SILATURAHMI CSSMoRA MA’HAD ALY KEBON JAMBU & CSSMoRA UNIVERSITAS WAHID HASYIM

CSSMoRA UIN Walisongo Semarang menerima kunjungan dari teman-teman CSSMoRA MA Kebon Jambu Cirebon, dan CSSMoRA Universitas Wahid Hasyim Semarang yang berlangsung di Gazebo YPMI Al-Firdaus, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (20/10/2021).

Kunjungan tersebut dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar anggota CSSMoRA. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan diikuti oleh 32 anggota CSSMoRA, 3 anggota CSSMoRA Ma’had Aly Kebon Jambu, 9 anggota CSSMoRA Universitas Wahid Hasyim, dan 20 anggota CSSMoRA UIN Walisongo.

Kegiatan tersebut dimulai dari acara pembukaan yang dibuka langsung oleh Hamjan A Ranselengo Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo Semarang selaku perwakilan tuan rumah, dilanjutkan sesi perkenalan, kemudian dari 32 anggota CSSMoRA dibuat 4 kelompok untuk sesi perkenalan lebih lanjut. Tidak hanya untuk saling mengenal pribadi masing-masing saja, namun di kelompok tersebut kita saling berbagi pengalaman, bertukar pikiran terkait keorganisasian, dan ditambah games yang menyenangkan.

Ali mengaku sangat senang untuk kedua kalinya bisa bersilaturahmi di YPMI Alfirdaus

“Meskipun ini kali kedua kami berkunjung, rasanya tetap asik karena orang-orangnya yang ramah dan humoris, kami berharap dari pertemuan ketiga CSSMoRA ini bisa menjalin silaturahmi yang makin erat,” kata mahasiswa UNWAHAS angkatan 2021 tersebut.

Berbeda dengan Ali, Nila mengaku sangat bersyukur untuk pertamakalinya bisa bersilaturahmi dengan kedua CSSMoRA yang ada disemarang

“Kami sangat berterimakasih karena telah disambut dengan penuh kehangatan, serta begitu banyak pelajaran yang bisa kami dapatkan dari silaturahmi ini, sungguh ini merupakan pertemuan singkat yang tak terduga dan begitu berharga” kata mahasantri Ma’had Aly Cirebon angkatan 2020 tersebut.

Seluruh kegiatan tersebut diikuti semua anggota CSSMoRA yang hadir dengan antusias, dan acara silaturahmi berakhir pada sore hari, diakhiri dengan doa dan penutup serta foto bersama

-Red F

Loading

PENGAMATAN BULAN INTERNASIONAL BERSAMA HMJ ILMU FALAK dan CSSMoRA UIN WALISONGO

Kegiatan InOMN (Internasional Observe  The Moon Night)  (16/10/21) yang di selengarakan oleh HMJ Ilmu Falak bersama dengan CSSMoRA UIN Walisongo yang bekerjasama dan National Aeronautics and Space Administration (NASA) Amerika Serikat yang berlokasi di Pondok YPMI Al-Firdaus dan Musholatorium At-taqy Pondok Pesantren Life skill Daarun Najaah, dengan tujuan agar meminimalisir kerumunan yang terjadi.

Kegiatan InOMN kali Ini sangat unik karena  dilaksanakan secara hybrid, dikarenakan situasi yang masih belum memungkinkan untuk melakukan kegiatan offline secara menyeluruh, peserta yang hadir offline dibatasi hanya 0 orang dengan tetap melaksanakan protocol kesehatan, ditambah dengan peserta yang mengikuti kegiatan secara online melalui meet Virtual.

peserta berasal dari Mahasiswa baru Ilmu Falak, yakni Angkatan 2021 dan 2020, hal ini pun menjadi awal untuk memperkenalkan dunia Astronomi kepada para mahasiswa. Acara ini berlangsung dari jam 20.30 sampai dengan 22.30 WIB.

Acara InOMN kali ini di isi langsung  oleh Dosen Muda UIN Walisongo, Muhammad Nur Khanif M.SI yang ditugaskan di YPMI Al-Firdaus “ Bulan merupakan salah satu bukti dari kemukjizatan Nabi Muhammad SAW dimana mukjizat nabi ialah membelah bulan” pada pembukaan pemaparan InOMN. Dalam pemapaarannya dijelaskan bagaimana fase-fase bulan, apa itu bulan serta jarak bulan dengan bumi. Muammar Khamdani dan Malik Alfaqih Mahasantri PBSB UIN Walisongo angkatan 2017 sebagai narasumber di Musholatorium At-taqy Pesantren Life Skill Daarun Najah.

Dalam pemaparannya lebih lanjut dijelaskan bahwa bulan memiliki jarak sekitar 348.000 km (240.000) dari bumi dengan diameter 3.468 km atau 2.155 mil, selain itu bulan memiliki dua gerakan yaitu revolusi dan rotasi, bulan berputar atau mengorbit (Revolusi) bumi sekitar 27 hari 7 jam 43 menit, dan berputar pada poorosnya (Rotasi) sekitar 27 hari 7 jam 43 menit, dimana gerak Revolusinya sama dengan gerak Rotasi Bulan.

peserta sangat antusias dalam mengikuti diskusi yang ada, Jihan peserta InoMN angkatan 2019 berkomentar “setelah saya mengikuti materi yang disampaikan, saya mendapatkan banyak ilmu baru tentang bulan dan bagaimana cara memasang teleskop dengan baik”.

Salah seorang peserta, Rouf Syam mengungkapkan bahwa acara ini sangatlah bermanfaat bagi kita sebagai mahasiswa ilmu falak

“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini, selain bisa berdiskusi terkait benda langit khususnya  bulan, kita juga bisa mengenal teleskop lebih dekat lagi walaupun belum sempat melihat bulan,” kata mahasiswa ilmu falak angkatan 2021 tersebut.

Menanggapi terkait pengamatan yang gagal akibat hujan, Malik Alfaqih mengatakan “Walau malam ini kita tidak bisa melihat bulan, maka terlepas dari kegiatan ini kita tetap bisa mengamati bulan kapanpun dan dimana pun ketika ada kesempatan”.

Setelah narasumber memaparkan materinya elanjutnya peserta diajak untuk lebih mengenal teleskop dikarenakan pada saat observasi terjadi hujan maka observasipun diganti dengan melakukan pengenalan teleskop baik itu dari segi fungsi dan cara merakit teleskop. Pada acara InOMN kali ini hanya menggunakan satu jenis teleskop Sky Watcher yang merupakan jenis teleskop refraktor. antusias mahasiswa pun begitu tinggi mereka ikut antusias dan melakukan pemaasangan teleskop secara langsung dari mulai cara memasang, pengenalan setiap komponen serta bagaimana cara membongkar teleskopnya kembali.

“setelah mendengarkan pemateri mengenai Bulan sebagai satelit bumi yang alami dan memiliki banyak fungsi terhadap bumi, lalu dilanjut dengan pengenalan teleskop saya menjadi semakin tertarik dengan dunia astronomi, ternayata tanda-tanda Allah itu begitu luar Biasa, dan saya jadi ingin membeli teleskop” ungkap Takhta Alfianah salah satu Mahasiswa Ilmu Falak UIN Walisongo. (Karina Aulia Purwanti)

-Red KAP

Loading

KAJIAN FALAK CSSMORA #2

Kajian Falak CSSMoRA (KFC) memasuki tema kedua. Kali ini membahas hisab awal waktu shalat dengan pemateri Nur Imani Surur CSSMoRA 2017 secara online melalui aplikasi google meet.

KFC #2 kali ini berbeda dengan KFC #1, pasalnya ini diadakan 2 kali pertemuan. Sebelumnya telah dilaksanakan pertemuan pertama pada Sabtu 9 Oktober 2021, seminggu kemudian dilanjut pertemuan kedua pada Minggu 17 Oktober 2021. Hal ini dilakukan mengingat tema pembahasan cukup panjang dan ribet, maka untuk meminimalisir peserta merasa bosan diadakan dua pertemuan.

Pada pertemuan pertama, pemateri memaparkan terkait apa saja hal yang perlu disiapkan ketika ingin menghitung waktu shalat seperti data-data, hal ini sebagai dasar ataupun pengenalan ketika hendak menghitung waktu shalat. Kemudian dilanjutkan perhitungan yang diawali dengan waktu shalat Dzuhur dan ashar. Pada pertemuan kedua, perhitungan dilanjutkan dengan menghitung waktu shalat magrib, isya, subuh, dhuha serta waktu imsak dan terbit.

Para peserta yang hadir didominasi dari angkatan falak 2021. Mereka sangat tertarik mempelajari tema kali ini walaupun beberapa dari mereka merasa kesulitan ketika menghitung rumus dengan menggunakan kalkulator scientific.

Menanggapi pelaksanaan kegiatan ini, Nur Imani surur mengatakan “Kegiatan seperti ini sangat bagus diadakan, tetapi yang menjadi tantangan bagi kita adalah dilaksanakannya secara online. Kita tidak bisa secara langsung membimbing dan melihat peserta apakah mampu mempraktekkan perhitungan dengan rumus-rumus”

Kegiatan tersebut ditutup pada Minggu pukul 16.45 WIB yang ditandai dengan sesi foto bersama

-Red F

Loading

MAHASISWA KKN RDR-77 UIN WALISONGO SEMARANG OBSERVASI FENOMENA “HARI TANPA BAYANGAN” BERSAMA SANTRI YPMI AL FIRDAUS SEMARANG

Semarang 11 oktober 2021, Mahasiswa KKN RDR KE-77 UIN Walisongo Semarang melakukan diskusi dan observasi mengenai “Hari Tanpa bayangan” di pondok pesantren YPMI al firadus Semarang.
Kulminasi, transit atau istiwa’ merupakan fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit, saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi Utama. Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau titik zenith. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat “menghilang”, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan. (dilansir dari bmkg.go.id 14/10/21 11:57)
Fenomena hari tanpa bayangan kemungkinan besar setiap hari terjadi. fenomena tersebut, tetapi di tempat atau kota bahkan di belahan bumi yang berbeda. Peristiwa transit Matahari tepat di atas zenith kota-kota Indonesia sendiri memiliki hari dan tanggal yang berbeda-beda tergantung pada posisi garis lintang kota dan posisi deklinasi matahari di langit. Posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, hari tanpa bayangan di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa yakni antara bulan maret dan Oktober. (dikutip dari “Fenomenai Kota Medan Hari Tanpa Batanyan Bulan Maret d Al-Marshad:Jurnal Astronomi Islam dan Ilmu-Ilmh Berkaitan 15/10/21)
Untuk mengatahui hari tanpa bayangan sangatlah mudah untuk diparaktikkan, caranya yaitu dengan menggunakan benda tegak, seperti tongkat, spidol, ataupun benda yang lain. Setelah itu, letakkan di bidang datar sesuai dengan waktu terjadinya hari tanpa bayangan kemudian amati terjadinya fenomena hari tanpa bayangan tersebut.
diskusi yang diadakan mahasiswa KKN RDR KE-77 dimulai pada jam 9:30 WIB yang bertempat di gazebo Ponpes YPMI Al-Firdaus. selanjutnya pada jam 11:00 WIB dilanjutnya observasi “Hari tanpa Bayangan” dan di pandu oleh Nuril Fathoni hammas (salah satu mahasiswa KKN RDR 77). observasi dilaksanakan di halaman pondok pesantren dengan bantuan alat al muroba (karya ustaz Muhammad ihtirozun niam M.H ), Hari tanpa bayangan terjadi pada senin 11 oktober pada jam 11:25 WIB di YPMI Al-Firdaus.
Kata dimas “Observasi berjalan dengan lancar namun ketika pelaksanaan observasi langit sempat agak mendung tapi Alhamdulillah pada saat jam 11:25 langit panas lagi dan para peserta termasuk saya pemandu observasi bisa menyaksikan secara langsung fenomena hari tanpa bayangan di waktu yang tepat”.
Kata lia salah satu santri ypmi alfirdaus, dia sangat antusias mengikuti kegiatan observasi yang dilakukan di pondoknya tersebut. dia juga mengatakan bahwasannya setelah mengikuti kegiatan observasi tersebut dia mengetahui alasan mengapa bisa terjadi hari tanpa banyangan padahal sebelumnya tidak pernah menyadari bahwa ternyata ada hari tanpa bayangan selain di jam 12 tepat. Dan saran dari lia yaitu untuk mahasiswa yang berkecimpung di bidang falak sering- seringlah mengagendakan acara observasi terkait ilmu falak agar kalangan awam bisa lebih faham lagi terkait keilmuan Falak.

Loading

MAHASISWA KKN UIN WALISONGO SEMARANG BANTU MENGAJAR di TK HUSNA JAYA

Sejak covid-19 mengguncang dunia, menyebabkan banyak sektor yang terdampak salah satunya adalah bidang pendidikan. Mengharuskan untuk memberlakukan kewajiban 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi sehingga masyarakat mengambil keputusan agar belajar secara online dengan tujuan untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

Namun sangat disayangkan alih-alih memahami materi pembelajaran mereka justru mengalami kesulitan belajar karena siswa hanya diberikan link terkait materi pembelajaran dan hanya berupa tugas tanpa disertai penjelasan secara utuh, namun dengan berbagai pertimbangan pemerintaah dan melihat kondisi yang ada maka pembelajaran tatap muka sudah diperbolehkan dengan ketentuan tertentu.

Dengan melihat kondisi seperti itu mahasiswa/i KKN UIN Walisongo melakukan kunjungan di TK Husna Jaya yang terletak di RW 04 RT 02 desa Duwet Bringin, Senin 11 Oktober 2021, selain kujungan, mahasiswa KKN UIN Walisongo pun melakukan proses belajar mengajar kepada siswa  di sekolah tersebut.

Ada sekitar 20 siswa kelompok A dan B, mengingat masih masa percobaan pembelajaran tatap muka maka setiap harinya digilir dengan jumlah 10 siswa perhari. Dilihat dari SDM pengajarnya, sebenarnya masih kurang karena hanya ada 3 guru di TK Husna Jaya, 1 ketua yayasan, kepala sekolah dan guru kelas maka dari itu kepala sekolah mengaku agak kuwalahan apabila guru kelas tidak bisa hadir.

Kondisi ini membuat peserta KKN RDR 77 UINWS turut andil tangan dalam mengambil peran dan berkontribusi dalam pendampingan belajar kepada para siswa, dengan berbekal pengalaman selama menempuh bangku perkuliahan.

Ridayana selaku peserta KKN RDR UINWS menyatakan “saya mengambil langkah dan cara ini untuk membantu para pendidik agar tidak kuwalahan, selain itu, membuat mereka agar tetap mengerti dan menguasai materi pembelajaran yang diberikan oleh sekolah. Mengigat mereka adalah generasi bangsa dimasa mendatang pandemi atau kekurangan SDM pendidik bukan menjadi alasan untuk berhenti atau bermalas-malasan dalam belajar”

Kegiatan dilaksanakan dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan dan menerapkan kebijakan 5 M.  Selama pembelajaran, baik peserta KKN RDR dan anak-anak sangat bersemangat dan antusias, sebab mereka telah memahami dan mengerti terhadap pembelajaran yang disampaikan. Sambil canda gurau agar mereka tidak bosan, namun tetap menjunjung tinggi kejujuran, adap yang baik saat belajar, santai namun serius.terutama nilai kedisiplinan saat belajar.

Hal tersebut mendapatkan dukungan yang positif dari kepala sekolah, menurutnya, pendampingan belajar ini sangat membantu para guru dan dapat menciptakan suasana baru untuk para peserta didik.

 

 

Loading

RUKYATUL HILAL (RABIUL AWAL 1443 H)

­Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Falak (HMJ IF) dan CSSMoRA UIN Walisongo menggelar Rukyatul hilal menyambut awal bulan Rabiul awal di pelabuhan kendal pada kamis, 7 Oktober 2021

Rukyat kali ini menggunakan dua teleskop dengan tipe yang berbeda sehingga membuat para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, dengan pemateri Nur Imani Surur (CSSMoRA 2017) dan Moch Mailan Nahdloh (Ilmu Falak 2018).

Ani Uswatun selaku penanggung jawab kegiatan berharap dari kegiatan ini Mahasiswa mampu mempraktekkan teori rukyatul hilal yang telah didapatkan di bangku kuliah

“Kegiatan ini untuk memfasilitasi para mahasiswa ilmu falak, dengan harapan mereka tau secara langsung apa itu ruqyatul hilal dan bagaimana prakteknya, jadi mereka bukan hanya tau secara teori saja”. Kata mahasiswa semester 5 Ilmu Falak tersebut.

Kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan, dilanjut dengan diskusi santai yang mana para peserta dibagi kedalam dua kelompok dengan tujuan agara mereka bisa fokus dan tetap menjaga protokol kesehatan.

Wahyudi Arafah, CSSMoRA 2021 mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini

“Alhamdulillah kegiatan ini sangat bermanfaat, sebagai mahasiswa baru di ilmu falak saya sangat beruntung bisa mengenal lebih dekat terkait pemasangan alat ruqyat dan juga praktiknya,” kata mahasiswa asal Kalimantan Utara tersebut.

Nur Imani Surur mengatakan bahwa dari hasil perhitungan, kemungkinan hilal terlihat diatas ufuk dengan ketinggian 11 derajat. Tetapi sayangnya setelah matahari terbenam, langit di ufuk barat tertutupi awan sehingga hilal tidak bisa terlihat.

Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama menandai kegiatan telah berakhir.

-Red F

Loading

Dasar Desain Edit Foto dan Pamflet (PSC#2)

Pengembangan Skill CSSMoRA untuk kedua kalinya melakukan diskusi dengan tema “Dasar Desain Edit Foto dan Pamflet Kegiatan” yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 9 Oktober 2021 dimulai pukul 15.00 WIB. Dalam diskusi kali ini dipimpin oleh Kak Andi Evan yang merupakan anggota aktif CSSMoRA angkatan 2018. Dia mengatakan jika untuk bisa mendesain dengan baik itu tidak harus dimulai dari bakat , kadang keterpaksaan karena adanya sebuah tuntutan menjadikan kita memaksakan diri untuk bisa melakukan hal yang kita tidak minati.
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum mendesain, diantaranya yaitu mengenai info kegiatan yang meliputi nama kegiatan, waktu kegiatan, dll. Logo organisasi juga menjadi hal yang penting, karena terkadang suatu kegiatan dilakukan bareng dengan organisasi lain, sehingga dari logo tersebut bisa memberikan informasi mengenai siapa penyelenggara acara tersebut. Bahan desain juga perlu dipersiapkan, seperti icon sosmed.
Andi Evan sebagai pemateri dalam diskusi tersebut mengatakan “dalam sebuah pamflet kegiatan hal yang sangat perlu diperhatikan dengan baik yaitu mengenai keindahan dan kerapian dari desainnya”. Dia juga menujukkan bagaimana cara mengedit dalam sebuah aplikasi sehingga dalam diskusi para peserta bisa melihat dan memahami dengan mudah meskipun diskusi dilakukan secara virtual.
Memadu-padankan warna dalam desain juag menjadi tantangan tersendiri bagi pemula. Untuk itu, dalam diskusi disampaikan juga tentang bagaimana cara kita memadu-padankan warna-warna dengan baik.
Sebagai moderator dalam diskusi tersebut, Ani mengaku bahwa dirinya juga merasakan kesulitan dalam mendesain. Terlebih desain bukan suatu hal yang bisa dilakukan sekali jadi. Perlu latihan terus menerus dan mencoba dengan desain-desain lain untuk bisa tau letak kesalahan desain kita sendiri dan mengetahui nilai estetika dari desain tersebut.
Dengan adanya diskusi ini, diharapkan bisa mewadahi dan memberikan bekal kepada anggota CSSMoRA UIN Walisongo. Mengingat masih banyak angggota CSSMoRA yang masih bingung dengan desain. Melalui program PSC, para anggota bisa mengasah bakat dan minatnya, dengan berbagai materi yang akan didiskusikan di pertemuan-pertemuan selanjutnya.

-Red A

Loading

KAJIAN FALAK CSSMORA #1

KFC#1­-Kajian Falak CSSMoRA atau sering disebut dengan KFC, #1 artinya yang pertama diselenggarakan pada periode kepengurusan tahun 2021-2022 oleh Departemen Hubungan Luar yang nantinya akan berlanjut terus. KFC ini dilaksanakan pada Minggu, 26 September 2021 secara daring via Google Meet.

KFC merupakan suatu kajian tentang ilmu falak dibidang hisab, rukyah, perhitungan dan lain-lain. Kajian ini sebagai wadah bagi anggota CSSMoRA dan masyarakat umum yang ingin menggali, menggeluti dan belajar secara mendalam terkait ilmu falak. Kegiatan KFC#1 ini mengangkat tema “Pengenalan Ilmu Falak dan Pengenalan Kalkulator Scientific” dengan narasumber Nuril Fathoni Hamas (CSSMoRA UIN Walisongo angkatan 2018) dan moderator Firginita Wirna Mokoginta (CSSMoRA UIN Wakisongo angkatan 2019). Mengapa mengambil tema tesebut?

“Terkait KFC#1 bisa dimulai dengan pengenalan ilmu falak dan pengenalan kalkulator, agar bisa jadi wawasan baru untuk mahasiswa dan masyrakat umum yang baru mulai belajar ilmu falak. Bagaimana dengan yang sudah pernah belajar? Dengan materi ini, mahasiswa atau masyarakat umum yang sudah pernah belajar ilmu falak bisa review atau mengingat kembali pelajaran yang sudah diajarkan”, ucap salah satu anggota Departemen Hubungan Luar.

Kegiatan KFC berjalan dengan lancar, dilaksanakan tepat waktu dan para peserta sangat antusias dan interaktif dalam diskusi. Penyampaian materi sangat jelas dan mudah dipahami. Banyak harapan para mahasiswa dan masyarakat umum terkait kelanjutan materi dari KFC ini. Adapun beberapa saran dan pesan dari beberapa peserta yang ditulis dalam presensi google form.

“materi yang diberikan sangat baik Narasumber ternyata efektif karena materi dan pembahasan tersebut sangat komprehensif. Kritik dan saran dari saya, terimakasih atas kajian dan materi yang bermanfaat, salam sukses untuk panitia”

“Semoga kedepannya acara KFC bisa menjadi rutinan agar para mahasiswa khususnya prodi ilmu Falak khususnya bisa belajar dan tau lebih tentang ilmu Falak”

Materi ini ditutup dengan hukum mempelajari ilmu falak. Sebagimana yang disampaikan pemateri.

“ sesuatu yang membuat segala bentuk kewajiban tidak menjadi sempurna kecuali dengannya, maka sesuatu (hal) itu wajib hukumnya”.

 

 

-Red W

Loading

NGOBROL PINTAR #16

Ngobrol Pintar (Ngopi) CSSMoRA kali ini mengangkat tema “Mahasiswa Muda Berwirausaha” dengan narasumber Ibu Anis Fitria, S.E.I, M.S.I. yang berlangsung pada Jum’at 24 September 2021 Pukul 19.30 WIB secara online lewat Via Gmeet.
Ngopi kali ini sudah menginjak seri ke-16 yang merupakan salah satu program kerja Departemen Hubungan Dalam CSSMoRA UIN Walisongo yang dilaksanakan dua bulan dalam sekali sebagai wadah berbagi pengalaman ataupun tempat bertukar pikiran.
“Kita berharap dengan adanya Ngopi ini, para peserta baik anggota CSSMoRa maupun masyarakat lain mampu mendapatkan ilmu, serta tempat bersosial agar jangkauan pengetahuan dan relasi semakin luas,” kata Nadia, penanggung jawab kegiatan Ngopi.
Acara ngopi tersebut dihadiri langsung oleh ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo, Hamjan A Ranselengo dan beberapa anggota aktif CSSMoRA lainnya yang dibuka langsung oleh Muh Fadhil selaku moderator yang kemudian dilanjut dengan pemaparan materi oleh narasumber selama satu jam penuh lalu dilengkapi dengan sesi akhir yaitu diskusi yang mana antusias para peserta sangatlah aktif.
Dalam pemaparannya, Ibu Anis berharap kepada teman-teman mahasiswa yang memiliki niat berwirausaha, maka mulailah dan jangan takut gagal.
“Jangan takut gagal karena tidak selamanya kegagalan itu bersama kita, Allah itu maha adil kok, ada waktunya kita gagal. Maka habiskanlah jatah gagalmu di masa muda,” kata pemilik usaha Owner Ranis Handmade tersebut.
Acara tersebut ditutup tepat pukul 21.00 WIB yang ditandai dengan sesi foto bersama.

 

-Red F

 

Loading

KUNJUNGAN ISTIMEWA CSSMoRA UNWAHAS KEPADA CSSMoRA UIN WALISONGO

Semarang-CSSMoRA UIN Walisongo mendapat kunjungan istimewa dari 10 mahasantri yang merupakan angkatan pertama CSSMoRA Universitas Wahid Hasyim Semarang (UNWAHAS) dalam rangka silaturahmi antar anggota CSS yang berlangsung di Gazebo YPMI Al-Firdaus, Ngaliyan, Semarang pada Minggu (19/09/2021).
Kedatangan mereka disambut langsung oleh ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo dan beberapa anggota aktif lainnya yang ada di Semarang sekitar pukul 13.00 WIB.
Kegiatan tersebut bersifat diskusi santai yang dibuka langsung oleh ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Hamjan A Ranselengo yang diawali perkenalan antar anggota CSSMoRA satu sama lain. Usai sesi perkenalan, kegiatan dilanjutkan dengan Share to Care dengan masing-masing anggota yang dibagi dalam 4 kelompok kecil sekaligus makan siang bersama.
Selaku ketua CSSMoRA UIN Walisongo, Hamjan berharap komunikasi dan silaturahmi ini terus terjaga.
“Semoga dengan kunjungan ini lebih mempererat tali persaudaraan kita serta jangan lupa bahwa kita adalah keluarga besar dalam naungan CSSMoRA sehingga ketika mengalami kesulitan maka jangan sungkan untuk memberitahu kami” ungkap mahasiswa prodi Ilmu Falak UIN Walisongo tersebut.
Wahyudi, anggota CSSMoRA UNWAHAS mengungkapkan kunjungan tersebut sangat berkesan baginya.
“Saya sangat merasakan kekompakan, kekeluargaan dan kebersamaan yang sangat erat dari kegiatan ini, sehingga harapan kami semoga CSSMoRA UIN Walisongo dan CSSMoRA UNWAHAS bisa terus berkolaborasi sebab kami masih baru dan butuh bimbingan dari teman-teman CSSMoRA UIN Walisongo” kata mahasiswa UNWAHAS asal Makassar.
Acara kunjungan tersebut kemudian diakhiri dengan foto bersama.

-Red F

Loading