniti Jalan Pengabdian, Meraih Keberkahan Bersama CSSMoRA Meraih Masa Depan.” Kegiatan ini memiliki beberapa rangkaian kegiatan yang terlaksana, diantaranya:

1. Sayembara logo harlah ke tujuh belas yang diikuti oleh seluruh anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo.
2. Festival Dies Natalis CSSMoRA (FDC), kegiatan ini diselenggarakan untuk umum dengan ketentuan peserta maksimal berusia 25 tahun. FDC memiliki tida cabang lomba, yakni Musabaqah Qiro’atul Kutub (MQK), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), dan Musabaqah Da’i Muda (MDM) yang semua dilakukan secara online. Kegiatan FDC ini berhasil menembus tiga ratus lebih peserta dari seluruh Indonesia.
3. CSSMoRA Bersholawat menjadi puncak acara pada perayaan tersebut. Gus Apang (Ashfal Maulana), Abah Budi Harjono, dan tim hadroh JQH UIN Walisongo menjadi bintang tamu yang menyita perhatian khalayak umum. Terbukti dari peserta malam itu bukan hanya dari kalangan mahasiswa, namun juga warga sekitar kampus UIN Walisongo turut hadir meramaikan malam puncak yang diadakan di auditorium II UIN Walisongo.
Sebagai penutup, seluruh anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo mempererat ikatan kebersamaan melalui kegiatan rihlah. Saloka Theme Park merupakan destinasi pilihan seluruh anggota.

 

 

Loading

Astrocamp Medini 2025: Eksplorasi Memburu Galaksi Bima Sakti

Pada Sabtu–Minggu, 24–25 Mei 2025, telah diselenggarakan kegiatan Astrocamp bertajuk “Tafakur Alam di Pelukan Malam” di kawasan Kebun Teh Medini, Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Kawakib Institute, dan Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Tengah, dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang yang berasal dari mahasiswa, masyarakat umum, serta perwakilan dari Lembaga Falakiyah PWNU NTB.

Acara dibuka pada Sabtu malam pukul 19.30 WIB. Dalam sambutannya, Dr. H. M. Basthoni, M.H. menekankan pentingnya tafakur atas ciptaan Tuhan melalui langit malam serta menghargai perjuangan para ilmuwan falak terdahulu. Sementara itu, Ilham Awaludin dari CSSMoRA menyampaikan harapannya agar sinergi antar lembaga ini terus terjalin untuk menyebarluaskan ilmu falak ke berbagai kalangan.

Sesi materi dimulai dengan pengenalan teleskop Seestar oleh Moh Mailan Nahdhoh, S.H. Teleskop ini memadukan sistem manual dan teknologi AI, sehingga gambar langit dapat langsung diolah dalam perangkat. Peserta pun langsung mencoba mengoperasikan teleskop ini.

Selanjutnya, M. Nur Iskandar Fajri, M.H. memberikan pelatihan astrofotografi dan light painting dengan smartphone, sambil menjelaskan pengaturan penting seperti ISO dan shutter speed agar hasil foto langit tampak maksimal.

Malam hari menjadi puncak antusiasme peserta. Langit cerah menghadirkan pemandangan Milky Way yang menakjubkan, disertai kegiatan bakar-bakar santai. Salah satu peserta, Danial Alexa, mengungkapkan “Saya sangat senang, karena ini kali pertama saya melakukan astrofotografi dan mendapatkan hasil yang sangat bagus.”

Kegiatan ditutup dengan pengamatan fajar menjelang subuh, mengajak peserta merenung dalam suasana yang hening dan penuh makna.Astrocamp ini bukan hanya sarana belajar dan observasi langit, tetapi juga media tafakur, kebersamaan, dan refleksi spiritual dalam keindahan alam malam yang tenang.

 

Penulis = Ahmad Munawir Baidhowi

Loading

Berkat Konsistensi, Ahmad Agil Tsabata jadi Wisudawan Terbaik Ilmu Falak

Cssmorawalisongo.org – Ahmad Agil Tsabata resmi dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Program Studi Ilmu Falak S1 pada Wisuda Tahun 2025. Mahasiswa kelahiran Jember, 29 Desember 2003 ini berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu dengan hasil yang membanggakan, menunjukkan dedikasi tinggi terhadap akademik, organisasi, dan pengabdian.

Wawancara dilakukan secara daring melalui WhatsApp (24 /05/2025), mengingat kesibukan dan jarak yang tidak memungkinkan untuk bertemu langsung. Dalam perbincangan hangat tersebut, Agil mengungkapkan bahwa capaian ini adalah buah dari perjuangan panjang dan penuh tanggung jawab.

“Ini adalah sebuah kehormatan sekaligus pengingat bahwa gelar ‘terbaik’ bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Agil.

Ia menjelaskan bahwa selama kuliah, ia memegang teguh prinsip kedisiplinan, konsistensi dalam belajar, serta manajemen waktu yang seimbang antara kuliah, organisasi, pekerjaan, dan kehidupan pribadi. Bagi Agil, konsistensi kecil justru lebih berdampak besar dibandingkan usaha yang besar tapi sesaat.

Salah satu tantangan terbesar selama masa kuliah justru datang dari dalam diri sendiri.

“Yang paling berat itu berdamai dengan diri sendiri. Kadang kita ragu, lelah, merasa tidak mampu, bahkan sempat merasa salah jurusan seperti saya di awal-awal. Tapi dari situ saya belajar, jangan jadikan itu beban. Ambil jeda, renungi, lalu bangkit lagi. Kesulitan itu pintu menuju versi diri yang lebih kuat,” jelasnya.

Agil menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada kedua orang tua, para dosen, teman-teman seperjuangan, khususnya teman sekamar di pondok YPMI Al-Firdaus, serta para alumni Nurul Jadid di Semarang yang banyak berdiskusi dengannya selama proses penyusunan skripsi.

Setelah wisuda, Agil berencana kembali ke kampung halamannya di Jember untuk melaksanakan tanggung jawab pengabdian. Ke depan, ia juga berencana melanjutkan studi S2 di UIN Kiai Haji Ahmad Siddiq Jember, mengambil bidang yang lebih spesifik di Hukum Keluarga Islam.

Kepada mahasiswa lainnya, Agil menitipkan pesan penuh semangat,

“Jangan menyerah pada kegagalan, karena di dalam setiap proses pasti ada pembelajaran. Cari mentor, dan pandai-pandailah bergaul dengan orang-orang positif. Jaga keseimbangan antara akademik, kehidupan pribadi, dan organisasi. Jangan tumbang karena hal apa pun.”

Kisah perjuangan Ahmad Agil Tsabata membuktikan bahwa ketekunan, ketulusan, dan keberanian untuk terus melangkah mampu menghantarkan seseorang mencapai puncak prestasi. Namun baginya, puncak ini hanyalah titik awal dari tanggung jawab yang lebih besar kepada masyarakat dan ilmu pengetahuan.

 

Loading

Pemilu CSSMoRA 2025 : Debat Ketum Jadi Bukti, Siapa Pantas Pimpin Organisasi?

cssmorauinws.org– Ketegangan sudah terasa bahkan sebelum moderator mengucapkan sepatah kata. Aula tempat debat digelar seolah berubah menjadi arena pertarungan ide, bukan hanya antara dua pasang calon ketua CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, tetapi juga antara dua cara pandang dalam memajukan organisasi.

Sabtu, 17 Mei 2025, dua paslon dari angkatan 2023 resmi beradu gagasan dalam Debat KPU CSSMoRA UIN Walisongo. Asyraf Zofir Wafa dari Bengkulu, tampil sebagai Paslon nomor 1, membawa semangat konsolidasi internal lewat Talkshow sebagai program unggulannya. Di seberangnya, Paslon nomor 2, Wika Winanta dari Riau, menjanjikan gairah baru lewat Volunteer sebagai program unggulan, yaitu sebuah gerakan pengabdian kepada masyarakat.

Debat yang dihelat Komisi Pemilihan Umum CSSMoRA ini dihadiri oleh pengelola Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), Ahmad Munif, serta perwakilan Ketua Umum CSSMoRA Nasional. Dua panelis senior, Wali Cosara dan Hesti Suci Cahyani, tampil tajam dalam menguji ketegasan visi dan kesiapan teknis masing-masing kandidat.

Para kandidat beradu visi dan cara pandang. Bukan hanya soal program, perbedaan mencolok tampak dari cara kedua paslon memandang peran CSSMoRA ke depan. “Saya mempunyai visi yaitu mewujudkan CSSMoRA yang kokoh dalam kebersamaan, berlandaskan nilai kekeluargaan, serta bertumpu pada pondasi keadilan dan kedisiplinan” ujar Asyraf.

Sementara itu, Wika menyentil pentingnya CSSMoRA untuk keluar dari zona nyaman. “Menjadikan CSSMoRA sebagai rumah yang teduh bagi jiwa-jiwa berilmu, tempat tumbuhnya semangat, berkembangnya prestasi, dan bertemunya asa santri dalam satu ikatan kekeluargaan, yang berdaya, berkarya, dan bermakna” ujar Wika.

Acara debat berlangsung tegang namun penuh gelak tawa. Momen tegang sekaligus mengundang tawa terjadi ketika salah satu panelis Hesti, melempar pertanyaan tentang alasan mengapa mereka harus dipilih? Jawaban kedua paslon menunjukkan ketegasan, namun dengan gaya berbeda. Asyraf menjawab iya layak dipilih karena lebih tau mengenai CSSMoRA, sementara Wika menjawab bahwa ia berhak dipilih karena sebagai sekretaris 2 yang termasuk BPH lebih mengeri tentang persoalan CSSMoRA UIN Walisongo dan satu-satunya perempuan pertama yang mencalonkan dirinya sebagai Ketua.

Namun suasana tak melulu serius. Di sela-sela argumen tajam, canda tawa sesekali muncul, membuktikan bahwa debat ini bukan semata tentang menang atau kalah, melainkan tentang kematangan gagasan dan sportivitas.

Debat ini bukan akhir, melainkan titik awal dari partisipasi aktif para anggota CSSMoRA dalam menentukan arah gerakan. Siapa yang layak memimpin? Program siapa yang lebih menjawab tantangan zaman? KPU CSSMoRA UIN Walisongo 2025 memberi Anda kesempatan untuk memilih, bukan sekadar menyaksikan.

Satu hal yang pasti, CSSMoRA UIN Walisongo sedang menulis sejarahnya sendiri. Dan Anda adalah bagian dari pena yang menentukan paragraf berikutnya.

 

Loading

Santri Ponpes Ar-Rois Cendekia Berkreasi, CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Pelatihan Desain Grafis

Semarang — Dalam rangka menjalankan program divisi Pengabdian Masyarakat dan Pemberdayaan Pesantren (P3M), CSSMORA UIN Walisongo mengadakan roadshow bertajuk “Desain Bukan Cuma Gaya, Tapi Cara Menyampaikan Makna” di Pondok Pesantren Ar-Rois Cendekia Semarang pada Ahad, (4/5/2025)

Kegiatan ini bertujuan tidak hanya mengenalkan teknik desain grafis, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa desain memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan dan makna yang mendalam. Para peserta, yang merupakan santri dari Ponpes Ar-Rois Cendekia, diajak memahami bahwa visual bukan sekadar ornamen, melainkan medium komunikasi yang efektif, terlebih di era digital.

Dalam sambutannya, pengajar Ponpes Ar-Rois Cendekia, Andi Maulana, S.H., M.H., menyampaikan pentingnya sinergi antara visual dan makna. “Di era digital ini, keindahan visual harus selaras dengan konten yang bermakna, agar pesan dakwah, edukasi, maupun informasi dapat tersampaikan secara efektif,” ujarnya ketika menyampaikan sambutan. Ia juga menekankan bahwa meskipun Canva adalah alat yang mudah digunakan, kekuatan desain tetap terletak pada bagaimana elemen-elemen visual disusun secara naratif dan bermakna.

Materi disampaikan oleh Alfin Khomsah Sabilal H., yang membuka sesi dengan penjelasan teori mengenai prinsip desain bermakna, seperti pemilihan warna simbolis, pemanfaatan ruang (layout), serta keseimbangan visual yang mengarahkan perhatian pembaca. Usai teori, para santri langsung diajak praktik membuat poster bertema “Selamat Idul Adha” menggunakan Canva.

Dalam sesi praktik, santri diminta mengeksplorasi fitur-fitur lanjutan Canva, mulai dari ilustrasi, animasi ringan, hingga pemilihan palet warna yang sesuai dengan tema hari raya. Suasana pelatihan terasa hidup, dipenuhi diskusi seru, tawa ringan, namun tetap fokus dalam menyempurnakan desain masing-masing. Semangat mereka mencerminkan antusiasme tinggi dalam belajar dan berkreasi.

Di akhir kegiatan, panitia menilai hasil karya para santri berdasarkan tiga aspek: kreativitas, kejelasan pesan, dan penerapan makna visual. Tiga desain terbaik kemudian dipresentasikan langsung oleh pembuatnya dan mendapatkan apresiasi serta hadiah menarik dari panitia.

Ketua Umum CSSMORA UIN Walisongo, Muhammad Ilham Awaludin, menyampaikan harapannya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami berharap pelatihan ini dapat membantu para santri dalam tugas-tugas sekolah, sekaligus menjadi bekal keterampilan yang berguna di era digital ke depan.”

Roadshow ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pengabdian P3M CSSMORA UIN Walisongo tahun akademik 2024/2025, dan direncanakan akan dilanjutkan ke beberapa pesantren dan sekolah lainnya di masa mendatang.

 

Penulis = Fathiyah Zahrah Arifin

Loading

Kompak, Pemerintah dan Dua Ormas Besar Islam Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Hari Senin

Kementerian Agama Republik Indonesia beserta dua ormas besar Islam, yakni NU dan Muhammadiyah, secara resmi menetapkan 1 Syawal 1446 H pada hari Senin, 31 Maret 2025. Penetapan tersebut didasari oleh kondisi hilal di seluruh Indonesia yang masih berada di bawah ufuk.

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasarudin Umar, memaparkan bahwa dalam penentuan awal bulan Hijriah, pemerintah menggunakan kriteria yang telah disepakati oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni ketika hilal mencapai ketinggian 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Namun, data hilal pada tanggal 29 Maret 2025 atau 29 Ramadan 1446 H menunjukkan bahwa hilal masih di bawah ufuk sehingga tidak mungkin terlihat oleh perukyat.

“Pertama, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menggunakan kriteria visibilitas hilal MABIMS dalam menentukan awal bulan Kamariah yang mensyaratkan ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Adapun posisi hilal hari ini di seluruh Indonesia masih di bawah ufuk dengan ketinggian berkisar minus 3 derajat 15 menit 47 detik, ya, sampai dengan 1 derajat 4 menit 57 detik, ya, dan sudut elongasi 1 derajat 12 menit 89 detik, ya, hingga 1 derajat 36 menit 38 detik.”

“Dengan demikian, secara hisab, data hilal pada hari ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS. Kedua, pada hari ini, Sabtu, 29 Maret 2025, yang bertepatan dengan tanggal 29 Ramadan 1446 Hijriah, telah masuk laporan dari para petugas rukyah di berbagai daerah di Indonesia yang telah melaksanakan pengamatan hilal, dan tim penerima laporan rukyah di pusat telah mengonfirmasi bahwa hilal tidak terlihat,” ungkapnya dalam konferensi pers.

Berdasarkan hal tersebut, pemerintah kemudian menetapkan bahwa dilakukan istikmal dan disepakati bahwa 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

“Oleh karenanya, berdasarkan hisab posisi hilal wilayah Indonesia yang tidak memenuhi kriteria MABIMS serta tidak adanya laporan hilal terlihat, maka disepakati bahwa tanggal 1 Syawal tahun 1446 Hijriah jatuh pada hari Senin, tanggal 31 Maret 2025 Masehi. Dengan demikian, terjadi istikmal. Jadi, disempurnakan menjadi 30 hari puasa kita pada hari ini,” imbuh Nasarudin Umar saat konferensi pers.

Senada dengan pemerintah, NU dan Muhammadiyah juga menetapkan awal Idul Fitri pada hari Senin, 31 Maret 2025. Hal tersebut diungkapkan oleh masing-masing ormas melalui pemberitahuan resminya. Muhammadiyah dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah dan NU melalui ikhbar resminya pada surat nomor 3797/PB.01/A.1.01/.47/99/3/2025.

Loading