FALAK NUSANTARA EDISI SUMATERA – NGOBROL PINTAR #18

CSSMoRA UIN Walisongo Semarang mengadakan rutinan Ngopi (Ngobrol pintar) ke 18, acara tersebut merupakan program kerja dari DHD (Departemen Hubungan Dalam). Adapun tema pada Ngopi kali ini, kami mengangkat tema “Falak Nusantara Edisi Sumatera”. Tema tersebut diambil mengingat betapa pentingnya mempelajari Ilmu Falak Nusantara terutama di daerah khusus Sumatera. Sehingga kita bisa mendapatkan wawasan tentang Falak Nusantara.

Pemateri kali ini merupakan alumni CSSMoRA angkatan 2013, yang berasal dari Sumatera (Jambi) yaitu kak Unggu Suryo Ardi yang tentunya sangat paham dalam ilmu Falak terutama Falak Nusantara di Sumatera, karena beliau juga mengambil jurusan ilmu Falak di Universitas UIN Walisongo.

Kak Unggul juga memberikan closing statement nya yang berupa motivasi-motivasi kepada adek-adeknya supaya tetap semangat dan juga meningkatkan semangat membaca terutama mencari literasi-literasi dalam membaca, karena wawasan itu sangat penting bagi kita semua yang akan menjadi bekal untuk kedepannya. Dan kak Unggul juga memberikan semangat dalam menghadapi setiap masalah. Ketika nanti akan mendapatkan jenjang di semester akhir. Dan mendorong mahasiswa yang terus semangat dalam dunia pendidikan.

Beliau menyampaikan materi Falak Nusantara kepada peserta Ngopi terutama Falak Nusantara di Sumatera mulai dari tokoh-tokoh Falak yang mengembangkan Falak di Sumatera dan teori pengetahuan tentang wawasan Falak tentunya. Hal tersebut juga memberikan banyak pengetahuan kepada peserta dan menambahkan lebih dalam tentang Falak tersebut, dan memberikan wadah supaya bisa terus semangat dalam belajar.

Peserta merasa senang bisa berdiskusi langsung kepada kak Unggul. Karena telah memberikan begitu banyak motivasi tentang membaca belajar dan tidak hanya itu, dalam Ngopi tersebut peserta juga mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan wawasan tentang Falak Nusantara, Terutama Falak Nusantara di Sumatera.

 

-Red Departemen Hubungan Dalam

Loading

PANTAI KARTINI JEPARA DISELIMUTI MENDUNG, HILAL KELIHATAN?

Jepara 1/4/22, Telah berdiri alat-alat untuk memantau gerak matahari yang telah menghadap barat untuk melaksankan rukyatul hilal, beberapa teleskopdan teodolit sudah memenuhi tempat pengamatan, yang diikuti oeleh banyak sekali organ masyrakat seperti pelajar, mahasiswa, dan juga lembaga-lembaga falak itu sendiri.

Dalam pemantaun sendiri pantai Kartini diselimuti oleh mendung yang menjadi faktor gagalnya melihat hilal dihari tersebut, dan kemenag jepara menetapkan bahwa sanya hilal tidak terlihat dikarenakan tertutupi oleh awan dan hasil lanjutnya akan ditetapkan disidang isbat.

Ditahun ini terdapat perbedaan yang sangat besar ketika melaksanakan rukyatul hilal yaitu kriteria Neo MABIMS (Mentri Agama Brune Darusslam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang berubah dari tinggi hilal yang awalnya 2˚ menjadi 3˚, elongasi 3˚ atau umur bulan mininal 8 jam menjadi 6˚.

“Kriteria Neo MABIMS ini sudah didiskusikan panjanng sejak tahun 2017 yang melalui uji coba dan tahun ini bau diterapkan, dan perubahan ini terjadi  karena dikriteria sebelumnya sangat susah dilihatnya hilal, meskipun ada beberapa laporan yang telah melihat hilal”, ujar Ahmad Munif selaku Kepala Jurusan Ilmu Falak Uin Walisongo semrang, dan harpan beliau kepada mahasiswa atau pun pelajar ilmu Falak sekiranya memperdalam dan selalu dikaji, agar ilmu falak semakin berkembang dan tidak hilang termakan oleh zaman.

-Red Wahyudi (CSSMoRA UIN Walisongo 2018)

Loading

RUKYATUL HILAL

Marhaban Ya Ramadhan

Guna memperingati masuknya bulan ramadhan mahasiswa PBSB UIN Walisongo mengadakan rukyatul hilal.

Rukyatul hilal merupakan usaha melihat atau mengamati hilal di tempat terbuka dengan mata telanjang atau dengan peralatan pada sesaat terbenamnya matahari menjelang bulan baru dalam system penanggalan kamariah. Apabila hilal atau bulan terlihat ketika observasi dilakukan maka pada saat itu sudah masuk pada tanggal 1 bulan baru, sedangkan apabila hilal tidak terlihat maka bulan tersebut digenapkan menjadi 30 hari. Pengamatan ini biasanya dilaksanakan pada tanggal 29 setiap akhir bulan kamariyah.

Rukyatul hilal yang dilaksanakan oleh mahasiswa PBSB UIN Walisongo dilaksanakan 5 titik yaitu:
1. Observatorium UIN Walisongo
2. Masjid Agung Jawa Tengah
3. Pelabuhan Kendal
4. Pantai Kartini
5. Institut Teknologi Sumatera (ITERA)

Kegiatan sangat didukung oleh pengelola PBSB UIN Walisongo Bpk. Muhammad Munif M.Si. menurut beliau kegiatan ini sangat baik dilaksanakan oleh anggota PBSB UIN Walisongo untuk mengasah skill serta menambah pengalaman praktik dilapangan.

Kegiatan rukyatul hilal ini dilakukan oleh seluruh anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo mulai dari angkatan 2018, 2019, dan angkatan terbaru 2021.

Kegiatan rukyatul hilal yang dilaksanakan oleh mahasiswa PBSB UIN Walisongo yang bekerjasama dengan pihak Fakultas dan beberapa pihak lainnya ini dihadiri oleh banyak pihak. Mulai dari hakim Pengadilan Agama, Hakim Pengadilan Tinggi Agama, Muhamadiyah, Nahdhatul Ulama, BMKG, LP2M, serta berbagai media cetak dan elektronik serta radio seperti kompas, Metro tv, RRI, Suara Merdeka, dan masih banyak lagi.

Dari kelima lokasi yang dijadikan titik pengamatan oleh mahasiswa PBSB UIN Walisongo sangat disayangkan semuanya tidak dapat melihat hilal dikarenakan kondisi cuaca yang tidak mendukung baik dikarenakan oleh mendung, maupun awan tebal yang menyelimuti ufuk bagian barat dekan dengan lokasi terbenamnya matahari dan munculnya hilal.

Diharapkan melalui kegiatan rukyatul hilal ini diharapkan seluruh anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo dapat memperoleh manfaat dan wawasan yang luas.

-Red Departemen Hubungan Dalam

Loading

PENGENALAN WARNA DAN FONT DALAM DESAIN GRAFIS (PSC #5)

Pengembangan Skill CSSMoRA (PSC) sudah terlaksana sampai saat ini sebanyak 5 kali. Pada kesempatan kali ini PSC 5 membahas kembali terkait desain namun dengan tema yang berbeda dari sebelumnya. Pada kesempatan kalo ini tema yang dibahas yaitu mengenai “Permainan Warna dan Pemilihan Font dalam Desain”.

PSC 5 kali ini dilakukan secara offline dan bertempat di Gazebo YPMI Al Firdaus pada Sabtu, 26 Maret 2022 pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.00 WIB dengan pemateri yaitu kak Andi Evan Nisastra (Anggota CSSMoRA angkatan 2018).

Selama diskusi berjalan para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan karena tema pembahasan kali ini sangat menarik.
Menurut kak evan (pemateri PSC 5), untuk membuat desain yang baik harus memperhatikan penggunaan dan kolaborasi warna serta pemilihan font tulisan yang benar supaya desain yang kita buat akan enak dipandang dan memiliki nilai estetika yang tinggi.

Berbeda dengan PSC yang membahas tentang desain sebelumnya, pada kesempatan kali ini pemateri meminta kepada seluruh peserta yang hadir untuk membuat desain flayer PSC 5. Para peserta PSC 5 terdiri dari angkatan 2018, 2019, dan 2021. Semua peserta yang hadir setelah membuat desain flayer PSC 5 oleh pemateri diminta untuk mempresentasikan hasil desainnya kepada teman-teman yang lainnya.

Melalui PSC kali ini diharapkan para anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo dapat membuat desain kegiatan serta bisa saling berbagi informasi dan saling belajar. Dengan semakin banyaknya para ahli desain yang dimiliki oleh CSSMoRA diharapkan media sosial CSSMoRA akan semakin aktif lagi.

 

-Red Departemen Hubungan Dalam

Loading

PENGENALAN DESAIN PADA PSC 5

Pengembangan Skill CSSMoRA (PSC) sudah terlaksana sampai saat ini sebanyak 5 kali. Pada kesempatan kali ini PSC 5 membahas kembali terkait desain namun dengan tema yang berbeda dari sebelumnya. Pada kesempatan kalo ini tema yang dibahas yaitu mengenai “Permainan Warna dan Pemilihan Font dalam Desain”.

PSC 5 kali ini dilakukan secara offline dan bertempat di Gazebo YPMI Al Firdaus pada Sabtu, 26 Maret 2022 pukul 13.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.00 WIB dengan pemateri yaitu kak Andi Evan Nisastra (Anggota CSSMoRA angkatan 2018).

Selama diskusi berjalan para peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan karena tema pembahasan kali ini sangat menarik.
Menurut kak evan (pemateri PSC 5), untuk membuat desain yang baik harus memperhatikan penggunaan dan kolaborasi warna serta pemilihan font tulisan yang benar supaya desain yang kita buat akan enak dipandang dan memiliki nilai estetika yang tinggi.

Berbeda dengan PSC yang membahas tentang desain sebelumnya, pada kesempatan kali ini pemateri meminta kepada seluruh peserta yang hadir untuk membuat desain flayer PSC 5. Para peserta PSC 5 terdiri dari angkatan 2018, 2019, dan 2021. Semua peserta yang hadir setelah membuat desain flayer PSC 5 oleh pemateri diminta untuk mempresentasikan hasil desainnya kepada teman-teman yang lainnya.

Melalui PSC kali ini diharapkan para anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo dapat membuat desain kegiatan serta bisa saling berbagi informasi dan saling belajar. Dengan semakin banyaknya para ahli desain yang dimiliki oleh CSSMoRA diharapkan media sosial CSSMoRA akan semakin aktif lagi.

Salah satu karya anggota CSSMoRA UIN Walisongo
Salah satu karya anggota CSSMoRA UIN Walisongo

 

 

-Red Departemen Hubungan Dalam

Loading

MEMPERKUAT PERSAUDARAAN MELALUI ROMANTISME CSSMORA

Semarang, telah terlaksana moment keakraban (mokrab) pada tanggal 12 Maret 2022 di gedung PPP Mangkang. Yang mana acara ini merupakan program kerja dari Departemen Hubungan Dalam guna untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota CSSMoRA.
Mokrab ini merupakan agenda tahunan, yang mana pada tahun lalu acara ini dilakukan secara daring, dan Alhamdulillah tahun ini bisa dilaksanakan secara offline.
Acara ini dibuka oleh bapak Dr. Moh. Khasan M.ag selaku pengelola PBSB, dan pada kesempatan kali ini selain memberikan sambutan beliau juga berpamitan, karena akan mengemban amanah baru selaku Wakil Dekan III di fakultas FISIP UIN Walisongo. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada CSSMoRA karena telah membersamai beliau selama beberapa tahun terakhir.
Pada kesempatan kali ini, Ani Uswatun selaku ketua panitia mengatakan “Alhamdulillah, acara Mokrab tahun ini sangat luar biasa. Ditengah2 keterbatasan SDM, tp tmn2 tetap sangat berantusias dan sangat2 semangat sekali dalam mengikuti acara mokrab. Harapannya semoga dengan adanya acara mokrab bisa lebih mendekatkan dan melekatkan loyalitas serta solidaritas teman-teman CSSMoRA UIN Walisongo”.
Hamjan A Ranselengo selaku ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo juga menanggapi bahwa “Acara mokrab kemarin sungguh terlaksana dengan meriah dan dikuti dengan penuh antusias oleh seluruh anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo sehingga patut untuk di aprisiasi, tidak hanya itu acara mokrab ini juga bisa di bilang merupakan moment untuk merekatkan dan mengeratkan tali persaudaraan antar sesama anggota CSSMoRA UIN Walisongo. Banyak sekali hal menarik yang bisa di dapat dari acara mokrab tersebut seperti games yang difokuskan untuk melatih kekompakan dan kebersamaan anggota css, lomba” yang berguna untuk mengeluarkan ide ide kreatif semua anggota. tidak hanya kedekatan antar sesama anggota saja tetapi bersama pengelola dan alumni juga bisa harmonis. Harapannya semoga budaya dan tradisi mokrab ini bisa di pertahankan kedepannya mengingat banyak sekali yang kita dapatkan dari acara ini”
Dari panitia juga sangat berharap, dengan adanya acara mokrab dapat saling mempererat tali kekeluargaan CSSMoRA UIN Walisongo Semarang.

 

Loading

SYUKURAN WISUDA PERIODE FEBRUARI

Semarang, 23 Februari 2022. Alhamdulillah telah terlaksana tasyakuran wisuda CSSMoRA UIN Walisongo Semarang yang kedua dalam periode kepengurusan kali ini  via Google Meet, yang mana tasyakuran kali ini digabung dengan wisuda yang sebelumnya dengan. Yang mana pada tasyakuran kali ini ada 15 wisudawan wisudawati yang terdiri dari 4 wisudawan periode sebelumnya dan di perolehnya wisudawan terbaik oleh Nada Dhiya Ulhaq S.H (CSSMoRA angkatan 2017), dan pada periode kali ini ada 11 wisudawan dengan Wali Cosara,S.H (CSSMoRA angkatan 2018)  sebagai lulusan 7 semester pada tahun 2021.

Pak Moh Khasan,M.Ag  selaku pengelola PBSB UIN Walisongo Semarang berharap agar kedepannya para wisudawan dapat mengamalkan ilmunya dengan baik,  yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya ataupun kembali untuk melaksanakan pengabdian.
Hamjan A Ranselengo selaku ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo juga berharap meskipun telah selesai pendidikan nya tidak akan pernah lupa pada CSSMoRA dan teman teman lainnya
Harapannya semoga ilmu yang di dapatkan barokah manfaat bagi semua orang.

 

-Red Badan Pengurus Harian

Loading

MAHASISWA KKN UIN WALISONGO SEMARANG AJARKAN ANAK TPQ MEMBACA KITAB ALA PESANTREN

Mahasiswa KKN MITDR (Mandiri Inisiatif Terprogram Dari Rumah)  ke-13 kelompok 28 di kelurahan Wonolopo kecamatan Mijen Kota Semarang telah mempersiapkan berbagai program kegiatan selama 45 hari kedepan. Salah satunya adalah pendampingan belajar TPQ di dusun Krajan Kidul RT 03 RW 06 Kelurahan Wonolopo.

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) merupakan salah satu upaya dalam membekali ilmu-ilmu agama pada anak-anak yang mekanisme pembelajarannya dengan pengenalan dan penanaman dasar agama sebagai upaya membangun jiwa yang insani.

Kegiatan mengajar yang dilakukan oleh kelompok 28 KKN MITDR ini di roling dengan tujuan semua anggota kelompok dapat kebagian andil dalam pengajaran. Jadwal ngaji di TPQ Al-Hidayah ini pada hari Senin sampai Jum’at setiap ba’da sholat maghrib dengan jumlah 15 anak dengan 2 pengajar.

Selama 45 hari kedepan peran guru dalam kegiatan belajar mengajar di TPQ ini diwakilkan pada kelompok KKN 28 di dusun Krajan Kidul. Berbagai materi yang diajarkan diantaranya baca tulis Al-Qur’an, baca tulis kitab, bahasa Arab, do’a-do’a, dan akhlaq.

Pada setaip hari Rabu yang mana jadwal ngaji nya adalah ngaji kitab, kitab yang dikaji adalah kitab fiqih Safinah an-Najah. Metode pembelajarannya dimulai dengan menulis setiap fashal (bab) kemudian dibaca bersama-sama, di terangkan lalu tanya jawab.

Antusias anak-anak TPQ perlu diacungi jempol sebab terlihat dari respon mereka dalam belajar yang sangat semangat dalam setiap pembahasan. Terlebih setelah mengetahui sedikit apa itu mubtada’, dan khabar mereka mencoba-coba sebuah kalimat sehingga terjadi semacam permainan untuk memberi pertanyaan pada sebuah kalimat seperti mana yang dinamakan mubtada’ dan mana yang khobar, dan setelah beberapa pancingan akan pertanyaan mereka sediki-sedikit sudah mulai faham sehingga memudhkan dalam membaca dan menulis makna gandul atau pegon.

Pada pembahasan bab tanda-tanda baligh kemarin, pertanyaan yang mereka ajukan sangat asyik dan menggelitik setelah disinggung mengenai mimpi basah. Memang terdengar sedikit saru, namun dalam pembelajaran setidaknya sebuah istilah yang kurang jelas sebaiknya di gamblangkan supaya para murid dapat memahami materi sepenuhnya dan memahaminya hingga akhirnya pada saat masanya nanti mereka tidak bingung dalam menghadapi fase peralihan dari anak-anak menuju tahap usia remaja, dan juga nantinya pada mereka sudah menjadi orang tua dapat memberikan pengarahan dan pengetahuan mengenai baligh

 

Tujuan pembelajaran ini adalah memberikan sebuah ilmu yang kami dapat selama di pesantren dan pada kesempatan ini kami berkesempatan untuk berbagi, ini merupakan sebuah zakatnya ilmu yaitu dengan berbagi atau mengajarkannya. Mengingat sangat penting memahami isi kitab lebih-lebih Al-Qur’an tidak langsung secara leterleg, dalam memahami sebuah kalimat kita harus tahu susunan kalimat tesebut. Harapan kami semoga para murid TPQ Al-Hidayah dapat mengamalkan apa yang telah didapat selama menimba ilmu agama di TPQ hingga akhirnya jiwa mereka terbentengi dengan nilai-nilai agama dan semoga mereka tidak sampai terpengaruh hal-hal yang jauh dari agama.

 

-Red Faried Muhammad Hidayat (CSSMoRA UIN Walisonogo 2018)

Loading

MENGUKUR ARAH KIBLAT, APA BISA MENJADI PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT?

Mesjid Nurul Wardani, sebuah tempat ibadah umat muslim yang berlokasikan di desa Wonolopo kecamatan Mijen, tempat ibadah yang di jadikan tempat Diskusi Falak oleh Mahasiswa KKN MIT DR 13 kelompok 28, pada tanggal 11/02/22. Diskusi yang berlangsung membahas apa itu ilmu Falak, sejarahnya, dan objek-objek kajian ilmu Falak (arah kiblat, awal waktu sholat, awal bulan qomariyah, dan Gerhana).

Diskusi kali ini lebih fokus mengkaji tentang arah kiblat, pentingnya arah kiblat, dan kenapa harus menghadap kakbah sebagai kiblat?. Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwasanya ketika beribada khususnya sholat juga diperintah menghadap kiblat dimana itu kekhusyuaan dalam dan membantu seseorang hamba dekat dengan tuhannya karena telah menaati perintahnya, walau hanya sebatas menghadap kiblat (ka’bah).

Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwasanya “menurut beberapa ulama jika kita berada di Masjidil Haram maka kira diwajibkan menghadap ke Ka’bahnya langsung, dan  jika berada jauh dari Mekkah maka kita diharuskan menghadap kearah Makkah, dan kemelencengan yang di tolelir oleh sebagian ulama ialah 2-3 derajat, melebihi itu maka diusakan diluruskan”. Cakap Dimas (anggota CSSMoRA angkatan 2018) selaku Pemateri Diskusi Falak yang telah terlaksanaka.

Dalam prakteknya kemarin beberapa masjid di Desa Wonolopo memiliki kemelencengan 8-12 derajat dari arah kiblat, dan disini tim KKN MIT DR ke 13 kelompok 28 melakukan cek akurasi kepada masjid-mesjid sekitar setelah diskusi dilaksanakan, agar sholat yang dilakssanakan dimesjid bisa sesuai dengan anjuran agama.

Hingga akhirnya diskusi berjalan dengan lancar dan diikuti oleh kelompok 28, warga, dan salah satu pengurus masjid yang sekalian menjadi saksi pengukuran arah kiblat, dimana beliau juga dosen di salah satu fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang.

-Red Wahyudi (CSSMoRA UIN Walisongo 2018)

Loading

PENGEMBANGAN SKILL CSSMORA KE 4 DENGAN MATERI GRAMMAR

Pengembangan Skill CSSMoRA (PSC#4) kali ini memasuki pertemuan ke 4 dengan tema yang diangkat “Grammar” dimana seperti kegiatan sebelumnya, kegiatan diselenggarakan secara online melalui google meet, 05/02/2022

Dalam diskusi kali ini, dipimpin oleh kak Ayu Fitri Damayanti yang merupakan alumni CSSMoRA UIN Walisongo angkatan 2017, dimana beliau ketika wisuda S1 di UIN Walisongo mendapatkan predikat skripsi terbaik dan menggunakan bahasa Inggris. Kak Ayu mengawali diskusi nya dengan pengenalan grammar dimulai dari definisi grammar, dasar tata bahasa (etimologi, sintaks, orthographi), komponen grammar (noun, sentence, be, adjective, verb, pronoun, determiner, preposition, adverb).

Ketika diskusi berlangsung, para peserta sangat antusias karena materi grammar ini merupakan hal yang akan diujikan, salah satunya pada tes TOEFL di UIN Walisongo.

Menurut kak Ayu Fitri, untuk bisa grammar, kita harus mengetahui dasar-dasar dari grammar itu sendiri, kemudian bisa dibiasakan dengan menonton film barat tanpa subtitle, hafalan baik v1, v2, maupun v3 dan pembiasaan, karena kita bisa karena terbiasa.

Melalui PSC kali ini diharapkan para anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo bisa saling sharing ilmu dan saling belajar, terutama yang berkaitan dengan bahasa Inggris dimana bahasa Inggris merupakan bahasa internasional.

-Red Departemen Hubungan Dalam

Loading