MAHASISWA KKN UIN WALISONGO SEMARANG AJARKAN ANAK TPQ MEMBACA KITAB ALA PESANTREN

Mahasiswa KKN MITDR (Mandiri Inisiatif Terprogram Dari Rumah)  ke-13 kelompok 28 di kelurahan Wonolopo kecamatan Mijen Kota Semarang telah mempersiapkan berbagai program kegiatan selama 45 hari kedepan. Salah satunya adalah pendampingan belajar TPQ di dusun Krajan Kidul RT 03 RW 06 Kelurahan Wonolopo.

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) merupakan salah satu upaya dalam membekali ilmu-ilmu agama pada anak-anak yang mekanisme pembelajarannya dengan pengenalan dan penanaman dasar agama sebagai upaya membangun jiwa yang insani.

Kegiatan mengajar yang dilakukan oleh kelompok 28 KKN MITDR ini di roling dengan tujuan semua anggota kelompok dapat kebagian andil dalam pengajaran. Jadwal ngaji di TPQ Al-Hidayah ini pada hari Senin sampai Jum’at setiap ba’da sholat maghrib dengan jumlah 15 anak dengan 2 pengajar.

Selama 45 hari kedepan peran guru dalam kegiatan belajar mengajar di TPQ ini diwakilkan pada kelompok KKN 28 di dusun Krajan Kidul. Berbagai materi yang diajarkan diantaranya baca tulis Al-Qur’an, baca tulis kitab, bahasa Arab, do’a-do’a, dan akhlaq.

Pada setaip hari Rabu yang mana jadwal ngaji nya adalah ngaji kitab, kitab yang dikaji adalah kitab fiqih Safinah an-Najah. Metode pembelajarannya dimulai dengan menulis setiap fashal (bab) kemudian dibaca bersama-sama, di terangkan lalu tanya jawab.

Antusias anak-anak TPQ perlu diacungi jempol sebab terlihat dari respon mereka dalam belajar yang sangat semangat dalam setiap pembahasan. Terlebih setelah mengetahui sedikit apa itu mubtada’, dan khabar mereka mencoba-coba sebuah kalimat sehingga terjadi semacam permainan untuk memberi pertanyaan pada sebuah kalimat seperti mana yang dinamakan mubtada’ dan mana yang khobar, dan setelah beberapa pancingan akan pertanyaan mereka sediki-sedikit sudah mulai faham sehingga memudhkan dalam membaca dan menulis makna gandul atau pegon.

Pada pembahasan bab tanda-tanda baligh kemarin, pertanyaan yang mereka ajukan sangat asyik dan menggelitik setelah disinggung mengenai mimpi basah. Memang terdengar sedikit saru, namun dalam pembelajaran setidaknya sebuah istilah yang kurang jelas sebaiknya di gamblangkan supaya para murid dapat memahami materi sepenuhnya dan memahaminya hingga akhirnya pada saat masanya nanti mereka tidak bingung dalam menghadapi fase peralihan dari anak-anak menuju tahap usia remaja, dan juga nantinya pada mereka sudah menjadi orang tua dapat memberikan pengarahan dan pengetahuan mengenai baligh

 

Tujuan pembelajaran ini adalah memberikan sebuah ilmu yang kami dapat selama di pesantren dan pada kesempatan ini kami berkesempatan untuk berbagi, ini merupakan sebuah zakatnya ilmu yaitu dengan berbagi atau mengajarkannya. Mengingat sangat penting memahami isi kitab lebih-lebih Al-Qur’an tidak langsung secara leterleg, dalam memahami sebuah kalimat kita harus tahu susunan kalimat tesebut. Harapan kami semoga para murid TPQ Al-Hidayah dapat mengamalkan apa yang telah didapat selama menimba ilmu agama di TPQ hingga akhirnya jiwa mereka terbentengi dengan nilai-nilai agama dan semoga mereka tidak sampai terpengaruh hal-hal yang jauh dari agama.

 

-Red Faried Muhammad Hidayat (CSSMoRA UIN Walisonogo 2018)

Loading

MENGUKUR ARAH KIBLAT, APA BISA MENJADI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT?

Mesjid Nurul Wardani, sebuah tempat ibadah umat muslim yang berlokasikan di desa Wonolopo kecamatan Mijen, tempat ibadah yang di jadikan tempat Diskusi Falak oleh Mahasiswa KKN MIT DR 13 kelompok 28, pada tanggal 11/02/22. Diskusi yang berlangsung membahas apa itu ilmu Falak, sejarahnya, dan objek-objek kajian ilmu Falak (arah kiblat, awal waktu sholat, awal bulan qomariyah, dan Gerhana).

Diskusi kali ini lebih fokus mengkaji tentang arah kiblat, pentingnya arah kiblat, dan kenapa harus menghadap kakbah sebagai kiblat?. Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwasanya ketika beribada khususnya sholat juga diperintah menghadap kiblat dimana itu kekhusyuaan dalam dan membantu seseorang hamba dekat dengan tuhannya karena telah menaati perintahnya, walau hanya sebatas menghadap kiblat (ka’bah).

Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwasanya “menurut beberapa ulama jika kita berada di Masjidil Haram maka kira diwajibkan menghadap ke Ka’bahnya langsung, dan  jika berada jauh dari Mekkah maka kita diharuskan menghadap kearah Makkah, dan kemelencengan yang di tolelir oleh sebagian ulama ialah 2-3 derajat, melebihi itu maka diusakan diluruskan”. Cakap Dimas (anggota CSSMoRA angkatan 2018) selaku Pemateri Diskusi Falak yang telah terlaksanaka.

Dalam prakteknya kemarin beberapa masjid di Desa Wonolopo memiliki kemelencengan 8-12 derajat dari arah kiblat, dan disini tim KKN MIT DR ke 13 kelompok 28 melakukan cek akurasi kepada masjid-mesjid sekitar setelah diskusi dilaksanakan, agar sholat yang dilakssanakan dimesjid bisa sesuai dengan anjuran agama.

Hingga akhirnya diskusi berjalan dengan lancar dan diikuti oleh kelompok 28, warga, dan salah satu pengurus masjid yang sekalian menjadi saksi pengukuran arah kiblat, dimana beliau juga dosen di salah satu fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang.

-Red Wahyudi (CSSMoRA UIN Walisongo 2018)

Loading

PENGEMBANGAN SKILL CSSMORA KE 4 DENGAN MATERI GRAMMAR

Pengembangan Skill CSSMoRA (PSC#4) kali ini memasuki pertemuan ke 4 dengan tema yang diangkat “Grammar” dimana seperti kegiatan sebelumnya, kegiatan diselenggarakan secara online melalui google meet, 05/02/2022

Dalam diskusi kali ini, dipimpin oleh kak Ayu Fitri Damayanti yang merupakan alumni CSSMoRA UIN Walisongo angkatan 2017, dimana beliau ketika wisuda S1 di UIN Walisongo mendapatkan predikat skripsi terbaik dan menggunakan bahasa Inggris. Kak Ayu mengawali diskusi nya dengan pengenalan grammar dimulai dari definisi grammar, dasar tata bahasa (etimologi, sintaks, orthographi), komponen grammar (noun, sentence, be, adjective, verb, pronoun, determiner, preposition, adverb).

Ketika diskusi berlangsung, para peserta sangat antusias karena materi grammar ini merupakan hal yang akan diujikan, salah satunya pada tes TOEFL di UIN Walisongo.

Menurut kak Ayu Fitri, untuk bisa grammar, kita harus mengetahui dasar-dasar dari grammar itu sendiri, kemudian bisa dibiasakan dengan menonton film barat tanpa subtitle, hafalan baik v1, v2, maupun v3 dan pembiasaan, karena kita bisa karena terbiasa.

Melalui PSC kali ini diharapkan para anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo bisa saling sharing ilmu dan saling belajar, terutama yang berkaitan dengan bahasa Inggris dimana bahasa Inggris merupakan bahasa internasional.

-Red Departemen Hubungan Dalam

Loading

PENGETAHUAN KEPENULISAN DALAM KEGIATAN NGOBROL PINTAR #17

Semarang, Jumat 30 Januari 2022. CSSMoRA UIN Walisongo Semarang mengadakan rutinan Ngopi (Ngobrol Pintar) ke 17, acara tersebut merupakan salah satu proker dari DHD (Departemen Hubungan Dalam) yang mana pada Ngopi kali ini mengambil tema “Secangkir Wawasan dengan Pengetahuan Kepenulisan”. Tema tersebut diambil, mengingat pentingnya kita sebagai mahasiswa mengetahui teknik-teknik dalam kepenulisan, baik dalam kepenulisan makalah, jurnal, ataupun skripsi dan tesis.

Pemateri kali ini merupakan alumni CSSMoRA angkatan 2012 yaitu Kak Salapudin yang tentunya juga aktif dalam dunia kepenulisan. Saat menyampaikan materi dan pengalamannya, Kak Salaf juga memberikan motivasi kepada adek-adeknya supaya tidak bermalas-malasan dalam hal menulis. Karena banyak sekali presentase manusia di Indonesia terutama, yang tidak suka dengan menulis dan membaca. Oleh karena itu, dalam penyampaian materi dan diskusinya Kak Salapudin sangat-sangat mendorong supaya menjadi mahasiswa yang aktif dalam hal apapun terutama dalam dunia literasi.

Menulis itu bukan hal yang susah, bukan hal yang berat juga, apapun yang ada dipikiran kita bisa kita tulis. Entah curahan hati, pengetahuan, dsb. Semuanya ditulis. Menulis tidak harus yang diterbitkan lalu menjadi buku yang dikenal banyak orang, tidak harus seperti itu. Pertama, menulislah untuk diri kita sendiri, semakin kamu merasa kurang dengan tulisan itu, menulislah untuk orang lain supaya memberikan manfat lewat hasil tulisan kita” ujar Kak Salapudin dalam penyampaian materinya.

Para peserta juga banyak yang merasa tertarik dan merasa senang bisa berdiskusi langsung dengan kak Salapudin. Sehingga para peserta juga merasa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa, terutama dalam penulisan makalah yang sering kali digunakan setiap kuliah.

-Red Departemen Hubungan Dalam

Loading

MENCETAK PENERUS CSSMoRA DI MASA AKAN DATANG DALAM KTPT CSSMORA UINWS, UNWAHAS DAN MA PATI

Kaderisasi Tingkat Perguruan Tinggi disingkat KTPT adalah kaderisasi wajib tingkat pertama yang dilaksanakan secara formal, sistematis, dan terencana pada tingkat Perguruan Tinggi. KTPT dilaksanakan untuk mengenalkan CSSMoRA dan membentuk karakter yang baik bagi mahasantri baru dalam perkuliahan dan menjalankan tugas dalam CSSMoRA di Perguruan Tinggi. Sehubungan dengan hal tersebut, CSSMoRA UIN Walisongo menyelenggarakan kegiatan KTPT pada hari Sabtu-Minggu tanggal 18-19 Desember 2021 yang bertempat di gedung PKB Mangkang. KTPT kali ini mengangkat tema “Cerdas Berintelektual, Berkarakter dan Berintegritas ”.

Pada tahun ini, KTPT dilaksanakan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan, dalam pelaksanaannya mencakup tiga Perguruan Tinggi, yaitu UIN Walisongo, Universitas Wahid Hasyim dan Ma’had Aly Maslakhul Huda Pati. Adapun jumlah dari masing-masing Perguruan Tinggi, UIN Walisongo dengan jumlah peserta 10 orang, UNWAHAS 10 orang dan MA Pati 15 orang dengan 11 orang melaksanakan secara offline dan 4 orang lainnya secara virtual.

Dalam sambutan dan sekaligus membuka acara KTPT, Bpk Moh Khasan, M.Ag sebagai pengelola PBSB UIN Walisongo menyampaikan pesan dan harapannya “mahasiswa PBSB harus prestasi akademik maupun non akademik. Dengan adanya kegiatan KTPT ini semoga menjadi kegiatan yang bisa menginspirasi semua anggota CSSMoRA“.

Mahasiswa PBSB berbeda dengan mahasiswa yang lain. Dengan fasilitas-fasilitas yang didapatkan tentunya harus membawakan hasil yang bagus. Kaderisasi ini berjenjang, bukan hanya sampai disini saja, masih ada kaderisasi lanjutan juga. Jadi teman-teman semua harus tetap semangat dan buktikan dengan prestasi-prestasi kalian“, ujar Bpk Ubbadul Adzkiya, S.EI.,MA selaku pengelola PBSB UNWAHAS.

Dalam pembahasan materinya, KTPT tersebut mencakup 5 materi wajib, yaitu Keorganisasian, Ke CSSMoRA-an, Kepesantrenan, Kebangsaan dan Materi Persidangan. Melalui materi-materi tersebut, diharapkan para peserta KTPT bisa benar-benar menyerap ilmu dan menerapkannya dikehidupan sehari-hari, terlebih juga untuk CSSMoRA sebagai organisasi dengan jargonnya loyalitas tanpa batas.

Pada Penutupan Kegiatan para peserta KTPT UIN Walisongo dikukuhkan oleh Hamjan A Ranselengo (Ketua CSSMoRA UIN Walisongo), Universitas Wahid Hasyim dikukuhkan oleh Firginita Wirna (Anggota PSDM Nasional), dan MA Maslakul Huda Pati dikukuhkan oleh Wahyudi (Kadep Kominfo Nasional). dengan pengukuhan ini bahwa para peserta resmi menjadi kader CSSMoRA kedepannya.

Zaki Al-Aziz, sebagai salah satu peserta KTPT dari UIN Walisongo mengatakan “Sangat meriah dan menarik, di pertemukan sama teman-teman yang berasal dari PT lain dan berdasarkan berdasarkan dengan pembelajaran yang berbeda-beda, ada yang kampus formal seperti UIN, ada yang kampus kepesantrenan berbentuk Ma’had Aly, kami juga bertemu sama teman yang berbeda PT tapi berdasarkan asal yang sama. Di situ juga kami di didik untuk menjadi pribadi yang tangguh tegas serta tanpa melupakan spiritual pesantrennya”.

Ada senang dan sedihnya, karena saya merasa betul-betul kekeluargaannya, kekompakannya dan kebersamaannya ada di CSSMoRA. Kami dari rumah yang berbeda dan disini kami disatukan jadi seperti rumah ke dua kami. Semoga KTPT selanjutnya lebih berkesan lagi dan bisa kolaborasi lagi dan juga silaturahminya semoga selalu terjaga dan kompak” celetuk Wahyudi, sebagai salah satu peserta dari CSSMoRA UNWAHAS.

Saya mewakili dari teman-teman CSSMoRA Ma’had Aly Pesantren Maslakhul Huda Pati, mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada pengurus CSSMoRA UIN Walisongo, yang telah memperkenankan kami untuk ikut serta dalam Acara Kaderisasi tingkat perguruan tinggi ( KTPT ), pesan dari kami semoga dengan adanya event ini bisa mempererat komunikasi kita kedepannya, terutama dalam bidang keorganisasian, dan kesannya kami bisa ber-isitifadah banyak dengan pemateri tentang ke-CSSMoRAan, dan dapat bertemu dengan teman-teman CSSMoRA CSSMoRA UIN Walisongo dan UNWAHAS“, imbuh Ahdad Alwi salah satu peserta dari CSSMoRA Ma’had Aly Maslakhul Huda Pati.

-Red Ani Uswatun

Loading

PERMANTAP INTERNAL SEKALIGUS MENJALIN HUBUNGAN ANTAR 3 CSSMoRA PT DALAM STUDY BANDING

Yogyakarta, 20 Desember 2021 CSSMoRA UIN Walisongo mengadakan acara study banding dengan CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Gajah Mada tepatnya di Pondok pesantren LSQ Ar-Rahma Yogyakarta

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Departemen Hubungan Luar CSSMoRA UIN Walisongo dan diikut sertakan dalam agenda Dies natalis ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo dan menjadi agenda penutup.

Kegiatan ini diharapkan bisa memperkuat keorganisasian dan tak lupa juga sebagai media yang mempertemukan ketiga CSSMoRa itu dengan tujuan agar hubungan mereka tetap terjalin dengan erat, serta rihlah/refreshing untuk anggota altif CSSMoRA UIN Walisongo.

Kegiatan itu diawali dengan pembukaan oleh MC, Ani Uswatun Hasanah (CSS UIN WS 2019). Dan diikuti beberapa sambutan dari ketua umum CSSMoRA UIN WS dan UIN SUKA, Hamjan A Ranselengo dan Hamada Hafidzu. Kemudian terakhir ditutup dengan sambutan pengelola PBSB UIN WS, yang diwakili oleh sekretaris jurusan Ilmu Falak, Bapak Ahmad Munif, M, Si

“Saya mendapat banyak referensi proker buat kedepannya dari acara ini sekaligus menambah relasi, menurut saya acara seperti sangat penting diadakan dan harapannya semoga bisa terulang tiap tahun agar anggotanya tetap solid,” Ungkap Miftahul Kirom CSS UGM 2021.

Dalam sambutannya, ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo, Hamjan A Ranselengo mengatakan

“Study banding ini sangat penting karena kita bisa menyambung silaturahmi untuk memper erat kekeluargaan antar CSSMoRA salain itu kita bisa berbagi ide dan pengalaman dengan pt lain terkait kecssmoraan dan sebagai bahan evaluasi bagi kita depannya dalam menjalankan roda kepengurusan CSSMoRA UIN Walisongo,” Kata pria 20 tahun tersebut.

Setelah pemaparan program kerja dengan tiga perguruan tinggi, perjalanan selanjutnya menuju pantai Goa Cemara.

Pantai Goa Cemara – disini panitia study banding melaksanakan lomba-lomba sebagai hiburan guna mempererat persaudaraan antar angkatan yang dibagi dalam beberapa kelompok. perlombaan ini terbagi menjadi dua lomba, pertama lomba voli air dan kedua estafet air. sebelum memasuki perlombaan diwajibkan untuk setiap kelompok menyiapkan jargon/yel-yel kelompok.

Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan sesi foto dan makan bersama.

-Red Departemen Hubungan Luar

Loading

BERTEPATAN DENGAN HARI LAHIR, CSSMORA UIN WALISONGO BERTEMU DENGAN SEORANG PERINTIS ILMU FALAK

Semarang – Perwakilan anggota CSSMoRA UIN Walisongo ikut menyambut kedatangan tamu terhormat di Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Bapak Dr. KH. M. Amin Haedari, M.Pd. yang merupakan mantan Direktur PD Pontren Kemenag RI dan sekaligus salah seorang pencetus PBSB di UIN Walisongo Semarang pada hari ini, Minggu (12/12/2021).

Kedatangan beliau disambut dengan hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag. beserta istri di kediaman beliau.

Kunjungan beliau ke Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah berawal dari amanah pengasuh pondok kepada sebagian mahasantri PBSB Ilmu Falak agar menemui beliau di hotel karena beliau sedang berkegiatan di Semarang. Ketika bertemu dengan para santri. Akhirnya beliau memutuskan untuk langsung berangkat ke Pesantren Life Skill Daarun Najaah yang semalam sudah direncanakannya sekaligus melepas rindu dengan pengasuh yang merupakan teman lama beliau di kemenag RI.

Di hadapan para santri Life Skill Daarun Najaah, Beliau bercerita mengenai sejarah singkat prodi Ilmu Falak di UIN Walisongo Semarang yang dulunya hanya sebagai mata kuliah 4 SKS saja.

Menurut saya, Ilmu Falak itu sangatlah perlu dikembangkan, kita melihat semakin hari orang-orang berilmu berkurang karena diangkat ilmunya dengan diwafatkan oleh Allah SWT“.

Beliau juga bercerita terkait awal mulanya PBSB Falak di UIN Walisongo Semarang, kala itu di Pondok pesantren milik KH. Masrusi akan mengadakan sebuah pelatihan falak dengan narasumber salah seorang ahli falak muda kala itu yang sekarang kita kenal, Dr. KH Ahmad Izzuddin, M, ag.

Waktu itu kita kesulitan mencari siapa narasumber untuk pelatihan falak, tetapi ketika saya ingat waktu itu ada seseorang yang pernah mengukur arah kiblat di LFPBNU yang secara langsung ditashih (dibenarkan) oleh ahli falak Senior, bapak kyai Slamet Hambali. Maka dari itu kita memanggil Pak Izzuddin sebagai narasumber di pelatihan itu“, kata beliau dihadapan para santri Life Skill Daarun Najaah.

Dari pelatihan itu, diakhir tahun 2006, ada usulan kepada Prof. Dr. Qodri Azizi (Dirjen Bimas Islam) untuk diadakan beasiswa jurusan Ilmu Falak, kemudian Dr. KH. Amin Haidati diperintahkan untuk mengadakan beasiswa santri berprestasi (PBSB), kemudian di awal tahun 2007 awal mula lahirnya PBSB Di UIN Walisongo Semarang.

Setelah bertemu dan memberikan motivasi kepada para santri, akhirnya beliau bersama dengan keluarga pengasuh berangkat meninggalkan pondok dan menuju ke kampus 3 UIN Walisongo semarang.

 

-Red Muh Fadhil

Loading

ONE MOMENT WITH THOUSAND MEMORIES

Temu alumni merupakan acara rutinan tiap tahun yang diadakan oleh CSSMoRA. Acara tersebut merupakan salah satu acara dalam rangkaian dies natalis ke 14 CSSMoRA UIN Walisongo. Temu alumni diadakan pada tanggal 3 Desember 2021 dan dimulai tepat pukul 19.30 WIB, dengan tema “One Moment with Thousand Memories CSSMoRA UIN Walisongo”. Tema tersebut diambil dengan harapan, adanya acara temu alumni bisa mengenang kembali memori-memori kenangan yang dulu bersama para alumni CSSMoRA.

Didalam rangkaian acara temu alumni juga mengadakan tahlilan dan doa bersama untuk kakak-kakak alumni CSSMoRA yang sudah pergi mendahului kita. Sebagai bentuk bukti kepedulian dan menjaga ukhuwah keluarga besar CSSMoRA UIN Walisongo.

Selain itu, dalam menjaga keharmonisan dan kekeluargaan, bapak Eman yang merupakan pengelola pertama PBSB juga ikut hadir dalam acara temu alumni. Sehingga acara tersebut membawa nuansa kembali pada memori dahulu. Ditambah dengan share to care yang dipimpin oleh Kak Raji CSSMoRA angkatan 2010. Temu alumni semakin terkesan ketika para kakak-kakak alumni satu persatu mewakili per angakatan menceritakan masa-masa selama masih menjadi anggota aktif CSSMoRA dan juga masa pengabdiannya.

Bersyukur karena adanya temu alumni dan ini bisa jadi tolak ukur sejauh apa perkembangan ilmu Falak maupun pondok pesantren dan sharing terkait hal pengabdian sata mengabdi 2018 dan langsung lanjut s2. Dimasa pengabdian kita betul-betul terjun dan meluangkan waktu. Setiap alumni yang mau mengabdi bisa diberikan beberapa tugas dan nanti baru seiring waktu baru dikasih kepercayaan khusus“. Ujar Riza Afrian Mustaqim.

Chusainul Adib dalam share to care menyampaikan pesannya untuk teman-teman CSSMoRA “dimanapun tempat kita berkiprah Insyaallah prinsipnya memberikan manfaat kepada orang lain“.

Acara tersebut ditutup dengan foto bersama untuk kenang-kenangan dalam acara temu alumni.

 

-Red Panitia DN14

Loading

MEMERIAHKAN DIES NATALIS KE 14 CSSMORA UIN WALISONGO GELAR AKSI PEDULI

Semarang-Salah satu rangkaian Dies Natalis ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Donor Darah yang dilaksanakan pada tanggal 27 November 2021 bertempat di YPMI (Yayasan Pembina Mahasiswa Islam) Pondok Al-Firdaus di Bukit silayur permai, desa duwet rt/rw 02/04 ngaliyan, Semarang.

Acara ini dibuka untuk umum, yang mana pesertanya tidak hanya dari anggota CSSMoRA UIN Walisongo, akan tetapi juga banyak dari kalangan santri dan mahasiswa YPMI Al-Firdaus dan masyarakat umum sekitar pondok yang ikut berkontribusi.

Bekerjasama sama PMI Kota Semarang dan KRS UIN Walisongo, donor darah kali ini diikuti lebih dari 40 orang calon pendonor, akan tetapi yang lolos tes pengecekan dan bisa ikut berdonor 21 orang. Penyebab karna tidak sesuai syarat yang di tetapkan seperti Homoglobin (HB) yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah.

Andina Ulfah Suswanto mahasiswi UIN Walisongo Semarang prodi Manajemen Dakwah salah satu peserta donor darah mengatakan bahwa dia mengikuti donor darah dengan harapan bisa bermanfaat juga bisa membantu sesama, karna setetes darah kita sangat berarti bagi orang lain, Andina juga menambahkan bahwa kemarin itu merupakan pertama kalinya dia mengikuti donor darah, Setelahnya dia merasa lebih enteng,walaupun kemarin sempat merasakan sedikit pusing dan lemas akan tetapi donor darah itu banyak manfaat nya.

Hamjan A Ranselengo selaku ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo yang juga merupakan salah satu partisipan yang ikut donor darah memberikan tanggapan yang dia rasakan setelah donor Alhamdulillah baik baik saja, akan tetapi awalnya merasa sedikit tegang karena baru pertama kalinya. Alasan dia mengikuti donor untuk membantu sesama selain itu juga bermanfaat untuk kesehatan sendiri. Dia selaku ketua CSSMoRA mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh teman-teman dan masyarakat yang sudah antusias mengsukseskan acara donor darah ini. karena ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kita terhadap sesama serta semoga menjadi ladang amal bagi kita semua. dan semoga membawa manfaat terhadap diri kita sendiri aamiin yaa robbalalamiin.

 

-Red Panitia DN14

Loading

WEBINAR FALAK NASIONAL DALAM RANGKA DIES NATALIS CSSMORA UIN WALISONGO KE 14

Semarang, Dalam rangkaian Dies Natalis ke-14 CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Talk Show yang dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2021 menjadi puncak dari rangkaian Dies Natalis secara online melalu zoom cloud meeting.

Dalam acara ini panitia mengusung tema Falak, yaitu “Implementasi Kriteria Jakarta 2017”, dan mengundang beberapa narasumber luar biasa diantaranya yakni KH. Ahmad Izzuddin selaku ketua asosiasi dosen Falak Indonesia (Asfi) yang pada kesempatan kali ini menyampaikan materi dalam perspektif fikih, kemudian pak KH. Slamet Hambali selaku wakil ketua LFPBNU yang menyampaikan materi dalam perspektif Nahdhatul ulama, selanjutnya ada pak Thomas selaku kepala lapan pada tahun 2014 -2021 yang membawakan materi menurut perspektif Astronomi, juga pak H. Ismail Fahmi selaku Kasubdit Hisab Rukyat yang membawakan materi menurut perspektif Kementrian Agama, dan yang terakhir H. Syarief Ahmad Hakim selaku wakil ketua dewan hisab rukyat PP Persih yang membawakan materi menurut perspektif Persih. Dan acara talk show ini di pandu oleh moderator yang juga merupakan alumni CSSMoRA UIN Walisongo Semarang tahun 2008 sekaligus dosen UIN Walisongo yakni bapak Nur Hidayatullah.

Acara talk Show Nasional yang di gelar sebagai puncak Dies Natalis ke-14 ini di buka untuk umum, yang mana pesertanya tidak hanya dari anggota CSSMoRA UIN Walisongo, akan tetapi juga banyak dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum juga dosen di luar UIN Walisongo.

Dalam acara Talk Show Nasional ini juga mengundang Bapak Waryono Abdul Ghofur selaku Direktur PD PONTREN sebagai Keynot Speaker, namun karena beliau berhalangan hadir sehingga hanya bisa ikut bergabung sebentar dan mewakilkan Keynot Speaker beliau ke bapak basnang said selaku Kasubdit… dimana dalam kesempatan kali ini menyampaikan selamat atas terselenggaranya acara Dies Natalis yang ke-14. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pengelola. dan titipan dari bapak dirjen bahwa “Mahasantri pbsb ini tidak sama dari mahasiswa lainya karena memili gelar berprestasi sehingga gelar inilah yang harus dipertahankan, oleh karenanya prestasi baik akademik maupun non akademik harus di tunjukkan kualitasnya”. Sehingga beliau berharap bahwa kampus kampus ini di warnai oleh Mahasantri pbsb yang bisa menduduki kursi Dema dll, tidak hanya besar di dalam tempurung. Beliau juga berharap bahwa 4 tahun ini digunakan dengan baik, dengan melatih skill terutama dalam kepemimpinan, bahwa IPK itu merupakan salah satu indikator keberhasilan tapi sesungguhnya indikator yang mengantarkan menjadi orang sukses adalah keberadaan, pengalaman dan juga berorganisasi, karena pengalaman pengalaman itu yang didapatkan dikampus. Beliau juga berharap bahwa Mahasantri harus menguatkan bahasa asing karena kemungkinan pada 2022 LPDP akan di kelola oleh kementerian agama. Dalam aturan yang belum tertulis tapi ada komitmen ingin melanjutkan ke jenjang S2 dan S3 maka bisa menunjukkan ke kementerian agama dan pengabdiannya bisa dimanapun asalkan tetap menjalin silaturahmi dengan pondok asal. Beliau juga menggagas beasiswa S1 bisa melanjutkan S2 dengan harapan dapat mengabdikan diri dan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, memanfaatkan waktu dengan baik. Terakhir beliau memberikan pesan untuk bijak dalam ber medsos, kuatkan literasi, sayangi masa depanmu jangan seenaknya memposting hal hal yang bisa merusak masa depan. Kecerdasan tidak penting dalam sebuah bangsa, dalam konteks bahwa negara membutuhkan orang yang cerdas tetapi pada sisi yang lain lebih membutuhkan orang yang loyal terhadap bangsa, lebih baik bila tidak ada pilih memilih orang yang biasa saja tetapi loyal yang kemudian bisa di didik menjadi pintar. Kecerdasan memang terdepan tapi tetap harus ada komitmen dan mencintai tanah air. Beliau juga sering menyampaikan kepada ketua CSSMoRA untuk mempertimbangkan kembali kata CSSMoRA tidak apa apa lagu dan lain lainnya tetap, tetapi dalam praktek admistrasi surat menyurat menggunakan aturan presiden dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar termasuk organisasi, apalagi kita bagian kementerian agama bagian dari negara. Beliau berharap sebelum pergantian pengurus CSSMoRA Nasional sudah tercetuskan nama agar bisa segera diwujudkan. Pesan terkhusus untuk angkatan 2018 agar segera menyelesaikan pendidikan nya karena negara tidak akan menanggung bila tidak lulus tetap waktu, karena negara tidak mau menanggung bila tidak selesai pada semester 8. Sebagai penutup sambutannya mengucapkan selamat harlah CSSMoRA, dari CSSMoRA lahir pemimpin yang bangsa hebat yang diantara dari jurusan Ilmu Falak. Ilmu Falak adalah ilmu sepanjang masa, maka perinovasilah agar Ilmu Falak cakupannya lebih luas.
Tak lupa bapak Moh Hasan selaku pengelola pbsb UIN Walisongo Semarang Dalam sambutannya beliau mengatakan Bahwa banyak doa, harapan serta ucapan dari para guru, kiyai serta pembina dan yang lainnya silahkan hal ini diresapi dicatat dengan baik dan di implementasikan, beliau juga mengapresiasi panitia juga pengurus yang telah berjibaku sehingga acara ini terlaksa dengan baik meskipun ada sedikit kendala, beliau juga mengungkapkan Terima kasih banyak kepada kementerian agama yang sampai saat ini masih memberikan dukungan yang luar biasa, dan semoga bisa menjadi berkah untuk teman teman yang belajar di UIN Walisongo melalui jalur PBSB, beliau juga mengatakan sebagai mukhasabah kita harus bisa melakukan peningkatan kwalitas diri melalu prestasi, organisasi dan kegiatan akademik ilmiyah. Selain itu salah satu inisiasi untuk meningkat kwalitas diri beliau telah mengusulkan Beasiswa lanjut dari S1 ke S2 dan S3, semoga dari kementerian agama bisa merealisasikan ini. Beliau juga menunggu teman teman CSSMoRA UIN Walisongo mengelakkan sayapnya lebih luas dan tinggi sebagaimana tema dari acara Dies Natalis
Hamjan selaku ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo Dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan adanya acara Talk Show ini di harapkan bisa membuka wawasan teman-teman dan bisa menjawab bagaimana jika kriteria rekomendasi Jakarta ini di terapkan. Dan dengan diadakannya Talk Show Nasional ini sebagai puncak Dies Natalis CSSMoRA yang ke-14 yang menandakan bahwa sekarang CSSMoRA sudah berumur 14 tahun sejak berdirinya pada tahun 2007.
Menurut Fadhil, selaku ketua panitia dari Talk Show Nasional, acara ini sangat bagus, karena hal ini menunjukkan jati diri kita selaku CSSMoRA UIN Walisongo jurusan ilmu Falak yang menjadi ciri khas kita. Harapan kedepannya anggota CSSMoRA semakin dewasa dan matang, dan ke CSSMoRA nya tidak hanya di pegang, juga bisa mengimplementasikan loyalitas tanpa batas
Acara Talk Show Nasional ini dimulai dari jam 08.30 – 12.00 dengan akhir acara di umumkan nya pemenang lomba cerpen yang di menangkan oleh

☆ Juara 1
“Hidangan Terbaik untuk Presiden”
(Oleh: Iqbal Hasyim)

☆ Juara 2
“Mengidam”
Karya : Cinta Maulida Azbi

☆ Juara 3
“Mantini”
Karya: Eko Setyawan

☆ Juara Favorit
“Sebelum Hujan Reda”
Karya: Matahari

Loading