Menarik Minat Masyarakat Pada Astronomi, Mahasiswa KKN CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Pelatihan dan Observasi

Ahad (1/11), mahasiswa UIN Walisongo yang menjadi anggota kelompk 133 Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah (KKN R DR) menggelar pelatihan penggunaan teleskop dan observasi benda langit. Acara yang merupakan buah dari kerjasama anggota kelompok 133 dengan Lembaga Falakiyyah PCNU Kabupaten Blitar ini dilaksanakan di Kantor Desa Kalipucung, Kabupaten Blitar.
Dilaksankan dengan menghadirkan dua pemateri, acara ini dimulai dengan pemaparan sejarah teleskop dan jenis-jenisnya oleh pemateri pertama, kemudian dilanjutkan dengan perakitan teleskop robotik Ioptron Cube dan praktek cara penggunaannya oleh pemateri kedua. Karena keadaan masih dihantui dengan adanya pandemi virus korona, acara dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan ijin dari pemerintah setempat.
Pelatihan ini cukup menarik banyak peminat, karena di hadiri oleh sekitar 20 peserta dari remaja-remaja setempat. Bahkan beberapa anak kecil tampak antusias ikut meramaikan acara ini. “Acaranya cukup menarik dengan adanya teleskop dan penjelasannya yg jarang diketahui oleh orang pada umumnya, sehingga mendapat ilmu baru yg bermanfaat yaitu tentang ilmu teleskop”, ujar Risma mahasiswi IAIN Tulungagung turut serta meramaikan acara.
Selain pelatihan tentang sejarah dan cara penggunaan teleskop, acara juga dilengkapi dengan observasi benda langit. Namun, karena keadaan cuaca yang kurang mendukung pelaksanaan observasi digantikan dengan nonton bareng posisi benda langit secara live menggunakan aplikasi Stellarium.
“Meskipun gagal melaksanakan observasi karena cuaca yang kurang mendukung, acara ini saya rasa cukup sukses karena peserta nampak antusias memperhatikan materi dan aktif bertanya saat praktek penggunaan teleskop berlangsung.” Ujar Mu`amar, salah satu anggota kelompok 133 dan panitia pelaksanaan pelatihan tersebut.

 

 

Rep: A

Loading

Mahasiswi KKN CSSMoRA UIN Walisongo Dampingi Kegiatan Keagamaan Untuk Anak Sekolah Dasar di Akhir Pekan

Sebagai bentuk pengabdian, salah satu mahasiswi KKN RDR CSSMoRA UIN Walisongo, Rohadatul ‘Aisy Idra melakukan pendampingan pendidikan dalam pelaksanaan didikan shubuh di MDTA (Madrasah Takmiliyah Awaliyah) Pincuran VII, Masjid Jami’ Pasia, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu 11 Oktober 2020.
Kegiatan didikan shubuh adalah suatu kegiatan bernuansa keagamaan yang rutin dilaksanakan pada hari minggu pagi di masjid atau mushalla. Kegiatan ini dibimbing oleh guru ngaji untuk santri tingkat TPQ/ MDTA (pendidikan dasar). Kegiatan ini diawali dengan shalat shubuh berjamaah kemudian penampilan para murid dalam memandu acara (MC), membacakan hafalan ayat-ayat pendek, bacaan shalat, adzan, doa-doa, pidato keagamaan, nasyid, dan berbagai keterampilan kegamaan lainnya,
Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter kemandirian beribadah, mengasah kecerdasan spiritual dan mendidik mental anak. Dengan tampil di depan teman-temannya, anak-anak menjadi pemberani dan percaya diri. Didikan subuh juga melatih kecintaan anak pada masjid dan menjadi wadah sosialisasi dengan teman sebayanya. Dalam periode tertentu, didikan shubuh dikompetisikan antar Masjid/Mushalla untuk menambah motivasi anak-anak dalam mengaji.
Sebelum diakhiri, guru ngaji akan menyampaikan nasehat agama berupa cerita shirah agar lebih mudah ditangkap oleh anak-anak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi vitamin iman serta pengisi waktu luang yang bermanfaat bagi anak-anak selama sekolah formal dirumahkan.

 

Rep: RA

Loading

Peduli COVID-19, Mahasiswi KKN CSSMoRA UIN Walisongo Bagikan 100 Masker Gratis


Setelah pemerintah menetapkan era kebiasaan baru atau new normal, masyarakat sudah mulai menjalani aktivitas di luar rumah. Meski sudah diperbolehkan untuk beraktivitas di luar rumah, pemerintah tetap memberlakukan dan menegaskan agar setiap kegiatan harus mematuhi protokol kesehatan.
Mendukung hal itu, salah satu mahasiswi KKN CSSMoRA UIN Walisongo Semarang melakukan kegiatan bagi-bagi masker secara sukarela kepada pedagang dan masyarakat di salah satu pasar tradisional yaitu Pasar Panca di Nagari Batu Taba, Kab. Agam, Rabu 21 Oktober 2020. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengampanyekan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.
Masker yang dibagikan adalah masker kain non-medis yang dapat digunakan secara berulang tetapi tetap dapat melindungi masyarakat dari penularan virus. Hal ini senada dengan imbauan pemerintah untuk terus menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah terutama di pasar sebagai pusat perekonomian masyarakat serta mengedukasi masyarakat agar menghindari pemakain masker jenis scuba dan jenis buff karena kedua bahan tersebut terlalu tipis dan dikhawatirkan tidak bisa menyaring droplet penyebab Covid-19
Pembagian masker gratis tersebut disambut baik oleh masyarakat. Tak sampai satu jam, puluhan masker kain ludes dibagikan. Beberapa pedagang pasar bahkan meminta masker lebih agar bisa dipakai bergantian dengan masker yang lain. Dengan adanya pembagian masker ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan masker sebagai salah satu pelindung diri dan secara tidak langsung mendukung pemerintah dan tenaga kesehatan untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

 

Rep: RA

Loading

Antisipasi waktu sholat “ngaret”, mahasiswa KKN bagikan jadwal.

Selasa (20/10), beberapa anggota dari kelompok 133 Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah (KKN R DR) Ke-75 UIN Walisongo semarang mengadakan kegiatan pembagian jadwal sholat di beberapa musholla di Kabupaten Blitar. Kegiatan ini dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Kalipucung Kecamatan Sanankulon dan Desa Karangrejo Kecamatan Garum.

Jadwal waktu sholat bulan Rabi’ul Awwal ini disebarkan total sebanyak lima tempat di Kabupaten Blitar, yakni empat buah di Desa Kalipucung, dan satu buah di Desa Karangrejo. Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap terlaksananya ibadah dengan tepat tanpa mendahului waktu yang ditentukan.
Beberapa masyarakat di sekitar musholla pun ikut mengapresiasi kegiatan tersebut dengan ikut memberi perijinan dalam pemasangan jadwal, juga memberi pinjaman beberapa peralatan untuk pemasangan jadwal. Masus, salah seorang masyarakat sekitar musholla turut mengucapkan terima kasih kepada anggota KKN Kelompok 133. “Matur suwun wes melu ngurip-nguripi mushollane.” (terima kasih sudah ikut menghidupkan kembali mushollanya) Ucapnya.
Kegiatan ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan KKN Reguler Dari Rumah yang diluncurkan secara resmi oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Imam Taufiq, M. Ag. sejak tanggal 6 Oktober 2020 lalu. KKN ini memang dilaksanakan secara online di daerah asal masing-masing mahasiswa demi mengurangi potensi penyebaran virus Covid19. Sehingga mahasiswa dapat tetap melaksanakan kegiatan KKN dan keluarga di rumah dapat memantau kegiatan yang dilakukan tanpa harus khawatir tentang keselamatan anggota keluarganya.

 

Rep: M

Loading

Membumikan Ilmu Falak, Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan

KKN Dari Rumah merupakan tantangan yang besar bagi Mahasiswa UIN Walisongo angkatan 2017. Dibandingkan KKN reguler sebelumnya, metode ini sangat asing. Mahasiswa memiliki tugas kelompok dan individu, dimana pada KKN Reguler sebelum masa pandemi semua tugas KKN dijalankan dengan berkelompok serta semua anggota berkumpul dalam satu posko.
“KKN DR itu tantangan bagi kita untuk bisa berbaur dengan masyarakat. Sangat sesuai dengan kesadaran, yakni Jogo Tonggo. Mungkin dari kacamata orang lain KKN seperti ini lebih mudah karena kita tidak perlu beradaptasi, namun, pada prakteknya, kan kita sendiri, individu, di situ seninya. Sangat berbeda dari KKN Reguler sebelumnya, “jelas Umi Latifah, mahasiswa KKN RDR 75 UIN Walisongo Semarang.
Oleh karena pola baru tersebut, mahasiswa dituntut untuk lebih berguna bagi lingkungan sekitar. Sebagaimana Umi Latifah yang mengadakan pelatihan Pengukuran Arah Kiblat pada hari Selasa (20/10) di Pondok Pesantren Nurul Falah Sirahan. Sebuah pesantren dengan santri sekitar 130 anak di dekat tempat tinggalnya.

“Ilmu tentang arah kiblat itu sangat penting, karena berhubungan langsung dengan ibadah wajib, yakni sholat. Jadi, perlu adanya pengkaderan sejak dini, walaupun 40 anak yang menjadi peserta, tapi jumlah tersebut sudah mampu mewakili dan membawa pesan kami untuk membumikan Ilmu Falak, “tuturnya dalam pembukaan acara pelatihan.

Pondok Pesantren Nurul Falah merupakan salah satu pondok yang menjadi naungan bagi siswa-siswi Perguruan Islam Darul Falah. Santri yang terdiri dari putra dan putri merupakan objek yang tepat untuk sasaran pengkaderan. Siswa yang berasal dari berbagai jurusan dan kelas juga memberikan suasana yang berbeda.

“Di sini santrinya kan beragam, jadi, metode kita mengajar juga ditantang di sini, ada MTs yang ada yang MA. Tapi secara keseluruhan, keberagaman ini menjadikan suasana diskusi jadi hidup,” ujar Umi Latifah di akhir acara.

Shafira, peserta pelatihan mengungkapkan kesannya terhadap pelatihan pengukuran arah kiblat ini. Menurutnya, acara ini merupakan peserta lebih tahu tentang arah kiblat yang sebenarnya, tidak hanya arah Barat. Memang, selama ini masyarakat awam menganggap arah Barat sebagai kiblat, padahal terdapat kemiringan ke arah Utara sebanyak kurang lebih 24 derajat di daerah Pati -kemiringan cenderung berbeda setiap daerah.

“Setelah acara ini, kami juga lebih tahu tentang arah kiblat yang benar, tidak hanya sekedar Barat,” jelasnya saat diwawancara oleh penulis.

Selain itu, dia juga berharap, semoga dengan acara ini, bisa menumbuhkan bakat baru, yakni Ilmu Falak. Karena, Ilmu Falak sudah bukan termasuk ke dalam mata pelajaran yang diajarkan oleh Perguruan Islam Darul Falah lagi, sehingga para siswa terbilang asing dengan istilah dan proses perhitungan Ilmu Falak. Pelatihan ini bisa menjadi pengalaman baru yang bisa turut mereka bawa kembali seusai mondok.

“Saya juga berharap di sini saya menumbuhkan bakat baru, menghitung arah kiblat, ilmu falak,” imbuh Shafira.

Seirama dengan Shafira, peserta lain, Nur Fitria juga mengungkapkan respon positifnya terhadap kegiatan pelatihan pengukuran arah kiblat. Menurutnya, pelatihan ini bisa menjadi referensi dan pengalaman baru yang berguna nanti.

“Pelatihan ini bisa menjadi referensi untuk kedepannya dan juga menambah pengalaman,” katanya dengan bersemangat.
Acara yang berlangsung selama 2,5 jam tersebut berjalan dengan lancar hingga akhir acara, walaupun satu agenda untuk praktek melihat langsung bayangan tongkat Istiwa ‘menunjukkan ke arah kiblat tidak bisa dilaksanakan karena hubungan waktu. Praktek yang harusnya dilakukan pada jam 10.44 WIB, udah batal karena pelatihan baru bisa mulai di jam 11 lebih.

 

Rep: U

Loading

TERIMA NASKAH

TERIMA NASKAH
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam Loyalitas Tanpa Batas

CSSMoRA UIN WALISONGO mengajak teman-teman untuk mengirimkan naskah esai, opini, artikel, puisi, cerpen dan cerbung.
Naskah-naskah yang diterima akan dipublikasikan di www.cssmorawalisongo.org . Yuuk asah literasimu.

Syarat-syaratnya:

ESAI, OPINI, ARTIKEL  > Tema apa saja, tidak mengandung SARA, ujaran kebencian, dan yang terpenting bisa dinikmati dengan asyik tanpa berpotensi bikin pusing dan panas hati pembaca. / Pendek tulisan antara 1,5 – 2 halaman, Times New Romans, Size 12, Spasi 1.

CERPEN, CERBUNG > Berbahasa Indonesia yang baik dan benar. / Pendek tulisan 3 – 4 halaman, Times New Romans, Size 12, Spasi 1.

PUISI > Berbahasa Indonesia. / Times New /Romans, Size 12.

KIRIMKAN NASKAH KE :
Email : csswalisongo@gmail.com
Wa: 082292407779 (Firginita Wirna)

Beri subjek email NASKAH_ESAI / OPINI / ARTIKEL / PUISI / CERPEN / CERBUNG_NAMA PENULIS

Jika sudah mengirim karya, silahkan Konfirmasi ke (082292407779)

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam Loyalitas Tanpa Batas

Loading

Lomba Kreativitas Al-azhar Cairo, Dua Mahasantri PBSB meraih juara

Parlemen Al-Azhar Kairo Gelar Lomba Kreativitas dan Seni, Mahasantri PBSB Torehkan Prestasi

Kairo, Ditpdpontren — Grand Syekh Al-Azhar Universitas Kairo Syekh Ahmad Thoyyib bersama Parlemen Kairo Al-Azhar gelar ajang lomba kreativitas dan pengembangan bakat.

Ajang lomba yang diselenggarakan pada 23 Juli 2020 dikhususkan bagi pelajar kalangan putri, baik itu mahasiswi Universitas Al-Azhar maupun Ma’had Al-Azhar.

Tak mau ketinggalan, mahasantri Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama di Al-Azhar Kairo pun turut ambil peran dalam ajang yang digelar secara berani (dalam jaringan) serta pengiriman karya, Sayyidah Umi Kulsum dan Siti Jazilah yang berasal dari Pesantren Al- Hikmah 2 Sirampog Brebes Jawa Tengah.

Ketua Komunitas Santri Cendekiawan Kementerian Agama (CSSMoRA) Regional Kairo Egi Riyanto menerangkan, cabang lomba dan seni yang dilombakan cukup banyak, antara lain cabang tahfizhul Qur’an, musabaqah tilawatil Qur’an, puisi dan prosa bahasa Arab, gambar dan kaligrafi, kerajinan tangan, fotografi, menjahit-menjahit, bercerita, serta nasyid.

“Dua mahasantri putri PBSB ikut pada cabang seni Kaligrafi dan Nasyid. Saat diumumkan, berhasil meraih Juara 1 pada cabang yang diikutinya,” ujar Egi.

Kasubdit Pendidikan Pesantren Basnang Said melalui videoconference menuturkan, para mahasantri PBSB tentu sudah memiliki keterampilan dan kreativitas seni saat di pesantren.

“Pesantren dan kesenian bukanlah hal yang asing bagi para santri. Banyak pesantren yang membekali para santrinya dengan kegiatan pengembangan minat dan bakat semacam ini,” terang Basnang, Jum’at (11/09).

Saat dilaporkan, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono mengapresiasi capaian ini.

Prestasi ini sangat membanggakan. Mahasantri PBSB di Al-Azhar Kairo mampu bersaing dengan para mahasiswi utusan lebih dari sepuluh negara yang ikut berlomba. Tidak hanya berprestasi dalam akademik, tapi juga non-akademik, tuturnya.

“Saya ucapkan selamat atas prestasi gemilang ini. Pertahankan nama baik Indonesia dan pesantren di kancah internasional”.

Waryono meminta seluruh mahasantri PBSB tetap menjaga proses dan prestasi belajarnya, berperan aktif dalam menjaga tradisi kepesantrenan, serta menjadi agen moderasi beragama di lingkungan kampus saat ini. Terlebih, mahasantri PBSB Kairo yang jauh dari keluarga agar tetap menjaga kesehatan dan keselamatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih baik.

“Saya berharap mahasantri PBSB Kairo menjadi duta bangsa dan agama yang menebar model keberagamaan yang ramah dan damai,” tutupnya. (Hery Irawan)

Loading

Silaturahmi dari CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati

Keluarga CSSMoRA UIN Walisongo Semarang mendapat kunjungan dari saudara-saudara CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pertemuan antara dua CSSMoRA ini berlangsung di Gazebo YPMI Al-Firdaus, Ngaliyan, Semarang. Para mahasantri sangat senang dan antusias atas adanya acara yang diadakan Sabtu, 7 Maret 2020 ini.


Sekitar 60 orang mahasantri dari CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati melakukan perjalanan ke kota Semarang. Ini dilakukan demi menjalin silaturahmi antar anggota CSSMoRA yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Semarang. Idrian Wahid, Ketua CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengatakan, “Rihlah ini bukan hanya dalam rangka bertamasya. Tapi demi menjalin silaturahmi antar anggota CSSMoRA”.


Anggota CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati yang berada di Regional Barat tentu saja jarang bertemu dengan anggota CSSMoRA UIN Walisongo yang terletak di Regional Tengah. Dari situlah kemudian perlunya silaturahmi antar CSSMoRA Perguruan Tinggi Negeri ini perlu terus dilakukan. Ia juga menambahkan, “Harapannya adalah dengan kegiatan ini semoga para anggota CSSMoRA bisa saling mengenal dan membantu dalam mengabdi sebagai santri”.


Hal serupa juga disampaikan Zulfian Wanandi, anggota CSSMoRA UIN Walisongo, “Kegiatan semacam ini sangat bagus. Kita bisa mengenal lebih banyak lagi sesama anggota CSSMoRA. Menjalin silaturahmi dan berbicara banyak hal tentang CSSMoRA”.


Kegiatan yang dinamai TAYO (Tamasya Ayok) Ngabring Ulin Bareng Ngasah Kanya’ah ini diisi dengan sambutan Ketua Panitia Penyambutan oleh Zulfian Wanandi, Ketua CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung oleh Idrian Wahid, dan Pengelola PBSB (Penerima Beasiswa Santri Berprestasi) oleh Dr. Cucu Setiawan, S.Psi.I., M. Ag. Setelah sambutan-sambutan acara dilanjutkan dengan penampilan musik dari anggota CSSMoRA UIN Walisongo dan CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati. Kemudian dilanjut dengan memainkan permainan bersama demi menghangatkan suasana dan ditutup dengan ramah tamah.


Dr. Cucu Setiawan, S.Psi.I., M.Ag., Pengelola PBSB mengungkapkan dalam sambutannya, “Sejak saya disambut pertama kali, saya merasa tidak ada sekat di antara kita. Anak-anak CSSMoRA UIN Walisongo bagi saya juga adalah anak saya sebagaimana anak-anak CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung. CSSMoRA adalah keluarga bagi saya.”
(Evan)

Loading