Semarang, Jumat 30 Januari 2022. CSSMoRA UIN Walisongo Semarang mengadakan rutinan Ngopi (Ngobrol Pintar) ke 17, acara tersebut merupakan salah satu proker dari DHD (Departemen Hubungan Dalam) yang mana pada Ngopi kali ini mengambil tema “Secangkir Wawasan dengan Pengetahuan Kepenulisan”. Tema tersebut diambil, mengingat pentingnya kita sebagai mahasiswa mengetahui teknik-teknik dalam kepenulisan, baik dalam kepenulisan makalah, jurnal, ataupun skripsi dan tesis.
Pemateri kali ini merupakan alumni CSSMoRA angkatan 2012 yaitu Kak Salapudin yang tentunya juga aktif dalam dunia kepenulisan. Saat menyampaikan materi dan pengalamannya, Kak Salaf juga memberikan motivasi kepada adek-adeknya supaya tidak bermalas-malasan dalam hal menulis. Karena banyak sekali presentase manusia di Indonesia terutama, yang tidak suka dengan menulis dan membaca. Oleh karena itu, dalam penyampaian materi dan diskusinya Kak Salapudin sangat-sangat mendorong supaya menjadi mahasiswa yang aktif dalam hal apapun terutama dalam dunia literasi.
“Menulis itu bukan hal yang susah, bukan hal yang berat juga, apapun yang ada dipikiran kita bisa kita tulis. Entah curahan hati, pengetahuan, dsb. Semuanya ditulis. Menulis tidak harus yang diterbitkan lalu menjadi buku yang dikenal banyak orang, tidak harus seperti itu. Pertama, menulislah untuk diri kita sendiri, semakin kamu merasa kurang dengan tulisan itu, menulislah untuk orang lain supaya memberikan manfat lewat hasil tulisan kita” ujar Kak Salapudin dalam penyampaian materinya.
Para peserta juga banyak yang merasa tertarik dan merasa senang bisa berdiskusi langsung dengan kak Salapudin. Sehingga para peserta juga merasa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa, terutama dalam penulisan makalah yang sering kali digunakan setiap kuliah.
Kaderisasi Tingkat Perguruan Tinggi disingkat KTPT adalah kaderisasi wajib tingkat pertama yang dilaksanakan secara formal, sistematis, dan terencana pada tingkat Perguruan Tinggi. KTPT dilaksanakan untuk mengenalkan CSSMoRA dan membentuk karakter yang baik bagi mahasantri baru dalam perkuliahan dan menjalankan tugas dalam CSSMoRA di Perguruan Tinggi. Sehubungan dengan hal tersebut, CSSMoRA UIN Walisongo menyelenggarakan kegiatan KTPT pada hari Sabtu-Minggu tanggal 18-19 Desember 2021 yang bertempat di gedung PKB Mangkang. KTPT kali ini mengangkat tema “Cerdas Berintelektual, Berkarakter dan Berintegritas ”.
Pada tahun ini, KTPT dilaksanakan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan, dalam pelaksanaannya mencakup tiga Perguruan Tinggi, yaitu UIN Walisongo, Universitas Wahid Hasyim dan Ma’had Aly Maslakhul Huda Pati. Adapun jumlah dari masing-masing Perguruan Tinggi, UIN Walisongo dengan jumlah peserta 10 orang, UNWAHAS 10 orang dan MA Pati 15 orang dengan 11 orang melaksanakan secara offline dan 4 orang lainnya secara virtual.
Dalam sambutan dan sekaligus membuka acara KTPT, Bpk Moh Khasan, M.Ag sebagai pengelola PBSB UIN Walisongo menyampaikan pesan dan harapannya “mahasiswa PBSB harus prestasi akademik maupun non akademik. Dengan adanya kegiatan KTPT ini semoga menjadi kegiatan yang bisa menginspirasi semua anggota CSSMoRA“.
“Mahasiswa PBSB berbeda dengan mahasiswa yang lain. Dengan fasilitas-fasilitas yang didapatkan tentunya harus membawakan hasil yang bagus. Kaderisasi ini berjenjang, bukan hanya sampai disini saja, masih ada kaderisasi lanjutan juga. Jadi teman-teman semua harus tetap semangat dan buktikan dengan prestasi-prestasi kalian“, ujar Bpk Ubbadul Adzkiya, S.EI.,MA selaku pengelola PBSB UNWAHAS.
Dalam pembahasan materinya, KTPT tersebut mencakup 5 materi wajib, yaitu Keorganisasian, Ke CSSMoRA-an, Kepesantrenan, Kebangsaan dan Materi Persidangan. Melalui materi-materi tersebut, diharapkan para peserta KTPT bisa benar-benar menyerap ilmu dan menerapkannya dikehidupan sehari-hari, terlebih juga untuk CSSMoRA sebagai organisasi dengan jargonnya loyalitas tanpa batas.
Pada Penutupan Kegiatan para peserta KTPT UIN Walisongo dikukuhkan oleh Hamjan A Ranselengo (Ketua CSSMoRA UIN Walisongo), Universitas Wahid Hasyim dikukuhkan oleh Firginita Wirna (Anggota PSDM Nasional), dan MA Maslakul Huda Pati dikukuhkan oleh Wahyudi (Kadep Kominfo Nasional). dengan pengukuhan ini bahwa para peserta resmi menjadi kader CSSMoRA kedepannya.
Zaki Al-Aziz, sebagai salah satu peserta KTPT dari UIN Walisongo mengatakan “Sangat meriah dan menarik, di pertemukan sama teman-teman yang berasal dari PT lain dan berdasarkan berdasarkan dengan pembelajaran yang berbeda-beda, ada yang kampus formal seperti UIN, ada yang kampus kepesantrenan berbentuk Ma’had Aly, kami juga bertemu sama teman yang berbeda PT tapi berdasarkan asal yang sama. Di situ juga kami di didik untuk menjadi pribadi yang tangguh tegas serta tanpa melupakan spiritual pesantrennya”.
“Ada senang dan sedihnya, karena saya merasa betul-betul kekeluargaannya, kekompakannya dan kebersamaannya ada di CSSMoRA. Kami dari rumah yang berbeda dan disini kami disatukan jadi seperti rumah ke dua kami. Semoga KTPT selanjutnya lebih berkesan lagi dan bisa kolaborasi lagi dan juga silaturahminya semoga selalu terjaga dan kompak” celetuk Wahyudi, sebagai salah satu peserta dari CSSMoRA UNWAHAS.
“Saya mewakili dari teman-teman CSSMoRA Ma’had Aly Pesantren Maslakhul Huda Pati, mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada pengurus CSSMoRA UIN Walisongo, yang telah memperkenankan kami untuk ikut serta dalam Acara Kaderisasi tingkat perguruan tinggi ( KTPT ), pesan dari kami semoga dengan adanya event ini bisa mempererat komunikasi kita kedepannya, terutama dalam bidang keorganisasian, dan kesannya kami bisa ber-isitifadah banyak dengan pemateri tentang ke-CSSMoRAan, dan dapat bertemu dengan teman-teman CSSMoRA CSSMoRA UIN Walisongo dan UNWAHAS“, imbuh Ahdad Alwi salah satu peserta dari CSSMoRA Ma’had Aly Maslakhul Huda Pati.
Yogyakarta, 20 Desember 2021 CSSMoRA UIN Walisongo mengadakan acara study banding dengan CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Gajah Mada tepatnya di Pondok pesantren LSQ Ar-Rahma Yogyakarta
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Departemen Hubungan Luar CSSMoRA UIN Walisongo dan diikut sertakan dalam agenda Dies natalis ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo dan menjadi agenda penutup.
Kegiatan ini diharapkan bisa memperkuat keorganisasian dan tak lupa juga sebagai media yang mempertemukan ketiga CSSMoRa itu dengan tujuan agar hubungan mereka tetap terjalin dengan erat, serta rihlah/refreshing untuk anggota altif CSSMoRA UIN Walisongo.
Kegiatan itu diawali dengan pembukaan oleh MC, Ani Uswatun Hasanah (CSS UIN WS 2019). Dan diikuti beberapa sambutan dari ketua umum CSSMoRA UIN WS dan UIN SUKA, Hamjan A Ranselengo dan Hamada Hafidzu. Kemudian terakhir ditutup dengan sambutan pengelola PBSB UIN WS, yang diwakili oleh sekretaris jurusan Ilmu Falak, Bapak Ahmad Munif, M, Si
“Saya mendapat banyak referensi proker buat kedepannya dari acara ini sekaligus menambah relasi, menurut saya acara seperti sangat penting diadakan dan harapannya semoga bisa terulang tiap tahun agar anggotanya tetap solid,” Ungkap Miftahul Kirom CSS UGM 2021.
Dalam sambutannya, ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo, Hamjan A Ranselengo mengatakan
“Study banding ini sangat penting karena kita bisa menyambung silaturahmi untuk memper erat kekeluargaan antar CSSMoRA salain itu kita bisa berbagi ide dan pengalaman dengan pt lain terkait kecssmoraan dan sebagai bahan evaluasi bagi kita depannya dalam menjalankan roda kepengurusan CSSMoRA UIN Walisongo,” Kata pria 20 tahun tersebut.
Setelah pemaparan program kerja dengan tiga perguruan tinggi, perjalanan selanjutnya menuju pantai Goa Cemara.
Pantai Goa Cemara – disini panitia study banding melaksanakan lomba-lomba sebagai hiburan guna mempererat persaudaraan antar angkatan yang dibagi dalam beberapa kelompok. perlombaan ini terbagi menjadi dua lomba, pertama lomba voli air dan kedua estafet air. sebelum memasuki perlombaan diwajibkan untuk setiap kelompok menyiapkan jargon/yel-yel kelompok.
Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan sesi foto dan makan bersama.
Semarang – Perwakilan anggota CSSMoRA UIN Walisongo ikut menyambut kedatangan tamu terhormat di Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Bapak Dr. KH. M. Amin Haedari, M.Pd. yang merupakan mantan Direktur PD Pontren Kemenag RI dan sekaligus salah seorang pencetus PBSB di UIN Walisongo Semarang pada hari ini, Minggu (12/12/2021).
Kedatangan beliau disambut dengan hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag. beserta istri di kediaman beliau.
Kunjungan beliau ke Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah berawal dari amanah pengasuh pondok kepada sebagian mahasantri PBSB Ilmu Falak agar menemui beliau di hotel karena beliau sedang berkegiatan di Semarang. Ketika bertemu dengan para santri. Akhirnya beliau memutuskan untuk langsung berangkat ke Pesantren Life Skill Daarun Najaah yang semalam sudah direncanakannya sekaligus melepas rindu dengan pengasuh yang merupakan teman lama beliau di kemenag RI.
Di hadapan para santri Life Skill Daarun Najaah, Beliau bercerita mengenai sejarah singkat prodi Ilmu Falak di UIN Walisongo Semarang yang dulunya hanya sebagai mata kuliah 4 SKS saja.
“Menurut saya, Ilmu Falak itu sangatlah perlu dikembangkan, kita melihat semakin hari orang-orang berilmu berkurang karena diangkat ilmunya dengan diwafatkan oleh Allah SWT“.
Beliau juga bercerita terkait awal mulanya PBSB Falak di UIN Walisongo Semarang, kala itu di Pondok pesantren milik KH. Masrusi akan mengadakan sebuah pelatihan falak dengan narasumber salah seorang ahli falak muda kala itu yang sekarang kita kenal, Dr. KH Ahmad Izzuddin, M, ag.
“Waktu itu kita kesulitan mencari siapa narasumber untuk pelatihan falak, tetapi ketika saya ingat waktu itu ada seseorang yang pernah mengukur arah kiblat di LFPBNU yang secara langsung ditashih (dibenarkan) oleh ahli falak Senior, bapak kyai Slamet Hambali. Maka dari itu kita memanggil Pak Izzuddin sebagai narasumber di pelatihan itu“, kata beliau dihadapan para santri Life Skill Daarun Najaah.
Dari pelatihan itu, diakhir tahun 2006, ada usulan kepada Prof. Dr. Qodri Azizi (Dirjen Bimas Islam) untuk diadakan beasiswa jurusan Ilmu Falak, kemudian Dr. KH. Amin Haidati diperintahkan untuk mengadakan beasiswa santri berprestasi (PBSB), kemudian di awal tahun 2007 awal mula lahirnya PBSB Di UIN Walisongo Semarang.
Setelah bertemu dan memberikan motivasi kepada para santri, akhirnya beliau bersama dengan keluarga pengasuh berangkat meninggalkan pondok dan menuju ke kampus 3 UIN Walisongo semarang.
Temu alumni merupakan acara rutinan tiap tahun yang diadakan oleh CSSMoRA. Acara tersebut merupakan salah satu acara dalam rangkaian dies natalis ke 14 CSSMoRA UIN Walisongo. Temu alumni diadakan pada tanggal 3 Desember 2021 dan dimulai tepat pukul 19.30 WIB, dengan tema “One Moment with Thousand Memories CSSMoRA UIN Walisongo”. Tema tersebut diambil dengan harapan, adanya acara temu alumni bisa mengenang kembali memori-memori kenangan yang dulu bersama para alumni CSSMoRA.
Didalam rangkaian acara temu alumni juga mengadakan tahlilan dan doa bersama untuk kakak-kakak alumni CSSMoRA yang sudah pergi mendahului kita. Sebagai bentuk bukti kepedulian dan menjaga ukhuwah keluarga besar CSSMoRA UIN Walisongo.
Selain itu, dalam menjaga keharmonisan dan kekeluargaan, bapak Eman yang merupakan pengelola pertama PBSB juga ikut hadir dalam acara temu alumni. Sehingga acara tersebut membawa nuansa kembali pada memori dahulu. Ditambah dengan share to care yang dipimpin oleh Kak Raji CSSMoRA angkatan 2010. Temu alumni semakin terkesan ketika para kakak-kakak alumni satu persatu mewakili per angakatan menceritakan masa-masa selama masih menjadi anggota aktif CSSMoRA dan juga masa pengabdiannya.
“Bersyukur karena adanya temu alumni dan ini bisa jadi tolak ukur sejauh apa perkembangan ilmu Falak maupun pondok pesantren dan sharing terkait hal pengabdian sata mengabdi 2018 dan langsung lanjut s2. Dimasa pengabdian kita betul-betul terjun dan meluangkan waktu. Setiap alumni yang mau mengabdi bisa diberikan beberapa tugas dan nanti baru seiring waktu baru dikasih kepercayaan khusus“. Ujar Riza Afrian Mustaqim.
Chusainul Adib dalam share to care menyampaikan pesannya untuk teman-teman CSSMoRA “dimanapun tempat kita berkiprah Insyaallah prinsipnya memberikan manfaat kepada orang lain“.
Acara tersebut ditutup dengan foto bersama untuk kenang-kenangan dalam acara temu alumni.
Semarang-Salah satu rangkaian Dies Natalis ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Donor Darah yang dilaksanakan pada tanggal 27 November 2021 bertempat di YPMI (Yayasan Pembina Mahasiswa Islam) Pondok Al-Firdaus di Bukit silayur permai, desa duwet rt/rw 02/04 ngaliyan, Semarang.
Acara ini dibuka untuk umum, yang mana pesertanya tidak hanya dari anggota CSSMoRA UIN Walisongo, akan tetapi juga banyak dari kalangan santri dan mahasiswa YPMI Al-Firdaus dan masyarakat umum sekitar pondok yang ikut berkontribusi.
Bekerjasama sama PMI Kota Semarang dan KRS UIN Walisongo, donor darah kali ini diikuti lebih dari 40 orang calon pendonor, akan tetapi yang lolos tes pengecekan dan bisa ikut berdonor 21 orang. Penyebab karna tidak sesuai syarat yang di tetapkan seperti Homoglobin (HB) yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah.
Andina Ulfah Suswanto mahasiswi UIN Walisongo Semarang prodi Manajemen Dakwah salah satu peserta donor darah mengatakan bahwa dia mengikuti donor darah dengan harapan bisa bermanfaat juga bisa membantu sesama, karna setetes darah kita sangat berarti bagi orang lain, Andina juga menambahkan bahwa kemarin itu merupakan pertama kalinya dia mengikuti donor darah, Setelahnya dia merasa lebih enteng,walaupun kemarin sempat merasakan sedikit pusing dan lemas akan tetapi donor darah itu banyak manfaat nya.
Hamjan A Ranselengo selaku ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo yang juga merupakan salah satu partisipan yang ikut donor darah memberikan tanggapan yang dia rasakan setelah donor Alhamdulillah baik baik saja, akan tetapi awalnya merasa sedikit tegang karena baru pertama kalinya. Alasan dia mengikuti donor untuk membantu sesama selain itu juga bermanfaat untuk kesehatan sendiri. Dia selaku ketua CSSMoRA mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh teman-teman dan masyarakat yang sudah antusias mengsukseskan acara donor darah ini. karena ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kita terhadap sesama serta semoga menjadi ladang amal bagi kita semua. dan semoga membawa manfaat terhadap diri kita sendiri aamiin yaa robbalalamiin.
Semarang, Dalam rangkaian Dies Natalis ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Talk Show yang dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2021 menjadi puncak dari rangkaian Dies Natalis secara online melalu zoom cloud meeting.
Dalam acara ini panitia mengusung tema Falak, yaitu “Implementasi Kriteria Jakarta 2017”, dan mengundang beberapa narasumber luar biasa diantaranya yakni KH. Ahmad Izzuddin selaku ketua asosiasi dosen Falak Indonesia (Asfi) yang pada kesempatan kali ini menyampaikan materi dalam perspektif fikih, kemudian pak KH. Slamet Hambali selaku wakil ketua LFPBNU yang menyampaikan materi dalam perspektif Nahdhatul ulama, selanjutnya ada pak Thomas selaku kepala lapan pada tahun 2014 -2021 yang membawakan materi menurut perspektif Astronomi, juga pak H. Ismail Fahmi selaku Kasubdit Hisab Rukyat yang membawakan materi menurut perspektif Kementrian Agama, dan yang terakhir H. Syarief Ahmad Hakim selaku wakil ketua dewan hisab rukyat PP Persih yang membawakan materi menurut perspektif Persih. Dan acara talk show ini di pandu oleh moderator yang juga merupakan alumni CSSMoRA UIN Walisongo Semarang tahun 2008 sekaligus dosen UIN Walisongo yakni bapak Nur Hidayatullah.
Acara talk Show Nasional yang di gelar sebagai puncak Dies Natalis ke-14 ini di buka untuk umum, yang mana pesertanya tidak hanya dari anggota CSSMoRA UIN Walisongo, akan tetapi juga banyak dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum juga dosen di luar UIN Walisongo.
Dalam acara Talk Show Nasional ini juga mengundang Bapak Waryono Abdul Ghofur selaku Direktur PD PONTREN sebagai Keynot Speaker, namun karena beliau berhalangan hadir sehingga hanya bisa ikut bergabung sebentar dan mewakilkan Keynot Speaker beliau ke bapak basnang said selaku Kasubdit… dimana dalam kesempatan kali ini menyampaikan selamat atas terselenggaranya acara Dies Natalis yang ke-14. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pengelola. dan titipan dari bapak dirjen bahwa “Mahasantri pbsb ini tidak sama dari mahasiswa lainya karena memili gelar berprestasi sehingga gelar inilah yang harus dipertahankan, oleh karenanya prestasi baik akademik maupun non akademik harus di tunjukkan kualitasnya”. Sehingga beliau berharap bahwa kampus kampus ini di warnai oleh Mahasantri pbsb yang bisa menduduki kursi Dema dll, tidak hanya besar di dalam tempurung. Beliau juga berharap bahwa 4 tahun ini digunakan dengan baik, dengan melatih skill terutama dalam kepemimpinan, bahwa IPK itu merupakan salah satu indikator keberhasilan tapi sesungguhnya indikator yang mengantarkan menjadi orang sukses adalah keberadaan, pengalaman dan juga berorganisasi, karena pengalaman pengalaman itu yang didapatkan dikampus. Beliau juga berharap bahwa Mahasantri harus menguatkan bahasa asing karena kemungkinan pada 2022 LPDP akan di kelola oleh kementerian agama. Dalam aturan yang belum tertulis tapi ada komitmen ingin melanjutkan ke jenjang S2 dan S3 maka bisa menunjukkan ke kementerian agama dan pengabdiannya bisa dimanapun asalkan tetap menjalin silaturahmi dengan pondok asal. Beliau juga menggagas beasiswa S1 bisa melanjutkan S2 dengan harapan dapat mengabdikan diri dan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, memanfaatkan waktu dengan baik. Terakhir beliau memberikan pesan untuk bijak dalam ber medsos, kuatkan literasi, sayangi masa depanmu jangan seenaknya memposting hal hal yang bisa merusak masa depan. Kecerdasan tidak penting dalam sebuah bangsa, dalam konteks bahwa negara membutuhkan orang yang cerdas tetapi pada sisi yang lain lebih membutuhkan orang yang loyal terhadap bangsa, lebih baik bila tidak ada pilih memilih orang yang biasa saja tetapi loyal yang kemudian bisa di didik menjadi pintar. Kecerdasan memang terdepan tapi tetap harus ada komitmen dan mencintai tanah air. Beliau juga sering menyampaikan kepada ketua CSSMoRA untuk mempertimbangkan kembali kata CSSMoRA tidak apa apa lagu dan lain lainnya tetap, tetapi dalam praktek admistrasi surat menyurat menggunakan aturan presiden dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar termasuk organisasi, apalagi kita bagian kementerian agama bagian dari negara. Beliau berharap sebelum pergantian pengurus CSSMoRA Nasional sudah tercetuskan nama agar bisa segera diwujudkan. Pesan terkhusus untuk angkatan 2018 agar segera menyelesaikan pendidikan nya karena negara tidak akan menanggung bila tidak lulus tetap waktu, karena negara tidak mau menanggung bila tidak selesai pada semester 8. Sebagai penutup sambutannya mengucapkan selamat harlah CSSMoRA, dari CSSMoRA lahir pemimpin yang bangsa hebat yang diantara dari jurusan Ilmu Falak. Ilmu Falak adalah ilmu sepanjang masa, maka perinovasilah agar Ilmu Falak cakupannya lebih luas.
Tak lupa bapak Moh Hasan selaku pengelola pbsb UIN Walisongo Semarang Dalam sambutannya beliau mengatakan Bahwa banyak doa, harapan serta ucapan dari para guru, kiyai serta pembina dan yang lainnya silahkan hal ini diresapi dicatat dengan baik dan di implementasikan, beliau juga mengapresiasi panitia juga pengurus yang telah berjibaku sehingga acara ini terlaksa dengan baik meskipun ada sedikit kendala, beliau juga mengungkapkan Terima kasih banyak kepada kementerian agama yang sampai saat ini masih memberikan dukungan yang luar biasa, dan semoga bisa menjadi berkah untuk teman teman yang belajar di UIN Walisongo melalui jalur PBSB, beliau juga mengatakan sebagai mukhasabah kita harus bisa melakukan peningkatan kwalitas diri melalu prestasi, organisasi dan kegiatan akademik ilmiyah. Selain itu salah satu inisiasi untuk meningkat kwalitas diri beliau telah mengusulkan Beasiswa lanjut dari S1 ke S2 dan S3, semoga dari kementerian agama bisa merealisasikan ini. Beliau juga menunggu teman teman CSSMoRA UIN Walisongo mengelakkan sayapnya lebih luas dan tinggi sebagaimana tema dari acara Dies Natalis
Hamjan selaku ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo Dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan adanya acara Talk Show ini di harapkan bisa membuka wawasan teman-teman dan bisa menjawab bagaimana jika kriteria rekomendasi Jakarta ini di terapkan. Dan dengan diadakannya Talk Show Nasional ini sebagai puncak Dies Natalis CSSMoRA yang ke-14 yang menandakan bahwa sekarang CSSMoRA sudah berumur 14 tahun sejak berdirinya pada tahun 2007.
Menurut Fadhil, selaku ketua panitia dari Talk Show Nasional, acara ini sangat bagus, karena hal ini menunjukkan jati diri kita selaku CSSMoRA UIN Walisongo jurusan ilmu Falak yang menjadi ciri khas kita. Harapan kedepannya anggota CSSMoRA semakin dewasa dan matang, dan ke CSSMoRA nya tidak hanya di pegang, juga bisa mengimplementasikan loyalitas tanpa batas
Acara Talk Show Nasional ini dimulai dari jam 08.30 – 12.00 dengan akhir acara di umumkan nya pemenang lomba cerpen yang di menangkan oleh
☆ Juara 1
“Hidangan Terbaik untuk Presiden”
(Oleh: Iqbal Hasyim)
☆ Juara 2
“Mengidam”
Karya : Cinta Maulida Azbi
☆ Juara 3
“Mantini”
Karya: Eko Setyawan
☆ Juara Favorit
“Sebelum Hujan Reda”
Karya: Matahari
Semarang 9/12/2021-Telah diaksankan kegiatan pengukuran arah kiblat, yang diselenggarakan oleh Puskala Falak bekerjasama dengan CSSMoRA UIN Walisongo Semarang. Kegiatan yang dilaksankan pada bangunan-bangunan baru tersebut bertujuan untuk mengetahui posisi arah kiblat yang tepat dan akurat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 9 Desember 2021 pada pukul 09.00 WIB yang dibuka langsung oleh Kepala Jurusan Ilmu Falak yaitu Bapak Moh. Khasan. Beliau mengatakan kegiatan pengukuran arah kibat tersebut didampingi oleh beberapa dosen Ilmu Falak guna untuk mengarahkan mahasiswa dalam mengukur dan menentukan arah kiblat yang tepat.
Pelaksanaan pengukuran arah kiblat difokuskan pada delapan gedung baru, salah satunya di gedung ISH (Ilmu Sosial dan Humaniora). Pengukuran pada gedung ini dilakukan oleh kelompok lima yang beanggotakan, Nuril Fathoni Hamas, Hamjan A. Ranselengo, Abdul Wahid, Husain As-Sajad, Ridhayana dan Septriani Anggari Kasih dengan dosen pendamping Bapak M. Ihtirozun Ni’am. Gedung yang memiliki tiga lantai ini, memiliki satu mushala di setiap lantainya.
Pengukuran ini menggunakan alat falak multifungsi yakni al-Muroba’ karya M. Ihtirozun Ni’am selaku dosen Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang. Uniknya, pengukuran menggunakan alat Al-Murobba’ ini berbeda dengan alat lain, biasanya pada alat lain satuan yang digunakan satuan derajat namun alat ini menggunakan satuan centi karena bentuknya yang berupa persegi.
Pada gedung ini nilai Lintang Tempat sebesar -06°59’00.97” dan nilai Bujur Tempat 110°23’30.38” yang dihitung menggunakan program Excel karya Nuril Fathoni Hamas kemudian dihasilkan data Azimuth Kibat = 294°30’24” (posisi angka arah kiblat 4.56 cm titik Barat) dan Azimuth matahari = 132°57’56” (posisi angka bayangan 9.31 cm titik Barat).
Teknis pengukuran arah kiblat dimulai dari lantai satu menggunakan bantuan sinar Matahari, dengan memposisikan angka bayangan Matahari pada alat al-Muroba’ kemudian ditarik benang sesuai angka arah kiblat. Perhitungan yang dilakukan disetiap lantai menghasikan hasil yang berbeda, dengan hasil pada lantai satu memiliki kemiringan dengan garis lantai sebesar 3°26’23.53” lantai 2 sebesar 9°36’3.39” dan lantai 3 sebesar 11°26’42.23”. Menurut Pak Ihtirozun Ni’am perbedaan tersebut disebabkan oleh posisi lantai yang tidak sepenuhnya sejajar.
“kalau kita lihat hasilnya dari pengukuran setiap lantainya menghasilkan kemelencengan dengan garis lantai yang berbeda-beda. Perbedaan hasil tersebut kemungkinan disebabkan oleh posisi lantai yang kurang presisi. Jadi perlu diukur disetiap lantainya untuk mendapatkan hasil yang tepat dan akurat”, ujar Pak Ni’am.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Puskala Falak berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan seluruh peserta yang riang gembira.
Pusat Kajian Lapangan Falak Universitas Islam Negeri Walisongo (Puskala Falak) melaksanakan pengukuran arah kiblat di beberapa gedung yang baru selesai dibangun. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh Universitas Islam Negeri Walisongo.
“Kami melaksanakan pengukuran arah kiblat di gedung baru UIN Walisongo ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat secara umum, dan kampus secara khusus.” Ujar Zulfian Wanandi selaku ketua kelompok empat yang melakukan pengukuran.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis (12/9), pukul 09.00-12.00 WIB. Puskala Falak UIN Walisongo bekerjasama dengan Community of Santri Scholar of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Walisongo Semarang dalam melakukan pengukuran arah kiblat mushola yang terdapat di gedung-gedung tersebut.
Pengukuran dilakukan pada delapan belas ruang musholla di delapan gedung yang baru dibangun, yaitu: Gedung Perpustaakaan dan PTIPD, Planetarium, Gedung Fakultas Syari’ah dan Hukum, Gedung Rektorat, Gedung Fakutas Sains dan Teknologi, Gedung Laboratorium Terpadu, Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora.
Ada 54 orang yang melakukan pengukuran yang terbagi ke dalam 8 kelompok yang rata-rata terdiri dari 6 mahasiswa dan 1 dosen ilmu falak. Kiblat tiga Mushola di gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan diukur oleh kelompok empat yang terdiri dari 1 dosen falak, Dr. Ahmad Adib Rofiuddin, M.Si. sebagai Dosen Pendamping Lapangan dan 6 mahasiswa: Zulfian Wanandi sebagai ketua, Andi Evan Nisastra, Rustika Bakti, Imroatur Rosyidah, Siti Qurrotul A’yun, dan Abdul Azzam sebagai anggota.
Semarang-Dalam rangka memeriahkan Dies Natalies ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo Semarang , Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs UIN Walisongo (CSSMoRA UIN Walisongo ) mengadakan beberapa rangkaian kegiatan yang salah satunya adalah Lomba Cerpen untuk Umum yang dibuka pada hari Senin (22/11/2021).
Acara Ini diadakan secara Online, berlangsung selama sembilan belas hari mulai dari pembukaan pendaftaran pada tanggal 22 November, pengumpulan karya pada tanggal 22 November- 7 Desember, masa penjurian pada tanggal 8-10 Desember, dan pengumuman kejuaraan yang akan di umumkan dalam acara puncak Dies Natalis CSSMoRA UIN Walisongo ke-14 pada tanggal 11 Desember 2021 dan di upload lewat media sosial instagram CSSMoRA UIN Walisongo (@cssmorauinws).
Perlombaan Cerpen merupakan agenda pertama dari lima agenda yang akan dilaksanakan CSSMoRA UIN Walisongo dalam menyambut diesnatalis. Perlombaan cerpen diharapkan bisa menjadi wadah bagi para penulis-penulis untuk menyalurkan tulisannya, jika diharapkan bisa memperkenalkan CSSMoRA UIN Walisongo ke mata masyarakat yang sama sekali masih asing ditelinga mereka.
Afifah Mulya Alamasyah Anggota aktif selaku penanggung jawab lomba cerpen kali ini menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memeriahkan dan mewarnai Acara dies natalies ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo “Kami berharap dari acara ini, Dies natalis CSSMoRA UIN Walisongo bisa lebih meriah dengan mengajak orang-orang untuk ikut berpartisipasi dalam lomba ini lewat tulisan-tulisan mereka. Selain itu, kita juga berharap dengan adanya lomba cerpen ini, para penulis bisa terus mengasah dan mengekspresikan kemampuan menulisnya sehingga tidak menutup kemungkinan untuk melahirkan penulis-penulis baru yang kompeten,” kata mahasiswa PBSB 2019 asal Aceh tersebut.