Kementrian Agama Rapublik Indonesia menggelar adanya kegiatan Webinar Moderasi Beragama yang dihadiri oleh seluruh anggota aktif CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs) DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta pada Selasa (16/11/2021) Pukul 08.30 WIB.
Dalam membuka webinar ini, Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag selaku Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pembinaan Islam Kementrian Agama Rapublik Indonesia menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu hal penting yang harus dipahami dengan baik. Dengan adanya webinar ini diharapkan moderasi akan lebih dimengerti dalam kehidupan sehari-hari.
Webinar yang dimoderatori oleh Ketua Umum CSSMORA Nasional 2021, Dani Taufiqurrohman ini diisi langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama, Dr. KH. Ali Masykur Musa, SH., M.Si, M.Hum yang menjelaskan tentang “Penguatan SDM Santri dan Ideologi Islam Indonesia Untuk Masa Depan Bangsa” dan Psikolog Sekaligus Aktifis Dewan Masjid Indonesia Pusat, Dr. Hj. Diana Mutiah, M.Si yang membahas hal-hal terkait “Perempan dan Deradikalisasi Untuk Kemajuan Bangsa”.
Meskipun dilaksanakan secara online melalui platform zoom meeting, namun hal ini tidak sama sekali berpengaruh bagi antusiasme anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo yang hadir. Nuril Fathoni Hamas angkatan 2018 berkomentar “Saya mendapatkan bekal dalam beragama supaya tidak terjadi kesalahan dalam memahami moderasi”. Imroatur Rosyidah angkatan 2019 lebih lanjut menuturkan terkait manfaat diselenggarakannya acara ini “Dengan adanya webinar ini kita bisa membangun sikap toleran dan rukun guna memperkuat persatuan”. Sebagaimana yang juga ditambahkan oleh M. Zaki Al Aziz angkatan 2021 “Manfaat dari moderasi sendiri ya sederhana saja, yaitu bisa menyatukan umat”.
WONOSOBO – Dalam rangka meningkatkan motivasi belajar anak-anak di Desa Pulosaren. Kelompok 42 KKN-RDR (Kuliah Kerja Nyata-Reguler dari Rumah) 77 UIN Walisongo Semarang mengadakan sosialisasi pendidikan dengan tema “Semangat Motivasi Belajar”.
Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 25-26 Oktober 2021 di dua tempat yang berbeda. Yakni di SD Negeri 1 Pulosaren dan SD Negeri 2 Pulosaren. Pulosaren merupakan sebuah desa yang terletak di kaki Gunung Sumbing. Tepatnya di Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Kegiatan ini diselenggarakan para mahasiswa tersebut dengan semangat untuk mengabdi kepada masyarakat secara profesional dan sebagai bentuk kepedulian para mahasiswa terhadap masyarakat di desa. Baik dari segi ekonomi, pendidikan, alam, budaya, dan tradisi.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pejabat desa setempat. Seperti yang diungkapkan Sudiro, selaku Kepala Desa Pulosaren. Menurut beliau kegiatan sosialisasi ini sangat membantu para siswa untuk terus semangat belajar di tengah kondisi pandemi Covid-19.
“Sosialisasi ini sangat luar bisa dilakukan oleh mahasiswa Kelompok 42 KKN UIN Walisongo Semarang. Karena pada saat pendemi ini berinisiatif mengadakan sosialisasi untuk membangkitkan semangat untuk sekolah dan belajar bagi anak-anak tingkat dasar. Atas nama Kepala Desa Pulosaren saya sangat sangat berterima kasih atas sosialisasi yang dilakukan ini,” ujar Sudiro.
Selain itu, Kepala SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Pulosaren juga berterima kasih dan mengapresiasi sangat tinggi atas sosialisasi yang dilakukan. Harapanya kegiatan ini bisa menjadi pembangkit semangat anak-anak untuk terus sekolah dan belajar agar para peserta didik bisa menggapai cita-citanya.
Selain menyelenggarakan sosialisasi pendidikan. Kegiatan ini juga diisi dengan pemberian bantuan berupa alat tulis dan tas kepada siswa-siswi yang berprestasi dan kurang mampu di sekolah-sekolah tersebut. Bantuan ini merupakan upaya dari Pemerintah Desa Pulosaren untuk membantu para siswa-siswi supaya selalu semangat belajar dan bersekolah.
“Apalagi di tengah pandemi seperti ini banyak sebagian dari masyarakat yang terdampak dari segi ekonomi. Maka dari itu penting bagi kami selaku pemerintah desa memperhatikan meraka,” pungkas Sudiro.
CSSMoRA UIN Walisongo membuka Donasi “Peduli Bencana Banjir Bandang kota Batu, Malang”
CSSMoRA UIN Walisongo Semarang bekerjasama dengan CSSMoRA Nasional mengadakan Bakti Sosial banjir bandang yang melanda kota Batu, Malang, Jawa Timur yang terjadi pada 04 November 2021. Banyak para pengungsi yang masih membutuhkan pertolongan para relawan. Mengingat banyaknya kerugian dari musibah banjir bandang yang terjadi, CSSMoRA UIN Walisongo Semarang yang bekerja sama dengan CSSMoRA Nasional memfasilitasi masyarakat untuk membantu meringankan korban banjir bandang dengan melakukan penggalangan dana.
Penggalangan dana ini dilaksanakan tanggal 07 November 2021 – 13 November 2021. Para donatur mengirimkan bantuannya berupa uang via transfer ke beberapa bank yang telah disediakan seperti BSI, BNI, BRI dan juga bisa melalui Shopeepay.
Terima kasih kami ucapkan atas partisipasi donatur yang telah menyumbangkan sebagian rezekinya untuk korban bencana banjir bandang Kota Batu, Malang. Total donasi yang berhasil dikumpulkan oleh CSSMoRA UIN Walisongo Semarang sebesar Rp 550.000-, donasi tersebut telah kami distribusikan melalui CSSMoRA Nasional kepada para korban bencana alam banjir bandang kota Batu, Malang.
semoga kebaikan bapak/Ibu mendapat berkah dan balasan kebaikan pula dari Allah SWT.
Semarang, Mahasiswa KKN RDR ke-77 UIN Walisongo Semarang Kelompok 117 mengundang Basnang Said selaku Kasubdit Pendidikan Pesantren Direktorat PD Pontren Kemenag RI dalam acara Podcast Moderasi Beragama. Dalam KKN RDR ke-77 UIN Walisongo Semarang kali ini, kegiatan Moderasi Beragama menjadi kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh setiap kelompok KKN. Dalam hal ini, kelompok 117 berinisiatif membuat sebuah Podcast tentang Moderasi Beragama.
Podcast Moderasi Beragama ini dilakukan secara virtual dengan menggunakan Zoom Cloud Meeting, dan ditayangkan langsung melalui akun YouTube KKN RDR TEAM-117 selama kurang lebih 20 menit. (27/10/2021)
Moderasi Beragama pada dasarnya merupakan cara pandang, sikap, dan cara berfikir kita di dalam meihat ke Indonesiaan dan beragama. Ketika kita melihat Indonesia, kita tidak boleh melihat bahwa Indoneia itu mayoritas muslim, tetapi Indonesia memiiki agama dan keyakinan yang berbeda-beda dan masing-masing memiliki hak yang sama dengan yang mayoritas. Dan perlu diketahui, bahwa Moderasi Beragama sudah lama diterapkan di Indonesia oleh para ulama` dan pemimpin bangsa, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Ujar Basnang Said ketika Podcast Moderasi Beragama.
Selain itu, Kasubdit PD Pontren Kemenag RI ini juga menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan moderator kepadanya. Tentunya tidak lepas dari topik bahasan Podcast Moderasi Beragama, yaitu “Mewujudkan Sikap Toleransi dan Harmonisasi melalui Moderasi Beragama.” Adapun salah satu pertanyaan yang dilontarkan moderator kepada Kasubdit PD Pontren ialah tentang peran mahasiswa dalam Moderasi Beragama. Bahwa mahasiswa diharapkan siap dan mampu untuk meng edukasi masyarakat terkait Moderasi Beragama. Dan perlu ditegaskan bahwa yang mempunyai peran di dalam Moderasi beragama ini tidak hanya dari kalangan Kementerian Agama, Penyuluh Agama, dan mahasiswa saja. Tapi setiap kalangan dan masyarakat mempunyai peran dalam Moderasi Beragama, ucap Basnang Said selaku Kasubdit PD Pontren Kemenag RI dalam menjawab pertanyaan.
Sebenarnya, waktu dalam Podcast Moderasi Beragama ini bisa dibilang kurang, karena kita memang harus benar-benar tau dan paham betul tentang Moderasi Beragama sebelum kita meng edukasi ke masyarakat. Akan tetapi, Kasubdit PD Pontren Kemenag RI tidak mempunyai waktu yang lama untuk Podcast Moderasi Beragama ini, karena beliau mempunyai kegiatan dan kesibukan tersendiri di Kementerian. Dan saya berharap dengan adanya Podcast Moderasi Beragama ini para mahasiswa dan seluruh masyarakat Indonesia dapat mengambil kesimpulan dari Podcast bersama Kasubdit PD Pontren Kemenag RI ini. Dan untuk lebih jelasnya silahkan disimak dan ditonton di akun YouTube KKN RDR TEAM-117, ujar Ryky Dian Pratama sebagai Moderator dalam acara Podcast tersebut.
Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Walisongo menggelar adanya kegiatan Safari KKN RDR Ke-77 pada hari Kamis, 28 Oktober 2021 di Kelurahan Petemon, Kecamatan Gunung Pati Kabupaten Kota Semarang.
Kegiatan safari yang telah menjadi sebuah tradisi ini, diikuti oleh seluruh anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo yang berada di Semarang. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Hamjan A Ranselengo selaku ketua CSSMoRA UIN Walisongo bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya mempererat tali silaturrahmi. “Safari KKN sudah menjadi sebuah tradisi CSSMoRA yang merupakan salah satu kegiatan silaturahmi junior kepada senior. Kegiatan ini diharapkan dapat lebih mempererat tali persaudaraan antar anggota CSSMoRA”.
Sebagai salah satu tuan rumah Safari KKN ini, Mochamad Ulinnuha CSSMoRA UIN Walisongo angkatan 2018 menambahkan bahwa kegiatan ini lebih dari sekedar tradisi. “Kegiatan ini merupakan salah satu cara dalam mengungkapkan bentuk penghormatan dan penghargaan dari yang lebih muda kepada yang lebih tua dan sebaliknya merupakan ungkapan bentuk rasa sayang dari yang lebih tua kepada yang lebih muda.”
Muhammad Wahyudi Arafah, salah satu anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo angkatan 2021 yang mengikuti kegiatan ini mengaku sangat bahagia. “KKN ini sangatlah penting, karena selain dapat menguatkan silaturahmi dan solidaritas, saat berkunjung ke lokasi KKN juga membuat kita bisa lebih melihat, mengenal dan mendapatkan cerita pengalaman KKN yang sesungguhnya. Ini semua menjadi hal luar biasa yang sangat membahagiakan menurut saya.”
Kegiatan Pagelaran Sastra Santri Nusantara Melayu bersama Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. (H.C.) K. H. Ma’ruf Amin (25/10/2021) yang diselenggarakan oleh UIN Walisongo Semarang sebagai acara puncak dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2021. Kegiatan yang bertemakan
“Pagelaran Sastra Santri Nusantara Melayu: Moderasi Beragama di Kalangan Millenial” ini diselenggarakan secara hybrid di ruang teater lantai 4 gedung rektorat baru kampus 3 UIN Walisongo dan melalui room zoom meeting serta live youtube demi mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Acara puncak ini juga bersamaan dengan adanya kegiatan Pagelaran Seni Santri UIN Walisongo di lobby lantai dasar gedung rektorat baru kampus 3 UIN Walisongo.
Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si selaku Wakil Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus keynote speaker yang membuka acara pagelaran ini menyampaikan permohonan maaf dari Wakil Presiden Republik Indonesia DR. KH. Ma’ruf Amin dan Ketua Menteri Agama Republik Indonesia Gus Yaqut Cholil Qoumas yang belum dapat hadir memenuhi undangan.
DR. H. A.Tajuddin Arafat, M.S.I memoderatori langsung webinar ini bersama Gus Mus, Gus Nas, D. Zawawi Imron, Prof. Abdul Hadi WM dan Nyai Hj. Masriyah Amva sebagai pemateri. Pagelaran ini juga dimeriahkan oleh beberapa hiburan dari penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik UIN Walisongo Semarang.
Salah seorang peserta, Ridayana mengungkapkan bahwa webinar ini sangatlah menarik. “Saya senang bisa menghadiri dan menyimak acara ini dengan baik. Selain menambah wawasan baru mengenai santri dan sastra, tentunya kegiatan ini juga membuat kita dapat melihat sastra dari sisi yang berbeda”.
Dalam rangka memperingati HSN (Hari Santri Nasional) 2021 Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Walisongo menggelar adanya kegiatan Webinar Hari Santri Nasional yang bertemakan “Peran Santri Dalam Moderasi Beragama dan Perdamaian Negeri” bersamaan dengan launching buku yang berjudul Ilmu Falak Multimediasi dan Digitalisasi Ilmu Falak karya mahasantri PBSB UIN Walisongo Semarang pada Sabtu (23/10/2021) via zoom cloud meeting.
Pada hal ini buku karya mahasantri PBSB UIN Walisongo yang dilaunching langsung oleh Bapak KH.Dr.Ahmad Izzuddin, M.Ag selaku wakil dekan 3 fakultas Syariah dan hukum UIN Walisongo.
Webinar yang dimoderatori oleh Ayu Fitri Damayanti CSSMoRA 2017 ini diisi langsung oleh Dr. Imam Yahya M.Ag selaku Ketua Rumah Moderasi Beragama UIN Walisongo Semarang dan Siti Kholisoh S.H.I, M.H selaku Alumni PBSB UIN Walisongo – staf ahli media dan advokasi Wahid Foundation, Founder Muslimah for Change.
Firginita Wirna Mokoginta CSSMoRA 2019 selaku ketua panitia webinar kali ini menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah bentuk apresiasi dan ungkapan rasa senang juga syukur dalam memperingati Hari Santri Nasional. Dengan adanya webinar ini diharapkan santri akan lebih mengerti apa itu moderasi beragama dan bagaimana memposisikan sifat moderat dalam hal agama serta peran santri untuk perdamaian negeri.
Meskipun acara ini dilaksanakan secara online melalui platform namun tidak sama sekali mengurangi antusiasme. Ahmad Agil Tsabata peserta webinar angkatan 2021 berkomentar “Banyak hal yang dibahas diantaranya mulai dari apa itu hakekat moderasi beragama, bagaimana kita bersikap moderat dalam segala hal lalu bagaimana kita sebagai santri seharusnya bisa memberikan sebuah edukasi dan informasi tentang moderasi baik berupa konten digital ataupun visual”
CSSMoRA UIN Walisongo Semarang menerima kunjungan dari teman-teman CSSMoRA MA Kebon Jambu Cirebon, dan CSSMoRA Universitas Wahid Hasyim Semarang yang berlangsung di Gazebo YPMI Al-Firdaus, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (20/10/2021).
Kunjungan tersebut dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar anggota CSSMoRA. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan diikuti oleh 32 anggota CSSMoRA, 3 anggota CSSMoRA Ma’had Aly Kebon Jambu, 9 anggota CSSMoRA Universitas Wahid Hasyim, dan 20 anggota CSSMoRA UIN Walisongo.
Kegiatan tersebut dimulai dari acara pembukaan yang dibuka langsung oleh Hamjan A Ranselengo Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo Semarang selaku perwakilan tuan rumah, dilanjutkan sesi perkenalan, kemudian dari 32 anggota CSSMoRA dibuat 4 kelompok untuk sesi perkenalan lebih lanjut. Tidak hanya untuk saling mengenal pribadi masing-masing saja, namun di kelompok tersebut kita saling berbagi pengalaman, bertukar pikiran terkait keorganisasian, dan ditambah games yang menyenangkan.
Ali mengaku sangat senang untuk kedua kalinya bisa bersilaturahmi di YPMI Alfirdaus
“Meskipun ini kali kedua kami berkunjung, rasanya tetap asik karena orang-orangnya yang ramah dan humoris, kami berharap dari pertemuan ketiga CSSMoRA ini bisa menjalin silaturahmi yang makin erat,” kata mahasiswa UNWAHAS angkatan 2021 tersebut.
Berbeda dengan Ali, Nila mengaku sangat bersyukur untuk pertamakalinya bisa bersilaturahmi dengan kedua CSSMoRA yang ada disemarang
“Kami sangat berterimakasih karena telah disambut dengan penuh kehangatan, serta begitu banyak pelajaran yang bisa kami dapatkan dari silaturahmi ini, sungguh ini merupakan pertemuan singkat yang tak terduga dan begitu berharga” kata mahasantri Ma’had Aly Cirebon angkatan 2020 tersebut.
Seluruh kegiatan tersebut diikuti semua anggota CSSMoRA yang hadir dengan antusias, dan acara silaturahmi berakhir pada sore hari, diakhiri dengan doa dan penutup serta foto bersama
Kegiatan InOMN (Internasional Observe The Moon Night) (16/10/21) yang di selengarakan oleh HMJ Ilmu Falak bersama dengan CSSMoRA UIN Walisongo yang bekerjasama dan National Aeronautics and Space Administration (NASA) Amerika Serikat yang berlokasi di Pondok YPMI Al-Firdaus dan Musholatorium At-taqy Pondok Pesantren Life skill Daarun Najaah, dengan tujuan agar meminimalisir kerumunan yang terjadi.
Kegiatan InOMN kali Ini sangat unik karena dilaksanakan secara hybrid, dikarenakan situasi yang masih belum memungkinkan untuk melakukan kegiatan offline secara menyeluruh, peserta yang hadir offline dibatasi hanya 0 orang dengan tetap melaksanakan protocol kesehatan, ditambah dengan peserta yang mengikuti kegiatan secara online melalui meet Virtual.
peserta berasal dari Mahasiswa baru Ilmu Falak, yakni Angkatan 2021 dan 2020, hal ini pun menjadi awal untuk memperkenalkan dunia Astronomi kepada para mahasiswa. Acara ini berlangsung dari jam 20.30 sampai dengan 22.30 WIB.
Acara InOMN kali ini di isi langsung oleh Dosen Muda UIN Walisongo, Muhammad Nur Khanif M.SI yang ditugaskan di YPMI Al-Firdaus “ Bulan merupakan salah satu bukti dari kemukjizatan Nabi Muhammad SAW dimana mukjizat nabi ialah membelah bulan” pada pembukaan pemaparan InOMN. Dalam pemapaarannya dijelaskan bagaimana fase-fase bulan, apa itu bulan serta jarak bulan dengan bumi. Muammar Khamdani dan Malik Alfaqih Mahasantri PBSB UIN Walisongo angkatan 2017 sebagai narasumber di Musholatorium At-taqy Pesantren Life Skill Daarun Najah.
Dalam pemaparannya lebih lanjut dijelaskan bahwa bulan memiliki jarak sekitar 348.000 km (240.000) dari bumi dengan diameter 3.468 km atau 2.155 mil, selain itu bulan memiliki dua gerakan yaitu revolusi dan rotasi, bulan berputar atau mengorbit (Revolusi) bumi sekitar 27 hari 7 jam 43 menit, dan berputar pada poorosnya (Rotasi) sekitar 27 hari 7 jam 43 menit, dimana gerak Revolusinya sama dengan gerak Rotasi Bulan.
peserta sangat antusias dalam mengikuti diskusi yang ada, Jihan peserta InoMN angkatan 2019 berkomentar “setelah saya mengikuti materi yang disampaikan, saya mendapatkan banyak ilmu baru tentang bulan dan bagaimana cara memasang teleskop dengan baik”.
Salah seorang peserta, Rouf Syam mengungkapkan bahwa acara ini sangatlah bermanfaat bagi kita sebagai mahasiswa ilmu falak
“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini, selain bisa berdiskusi terkait benda langit khususnya bulan, kita juga bisa mengenal teleskop lebih dekat lagi walaupun belum sempat melihat bulan,” kata mahasiswa ilmu falak angkatan 2021 tersebut.
Menanggapi terkait pengamatan yang gagal akibat hujan, Malik Alfaqih mengatakan “Walau malam ini kita tidak bisa melihat bulan, maka terlepas dari kegiatan ini kita tetap bisa mengamati bulan kapanpun dan dimana pun ketika ada kesempatan”.
Setelah narasumber memaparkan materinya elanjutnya peserta diajak untuk lebih mengenal teleskop dikarenakan pada saat observasi terjadi hujan maka observasipun diganti dengan melakukan pengenalan teleskop baik itu dari segi fungsi dan cara merakit teleskop. Pada acara InOMN kali ini hanya menggunakan satu jenis teleskop Sky Watcher yang merupakan jenis teleskop refraktor. antusias mahasiswa pun begitu tinggi mereka ikut antusias dan melakukan pemaasangan teleskop secara langsung dari mulai cara memasang, pengenalan setiap komponen serta bagaimana cara membongkar teleskopnya kembali.
“setelah mendengarkan pemateri mengenai Bulan sebagai satelit bumi yang alami dan memiliki banyak fungsi terhadap bumi, lalu dilanjut dengan pengenalan teleskop saya menjadi semakin tertarik dengan dunia astronomi, ternayata tanda-tanda Allah itu begitu luar Biasa, dan saya jadi ingin membeli teleskop” ungkap Takhta Alfianah salah satu Mahasiswa Ilmu Falak UIN Walisongo. (Karina Aulia Purwanti)
Kajian Falak CSSMoRA (KFC) memasuki tema kedua. Kali ini membahas hisab awal waktu shalat dengan pemateri Nur Imani Surur CSSMoRA 2017 secara online melalui aplikasi google meet.
KFC #2 kali ini berbeda dengan KFC #1, pasalnya ini diadakan 2 kali pertemuan. Sebelumnya telah dilaksanakan pertemuan pertama pada Sabtu 9 Oktober 2021, seminggu kemudian dilanjut pertemuan kedua pada Minggu 17 Oktober 2021. Hal ini dilakukan mengingat tema pembahasan cukup panjang dan ribet, maka untuk meminimalisir peserta merasa bosan diadakan dua pertemuan.
Pada pertemuan pertama, pemateri memaparkan terkait apa saja hal yang perlu disiapkan ketika ingin menghitung waktu shalat seperti data-data, hal ini sebagai dasar ataupun pengenalan ketika hendak menghitung waktu shalat. Kemudian dilanjutkan perhitungan yang diawali dengan waktu shalat Dzuhur dan ashar. Pada pertemuan kedua, perhitungan dilanjutkan dengan menghitung waktu shalat magrib, isya, subuh, dhuha serta waktu imsak dan terbit.
Para peserta yang hadir didominasi dari angkatan falak 2021. Mereka sangat tertarik mempelajari tema kali ini walaupun beberapa dari mereka merasa kesulitan ketika menghitung rumus dengan menggunakan kalkulator scientific.
Menanggapi pelaksanaan kegiatan ini, Nur Imani surur mengatakan “Kegiatan seperti ini sangat bagus diadakan, tetapi yang menjadi tantangan bagi kita adalah dilaksanakannya secara online. Kita tidak bisa secara langsung membimbing dan melihat peserta apakah mampu mempraktekkan perhitungan dengan rumus-rumus”
Kegiatan tersebut ditutup pada Minggu pukul 16.45 WIB yang ditandai dengan sesi foto bersama