MAHASISWA KKN UIN WALISONGO SEMARANG BANTU MENGAJAR di TK HUSNA JAYA

MAHASISWA KKN UIN WALISONGO SEMARANG BANTU MENGAJAR di TK HUSNA JAYA

Sejak covid-19 mengguncang dunia, menyebabkan banyak sektor yang terdampak salah satunya adalah bidang pendidikan. Mengharuskan untuk memberlakukan kewajiban 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilisasi sehingga masyarakat mengambil keputusan agar belajar secara online dengan tujuan untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

Namun sangat disayangkan alih-alih memahami materi pembelajaran mereka justru mengalami kesulitan belajar karena siswa hanya diberikan link terkait materi pembelajaran dan hanya berupa tugas tanpa disertai penjelasan secara utuh, namun dengan berbagai pertimbangan pemerintaah dan melihat kondisi yang ada maka pembelajaran tatap muka sudah diperbolehkan dengan ketentuan tertentu.

Dengan melihat kondisi seperti itu mahasiswa/i KKN UIN Walisongo melakukan kunjungan di TK Husna Jaya yang terletak di RW 04 RT 02 desa Duwet Bringin, Senin 11 Oktober 2021, selain kujungan, mahasiswa KKN UIN Walisongo pun melakukan proses belajar mengajar kepada siswa  di sekolah tersebut.

Ada sekitar 20 siswa kelompok A dan B, mengingat masih masa percobaan pembelajaran tatap muka maka setiap harinya digilir dengan jumlah 10 siswa perhari. Dilihat dari SDM pengajarnya, sebenarnya masih kurang karena hanya ada 3 guru di TK Husna Jaya, 1 ketua yayasan, kepala sekolah dan guru kelas maka dari itu kepala sekolah mengaku agak kuwalahan apabila guru kelas tidak bisa hadir.

Kondisi ini membuat peserta KKN RDR 77 UINWS turut andil tangan dalam mengambil peran dan berkontribusi dalam pendampingan belajar kepada para siswa, dengan berbekal pengalaman selama menempuh bangku perkuliahan.

Ridayana selaku peserta KKN RDR UINWS menyatakan “saya mengambil langkah dan cara ini untuk membantu para pendidik agar tidak kuwalahan, selain itu, membuat mereka agar tetap mengerti dan menguasai materi pembelajaran yang diberikan oleh sekolah. Mengigat mereka adalah generasi bangsa dimasa mendatang pandemi atau kekurangan SDM pendidik bukan menjadi alasan untuk berhenti atau bermalas-malasan dalam belajar”

Kegiatan dilaksanakan dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan dan menerapkan kebijakan 5 M.  Selama pembelajaran, baik peserta KKN RDR dan anak-anak sangat bersemangat dan antusias, sebab mereka telah memahami dan mengerti terhadap pembelajaran yang disampaikan. Sambil canda gurau agar mereka tidak bosan, namun tetap menjunjung tinggi kejujuran, adap yang baik saat belajar, santai namun serius.terutama nilai kedisiplinan saat belajar.

Hal tersebut mendapatkan dukungan yang positif dari kepala sekolah, menurutnya, pendampingan belajar ini sangat membantu para guru dan dapat menciptakan suasana baru untuk para peserta didik.

 

 

Share this post

Tinggalkan Balasan