Pengukuran Arah Kiblat di Gedung Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Walisongo Semarang

Semarang 9/12/2021-Telah diaksankan kegiatan pengukuran arah kiblat, yang diselenggarakan oleh Puskala Falak bekerjasama dengan CSSMoRA UIN Walisongo Semarang. Kegiatan yang dilaksankan pada bangunan-bangunan baru tersebut bertujuan untuk mengetahui posisi arah kiblat yang tepat dan akurat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 9 Desember 2021 pada pukul 09.00 WIB yang dibuka langsung oleh Kepala Jurusan Ilmu Falak yaitu Bapak Moh. Khasan. Beliau mengatakan kegiatan pengukuran arah kibat tersebut didampingi oleh beberapa dosen Ilmu Falak guna untuk mengarahkan mahasiswa dalam mengukur dan menentukan arah kiblat yang tepat.

Pelaksanaan pengukuran arah kiblat difokuskan pada delapan gedung baru, salah satunya di gedung ISH (Ilmu Sosial dan Humaniora). Pengukuran pada gedung ini dilakukan oleh kelompok lima yang beanggotakan, Nuril Fathoni Hamas, Hamjan A. Ranselengo, Abdul Wahid, Husain As-Sajad, Ridhayana dan Septriani Anggari Kasih dengan dosen pendamping Bapak M. Ihtirozun Ni’am. Gedung yang memiliki tiga lantai ini, memiliki satu mushala di setiap lantainya.

Pengukuran ini menggunakan alat falak multifungsi yakni al-Muroba’ karya M. Ihtirozun Ni’am selaku dosen Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang. Uniknya, pengukuran menggunakan alat Al-Murobba’ ini berbeda dengan alat lain, biasanya pada alat lain satuan yang digunakan satuan derajat namun alat ini menggunakan satuan centi karena bentuknya yang berupa persegi.

Pada gedung  ini nilai Lintang Tempat sebesar -06°59’00.97” dan nilai Bujur Tempat 110°23’30.38” yang dihitung menggunakan program Excel karya Nuril Fathoni Hamas kemudian dihasilkan data Azimuth Kibat = 294°30’24” (posisi angka arah kiblat 4.56 cm titik Barat) dan Azimuth matahari = 132°57’56” (posisi angka bayangan 9.31 cm titik Barat).

Teknis pengukuran arah kiblat dimulai dari lantai satu menggunakan bantuan sinar Matahari, dengan memposisikan angka bayangan Matahari pada alat al-Muroba’ kemudian ditarik benang sesuai angka arah kiblat. Perhitungan yang dilakukan disetiap lantai menghasikan hasil yang berbeda, dengan hasil pada lantai satu memiliki kemiringan dengan garis lantai sebesar 3°26’23.53” lantai 2 sebesar 9°36’3.39” dan lantai 3 sebesar 11°26’42.23”. Menurut Pak Ihtirozun  Ni’am perbedaan tersebut disebabkan oleh posisi lantai yang tidak sepenuhnya sejajar.

“kalau kita lihat hasilnya dari pengukuran setiap lantainya menghasilkan kemelencengan dengan garis lantai yang berbeda-beda. Perbedaan hasil tersebut kemungkinan disebabkan oleh posisi lantai yang kurang presisi. Jadi perlu diukur disetiap lantainya untuk mendapatkan hasil yang tepat dan akurat”, ujar Pak Ni’am.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Puskala Falak berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan seluruh peserta yang riang gembira.

Loading

Mengukur Arah Kiblat Mushola Sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat

Pusat Kajian Lapangan Falak Universitas Islam Negeri Walisongo (Puskala Falak) melaksanakan pengukuran arah kiblat di beberapa gedung yang baru selesai dibangun. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh Universitas Islam Negeri Walisongo.

“Kami melaksanakan pengukuran arah kiblat di gedung baru UIN Walisongo ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat secara umum, dan kampus secara khusus.” Ujar Zulfian Wanandi selaku ketua kelompok empat yang melakukan pengukuran.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis (12/9), pukul 09.00-12.00 WIB. Puskala Falak UIN Walisongo bekerjasama dengan Community of Santri Scholar of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Walisongo Semarang dalam melakukan pengukuran arah kiblat mushola yang terdapat di gedung-gedung tersebut.

Pengukuran dilakukan pada delapan belas ruang musholla di delapan gedung yang baru dibangun, yaitu: Gedung Perpustaakaan dan PTIPD, Planetarium, Gedung Fakultas Syari’ah dan Hukum, Gedung Rektorat, Gedung Fakutas Sains dan Teknologi, Gedung Laboratorium Terpadu, Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora.

Ada 54 orang yang melakukan pengukuran yang terbagi ke dalam 8 kelompok yang rata-rata terdiri dari 6 mahasiswa dan 1 dosen ilmu falak. Kiblat tiga Mushola di gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan diukur oleh kelompok empat yang terdiri dari 1 dosen falak, Dr. Ahmad Adib Rofiuddin, M.Si. sebagai Dosen Pendamping Lapangan dan 6 mahasiswa: Zulfian Wanandi sebagai ketua, Andi Evan Nisastra, Rustika Bakti, Imroatur Rosyidah, Siti Qurrotul A’yun, dan Abdul Azzam sebagai anggota.

Loading

PEMBUKAAN LOMBA CERPEN DALAM RANGKA DIES NATALIS CSSMORA UIN WALISONGO KE-14

Semarang-Dalam rangka memeriahkan Dies Natalies ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo Semarang , Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs UIN Walisongo (CSSMoRA UIN Walisongo ) mengadakan beberapa rangkaian kegiatan yang salah satunya adalah Lomba Cerpen untuk Umum yang dibuka pada hari Senin (22/11/2021).

Acara Ini diadakan secara Online, berlangsung selama sembilan belas hari mulai dari pembukaan pendaftaran pada tanggal 22 November, pengumpulan karya pada tanggal 22 November- 7 Desember, masa penjurian pada tanggal 8-10 Desember, dan pengumuman kejuaraan yang akan di umumkan dalam acara puncak Dies Natalis CSSMoRA UIN Walisongo ke-14 pada tanggal 11 Desember 2021 dan di upload lewat media sosial instagram CSSMoRA UIN Walisongo (@cssmorauinws).

Perlombaan Cerpen  merupakan agenda pertama dari lima agenda yang akan dilaksanakan CSSMoRA UIN Walisongo dalam menyambut diesnatalis. Perlombaan cerpen diharapkan bisa menjadi wadah bagi para penulis-penulis untuk menyalurkan tulisannya, jika diharapkan bisa memperkenalkan CSSMoRA UIN Walisongo ke mata masyarakat yang sama sekali masih asing ditelinga mereka.

Afifah Mulya Alamasyah Anggota aktif selaku penanggung jawab lomba cerpen kali ini menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memeriahkan dan mewarnai Acara dies natalies ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo
“Kami berharap dari acara ini, Dies natalis CSSMoRA UIN Walisongo bisa lebih meriah dengan mengajak orang-orang untuk ikut berpartisipasi dalam lomba ini lewat tulisan-tulisan mereka. Selain itu, kita juga berharap dengan adanya lomba cerpen ini, para penulis bisa terus mengasah dan mengekspresikan kemampuan menulisnya sehingga tidak menutup kemungkinan untuk melahirkan penulis-penulis baru yang kompeten,” kata mahasiswa PBSB 2019 asal Aceh tersebut.

-Red Panitia DN14

Loading

EDUKASI KESETARAAN GENDER LEWAT VIDEO KREATIF EDUKASI MELALUI KANAL YOUTUBE

Semarang-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler DR Ke-77 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang memproduksi sebuah video kreatif edukasi yang membahas mengenai “Kesetaraan Gender dalam Prespektif Islam”.

Kesetaraan gender merupakan wacana yang sudah lama didengungkan oleh banyak khalayak, mulai dari kalangan akademisi, praktisi, sampai dengan politisi atau pejabat publik. Tidak dipungkiri bahwa perempuan dan isu kesetaraan gender sampai sekarang masih menarik dan marak untuk diperbincangkan, terutama jika dihubungkan dengan wacana ke-Islam-an. Di mana perempuan dalam sejarah Islam memang memiliki posisi yang penting dalam berbagai perubahan sosial, kebudayaan, ekonomi, dan bahkan politik. Hal ini mendorong Mahasiswa KKN RDR Ke-77 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Kelompok 106 untuk mengedukasi masyarakat mengenai kesetaraan gender. Dalam video yang telah diunggah  di kanal Youtube milik Kelompok 106 ini mengangkat tema relevansi kesetaraan gender dengan Al-Qur’an.

Sri Sulistyo Handayani selaku penanggung jawab Program Kesetaraan gender Kelompok 106 ini mengungkapkan bahwa tujuan dari edukasi kesetaraan gender ini yaitu untuk mengedukasi wawasan kesetaraan gender melalui perspektif Islam kepada mahasiwa /mahasiswi ataupun masyarakat lain  yang masih awam mengenai hal ini. Dan ia pun berharap melalui video tersebut dapat menjadi pemahaman dan konsep yang lebih tertata mengenai kesetaraan gender. Dalam video yang berdurasi 8 menit 16 detik  ini membahas tentang pengertian gender dan prinsip kesetaraan gender dalam perspektif Al-Qur’an. Dimana Al–Qur’an merupakan pedoman bagi kita baik di dunia maupun di akhirat.

Pembahasan mengenai makna dan konsep kesetaraan gender dalam prespektif agama Islam ini menggunakan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menafsirkan setiap prinsip dari kesetaraan gender itu sendiri. Menjelaskan prinsip dasar antara laki-laki dan perempuan yang mana oleh masyarakat masih tabu dalam menyikapi hal tersebut.

Begitu juga dengan pendapat dari salah satu partisipan dalam pembuatan video kreatif edukasi tersebut yang menyatakan bahwa :

“Kesetaraan gender memang perlu dipertahankan seperti ini. Karena baik laki-laki dan wanita sama saja di mata Tuhan. Pembedanya hanyalah amal dari seseorang. Pentingnya kesetaraan gender ini juga membuktikan bahwa tidak ada diskriminasi berdasarkan identitas gender mereka”, ucap Fadly Rahmadi salah satu partisipan dalam pembuatan video edukasi tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa edukasi mengenai kesetaraan gender sangatlah penting. Karena dengan adanya kesetaraan gender dapat membuktikan tidak adanya diskriminasi antara laki-laki dan perempuan.

Oleh karena itu, masalah kesetaraan gender ini dikupas dengan detail dalam prespektif Islam, kemudian diringkas menjadi sebuah video kreatif yang menarik dan layak untuk ditonton oleh semua kalangan.

Video dapat diakses melalui link berikut : https://youtu.be/SWHfO09TbDo

-Red Fadly Rahmadi

Loading

PEMBUKAAN DIES NATALIS KE 14, CSSMORA UIN WALISONGO LAUNCHING LOGO DN KE 14

Launching logo Dies Natalis tersebut menjadi pembuka rangkaian acara diesnatalis CSSMoRA UIN Walisongo ke-14 dengan tema Flap ur wings, reach ur dream. Bersamaan dengan itu, ada beberapa rangkaian acara yang akan dilaksanakan yakni yang terdiri dari; Launching logo, perlombaan cerpen, kemudian donor darah yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 November yang bekerjasama KSR UIN Walisongo Semarang dan Palang Merah Indonesia Semarang, selanjutnya temu alumni pada tanggal 3 Desember yang mengundang semua alumni dan pengelola dari angkatan 2007-2017. Kemudian yang menjadi acara puncaknya ialah talkshow dan study tour menjadi penutup agenda Dies Natalis CSSMoRA UIN Walisongo ke-14.

Adapun filosofi logo terdapat 4 unsur. Yang pertama gambar rumput laut yang membentuk angka 1 dan 4, berarti menunjukkan dies natalis yang ke-14. Kemudian yang kedua gambar rumput laut berarti kemanfaatan dan kemaslahatan untuk CSSMoRA UIN Walisongo di usia yang ke-14. Adapun unsur yang ketiga warna hijau keemasan menandakan kemakmuran dan kejayaan dalam berorganisasi. Kemudian tak lupa Angka 1 dan 4 yang berdekatan melambangkan kekompakan, solidaritas dan integritas CSSMoRA UIN Walisongo dimasa sekarang dan esok.

Ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo, Hamjan A Ranselengo berharap dari acara diesnatalis ini para anggota tetap menjaga kekompakan bersama.

-Red Panitia DN14

Loading

PELATIHAN PEMOGRAMAN FALAK ARAH KIBLAT (PSC#3)

Pengembangan Skill CSSMoRA (PSC#3) kali ini memasuki pertemuan ke 3 dimana tema yang diangkat “Pelatihan Pemrograman Falak Arah Kiblat” dan menjadi awal kegiatan yang diselenggarakan secara offline yang bertempat di Gazebo YPMI Al Firdaus, 18/11/2021

Dalam diskusi kali ini, dipimpin oleh kak Nuril Fathoni Hamas yang merupakan anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo angkatan 2018. Kak Nuril mengawali diskusi nya dengan pengenalan excel dimulai dari komponen yang ada di excel, rumus-rumus fungsi dan kegunaan nya diexcel dan pengaplikasian rumus tersebut untuk mengetahui arah kiblat suatu tempat.

Ketika diskusi berlangsung, para peserta sangat antusias karena materinya juga merupakan hal yang berkaitan dengan jurusan Ilmu Falak yaitu pemrograman arah kiblat.

Menurut kak Nuril, untuk bisa pemrograman, kita harus mengetahui dasar-dasar rumus yang akan kita buat program excelnya, karena jika langsung terjun membuat pemrograman excel tanpa mengetahui rumus manual, akan sulit dan tidak akan selesai program nya, dikarenakan program excel tersebut bisa dibuat setelah menguasai rumus manualnya, entah itu arah kiblat dsb.

Melalui PSC kali ini diharapkan para anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo bisa saling sharing ilmu dan saling belajar, terutama yang berkaitan dengan jurusan ilmu falak.

-Red Inayah

Loading

PERDALAM PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA, KEMENTRIAN AGAMA MELAKSANAKAN WEBINAR MODERASI BERAGAMA

Kementrian Agama Rapublik Indonesia menggelar adanya kegiatan Webinar Moderasi Beragama yang dihadiri oleh seluruh anggota aktif CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of  Religious Affairs) DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta pada Selasa (16/11/2021) Pukul 08.30 WIB.

Dalam membuka webinar ini, Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag selaku Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pembinaan Islam Kementrian Agama Rapublik Indonesia menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu hal penting yang harus dipahami dengan baik. Dengan adanya webinar ini diharapkan moderasi akan lebih dimengerti dalam kehidupan sehari-hari.

Webinar yang dimoderatori oleh Ketua Umum CSSMORA Nasional 2021, Dani Taufiqurrohman ini diisi langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama, Dr. KH. Ali Masykur Musa, SH., M.Si, M.Hum yang menjelaskan tentang “Penguatan SDM Santri dan Ideologi Islam Indonesia Untuk Masa Depan Bangsa” dan Psikolog Sekaligus Aktifis Dewan Masjid Indonesia Pusat, Dr. Hj. Diana Mutiah, M.Si yang membahas hal-hal terkait “Perempan dan Deradikalisasi Untuk Kemajuan Bangsa”.

Meskipun dilaksanakan secara online melalui platform zoom meeting, namun hal ini tidak sama sekali berpengaruh bagi antusiasme anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo yang hadir. Nuril Fathoni Hamas angkatan 2018 berkomentar “Saya mendapatkan bekal dalam beragama supaya tidak terjadi kesalahan dalam memahami moderasi”.  Imroatur Rosyidah angkatan 2019 lebih lanjut menuturkan terkait manfaat diselenggarakannya acara ini “Dengan adanya webinar ini kita bisa membangun sikap toleran dan rukun guna memperkuat persatuan”. Sebagaimana yang juga ditambahkan oleh M. Zaki Al Aziz angkatan 2021 “Manfaat dari moderasi sendiri ya sederhana saja, yaitu bisa menyatukan umat”.

-Red Maulida Inayah

Loading

BANGKITKAN SEMANGAT BELAJAR, MAHASISWA KKN UIN WALISONGO SEMARANG ADAKAN SOSIALISASI PENDIDIKAN DI KAKI GUNUNG SUMBING

WONOSOBO – Dalam rangka meningkatkan motivasi belajar anak-anak di Desa Pulosaren. Kelompok 42 KKN-RDR (Kuliah Kerja Nyata-Reguler dari Rumah) 77 UIN Walisongo Semarang mengadakan sosialisasi pendidikan dengan tema “Semangat Motivasi Belajar”.

Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 25-26 Oktober 2021 di dua tempat yang berbeda. Yakni di SD Negeri 1 Pulosaren dan SD Negeri 2 Pulosaren. Pulosaren merupakan sebuah desa yang terletak di kaki Gunung Sumbing. Tepatnya di Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Kegiatan ini diselenggarakan para mahasiswa tersebut dengan semangat untuk mengabdi kepada masyarakat secara profesional dan sebagai bentuk kepedulian para mahasiswa terhadap masyarakat di desa. Baik dari segi ekonomi, pendidikan, alam, budaya, dan tradisi.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pejabat desa setempat. Seperti yang diungkapkan Sudiro, selaku Kepala Desa Pulosaren. Menurut beliau kegiatan sosialisasi ini sangat membantu para siswa untuk terus semangat belajar di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Sosialisasi ini sangat luar bisa dilakukan oleh mahasiswa Kelompok 42 KKN UIN Walisongo Semarang. Karena pada saat pendemi ini berinisiatif mengadakan sosialisasi untuk membangkitkan semangat untuk sekolah dan belajar bagi anak-anak tingkat dasar. Atas nama Kepala Desa Pulosaren saya sangat sangat berterima kasih atas sosialisasi yang dilakukan ini,” ujar Sudiro.

Selain itu, Kepala SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Pulosaren juga berterima kasih dan mengapresiasi sangat tinggi atas sosialisasi yang dilakukan. Harapanya kegiatan ini bisa menjadi pembangkit semangat anak-anak untuk terus sekolah dan belajar agar para peserta didik bisa menggapai cita-citanya.

Selain menyelenggarakan sosialisasi pendidikan. Kegiatan ini juga diisi dengan pemberian bantuan berupa alat tulis dan tas kepada siswa-siswi yang berprestasi dan kurang mampu di sekolah-sekolah tersebut. Bantuan ini merupakan upaya dari Pemerintah Desa Pulosaren untuk membantu para siswa-siswi supaya selalu semangat belajar dan bersekolah.

“Apalagi di tengah pandemi seperti ini banyak sebagian dari masyarakat yang terdampak dari segi ekonomi. Maka dari itu penting bagi kami selaku pemerintah desa memperhatikan meraka,” pungkas Sudiro.

-Red Zulfian 

Loading

Donasi “Peduli Bencana Banjir Bandang kota Batu, Malang”

CSSMoRA UIN Walisongo membuka Donasi “Peduli Bencana Banjir Bandang kota Batu, Malang”

CSSMoRA UIN Walisongo Semarang bekerjasama dengan CSSMoRA Nasional mengadakan Bakti Sosial banjir bandang yang melanda kota Batu, Malang, Jawa Timur yang terjadi pada 04 November 2021. Banyak para pengungsi yang masih membutuhkan pertolongan para relawan. Mengingat banyaknya kerugian dari musibah banjir bandang yang terjadi, CSSMoRA UIN Walisongo Semarang yang bekerja sama dengan CSSMoRA Nasional memfasilitasi masyarakat untuk membantu meringankan korban banjir bandang dengan melakukan penggalangan dana.

Penggalangan dana ini dilaksanakan tanggal 07 November 2021 – 13 November 2021. Para donatur mengirimkan bantuannya berupa uang via transfer ke beberapa bank yang telah disediakan seperti BSI, BNI, BRI dan juga bisa melalui Shopeepay.

Terima kasih kami ucapkan atas partisipasi donatur yang telah menyumbangkan sebagian rezekinya untuk korban bencana banjir bandang Kota Batu, Malang. Total donasi yang berhasil dikumpulkan oleh CSSMoRA UIN Walisongo Semarang sebesar Rp 550.000-, donasi tersebut telah kami distribusikan melalui CSSMoRA Nasional kepada para korban bencana alam banjir bandang kota Batu, Malang.
semoga kebaikan bapak/Ibu mendapat berkah dan balasan kebaikan pula dari Allah SWT.

 

 

-Red Departemen Hubungan Luar

Loading

MENGUNDANG KASUBDIT PD PONTREN KEMENAG RI DALAM PODCAST MODERASI BERAGAMA

Semarang, Mahasiswa KKN RDR ke-77 UIN Walisongo Semarang Kelompok 117 mengundang Basnang Said selaku Kasubdit Pendidikan Pesantren Direktorat PD Pontren Kemenag RI dalam acara Podcast Moderasi Beragama. Dalam KKN RDR ke-77 UIN Walisongo Semarang kali ini, kegiatan Moderasi Beragama menjadi kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh setiap kelompok KKN. Dalam hal ini, kelompok 117 berinisiatif membuat sebuah Podcast tentang Moderasi Beragama.

Podcast Moderasi Beragama ini dilakukan secara virtual dengan menggunakan Zoom Cloud Meeting, dan ditayangkan langsung melalui akun YouTube KKN RDR TEAM-117 selama kurang lebih 20 menit. (27/10/2021)

Moderasi Beragama pada dasarnya merupakan cara pandang, sikap, dan cara berfikir kita di dalam meihat ke Indonesiaan dan beragama. Ketika kita melihat Indonesia, kita tidak boleh melihat bahwa Indoneia itu mayoritas muslim, tetapi Indonesia memiiki agama dan keyakinan yang berbeda-beda dan masing-masing memiliki hak yang sama dengan yang mayoritas. Dan perlu diketahui, bahwa Moderasi Beragama sudah lama diterapkan di Indonesia oleh para ulama` dan pemimpin bangsa, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Ujar Basnang Said ketika Podcast Moderasi Beragama.

Selain itu, Kasubdit PD Pontren Kemenag RI ini juga menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan moderator kepadanya. Tentunya tidak lepas dari topik bahasan Podcast Moderasi Beragama, yaitu “Mewujudkan Sikap Toleransi dan Harmonisasi melalui Moderasi Beragama.” Adapun salah satu pertanyaan yang dilontarkan moderator kepada Kasubdit PD Pontren ialah tentang peran mahasiswa dalam Moderasi Beragama. Bahwa mahasiswa diharapkan siap dan mampu untuk meng edukasi masyarakat terkait Moderasi Beragama. Dan perlu ditegaskan bahwa yang mempunyai peran di dalam Moderasi beragama ini tidak hanya dari kalangan Kementerian Agama, Penyuluh Agama, dan mahasiswa saja. Tapi setiap kalangan dan masyarakat mempunyai peran dalam Moderasi Beragama, ucap Basnang Said selaku Kasubdit PD Pontren Kemenag RI dalam menjawab pertanyaan.

Sebenarnya, waktu dalam Podcast Moderasi Beragama ini bisa dibilang kurang, karena kita memang harus benar-benar tau dan paham betul tentang Moderasi Beragama sebelum kita meng edukasi ke masyarakat. Akan tetapi, Kasubdit PD Pontren Kemenag RI tidak mempunyai waktu yang lama untuk Podcast Moderasi Beragama ini, karena beliau mempunyai kegiatan dan kesibukan tersendiri di Kementerian. Dan saya berharap dengan adanya Podcast Moderasi Beragama ini para mahasiswa dan seluruh masyarakat Indonesia dapat mengambil kesimpulan dari Podcast bersama Kasubdit PD Pontren Kemenag RI ini. Dan untuk lebih jelasnya silahkan disimak dan ditonton di akun YouTube KKN RDR TEAM-117, ujar Ryky Dian Pratama sebagai Moderator dalam acara Podcast tersebut.

-Red Ryky Dian Pratama

Loading