PENANTIAN TAK BERUJUNG

Oleh: Fadly Rahmadi (CSSMoRA UIN Walisongo 2018)

Lelah letih sudah langkah kaki

Lemah lunglai ayunan tangan ini

Berjalan tak sampai, berayun tak henti

Tapi yang di cari seolah riap di telan bumi

 

Ditemani mentari timur di awal pagi

Ku duduk sendiri di pelabuhan purnama ini

Hempaskan lelah letihnya kedua kaki

Debu menempel di sekujur tubuh

Berbulir air mata dan butiran peluh

Perjalanan yang panjang dan sangat jauh

 

Cuitan burung-burung camar menggema

Membuatku iri tapi apa daya tak terkata

Sekiranya aku punya sayap seperti mereka

Mungkin sudah lama kusinggah di sana

Seperti mereka dan teman-teman lainnya

 

Dalam khayal aku pikirkan

Kita arungi bahtera kehidupan ini dengan senyuman

Kita bumbui pahit getir ini dengan madu manisan

Lama bentarnya kapal berlayar pada waktunya akan berlabuh juga di dermaga

 

Hmmm,

Kuhempaskan pandanganku ke seberang jauh

Ingin rasanya aku meneriakkan penungguanku

Akan tetapi lidah terasa ngilu

Dan ingin rasanya aku jerit raungkan kerinduanku

Namun mulutku diam membisu

Aku hanya bisa menunggumu di tepian dengan memandangi kapal-kapal yang simpang siur berlayar dan berlabuh

Berharap dikau muncul bersama kapal itu

Dan akan kutunggu, kutunggu sampai air laut tak lagi membiru

 

Oh pencarian yang berubah jadi kekecewaan

Masihkah dikau setia dalam cintamu?

Atau kah sudah pudar diterpa hembusan bayu?

Loading

PUTIH-HITAM

oleh: Harlianor (CSSMoRA UIN Walisongo 2017)

Apakah  putih selalu bertutur bersih, hai manusia yang diciptakan berkepala tunggal?

Hingga si hitam terus kau kecam, disisihkan di sudut terasing nan kelam

Mengapa bertingkah seolah makhluk tersuci,?

Menempatkan warna pelangi di ruang terkunci, berteriak lantang “jangan mendekat”

“Akulah makhluk terbaik Tuhan, akulah sang khalifah yang dijanjikan”

Berkoar-koar kobarkan api peperangan, menebas setiap tumbal yang mencoba melawan

Ayolah, kawan. Mari duduk melingkar sebentar..

Bukankah tak semua putih indah diraba,?

Bukankah langit lebih indah jika biru rupanya,?

Bukankah rerimbun pepohonan lebih damai kala hijau menjalar?

Lalu, mengapa kau dustakan indahnya keberagaman?

Sang Maha Kuasa ciptakan hitam tuk sempurnakan kilaumu, jika kau mengerti teori

Namun, jika nuranimu masih berfungsi;

Ia hadirkan hitam tuk dampingi bersihmu

Aku, kau, dia, kita, mereka

Hanyalah semata kata ganti belaka

Loading

ASA PEMUDA

oleh: Afifah Mulya Alamsyah (CSSMoRA UIN Walisongo 2019)

Embun pagi menggenang di pucuk keladi

Riak air bersama gelombang

Hujan turun jatuh ke bumi

Langit menatap tanpa ekspresi

 

Langkah kaki terus menapak

Liku lembah mencapai puncak

Lewati duri belukar yang liar

Penuh peluh kesah dan gundah

Namun kaki tetap melangkah

 

Berayun perlahan kiri dan kanan

Menuju jalan yang tak berujung

Tanpa lelah terus mencari

Tanpa menyerah terus bermimpi

Jerit derita tak terhiraukan

Darah membara membakar ego

Api semangat yang terus berkobar

 

Mengejar mimpi

Sembari melatih diri

Menemukan jadi keberadaan ini

 

Terus mencoba melangkah

Perbaiki arah dan tujuan

Membawa pembaharuan

Menciptakan inovasi kreatif

 

Membangun asa

Meraih cita

 

Meski tinggi gunung yang didaki

Meski jauh jalan yang ditempuh

Meski luas samudera membentang

 

Langkah penuh gairah dan ambisi

Semangat membara bagai kobar api

Kan tetap menyala dalam jiwa

 

Hingga tercipta asa dan mimipi yang jadi nyata

Membuahkan hasil perjalanan

Memetik hasil penantian

 

Karna aku pemuda

Karna kamu pemuda

Karna kita pemuda

 

Jangan menyerah

Teruslah melangkah

Hingga tiba diujung perjalanan dan penantian

Kan kau peroleh hasil yang memuaskan

Loading

PENGUKURAN ARAH KIBLAT GEDUNG LABORATORIUM UIN WALISONGO BERSAMA TIM CSSMORA

CSSMoRA (Community Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs) UIN Walisongo Bersama Prodi Jurusan Ilmu Falak UIN Walisongo menggelar adanya kegiatan Pengukuran Arah Kiblat Lab Terpadu Gedung Baru IsDB Kampus 3 UIN Walisongo yang dilaksanakan pada Kamis (09/12/2021) pukul 09.00 WIB.
Tim CSSMoRA mengadakan pengukuran arah kiblat bersama diberbagai titik yaitu di gedung baru UIN Walisongo, pengukuran dilakukan oleh kaprodi ilmu falak yang bekerjasama dengan anggota PBSB (Penerima beasiswa santri berprestasi) dari mulai angkatan 2018 sampai 2021, semua ikut berpastisipasi sekaligus belajar langsung dan mengaplikasikan teori yang telah didapat dibangku kuliah.
Dian Ika Ariyani, M. T., Selaku dosen pembimbing lapangan kegiatan ini menjelaskan “Pengukuran arah kiblat ini merupakan salah satu penerapan teori di lapangan dan ini sangat penting bagi anak-anak falak. Karena jarang sekali kegiatan praktek seperti ini”.
Salah satunya di gedung laboratorium terpadu UIN Walisongo, dengan anggota tim 3 orang. dengan menggunakan alat Mizwala salah satu instrument falak untuk pengukuran arah kiblat.
Dengan data lokasi :

lintang tempat 6ᴼ59’28”LS d

bujur tempat 110ᴼ20’45”BT

didapati bahwa:

Arah kiblat 65° 28′ 51” (UB)

Azimuth kiblat 294° 31′ 09”

Maka data ini yang lagsung di peraktekan dilapangan. Meskipun terdapat kendala dalam proses pengukuran dilapangan, namun hal ini tidak sama sekali mengurangi antusiasme peserta. Karina Aulia Purwanti, salah satu peserta berkomentar “Karena kurangnya alat pembantu yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengukuran kemudian menyebabkan terkendala nya proses pengukuran arah kiblat di lapangan ini“.

 

-Red Karina Aulia Purwanti

Loading

PERMANTAP INTERNAL SEKALIGUS MENJALIN HUBUNGAN ANTAR 3 CSSMoRA PT DALAM STUDY BANDING

Yogyakarta, 20 Desember 2021 CSSMoRA UIN Walisongo mengadakan acara study banding dengan CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Gajah Mada tepatnya di Pondok pesantren LSQ Ar-Rahma Yogyakarta

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Departemen Hubungan Luar CSSMoRA UIN Walisongo dan diikut sertakan dalam agenda Dies natalis ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo dan menjadi agenda penutup.

Kegiatan ini diharapkan bisa memperkuat keorganisasian dan tak lupa juga sebagai media yang mempertemukan ketiga CSSMoRa itu dengan tujuan agar hubungan mereka tetap terjalin dengan erat, serta rihlah/refreshing untuk anggota altif CSSMoRA UIN Walisongo.

Kegiatan itu diawali dengan pembukaan oleh MC, Ani Uswatun Hasanah (CSS UIN WS 2019). Dan diikuti beberapa sambutan dari ketua umum CSSMoRA UIN WS dan UIN SUKA, Hamjan A Ranselengo dan Hamada Hafidzu. Kemudian terakhir ditutup dengan sambutan pengelola PBSB UIN WS, yang diwakili oleh sekretaris jurusan Ilmu Falak, Bapak Ahmad Munif, M, Si

“Saya mendapat banyak referensi proker buat kedepannya dari acara ini sekaligus menambah relasi, menurut saya acara seperti sangat penting diadakan dan harapannya semoga bisa terulang tiap tahun agar anggotanya tetap solid,” Ungkap Miftahul Kirom CSS UGM 2021.

Dalam sambutannya, ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo, Hamjan A Ranselengo mengatakan

“Study banding ini sangat penting karena kita bisa menyambung silaturahmi untuk memper erat kekeluargaan antar CSSMoRA salain itu kita bisa berbagi ide dan pengalaman dengan pt lain terkait kecssmoraan dan sebagai bahan evaluasi bagi kita depannya dalam menjalankan roda kepengurusan CSSMoRA UIN Walisongo,” Kata pria 20 tahun tersebut.

Setelah pemaparan program kerja dengan tiga perguruan tinggi, perjalanan selanjutnya menuju pantai Goa Cemara.

Pantai Goa Cemara – disini panitia study banding melaksanakan lomba-lomba sebagai hiburan guna mempererat persaudaraan antar angkatan yang dibagi dalam beberapa kelompok. perlombaan ini terbagi menjadi dua lomba, pertama lomba voli air dan kedua estafet air. sebelum memasuki perlombaan diwajibkan untuk setiap kelompok menyiapkan jargon/yel-yel kelompok.

Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan sesi foto dan makan bersama.

-Red Departemen Hubungan Luar

Loading

PENGUKURAN ARAH KIBLAT DI GEDUNG ICT LIBRARY BARU KAMPUS 3 UIN WALISONGO

Kamis, 09 Desember 2021, Prodi Ilmu Falak bersama anggota aktif CSSMoRA mengadakan pengukuran di beberapa gedung baru di UIN Walisongo Semarang yang langsung didampingi oleh dosen Ilmu Falak. Acara tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa falak dilingkungan sekitarnya.

Pengukuran dilaksanakan mulai jam 09.00 WIB – selesai. Pengukuran diikuti oleh 43 anggota CSSMoRA aktif dengan jumlah 8 gedung. Untuk mempermudah pengukuran, dibagi menjadi 8 kelompok sesuai dengan jumlah gedung yang akan diukur.

Pengukuran di gedung Gedung ICT Library dilakukan oleh kelompok 6 yang terdiri dari Riki, Sofi, Leli, Ani, Kholis dan Nadra dengan dosen pendampingnya bpk Muhammad Nurkhanif, M.S.I.

Alat yang digunakan di kelompok 6 yaitu istiwa’aini. Dengan menggunakan bayangan matahari dalam pengukuran arah kiblatnya. Adapun datanya sebagai berikut:

Lintang Tempat sebesar 6° 59′ 29″ LS ,

Bujur Tempat 110° 21′ 00″ BT ,

Lintang Kakbah 21° 25′ 21,17″,

Bujur Kakbah 39° 49′ 34,56″,

dan Waktu Bidik pukul 09.43 WIB.

Dari data-data tersebut, maka diperoleh hasil sebagai berikut :
Arah Kiblat = 65° 28′ 54″ Utara Barat
Azimuth Kiblat = 294° 31′ 6″
Azimuth Matahari = 124° 18′ 6″

Pengukuran pertama dilakukan diluar gedung, untuk mendapatkan bayangan matahari. Setelah dua kali pengukuran dan hasilnya sama, maka dilanjut dengan mengukur ke dalam gedung dengan hasil yang sudah ada. Mushola pertama yang diukur kiblatnya adalah mushola PTIPD lantai 1, kemudian dilanjut ke mushola Perpustakaan lantai 3.

Dari hasil pengukuruan kiblat tersebut, didapatkan hasil bahwa arah kiblat gedung ICT Library menghadap ke barat dengan miring ke arah selatan sebanyak 15 derajat.

Zaenal, salah satu staf TU di perpustakaan UIN Walisongo berterimakasih kepada tim yang sudah membantu untuk mengukur arah kiblat dengan akurat. “Saya sangat berterimakasih dan antusias dengan pengukuran arah kiblat ini, karena lebih mantab dalam beribadah, karena kita dalam salat menghadap kiblat dan harus semaksimal mungkin benar-benar mengdahapkan wajah kita ke kiblat“, ujarnya. “Staf-staf disini masih mantab dengan arah kiblat yang diukur sebelumnya, karena berpedoman bahwa kiblat itu menghadap ke barat dan menyerong ke utara sedikit, tapi dengan adanya pengukuran ulang ini semoga teman-teman staf yang kain bisa lebih mantab lagi dalam salatnya“, tambahnya saat diwawancarai.

 

-Red Ani Uswatun

Loading

PENGUKURAN ARAH KIBLAT KAMPUS UIN WALISONGO

Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Ilmu Falak UIN Walisongo  menggelar pengukuran arah kiblat di beberapa gedung Kampus Hijau UIN Walisongo Semarang pada hari Kamis, (9/12/2021).

Seluruh anggota aktif PBSB Ilmu Falak mengikuti kegiatan dengan dibagi ke dalam beberapa kelompok sesuai jumlah gedung yang akan diukur arah kiblatnya. Kelompok kami terdiri dari 3 orang dan bertugas mengukur arah kiblat di Mushola Gedung Planetarium.

Kami terlebih dahulu briefing bersama Pengelola PBSB UIN Walisongo, lalu dibagi kelompok dan menempatkan diri dengan masing-masing Dosen Pendamping. Kemudian kami ditugaskan membawa alat perhitungan arah kiblat di Lab Falak Fakultas Syariah dan hukum, kemudian kami berangkat per kelompok dan menuju gedung yang akan dihitung.

Kami menghitung arah kiblat dimulai pada pukul 10.40 WIB dengan menggunakan alat Mizwala, Istiwa Ain, dan Theodolite. Dalam mengukur arah kiblat, kami dibimbing oleh Dosen Pendamping yaitu Bapak Ahmad Fuad Al-Sahari, S.Hi. M.Si. Hasil perhitungan dari ketiga alat tersebut sama, hanya berbeda hasil di menitnya saja. Setelah arah kiblatnya dapat, kami menandai arah kiblat dengan stiker arah untuk memudahkan orang-orang dalam menentukan arah kiblat shalatnya.

Pengelola PBSB sangat antusias dengan kegiatan pengukuran arah kiblat ini, beliau mengikuti acara dari awal sampai akhir. Kemudian anggota baru PBSB  yaitu angkatan tahun 2021 mereka sangat senang mengikuti kegiatan ini karena menambah wawasan dan pengalaman mereka dalam mengukur arah kiblat dan tentunya sebagai pengenalan awal bagi mahasiswa PBSB baru dalam Praktikum Ilmu Falak.

 

-Red Isma Masripah

Loading

BERSAMA PRODI ILMU FALAK FSH, CSSMORA UIN WALISONGO ADAKAN PENGUKURAN ARAH KIBLAT

Community of Santri Scholars of Ministry of  Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Walisongo menggelar adanya kegiatan Pengukuran Arah Kiblat Gedung Baru IsDB bersama Prodi Ilmu Falak Fakultas Syariah & Hukum di seluruh Musala Gedung Rektorat Kampus 3 UIN Walisongo Semarang yang meliputi Mushala Mini Lantai 1, Mushala Utama Lantai 2 dan Mushala Mini Lantai 3 pada hari Kamis (09/12/2021) Pukul 09.00 WIB.

Dalam pemberian pengarahan dari Pengelola PBSB (Proram Beasiswa Santri Berprestasi) sekaligus Ketua Jurusan Prodi Ilmu Falak Fakultas Syariah & Hukum UIN Walisongo, Dr. Moh. Hasan, M.Ag menyampaikan harapan besarnya atas nilai kemaslahatan yang akan tercapai atas terselenggarakannya kegiatan ini.

Ahmad Syifa’ul Anam, M,S.I selaku dosen pendamping lapangan saat proses pengukuran berlangsung turut memberikan komentar atas terselenggaranya kegiatan ini, “Saya sangat sepakat dan senang teman-teman bisa melakukan kegiatan ini untuk membantu teman-teman lain yang melakukan ibadah dengan lebih yakin dan lebih menentramkan karena sudah diukur oleh ahlinya. Semoga ini bisa menjadi pengalaman yang bagus untuk teman-teman bahwa pengukuran kiblat juga memiliki tantangan tersendiri dari faktor lapangan,perhitungan, konsep termasuk berbagai rintangan dan halangan. Maka saya ucapkan terima kasih dan sayasangat  mengapresiasi teman-teman falak, silahkan dikembangkan.”

Seluruh peserta pengukuran arah kiblat ini sangat bersemangat dan merasa antusias selama kegiatan berlangsung. Menurut Siti Arina Yusuf, salah satu peserta kegiatan ini mengaku sangat senang karena banyaknya pengetahuan baru yang ia peroleh. “Mudah-mudahan kegiatan seperti ini selanjutnya bisa terselenggara lagi agar kita semua dapat belajar bersama dalam praktik pengukuran arah kiblat di lapangan.”

-Red Maulida Inayah

Loading

CSSMORA UIN WALISONGO MENGUKUR ARAH KIBLAT DI 8 GEDUNG BARU DI KAMPUS UIN WALISONGO

Semarang-CSSMoRA UIN Walisongo Semarang mendapat kesempatan mengukur arah kiblat di 8 gedung baru kampus 3 UIN Walisongo Semarang (Gedung ICT Library, Planetarium, gedung rektorat, gedung perkuliahan fakultas syariah dan hukum, fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan, fakultas sain dan teknologi, fakultas ilmu sosial dan humaniora, serta laboratorium terpadu) pada Kamis, 9 Desember 2021

Kegiatan tersebut diinisiasi langsung oleh bapak pengelola PBSB sekaligus kaprodi Ilmu Falak beserta jajaran dosen falak lainnya. Dalam pelaksanaannya, kaprodi ikut melibatkan mahasiswa CSSMoRA yang dibagi dalam 8 kelompok dengan masing-masing didampingi oleh 8 dosen falak.

Para mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, sekaligus sebagai pengabdian dan juga pengaplikasian atas ilmu yang telah didapatkan. Dengan bantuan alat Mizwalah, Theodolit dan Istiwa’ain arah kiblat di 8 gedung baru tersebut bisa diketahui dengan menempel stiker arah sebagai penanda arah kiblatnya.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh bapak pengelola PBSB UIN Walisongo, Moh. Khasan, M. Ag didepan kantor Fakultas Syariah dan Hukum sekaligus briefing sebelum pengukuran dimulai. Dalam briefing kegiatan tersebut, pengelola PBSB berharap agar nantinya mahasiswa angkatan 2018 yang boleh dikatakan paling senior mampu merangkul adek-adek dibawahnya sehingga bisa mendapat pengalaman terkhusus buat mahasiswa baru semester 1.

Kegiatan tersebut ditutup yang ditandai dengan sesi foto bersama.

 

-Red Muh Fadhil

Loading

BERTEPATAN DENGAN HARI LAHIR, CSSMORA UIN WALISONGO BERTEMU DENGAN SEORANG PERINTIS ILMU FALAK

Semarang – Perwakilan anggota CSSMoRA UIN Walisongo ikut menyambut kedatangan tamu terhormat di Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Bapak Dr. KH. M. Amin Haedari, M.Pd. yang merupakan mantan Direktur PD Pontren Kemenag RI dan sekaligus salah seorang pencetus PBSB di UIN Walisongo Semarang pada hari ini, Minggu (12/12/2021).

Kedatangan beliau disambut dengan hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag. beserta istri di kediaman beliau.

Kunjungan beliau ke Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah berawal dari amanah pengasuh pondok kepada sebagian mahasantri PBSB Ilmu Falak agar menemui beliau di hotel karena beliau sedang berkegiatan di Semarang. Ketika bertemu dengan para santri. Akhirnya beliau memutuskan untuk langsung berangkat ke Pesantren Life Skill Daarun Najaah yang semalam sudah direncanakannya sekaligus melepas rindu dengan pengasuh yang merupakan teman lama beliau di kemenag RI.

Di hadapan para santri Life Skill Daarun Najaah, Beliau bercerita mengenai sejarah singkat prodi Ilmu Falak di UIN Walisongo Semarang yang dulunya hanya sebagai mata kuliah 4 SKS saja.

Menurut saya, Ilmu Falak itu sangatlah perlu dikembangkan, kita melihat semakin hari orang-orang berilmu berkurang karena diangkat ilmunya dengan diwafatkan oleh Allah SWT“.

Beliau juga bercerita terkait awal mulanya PBSB Falak di UIN Walisongo Semarang, kala itu di Pondok pesantren milik KH. Masrusi akan mengadakan sebuah pelatihan falak dengan narasumber salah seorang ahli falak muda kala itu yang sekarang kita kenal, Dr. KH Ahmad Izzuddin, M, ag.

Waktu itu kita kesulitan mencari siapa narasumber untuk pelatihan falak, tetapi ketika saya ingat waktu itu ada seseorang yang pernah mengukur arah kiblat di LFPBNU yang secara langsung ditashih (dibenarkan) oleh ahli falak Senior, bapak kyai Slamet Hambali. Maka dari itu kita memanggil Pak Izzuddin sebagai narasumber di pelatihan itu“, kata beliau dihadapan para santri Life Skill Daarun Najaah.

Dari pelatihan itu, diakhir tahun 2006, ada usulan kepada Prof. Dr. Qodri Azizi (Dirjen Bimas Islam) untuk diadakan beasiswa jurusan Ilmu Falak, kemudian Dr. KH. Amin Haidati diperintahkan untuk mengadakan beasiswa santri berprestasi (PBSB), kemudian di awal tahun 2007 awal mula lahirnya PBSB Di UIN Walisongo Semarang.

Setelah bertemu dan memberikan motivasi kepada para santri, akhirnya beliau bersama dengan keluarga pengasuh berangkat meninggalkan pondok dan menuju ke kampus 3 UIN Walisongo semarang.

 

-Red Muh Fadhil

Loading