Aturan Penulisan Artikel Divisi Jurnalistik CSSMoRA UIN Walisongo

Aturan Penulisan Artikel Divisi Jurnalistik CSSMoRA UIN Walisong

Divisi Jurnalistik CSSMoRA UIN Walisongo memiliki tujuan untuk mendorong anggota-anggotanya dalam menghasilkan karya-karya ilmiah yang berkualitas. Untuk mencapai tujuan tersebut, kami telah menyusun aturan penulisan artikel yang jelas, agar proses pengiriman artikel ke platform kami dapat berjalan dengan lancar dan terorganisir. Aturan ini tidak hanya mencakup ketentuan umum dalam penulisan, tetapi juga panduan spesifik terkait berbagai kategori artikel yang dapat diajukan, serta pedoman khusus bagi penulisan turats yang lebih mendalam dan berbasis keilmuan Islam.

Ketentuan Umum Penulisan Artikel

Setiap artikel yang dikirimkan ke Divisi Jurnalistik CSSMoRA harus memenuhi beberapa ketentuan dasar. Salah satunya adalah orisinalitas artikel. Kami menekankan bahwa artikel yang dikirimkan harus merupakan karya asli dari penulisnya, tanpa unsur plagiasi atau saduran dari karya orang lain. Kami juga mengharapkan penulis untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku. Gaya penulisan harus disesuaikan dengan tema atau rubrik yang dipilih oleh penulis, dan setiap artikel yang dikirimkan bertujuan untuk mengedukasi pembaca, memberikan informasi yang berguna, serta membahas isu-isu sosial, keislaman, pendidikan, kebangsaan, dan kepesantrenan.

 

Kategori Artikel yang Dapat Dikirimkan

Kami menerima berbagai kategori artikel yang dapat dipilih sesuai dengan minat dan keahlian penulis. Kategori ini mencakup Kajian Keilmuan, yang membahas topik-topik terkait keislaman atau kajian sosial-keilmuan dengan panjang artikel antara 700 hingga 1.000 kata. Penulis yang memilih kategori ini diharapkan dapat memberikan argumen yang kuat, didukung dengan data dan kutipan yang relevan.

Kategori berikutnya adalah Opini, di mana penulis dapat membahas isu-isu faktual seperti keislaman, pendidikan, sosial, politik, atau masalah lainnya. Artikel dalam kategori ini minimal memiliki panjang 600 kata dan disusun dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca.

Kami juga menerima artikel Resensi Buku yang bertema buku terkait keilmuan atau keislaman. Artikel ini minimal harus sepanjang 750 kata dan disertai dengan foto buku yang relevan. Untuk penulis yang lebih tertarik pada dunia motivasi atau generasi muda, kategori Inspirasi Milenial menawarkan ruang untuk penulisan artikel yang santai dan komunikatif dengan panjang 600 hingga 800 kata.

………..

Panduan Penulisan Artikel

Untuk memastikan kualitas dan konsistensi artikel yang kami terima, kami telah menetapkan beberapa panduan penulisan yang harus diikuti. Artikel harus ditulis dengan orisinalitas dan kredibilitas yang tinggi. Sumber-sumber yang digunakan dalam artikel harus valid, dan kutipan yang diambil dari karya orang lain harus dicantumkan dengan benar. Struktur artikel yang baik terdiri dari judul yang singkat dan menarik, pendahuluan yang menggugah minat pembaca, isi artikel yang mendalam dan berbobot, serta penutup yang memberikan kesimpulan dan rekomendasi.

Format penulisan juga harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, yaitu menggunakan font Times New Roman ukuran 12, spasi 1,5, dan margin standar (4-3-3-3). Kami juga meminta penulis untuk menggunakan gaya kutipan ilmiah yang telah ditentukan, seperti APA, MLA, atau Chicago.

Panduan Penulisan bernuansa Turats/Kitab Kuning

Selain artikel biasa, Divisi Jurnalistik CSSMoRA juga menerima artikel berbasis turats, yang merupakan karya-karya ilmiah yang lebih mendalam dan berkaitan dengan tradisi keilmuan Islam. Artikel dalam kategori ini harus mengangkat tema yang sesuai dengan tradisi ilmiah Islam Indonesia, seperti Ilmu al-Qur’an, Hadits, Fiqih, Tasawuf, Bahasa dan Sastra Arab, Aqidah, Filsafat, atau Sejarah Islam. Artikel harus ditulis dengan panjang minimal 5.000 kata (tidak termasuk pustaka dan lampiran) dan dapat ditulis dalam bahasa Arab atau aksara Pegon, sesuai dengan topik yang dibahas.

Penulisan Majalah Zenith

Divisi Jurnalistik CSSMoRA UIN Walisongo juga menyelenggarakan sayembara penulisan majalah sebagai sarana untuk mendorong kreativitas dan kontribusi ilmiah dari anggotanya kru magang Juranalistik setelah melaksanakan pelatihan kepenulisan sebelumnya. Artikel yang diajukan dalam majalah ini harus relevan dengan tema yang telah ditetapkan Anggota Divisi Jurnalistik, dan penulis akan dinilai berdasarkan orisinalitas, kedalaman analisis, serta kesesuaian dengan tema yang diusung. Artikel terbaik akan mendapatkan penghargaan berupa publikasi di platform kami.

Hak dan Kewajiban Penulis

Setiap penulis yang artikelnya diterima berhak untuk mendapatkan feedback dari redaksi, dan artikel yang lolos seleksi akan dipublikasikan di website kami. Selain itu, penulis juga berhak atas penghargaan berupa apresiasi. Di sisi lain, penulis berkewajiban untuk membagikan artikel yang telah dimuat di media sosial pribadi mereka sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan dan eksistensi Divisi Jurnalistik CSSMoRA.

Penolakan Naskah

Kami memiliki kebijakan tegas terkait artikel yang tidak sesuai dengan standar kami. Artikel yang mengandung unsur SARA, hoaks, atau bertentangan dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan akan ditolak. Redaksi juga berhak untuk menyunting artikel tanpa mengubah substansi, jika diperlukan.

Publikasi dan Apresiasi

Artikel yang terpilih untuk dipublikasikan akan diterbitkan di media internal CSSMoRA. Selain itu, artikel yang lolos seleksi juga akan mendapatkan reward sesuai dengan kebijakan redaksi sebagai bentuk apresiasi terhadap karya penulis.

Kontak Redaksi

Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut terkait aturan penulisan artikel, dapat menghubungi kontak resmi Divisi Jurnalistik CSSMoRA UIN Walisongo melalui email di 23020460084@student.walisongo.ac.id atau melalui WhatsApp di +62 822-5277-4568.

 

–

Loading

Malaikat Sapi Jantan: Fakta atau Fiksi di Balik Penjaga Arsy?

Ketika berbicara tentang penciptaan alam semesta, sains dan agama sering kali menawarkan sudut pandang yang berbeda namun sama-sama menakjubkan. Dalam tradisi Islam, salah satu narasi yang sering dikaji, terutama dalam kitab-kitab klasik, adalah tentang Arsy dan makhluk-makhluk penyangganya. Tema ini memang jarang dibahas secara populer, tetapi memiliki keunikan tersendiri yang layak direnungkan, terutama bagi kita yang ingin memahami tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.

Dalam kitab An-Nawadir karya Syekh Syihabbudin al-Qalyubi, terdapat penjelasan menarik tentang Arsy yang dikutip dari para ulama klasik seperti Wahab bin Munabbih, seorang tabi’in yang dikenal sebagai ahli sejarah, dan an-Nasafi, seorang ulama besar madzhab Hanafi. Penjelasan ini mengungkapkan hal-hal yang, jujur saja, bagi sebagian orang mungkin terdengar sulit dipercaya. Tapi di balik itu semua, ada pesan mendalam tentang keagungan Allah dan pentingnya rendah hati.

Apa Itu Arsy?

Arsy digambarkan sebagai kubah agung yang menaungi seluruh jagat raya. Bisa dibilang, Arsy adalah “puncak” ciptaan dalam hierarki kosmik, tempat semua catatan alam semesta tersimpan. Kalau kita ibaratkan dalam istilah modern, Arsy ini mirip dengan “database” besar yang mencatat segala sesuatu, mulai dari awal penciptaan hingga takdir setiap makhluk. Namun, hanya Allah yang sepenuhnya mengetahui keagungan dan fungsi detail dari Arsy ini.

Menurut riwayat, Arsy diciptakan oleh Allah 2000 tahun sebelum Kursi. Perbedaannya? Kursi adalah makhluk yang lebih kecil dari Arsy, tetapi tetap menjadi bagian dari struktur alam semesta yang tak terbayangkan oleh akal manusia.

Arsy ditopang oleh 360 pilar besar yang masing-masingnya memiliki jarak antar-pilar sejauh perjalanan 500 tahun. Tak hanya itu, setiap pilar diapit oleh ribuan kota, istana, dan malaikat. Para malaikat ini, dengan pakaian dari cahaya yang berganti setiap hari, menggambarkan betapa kompleks dan luar biasanya ciptaan Allah.

Malaikat Penyangga Arsy

Nah, ini bagian yang paling menarik. Dalam narasi klasik, disebutkan bahwa Arsy dipikul oleh empat malaikat dengan wujud yang sangat unik:

1. Malaikat pertama menyerupai manusia.

2. Malaikat kedua berbentuk seperti sapi jantan.

3. Malaikat ketiga menyerupai burung elang.

4. Malaikat keempat berbentuk seperti harimau.

Wujud-wujud ini bukan tanpa makna. Sebagian ulama menafsirkan bahwa bentuk malaikat ini melambangkan kekuatan, kecerdasan, dan kesempurnaan ciptaan Allah. Menariknya, setelah Kiamat, jumlah malaikat yang memikul Arsy akan bertambah menjadi delapan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an

وَّالْمَلَكُ عَلٰٓى اَرْجَاۤىِٕهَاۗ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَىِٕذٍ ثَمٰنِيَةٌۗ

Para malaikat berada di berbagai penjurunya (langit). Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ʻArasy (singgasana) Tuhanmu di atas mereka (Al-Haqqah : 17)

Dalam Tafsir Tahlili menerangkan bahwa Pada hari Kiamat, para malaikat berada di segenap penjuru langit. Delapan malaikat menjunjung ‘Arsy Allah di atas kepalanya. Persoalan malaikat dan ‘Arsy ini adalah persoalan yang gaib, tidak seorang pun yang mengetahuinya. Tidak dijelaskan bentuk ‘Arsy yang dipikul para malaikat itu, dan ke mana mereka membawanya. Oleh karena itu, kita menerima semuanya itu berdasarkan iman kita kepada Allah

Arsy dan Ular Raksasa

Namun, cerita tentang Arsy tidak berhenti di sana. Dalam salah satu riwayat, diceritakan bahwa Arsy sempat merasa sombong karena menganggap dirinya sebagai makhluk paling agung yang pernah diciptakan. Sebagai peringatan, Allah menciptakan seekor ular raksasa yang melilit Arsy. Ular ini digambarkan memiliki karakteristik luar biasa:

  • 70.000 sayap.
  • Setiap sayap memiliki 70.000 bulu.
  • Setiap bulu memiliki 70.000 wajah.
  • Setiap wajah memiliki 70.000 mulut,
  • dan setiap mulut memiliki 70.000 lidah

yang bertasbih dengan jumlah yang setara dengan semua tetesan hujan, butiran pasir, dan makhluk di alam semesta. Ular ini melingkari Arsy, mengingatkannya bahwa seagung apa pun makhluk, ia tetaplah ciptaan Allah yang harus tunduk dan patuh kepada-Nya.

Percaya atau Tidak?

Sebagian dari kita mungkin akan merasa kisah ini sulit dicerna akal. Wajar, karena tidak semua hal bisa kita pahami dengan logika manusia yang terbatas. Namun, sebagaimana dalam banyak tradisi Islam, cerita-cerita seperti ini mengajarkan kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, mengingat kebesaran-Nya, dan memahami bahwa ada banyak misteri alam semesta yang hanya Dia yang mengetahui.

Pada akhirnya, percaya atau tidak, semua kembali pada masing-masing individu. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengambil hikmah dari kisah-kisah ini dan menjadikannya sebagai pengingat untuk terus memperbaiki diri.

Wallahu a’lam bish-shawab.

 

Loading

Wujudkan Pemimpin Kompeten, CSSMoRA UIN Walisongo & Unsiq Gelar KTPT

Dalam rangka mewujudkan pemimpin masa depan yang unggul dan kompeten, CSSMoRa UIN Walisongo Semarang dan CSSMoRa Universitas Sains dan Al-Quran (UNSIQ) Wonosobo meyelenggarakan Kaderisasi Tingkat Perguruan Tinggi(KTPT) 2024 yang bertempat di Yayasan Hidayatul Mubtadi-ien, Semarang (9-10 November 2024).

Kegiatan KTPT ini merupakan sebuah kegiatan wajib bagi seluruh mahasantri baru penerima Beasiswa Santri Berprestasi tahun 2024, yang tujannya adalah untuk memperkenalkan Oraganisasi CSSMoRa serta membangun sebuah solidarity untuk mencapai seuah prestasi, sesuai dengan tema yang diusung pada kegiatan kali ini yaitu “Menanam Visi Misi, Membangun Solidarity, untuk Mencapai Sebuah Prestasi”.

KTPT pada tahun ini, diikuti oleh 46 mahasantri dan merupakan kali keduan bagi CSSMoRa  UIN Walisongo Semarang kolaborasi dengan CSSMoRa Universitas Sains dan Al-Quran(UNSIQ) Wonosobo. Kegiatan ini berfokus pada pemaparan materi oleh beberapa narasumber yang berfokus pada Ke-CSSMoRa-an, Keorganisasian, Kebangsaan, Persidangan, dan Kepesantrenan.

Ketua Umum CSSMoRa Nasional Khidrian Afriansyah dan Kepala Dapartement PSDM Nasional Indana Zulfa turut hadir untuk memberikan sambutann sekaligus materi pada kegiatan kali ini. Dalam sambutannya Khidrian Afriansyah menyampaikan ucapan terimakasih kepada CSSMoRa UIN Walisongo Semarang yang besedia untuk berkolaborasi dengan CSSMoRa UNSIQ Wonosobo sekaligus menjadi tuan rumah penyelenggara KTPT 2024. Ia juga memaparkan bahwa kegiatan KTPT ini sangatlah penting bagi mahasantri penerima Beasiswa Santri Berprestasi(PBSB).

“Kegiatan KTPT ini merupakan langkah awal kalian untuk dapat meneruskan estafet kepemimpinan  yang ada di dalam organisasi CSSMoRa,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ketumnas CSSMoRa ini juga berharap, agar nantinya seluruh anggota baru CSSMoRa UIN Walisongo Semarang dan UNSIQ Wonosobo turut aktif dalam kegiatan CSSMoRa baik tingkat perguruan tinggi maupun tingkat nasional.

“Saya berharap kepada seluruh anggota baru CSSMoRa Perguruan Tinggi(PT) ikut berpartisipasi aktif dalam seluruh kegiatan CSSMoRa PT dan Nasional,” imbuhnya.

Menyambut hal tersebut, perwakilan peserta dari  UNSIQ  menyampaikan rasa bangganya dapat bergabung dalam organisasi CSSMoRa. “ Menurut saya, CSSMoRa bukanlah sebuah organisasi semata, namun CSSMoRa merupakan sebuah keluarga. Walaupun kami berbeda kampus dan belum mengenal sebelumnya, tapi kami merasakan kehangatan dalam organisasi ini,” sambutnya.

Setelah KTPT 2024 berakhir, seluruh peserta kini resmi menjadi bagian dari CSSMoRA dan siap berperan aktif dalam organisasi. Mereka berkomitmen untuk mengemban nilai-nilai loyalitas tanpa batas, menjunjung tinggi integritas, dan terus berupaya menjadi kader berprestasi demi kemajuan CSSMoRa

Loading

KTPT 2024: Menanam Visi dan Misi, Membangun Solidaritas, Menuju Prestasi

Semarang, 9-10 November 2024 – Kaderisasi Tingkat Perguruan Tinggi (KTPT) 2024 yang diadakan oleh CSSMoRA UIN Walisongo dan CSSMoRA Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) sukses diselenggarakan di Yayasan Hidayatul Mubtadi-ien, Semarang. Acara ini merupakan tahap kaderisasi formal yang bertujuan untuk memperkenalkan CSSMoRA kepada mahasantri baru serta membentuk karakter kuat dalam menjalani perkuliahan dan tugas organisasi di kampus masing-masing.

KTPT tahun ini mengusung tema “Menanam Visi Misi, Membangun Solidarity, untuk Mencapai Sebuah Prestasi.” Melalui tema ini, kegiatan KTPT menitikberatkan pada pentingnya intelektualitas, karakter, dan integritas sebagai pondasi bagi para kader. Peserta diberikan berbagai pembekalan untuk memahami visi dan misi organisasi serta memperkuat solidaritas antaranggota, dengan harapan dapat membangun calon pemimpin masa depan yang berkualitas.

Dalam KTPT 2024, peserta dari UIN Walisongo dan UNSIQ mengikuti berbagai sesi materi wajib, seperti Keorganisasian, Ke-CSSMoRA-an, Kepesantrenan, Kebangsaan, dan Persidangan. Materi-materi ini disusun secara terencana untuk memperkaya pemahaman para peserta terkait peran mereka di dalam organisasi, serta membekali mereka dengan keterampilan yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.

Marwan Aldi Pratama, anggota Divisi Jurnalistik CSSMoRA UIN Walisongo, yang juga menjadi panitia acara, mengungkapkan kesannya, “Acara ini sangat meriah dan penuh manfaat. Selain memperluas jaringan, kami bisa bertemu dengan teman-teman dari perguruan tinggi lain, seperti UNSIQ. Melalui KTPT, kami belajar tentang keorganisasian dan kepemimpinan, sekaligus diarahkan menjadi pribadi yang tangguh dan berintegritas, tanpa melupakan nilai-nilai spiritual yang telah ditanamkan di pesantren.”

Marwan juga menyoroti bahwa KTPT menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi antar anggota CSSMoRA dari berbagai kampus. “Saya berharap acara ini memberikan kesan positif bagi peserta. Semoga mereka bisa menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan berkomitmen mengembangkan CSSMoRA ke depannya,” ujarnya.

Perwakilan dari UNSIQ juga menyampaikan rasa bangganya bisa bergabung dalam KTPT 2024. “Saya merasa menemukan kekeluargaan dan kebersamaan di CSSMoRA. Walaupun berasal dari kampus berbeda, di sini kami merasa seperti keluarga besar. Semoga KTPT berikutnya lebih berkesan dan silaturahmi tetap terjaga,” ujar salah satu peserta dari UNSIQ.

Dengan berakhirnya KTPT 2024, seluruh peserta resmi menjadi bagian dari CSSMoRA dan siap berkontribusi aktif dalam organisasi. Mereka berkomitmen mengemban nilai-nilai loyalitas tanpa batas, menjunjung integritas, dan terus berusaha menjadi kader berprestasi demi kemajuan CSSMoRA dan masyarakat luas.

 

 

Loading

SULAP MANIK-MANIK JADI PELUANG BISNIS, DEPARTEMEN PSDE ADAKAN PELATIHAN KETERAMPILAN TANGAN DENGAN SENTUHAN KREATIVITAS

Semarang, cssmorawalisongo.org – Mengubah butiran manik-manik menjadi gelang, cincin, atau gantungan ponsel yang tren, bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga peluang bisnis. Itulah yang dilakukan Departemen Pengembangan Sumber Daya Ekonomi (PSDE) CSSMoRA UIN Walisongo Semarang melalui pelatihan “Membuat Kerajinan untuk Bisnis” di Gazebo YPMI Al-Firdaus (05/11). Pelatihan ini membimbing peserta dari dasar hingga menghasilkan karya yang unik dan bernilai jual, lengkap dengan teknik merangkai yang membutuhkan ketelitian ekstra.

Kegiatan ini berlangsung dengan suasana yang penuh semangat dan kreativitas. Para peserta dibagi ke dalam kelompok kecil yang terdiri dari dua orang, masing-masing diberikan bahan berupa manik-manik dan tali untuk dirangkai. Mereka dipandu langkah demi langkah mulai dari mengikat tali hingga merangkai manik-manik menjadi produk siap pakai yang dapat menghiasi tangan mereka.

Beberapa bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan ini antara lain manik-manik, tali senar atau benang, gunting, dan gas korek untuk merekatkan ujung tali setelah dipotong. Proses pembuatan kerajinan ini tidak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga melatih kesabaran dan ketelatenan peserta.

Di akhir sesi, panitia menyampaikan pesan penting: “Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta bisa mengasah keterampilan kerajinan tangan mereka dan memanfaatkannya sebagai peluang usaha. Kreativitas dan ketelatenan adalah kunci sukses untuk menghasilkan produk yang bernilai dan diminati pasar.”

 

Loading

Hidupkan Kembali Tradisi Astronomi, Class of CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Pelatihan Rubuk Mujayyab

Semarang, cssmorawalisongo.org. – Menjelajah ilmu astronomi dengan alat tradisional, Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) CSSMoRA UIN Walisongo menggelar Class of CSSMoRA (COC) yang membahas rubuk mujayyab, alat perhitungan klasik yang dahulu digunakan ulama dalam menentukan waktu shalat dan arah kiblat. Bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) YPMI Al-Firdaus (27/10), acara ini menghadirkan Muhammad Mahfudz Ustukhry sebagai pemateri, yang menyampaikan materi dengan cara yang menarik hingga membuat peserta antusias mendalami cara-cara tradisional yang kini mulai jarang dikenal.

Rubuk mujayyab adalah alat astronomi tradisional yang berfungsi dalam penentuan waktu shalat dan arah kiblat. Alat ini terdiri dari beberapa bagian utama: busur derajat yang berfungsi untuk mengukur sudut, alidade sebagai pengarah atau penunjuk yang bisa digerakkan pada busur, skala sinus untuk mempercepat perhitungan sudut, lubang pandang sebagai tempat mengamati objek, dan tali gantung atau plumb line untuk menjaga akurasi pengukuran.

Dalam sesi tersebut, Mahfudz menjelaskan setiap bagian dari rubuk mujayyab dengan bahasa yang sederhana, membuat peserta lebih mudah memahami cara penggunaannya. Dengan pembawaan yang santai dan interaktif, Mahfudz berhasil membuat materi yang terbilang kompleks menjadi menarik. Meski demikian, waktu yang terbatas membuat beberapa peserta berharap akan adanya pelatihan tambahan agar pemahaman mereka terhadap alat ini lebih mendalam.

Mahfudz, yang memperoleh pengetahuan ini dari pondok pesantren melalui kitab gurunya, menyatakan antusiasmenya untuk berbagi lebih lanjut tentang metode-metode perhitungan tradisional yang kini mulai jarang dikenal masyarakat modern. Ia berharap generasi muda dapat menjaga dan melestarikan ilmu klasik ini sebagai bagian dari kekayaan tradisi keilmuan Islam.

 

Loading

Perkenalkan Ilmu Falak di Madrasah, CSSMoRA UIN Walisongo Sukses Gelar Roadshow Falak

Dalam rangka memperkenalkan ilmu falak kepada santri-santri madrasah, CSSMoRA UIN Walisongo mengadakan program roadshow falak. Kegiatan tersebut bertempat di MA Qosim AL-Hadi, Mijen, Semarang pada Sabtu, (19/10/2024).

Program roadshow falak merupakan sebuah program dari divisi P3M yang bertujuan untuk mengenalkan ilmu falak kepada santri pondok pesantren maupun siswa madrasah. Output dari program ini diharapkan dapat mengedukasi siswa terkait bidang ilmu falak sehingga peminat semakin banyak.

Roadshow falak kali ini diikuti oleh 26 siswa madrasah Qosim Al-Hadi yang berfokus pada praktek dan pengenalan materi pengantar ilmu falak, arah kiblat dan waktu salat. Alat yang digunakan dalam praktek kali ini terdiri dari 3 macam; Teodolit, Mizwala dan Istiwaaini. Ketiganya merupakan alat untuk mengukur arah kiblat berbasis sinar matahari.

Koordinator departemen P3M, Ahmad Munawir, memaparkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan ilmu falak di madrasah dan pesantren.

“Tujuan roadshow pada pada kali ini untuk mengenalkan ilmu falak pada siswa-siswa sehingga ilmu falak bisa berkembang luas di madrasah, pesantren dan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga berharap agar kegiatan seperti ini bisa diterima oleh civitas madrasah dan pondok pesantren sehingga bisa saling mendukung.

“Harapannya kegitanan ini bisa diterima dengan baik sehingga kita bisa saling mendukung,” imbuhnya.

Menyambut hal tersebut, Perwakilan dari MA Qosim Al-Hadi, Abdullah Nafi’ Berharap bahwa kegiatan semacam ini jangan hanya sekali, ia meminta kepada tim roadshow falak CSSMoRA untuk jangan kapok untuk datang kembali.

“sebelumnya dulu sudah pernah ada yang datang untuk sosialisasi ilmu falak dari CSSMoRA disini, dan kami sangat terbuka. Kami berharap agar kegiatan oleh tim CSSMoRA tidak kapok untuk datang Kembali,” ucapnya saat mengisi sambutan. Acara ditutup dengan pembagian hadiah kepada peserta roadshow yang paling aktif sekaligus mengakhiri kegiatan roadshow di MA Qosim Al-Hadi.

 

 

 

 

 

Loading

Upgrading Pengurus CSSMoRA UIN Walisongo 2024-2025: Meningkatkan Solidaritas Demi Organisasi yang Berkualitas

Semarang, cssmorawalisongo.org – Upgrading Pengurus CSSMoRA UIN Walisongo Periode 2024-2025 dilaksanakan di Ruang Teater Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo, (27/09). Acara tersebut mengusung tema “Meningkatkan Solidaritas Demi Terciptanya CSSMoRA yang Berkualitas”, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus baru dalam menjalankan roda organisasi dengan lebih baik lagi.

Acara tersebut dimulai pada pukul 08.30 WIB-selesai, dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars CSSMoRA, Sambutan ketua panitia, sambutan Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo, sambutan Pengelola PBSB, do’a dan terakhir penutup.

Setelah beberapa rangkaian acara selesai, kemudian dilanjut dengan sesi diskusi oleh beberapa narasumber, materi pertama yaitu mengenai keorganisasian yang disampaikan oleh Nuril Fathoni Hamas, S.H.

“Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam struktur dan koordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu. CSSMoRA sebagai organisasi yang mewadahi santri penerima beasiswa santri berprestasi (PBSB) Kemenag RI di seluruh Indonesia. CSSMoRA bergerak dalam bidang sosial kepesantrenan dan memegang teguh pancasila. Organisasi berfungsi sebagai sarana pengembangan kepribadian. sarana mencapai tujuan dengan cara bekerjasama. sarana mengakomodasi berbagai potensi., dan sarana pendidikan kemasyarakatan,” ucap Nuril.

Materi ke dua membahas terkait Time Management yang disampaikan oleh Wali Cosara, M.H. “Manajemen waktu yang efektif sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan mencapai keseimbangan antara organisasi dan kehidupan pribadi. Dengan mengidentifikasi prioritas, merencanakan dengan baik, dan mengelola gangguan anda dapat mencapai tujuan anda dengan lebih efisien,” ucap Wali.

Setelah narasumber ke dua selesai menyampaikan materi, acara selanjutnya ialah istirahat dan salat jum’at bersama bagi yang menunaikan. Acara dilanjut dengan pembahasan materi ke tiga yaitu mengenai “Administrasi dan Kesekretariatan”, yang disampaikan oleh Syikma R. Jannah, S.H.

“Administrasi keorganisasian merupakan kegiatan penyusunan dan pencatatan data serta informasi secara sistematis dalam suatu organisasi. Berfungsi sebagai penyedia keterangan agar mempermudah untuk mendapatkan informasi agenda sebelumnya, dokumentasi (history) kegiatan, dan lain-lain. Lebih lengkap ketentuan dan contoh, ada di PPN yang telah dibagikan. Pun juga dipersilakan bertanya lebih lanjut melalui kontak (085749926002) atau lewat media sosial saya,” ucap Syikma.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore tersebut diakhiri dengan do’a bersama dan sesi foto seluruh pengurus. Diharapkan, hasil dari upgrading ini mampu memperkuat kerja sama antaranggota dan menghasilkan program kerja yang lebih berkualitas dalam masa kepengurusan periode 2024-2025.

 

Loading

Level Up! Upgrading Pengurus CSSMoRA ( Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs) UIN Walisongo 2024-2025: Solidaritas Kuat, Organisasi Hebat

Upgrading Pengurus CSSMoRA ( Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs) UIN Walisongo Periode 2024-202

Semarang, 27 September 2024 – CSSMoRA UIN Walisongo mengadakan dua kegiatan penting, yakni Upgrading Pengurus CSSMoRA periode 2024-2025 dan pengarahan dari pengelola Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), Bapak Ustadz Ahmad Munif, M.S.I. Acara ini bertujuan untuk memperkuat organisasi, meningkatkan manajemen diri, dan mengembangkan potensi mahasiswa.

Kegiatan Upgrading Pengurus CSSMoRA mengusung tema “Meningkatkan Solidaritas Demi Terciptanya CSSMoRA yang Berkualitas”, sebagai langkah awal mempersiapkan pengurus baru untuk lebih siap menjalankan tugas organisasi dan membangun solidaritas yang kuat. Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo, Ilham Awaludin, menekankan pentingnya proses ini sebagai momentum untuk meningkatkan kemampuan diri. “Upgrading ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan diri. Jangan sampai setelah acara ini kita malah mengalami downgrade, karena itu tentu tidak sejalan dengan tujuan kita,” ungkapnya.

Sambutan dan Pengarahan Pengelola PBSB

Ustadz Ahmad Munif, M.S.I., selaku pengelola Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) UIN Walisongo, memberikan motivasi kepada mahasiswa penerima beasiswa agar memanfaatkan masa perkuliahan dengan maksimal, baik dalam aspek akademik, organisasi, maupun pengembangan diri. “Masa perkuliahan adalah waktu yang berharga untuk belajar dan berkembang. Dengan memanfaatkan waktu dengan baik, kalian bisa mencapai kesuksesan dalam studi dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang gemilang,” ujarnya.

Beliau juga memberikan beberapa tips penting yang dapat diimplementasikan oleh para mahasiswa, di antaranya:

1. Manajemen Waktu yang Efektif – Membuat jadwal harian, memanfaatkan aplikasi pengingat, menghindari multitasking, dan memprioritaskan tugas.

2. Meningkatkan Produktivitas Belajar – Mengikuti perkuliahan secara aktif, membentuk kelompok belajar, dan memanfaatkan waktu luang untuk memperdalam pemahaman materi.

3. Menjaga Keseimbangan dan Kesehatan – Menjaga pola tidur, mengonsumsi makanan sehat, berolahraga secara teratur, dan meluangkan waktu untuk beristirahat.

4. Memanfaatkan Peluang yang Tersedia – Mengikuti organisasi kemahasiswaan, seminar, serta mencari pengalaman magang.

5. Membuat Rencana Masa Depan – Menetapkan tujuan karier yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).

Ustadz Ahmad Munif menekankan bahwa disiplin diri dan komitmen adalah kunci utama dalam menjalani masa perkuliahan. Mahasiswa harus mampu mengatur waktu dan prioritas agar dapat mencapai keberhasilan dalam studi dan mempersiapkan diri untuk dunia kerja.

Acara ini diadakan di Gedung Prof. Dr. Ahmad Qodri Abdillah Azizy, MA, PhD, Fakultas Syari’ah dan Hukum, Ruang Teater IsDB (Islamic Development Bank). Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya:

1. Nuril Fathoni Hamas, S.H – Awardee PBSB

yang menyampaikan materi tentang Keorganisasian, memberikan wawasan mendalam tentang cara menjalankan organisasi secara efektif, membangun tim yang solid, dan mencapai tujuan bersama.

2. Wali Cosara, M.H – Awardee PBSB yang membawakan materi tentang Time Management, menekankan pentingnya manajemen waktu yang baik untuk menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik, organisasi, dan kehidupan pribadi.

3. Syikma R. Jannah, S.H – Awardee PBSB yang menjelaskan pentingnya tata kelola administrasi yang rapi dan terstruktur dalam organisasi, karena hal ini akan mempengaruhi kelancaran operasional dan akuntabilitas pengurus.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan pengurus CSSMoRA UIN Walisongo periode 2024-2025 sekaligus mahasiswa penerima Beasiswa Santri Berprestasi dapat lebih siap menghadapi tantangan akademik, organisasi, dan kehidupan sehari-hari. Solidaritas yang kuat, manajemen waktu yang baik, serta pemanfaatan peluang yang tersedia menjadi modal penting bagi mereka untuk mencapai kesuksesan.

Acara ini diakhiri dengan ajakan kepada peserta untuk lebih aktif dalam mengambil peran dan tanggung jawab, serta mempraktikkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

 

Salam loyalitas tanpa batas!

#cssmoranasional

#cssmorauinws

#loyalitastanpabatas

#upgradingpengurus2024

 

 

Loading

Rukyatul Hilal di POB Sukabumi: Kendala Cuaca dan Pemadaman Listrik Tak Menghalangi Pengamatan Awal Bulan Rabiul Awal 1446 H

WhatsApp Image 2024-09-06 at 02.24.40
WhatsApp Image 2024-09-06 at 02.24.39
previous arrowprevious arrow
next arrownext arrow

CSSMoRA UIN Walisongo, Sukabumi – Rukyatul hilal yang dilakukan pada tanggal 4 September 2024, bertepatan dengan 30 Safar 1446 H, menjadi salah satu momentum penting dalam proses penentuan awal bulan Rabiul Awal 1446 H. Kementerian Agama (Kemenag) memilih Pos Observasi Bulan (POB) Sukabumi, Jawa Barat, sebagai salah satu lokasi utama untuk melakukan pengamatan hilal. Namun, proses ini tidak berjalan mulus karena beberapa kendala yang dihadapi tim di lapangan.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah kondisi cuaca yang kurang mendukung. Langit di atas Sukabumi tertutup awan tebal, sehingga hilal tidak dapat terlihat secara langsung. Kendala cuaca seperti ini sering kali menjadi tantangan dalam kegiatan rukyatul hilal, terutama karena pengamatan hilal dengan mata telanjang memerlukan langit yang cerah. Meskipun demikian, tim Kemenag tetap menjalankan tugasnya dengan teliti, memanfaatkan teknologi yang ada dan terus berupaya mengatasi kendala yang muncul.

Selain itu, gangguan teknis juga muncul di POB Bintang akibat pemadaman listrik. Pemadaman ini terjadi karena tiang listrik di area tersebut roboh diterpa angin kencang, mengakibatkan stasiun observasi tidak dapat beroperasi dengan normal. Tanpa aliran listrik, penggunaan alat-alat optik dan elektronik yang diperlukan untuk mengamati hilal menjadi tidak mungkin.

Menghadapi situasi tersebut, Kemenag memutuskan untuk menggunakan mobil Triton yang telah dirancang khusus untuk kegiatan rukyatul hilal. Kendaraan ini dilengkapi dengan berbagai peralatan modern, termasuk

teleskop portabel dan perangkat pendukung lainnya, yang memungkinkan pengamatan hilal tetap dapat dilakukan meskipun fasilitas utama di POB terganggu. Mobil Triton ini dirancang untuk dapat dioperasikan secara mandiri tanpa memerlukan sumber daya eksternal seperti listrik dari POB, sehingga sangat berguna dalam situasi darurat.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bapak Ismail Fahmi, S.Ag., Kepala Subdirektorat Hisab Rukyat dan Syariah Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan,

“Walaupun POB mengalami pemadaman listrik, tim tetap bisa melaksanakan rukyatul hilal dengan baik berkat penggunaan mobil Triton yang dirancang khusus untuk keperluan ini. Sangat jarang mobil ini digunakan kecuali dalam keaadaan darurat, dan terbukti sangat membantu dalam situasi seperti ini.”

Keputusan untuk memanfaatkan mobil Triton dalam kondisi darurat ini menunjukkan kesiapan Kemenag dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan. Kendaraan ini tidak hanya memberikan solusi praktis ketika infrastruktur terganggu, tetapi juga memungkinkan tim pengamat tetap dapat melaksanakan tugasnya tanpa kendala besar. Penggunaan teknologi ini memperkuat komitmen Kemenag untuk memastikan proses penentuan awal bulan Hijriah berjalan sesuai dengan kaidah ilmiah, meskipun terdapat tantangan alam dan teknis.

Selain didampingi oleh para ahli dan tim hisab rukyat Kemenag, kegiatan rukyatul hilal ini juga dibersamai oleh dua mahasiswa magang dari UIN Walisongo, jurusan Ilmu Falak. Kehadiran mahasiswa ini menjadi bagian dari upaya pendidikan dan pelatihan generasi muda dalam bidang ilmu falak. Mereka membantu dalam beberapa aspek teknis pengamatan dan pencatatan data di lapangan, serta memperoleh pengalaman langsung dalam proses rukyatul hilal.

Meskipun cuaca di Sukabumi tidak ideal, tim tetap berupaya maksimal dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada. Mereka juga terus memantau hasil dari berbagai lokasi observasi lain di Indonesia yang mungkin memiliki kondisi cuaca lebih baik. Kombinasi antara penggunaan teknologi, keahlian ilmiah, serta kesiapan tim di lapangan memastikan bahwa penentuan awal bulan Hijriah tetap berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip keilmuan yang ketat.

Lanjutkan membaca Rukyatul Hilal di POB Sukabumi: Kendala Cuaca dan Pemadaman Listrik Tak Menghalangi Pengamatan Awal Bulan Rabiul Awal 1446 H

Loading