Mahasiswa KKN Bekerjasama dengan Madrasah Aliyah Keagamaan Gelar Pelatihan Perhitungan Waktu Sholat

 

Lamongan – Pelatihan Perhitungan Waktu Sholat Fardu diadakan oleh Mahasiswa KKN UIN Walisongo yang bekerjasama dengan Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) Tarbiyatut Tholabah (TABAH) di gedung Madrasah ini diikuti 70 peserta dari kelas 10 sampai 12 pada Kamis (06/11).

Kegiatan yang mengarah pada perhitungan waktu sholat fardu ini membahas terkait bagaimana cara menghitung (hisab) bukan hanya pada tataran teori fiqh belaka.

Dalam pembukaan acara, ketua panitia Pelatihan Moh. Alfi Agus Salim mengatakan Beruntung sekali teman-teman yang dapat mengikuti pelatihan falak ini, karena tidak pasti ada setiap tahunnya.

“Teman-teman yang mengikuti kegiatan ini sangat beruntung karena tidak mesti dilaksanakan setiap tahun, oleh karenanya mohon diperhatikan dengan serius ketika narasumber sudah menyampaikan materi”, ucap Ketua Panitia.

Narasumber pelatihan Moh Fadllur Rohman, mengatakan bahwa urgensi mengetahui waktu sholat, utamanya sholat fardu itu berkonsekuensi pada keabsahan hukum sholat, sehingga sangat perlu dipelajari.

“Mengapa kita perlu mengetahui waktu sholat? Ya karena hal itu menjadi syarat sah sholat, tidak sah sholat itu apabila belum masuk waktunya, misalnya belum masuk waktu ashar kalian sudah melakukan sholat terlebih dahulu karena kondisi mendung awannya, padahal itu bisa dihitung waktunya”, jelas Mahasiswa Ilmu Falak tersebut.

Materi pelatihan perhitungan yang menggunakan kalkulator scientific yang terbilang hal baru bagi peserta ini tetap tidak membuat semangatnya turun. Sehingga dalam menghadapi hal tersebut narasumber terlebih dahulu menjelaskan bagaimana cara penggunaan kalkulator tersebut sebelum melangkah menghitung waktu sholat. Walaupun demikian, antusias peserta sangat tinggi dengan aktif dalam forum di tengah penyampaian materi perhitungan. (Fadlil)

Loading

Menarik Minat Masyarakat Pada Astronomi, Mahasiswa KKN CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Pelatihan dan Observasi

Ahad (1/11), mahasiswa UIN Walisongo yang menjadi anggota kelompk 133 Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah (KKN R DR) menggelar pelatihan penggunaan teleskop dan observasi benda langit. Acara yang merupakan buah dari kerjasama anggota kelompok 133 dengan Lembaga Falakiyyah PCNU Kabupaten Blitar ini dilaksanakan di Kantor Desa Kalipucung, Kabupaten Blitar.
Dilaksankan dengan menghadirkan dua pemateri, acara ini dimulai dengan pemaparan sejarah teleskop dan jenis-jenisnya oleh pemateri pertama, kemudian dilanjutkan dengan perakitan teleskop robotik Ioptron Cube dan praktek cara penggunaannya oleh pemateri kedua. Karena keadaan masih dihantui dengan adanya pandemi virus korona, acara dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan ijin dari pemerintah setempat.
Pelatihan ini cukup menarik banyak peminat, karena di hadiri oleh sekitar 20 peserta dari remaja-remaja setempat. Bahkan beberapa anak kecil tampak antusias ikut meramaikan acara ini. “Acaranya cukup menarik dengan adanya teleskop dan penjelasannya yg jarang diketahui oleh orang pada umumnya, sehingga mendapat ilmu baru yg bermanfaat yaitu tentang ilmu teleskop”, ujar Risma mahasiswi IAIN Tulungagung turut serta meramaikan acara.
Selain pelatihan tentang sejarah dan cara penggunaan teleskop, acara juga dilengkapi dengan observasi benda langit. Namun, karena keadaan cuaca yang kurang mendukung pelaksanaan observasi digantikan dengan nonton bareng posisi benda langit secara live menggunakan aplikasi Stellarium.
“Meskipun gagal melaksanakan observasi karena cuaca yang kurang mendukung, acara ini saya rasa cukup sukses karena peserta nampak antusias memperhatikan materi dan aktif bertanya saat praktek penggunaan teleskop berlangsung.” Ujar Mu`amar, salah satu anggota kelompok 133 dan panitia pelaksanaan pelatihan tersebut.

 

 

Rep: A

Loading

Mahasiswi KKN CSSMoRA UIN Walisongo Dampingi Kegiatan Keagamaan Untuk Anak Sekolah Dasar di Akhir Pekan

Sebagai bentuk pengabdian, salah satu mahasiswi KKN RDR CSSMoRA UIN Walisongo, Rohadatul ‘Aisy Idra melakukan pendampingan pendidikan dalam pelaksanaan didikan shubuh di MDTA (Madrasah Takmiliyah Awaliyah) Pincuran VII, Masjid Jami’ Pasia, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu 11 Oktober 2020.
Kegiatan didikan shubuh adalah suatu kegiatan bernuansa keagamaan yang rutin dilaksanakan pada hari minggu pagi di masjid atau mushalla. Kegiatan ini dibimbing oleh guru ngaji untuk santri tingkat TPQ/ MDTA (pendidikan dasar). Kegiatan ini diawali dengan shalat shubuh berjamaah kemudian penampilan para murid dalam memandu acara (MC), membacakan hafalan ayat-ayat pendek, bacaan shalat, adzan, doa-doa, pidato keagamaan, nasyid, dan berbagai keterampilan kegamaan lainnya,
Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter kemandirian beribadah, mengasah kecerdasan spiritual dan mendidik mental anak. Dengan tampil di depan teman-temannya, anak-anak menjadi pemberani dan percaya diri. Didikan subuh juga melatih kecintaan anak pada masjid dan menjadi wadah sosialisasi dengan teman sebayanya. Dalam periode tertentu, didikan shubuh dikompetisikan antar Masjid/Mushalla untuk menambah motivasi anak-anak dalam mengaji.
Sebelum diakhiri, guru ngaji akan menyampaikan nasehat agama berupa cerita shirah agar lebih mudah ditangkap oleh anak-anak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi vitamin iman serta pengisi waktu luang yang bermanfaat bagi anak-anak selama sekolah formal dirumahkan.

 

Rep: RA

Loading

Peduli COVID-19, Mahasiswi KKN CSSMoRA UIN Walisongo Bagikan 100 Masker Gratis


Setelah pemerintah menetapkan era kebiasaan baru atau new normal, masyarakat sudah mulai menjalani aktivitas di luar rumah. Meski sudah diperbolehkan untuk beraktivitas di luar rumah, pemerintah tetap memberlakukan dan menegaskan agar setiap kegiatan harus mematuhi protokol kesehatan.
Mendukung hal itu, salah satu mahasiswi KKN CSSMoRA UIN Walisongo Semarang melakukan kegiatan bagi-bagi masker secara sukarela kepada pedagang dan masyarakat di salah satu pasar tradisional yaitu Pasar Panca di Nagari Batu Taba, Kab. Agam, Rabu 21 Oktober 2020. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengampanyekan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.
Masker yang dibagikan adalah masker kain non-medis yang dapat digunakan secara berulang tetapi tetap dapat melindungi masyarakat dari penularan virus. Hal ini senada dengan imbauan pemerintah untuk terus menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah terutama di pasar sebagai pusat perekonomian masyarakat serta mengedukasi masyarakat agar menghindari pemakain masker jenis scuba dan jenis buff karena kedua bahan tersebut terlalu tipis dan dikhawatirkan tidak bisa menyaring droplet penyebab Covid-19
Pembagian masker gratis tersebut disambut baik oleh masyarakat. Tak sampai satu jam, puluhan masker kain ludes dibagikan. Beberapa pedagang pasar bahkan meminta masker lebih agar bisa dipakai bergantian dengan masker yang lain. Dengan adanya pembagian masker ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan masker sebagai salah satu pelindung diri dan secara tidak langsung mendukung pemerintah dan tenaga kesehatan untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

 

Rep: RA

Loading

Antisipasi waktu sholat “ngaret”, mahasiswa KKN bagikan jadwal.

Selasa (20/10), beberapa anggota dari kelompok 133 Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah (KKN R DR) Ke-75 UIN Walisongo semarang mengadakan kegiatan pembagian jadwal sholat di beberapa musholla di Kabupaten Blitar. Kegiatan ini dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Kalipucung Kecamatan Sanankulon dan Desa Karangrejo Kecamatan Garum.

Jadwal waktu sholat bulan Rabi’ul Awwal ini disebarkan total sebanyak lima tempat di Kabupaten Blitar, yakni empat buah di Desa Kalipucung, dan satu buah di Desa Karangrejo. Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap terlaksananya ibadah dengan tepat tanpa mendahului waktu yang ditentukan.
Beberapa masyarakat di sekitar musholla pun ikut mengapresiasi kegiatan tersebut dengan ikut memberi perijinan dalam pemasangan jadwal, juga memberi pinjaman beberapa peralatan untuk pemasangan jadwal. Masus, salah seorang masyarakat sekitar musholla turut mengucapkan terima kasih kepada anggota KKN Kelompok 133. “Matur suwun wes melu ngurip-nguripi mushollane.” (terima kasih sudah ikut menghidupkan kembali mushollanya) Ucapnya.
Kegiatan ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan KKN Reguler Dari Rumah yang diluncurkan secara resmi oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Imam Taufiq, M. Ag. sejak tanggal 6 Oktober 2020 lalu. KKN ini memang dilaksanakan secara online di daerah asal masing-masing mahasiswa demi mengurangi potensi penyebaran virus Covid19. Sehingga mahasiswa dapat tetap melaksanakan kegiatan KKN dan keluarga di rumah dapat memantau kegiatan yang dilakukan tanpa harus khawatir tentang keselamatan anggota keluarganya.

 

Rep: M

Loading

Membumikan Ilmu Falak, Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan

KKN Dari Rumah merupakan tantangan yang besar bagi Mahasiswa UIN Walisongo angkatan 2017. Dibandingkan KKN reguler sebelumnya, metode ini sangat asing. Mahasiswa memiliki tugas kelompok dan individu, dimana pada KKN Reguler sebelum masa pandemi semua tugas KKN dijalankan dengan berkelompok serta semua anggota berkumpul dalam satu posko.
“KKN DR itu tantangan bagi kita untuk bisa berbaur dengan masyarakat. Sangat sesuai dengan kesadaran, yakni Jogo Tonggo. Mungkin dari kacamata orang lain KKN seperti ini lebih mudah karena kita tidak perlu beradaptasi, namun, pada prakteknya, kan kita sendiri, individu, di situ seninya. Sangat berbeda dari KKN Reguler sebelumnya, “jelas Umi Latifah, mahasiswa KKN RDR 75 UIN Walisongo Semarang.
Oleh karena pola baru tersebut, mahasiswa dituntut untuk lebih berguna bagi lingkungan sekitar. Sebagaimana Umi Latifah yang mengadakan pelatihan Pengukuran Arah Kiblat pada hari Selasa (20/10) di Pondok Pesantren Nurul Falah Sirahan. Sebuah pesantren dengan santri sekitar 130 anak di dekat tempat tinggalnya.

“Ilmu tentang arah kiblat itu sangat penting, karena berhubungan langsung dengan ibadah wajib, yakni sholat. Jadi, perlu adanya pengkaderan sejak dini, walaupun 40 anak yang menjadi peserta, tapi jumlah tersebut sudah mampu mewakili dan membawa pesan kami untuk membumikan Ilmu Falak, “tuturnya dalam pembukaan acara pelatihan.

Pondok Pesantren Nurul Falah merupakan salah satu pondok yang menjadi naungan bagi siswa-siswi Perguruan Islam Darul Falah. Santri yang terdiri dari putra dan putri merupakan objek yang tepat untuk sasaran pengkaderan. Siswa yang berasal dari berbagai jurusan dan kelas juga memberikan suasana yang berbeda.

“Di sini santrinya kan beragam, jadi, metode kita mengajar juga ditantang di sini, ada MTs yang ada yang MA. Tapi secara keseluruhan, keberagaman ini menjadikan suasana diskusi jadi hidup,” ujar Umi Latifah di akhir acara.

Shafira, peserta pelatihan mengungkapkan kesannya terhadap pelatihan pengukuran arah kiblat ini. Menurutnya, acara ini merupakan peserta lebih tahu tentang arah kiblat yang sebenarnya, tidak hanya arah Barat. Memang, selama ini masyarakat awam menganggap arah Barat sebagai kiblat, padahal terdapat kemiringan ke arah Utara sebanyak kurang lebih 24 derajat di daerah Pati -kemiringan cenderung berbeda setiap daerah.

“Setelah acara ini, kami juga lebih tahu tentang arah kiblat yang benar, tidak hanya sekedar Barat,” jelasnya saat diwawancara oleh penulis.

Selain itu, dia juga berharap, semoga dengan acara ini, bisa menumbuhkan bakat baru, yakni Ilmu Falak. Karena, Ilmu Falak sudah bukan termasuk ke dalam mata pelajaran yang diajarkan oleh Perguruan Islam Darul Falah lagi, sehingga para siswa terbilang asing dengan istilah dan proses perhitungan Ilmu Falak. Pelatihan ini bisa menjadi pengalaman baru yang bisa turut mereka bawa kembali seusai mondok.

“Saya juga berharap di sini saya menumbuhkan bakat baru, menghitung arah kiblat, ilmu falak,” imbuh Shafira.

Seirama dengan Shafira, peserta lain, Nur Fitria juga mengungkapkan respon positifnya terhadap kegiatan pelatihan pengukuran arah kiblat. Menurutnya, pelatihan ini bisa menjadi referensi dan pengalaman baru yang berguna nanti.

“Pelatihan ini bisa menjadi referensi untuk kedepannya dan juga menambah pengalaman,” katanya dengan bersemangat.
Acara yang berlangsung selama 2,5 jam tersebut berjalan dengan lancar hingga akhir acara, walaupun satu agenda untuk praktek melihat langsung bayangan tongkat Istiwa ‘menunjukkan ke arah kiblat tidak bisa dilaksanakan karena hubungan waktu. Praktek yang harusnya dilakukan pada jam 10.44 WIB, udah batal karena pelatihan baru bisa mulai di jam 11 lebih.

 

Rep: U

Loading

Cerita Gadis dan Kopiku

Oleh: Umi Latifah

Langit sore bulan Desember hampir selalu gelap. Udara yang tertahan selama menemui waktu untuk bebas dan kembali bermuara di lautan. Bereuni sembari membagi kenangan selama menjelajah langit, bermetamorfosis menjadi sebuah salju yang indah dan luruh kembali menjadi butiran udara yang jatuh ke Bumi. Begitu juga kami yang mengumbar cerita dari banyak topik selama jauh satu sama lain. Daftar cerita yang perlu didengar mengular, kami butuh lebih dari secangkir kopi.

Tempat sakit ini adalah pilihanku. Termasuk mejanya. Aku suka sudut ini, dan tempatku selalu disini. Melihat pemandangan yang sama di tempat ini nyatanya tak membuatku bosan.

Kopi kedua sudah tinggal ampas. Satu cerita persatu menemui ujung. Bersama tenggelamnya cahaya, tenggelam pula kisah pertemuan kami.

Akan ku ulas lagi percakapan kami di sore hari. Di seruputan pertama, dia bercerita tentang bagaimana rasanya berebutan kursi di hari pertama masuk sekolah. Dia bertemu denganmu pagi itu, di kelas 12 A, di bangku paling depan. Kalian ingin duduk di tempat yang sama, namun dia sama batunya denganmu. Dia hanya ingin aku yang duduk dengannya. Pagi itu juga aku memilih untuk duduk di bangku belakang karena jengah dengan kalian. Bel berdentang kalian diam. Duduk berdampingan, walau punggung saling.

Saat itu, aku benci dirimu yang bahkan tak mau mengalah pada makhluk yang bernama Gadis. Kau sungguh jauh dari kriteria lelaki lakilaki yang lembut. Jelas saja, pikiran yang menggelayut di otakku, kau sedang memainkan peran agar mendapat perhatian dari sahabatku. Ya, Gadis sahabatku, kau tahu itu.

Gadis memiliki paras ayu, terlalu lembut untuk bisa diajak berdebat. Namun kau berhasil membuat waajahnya merah padam di pagi yang cerah. Kau pada sama saja.

Seruputaan kedua, dia bercerita tentang kebiasaanmu melirik pekerjaan Gadis di buku tugas, lalu tersenyum sinis tanpa sebab. Lagi-lagi kau mengalihkan perhatiannya. Tak pernah ada orang yang memperlakukan Gadis seperti itu. Aku pernah berpikir jika kau terlampau aneh. Cara yang kau gunakan sedikit berbahaya untuk hanya mendapatkan perhatian.

Ku mulai merasakan perbedaan sikap Gadis pada satu bulan pertama setelah mengenalmu. Dia lebih sensitif dan sering uring-uringan. Menyalahkan banyak nyawa padahal kau biang keladinya. Mungkin hanya sekedar robekan kertas, namun mampu menyulut emosinya, jika itu karenamu. Sungguh, membuat manusia selembut kapas dan memiliki program emosi menjadi sedikit demi sedikit warna. Di bulan selanjutnya, aku mulai kagum dengan caramu.

Semua cerita masa SMA mengalir begitu saja dari bibir Gadis. Memori tentangmu sungguh mengakar dalam otaknya. Jelas ku tahu, terlampau unik hingga berada di posisi itu.

Sempat aku cemburu pada hadirmu dalam otak Gadis. Dia bahkan sering lupa ulang tahunku. Tapi dia ingat hari pertama menghantammu dengan bola kasti. Ini disengaja. Kau tertidur ketika tugas kelompok permeja harus segera diberlakukan. Malam itu, dia mengumpat di grup chat kami karena ia harus begadang semalaman demi meyelesaikan tugas dengan porsi dua kepala dan empat tangan. Pagi harinya, aku menemaninya berdiri di depan gerbang, tanpa tahu apa alasannya. Lima menit kemudian rasa anehku terjawab saat dengan lancarnya Gadis menghantam tubuh kurusmu dengan bola kasti yang ia dapat dari gudang rumah. Sungguh, ku kira dia akan memainkan itu bersama kami di jam istirahat.

Bahkan dia ingat tentang kau yang hadir di promnight. Apa warna dasimu, bajumu, sepatumu, banyak hal yang ia ingat tentangmu. Jelas, Gadis tak lagi sama seperti dulu. Ku sadar, dia mulai menginginkanmu. Ingin bisa berbincang denganmu. Namun aku salah persepsi dari awal tentangmu. Kau memang seperti itu, berbicara seperti itu, bertingkah seperti itu, selalu. Pada itu. Kecuali aku. Naasnya, kau juga menarik perhatianku.

Aku figuran dalam ceritamu dengan Gadis. Hanya tokoh yang ada di samping Gadis dengan seribu kebungkaman.

Sore ini, menyadari banyak hal tentang perasaanku sendiri. Pada posisi, aku pernah ingin ada di posisi Gadis yang bisa kau jahili dengan santai. Kau tatap matanya dengan santai. Segalanya yang biasa saja. Kau bahkan terlampau ramah pada banyak makhluk, termasuk kucing di kantin sekolah yang sering menggelayuti kakiku. Alasanmu diam kepadaku sungguh ingin ku tahu.

Sore ini, aku juga menyadari, bahwa aku juga memiliki kisah yang berbeda denganmu, aku sebagai tokoh utama di cerita itu. Cerita atas kebungkamanmu padaku. Yang hanya saling menatap tanpa mengumbar kata. Bahkan di saat-saat terakhir di promnight itu, kau hanya ada di kejauhan. Bergurau dengan teman-temanmu. Ekor mataku mengikutimu, bahkan kau tahu itu, kau juga membalasku.

Lebih dari apapun, aku megagumimu. Namun sayang, surat ini surat cinta. Rasa kagumku lebih aneh dari yang kau bisa kira. Ku mungkin menginginkan deskripsi yang pasti dari kebungkaman selain kata cinta.

Sampai di seruputan kopi terakhir Gadis, ceritaku tentangmu hanya aku yang tahu. Kebungkamanmu, hanya aku yang memendamnya. Bahkan pertemuan terakhir kita yang hanya berujung dalam diam lalu lalu juga tetap bertengger di daerah tersembunyi. Kau memainkan peran dengan apik. Mengundangku tanpa sapa. Tapi aku dengan suka rela sampai di depanmu.

Seminggu yang lalu itu cukup lucu jika ku ingat sekarang. Kita membiarkan uap kopi habis, meninggalkan kopi tanpa minat. Ku tahu, kau hanya mencari alasan untuk mengembalikanku ke radarmu. Berkelebat di sekelilingmu.

Jika kau mau tahu tentang perasaanku, aku hanya akan tetap berdiam di kebingunganmu. Membiarkan rasamu menguap seperti kopi kita sore itu. Sebuah akhir yang kau ciptakan sendiri. Akhir unik tanpa awalan. Jika orang lain terpesona pada humorismu tingkah, aku akan bertanya sekarang, kenapa kau tak memesonaku dengan cara yanng sama agar aku tak merasa kau berbeda? Kau ingin berbeda.

Mulutku, tetap setia tak mengumbar tentangmu. Gadis yang kau ubah dengan pesonamu itu adalah sahabatku. pesonamu yang tak kau tunjukkan padaku, namun mengikatku. (Semarang)

Loading

Pintuku Tak Pernah Terbuka

oleh: Fajri Zulia Ramdhani

Aku kehilangan 2/3 ruas hati, setelah kembali dari kebun bunga miskin semerbak

ilalang tinggi mengahalang pandang, tanah busuk tengik menyeruak

aku berjalan jejak di setapak yang dibangun dusta

tak bertepi, hilang ujung dan aku buntu

 

Lusa lalu 3/7 kamu datang tok tok mengetuk pintu

ya ya, kubuka perlahan dan kau menyeruak mendobrak

kepemilikanku terampas, kamu jadi kuasa entah sejak ketukan pertama atau sejak tawa kita bersama

saat itu aku kehilangan alasan menggugat, rupawanmu menyihir sadarku

 

Sejak 4/5 drap drap, aku dihentak akibat tak setia

oh Tuhan.. kau telah menjajah banyak rumah, menyihir si empunya untuk biarkanmu haha hihi semaunya

tapi dasar sudah mabuk.

segala kita jadi sibuk, yang lalu lupa sudah halah halah

aku percaya saja

dan biarkanmu masih, menguasai apa saja dan merusak yang mana saja

 

Yah sudah kadung biarlah. Selesai tercabik akibat buta, tuli, dan mau saja

aku menangis tersedu di jalan buntu

kembali aku sudah tak ingat arah, pergi lagi entah jurang mengarah

 

Menyesal mau bagaimana, titut titut bel pintu sudah tak lagi kurisau

biar saja

aku butuh waktu menambal hilang, memintal peka, memaku rambu-rambu agar tak lagi ditilang karena hilang

entah katanya dia orang setia yang tak mungkin mendua, atau jujur inginkan dua sejak tak punya satu

tetap saja pintuku tak terbuka

apa yang tersisa dari 1/3? Jika kubiarkan semua, yang mana sisa?

Jadi kini, pintuku tak pernah terbuka

Loading

TERIMA NASKAH

TERIMA NASKAH
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam Loyalitas Tanpa Batas

CSSMoRA UIN WALISONGO mengajak teman-teman untuk mengirimkan naskah esai, opini, artikel, puisi, cerpen dan cerbung.
Naskah-naskah yang diterima akan dipublikasikan di www.cssmorawalisongo.org . Yuuk asah literasimu.

Syarat-syaratnya:

ESAI, OPINI, ARTIKEL  > Tema apa saja, tidak mengandung SARA, ujaran kebencian, dan yang terpenting bisa dinikmati dengan asyik tanpa berpotensi bikin pusing dan panas hati pembaca. / Pendek tulisan antara 1,5 – 2 halaman, Times New Romans, Size 12, Spasi 1.

CERPEN, CERBUNG > Berbahasa Indonesia yang baik dan benar. / Pendek tulisan 3 – 4 halaman, Times New Romans, Size 12, Spasi 1.

PUISI > Berbahasa Indonesia. / Times New /Romans, Size 12.

KIRIMKAN NASKAH KE :
Email : csswalisongo@gmail.com
Wa: 082292407779 (Firginita Wirna)

Beri subjek email NASKAH_ESAI / OPINI / ARTIKEL / PUISI / CERPEN / CERBUNG_NAMA PENULIS

Jika sudah mengirim karya, silahkan Konfirmasi ke (082292407779)

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam Loyalitas Tanpa Batas

Loading

Lomba Kreativitas Al-azhar Cairo, Dua Mahasantri PBSB meraih juara

Parlemen Al-Azhar Kairo Gelar Lomba Kreativitas dan Seni, Mahasantri PBSB Torehkan Prestasi

Kairo, Ditpdpontren — Grand Syekh Al-Azhar Universitas Kairo Syekh Ahmad Thoyyib bersama Parlemen Kairo Al-Azhar gelar ajang lomba kreativitas dan pengembangan bakat.

Ajang lomba yang diselenggarakan pada 23 Juli 2020 dikhususkan bagi pelajar kalangan putri, baik itu mahasiswi Universitas Al-Azhar maupun Ma’had Al-Azhar.

Tak mau ketinggalan, mahasantri Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama di Al-Azhar Kairo pun turut ambil peran dalam ajang yang digelar secara berani (dalam jaringan) serta pengiriman karya, Sayyidah Umi Kulsum dan Siti Jazilah yang berasal dari Pesantren Al- Hikmah 2 Sirampog Brebes Jawa Tengah.

Ketua Komunitas Santri Cendekiawan Kementerian Agama (CSSMoRA) Regional Kairo Egi Riyanto menerangkan, cabang lomba dan seni yang dilombakan cukup banyak, antara lain cabang tahfizhul Qur’an, musabaqah tilawatil Qur’an, puisi dan prosa bahasa Arab, gambar dan kaligrafi, kerajinan tangan, fotografi, menjahit-menjahit, bercerita, serta nasyid.

“Dua mahasantri putri PBSB ikut pada cabang seni Kaligrafi dan Nasyid. Saat diumumkan, berhasil meraih Juara 1 pada cabang yang diikutinya,” ujar Egi.

Kasubdit Pendidikan Pesantren Basnang Said melalui videoconference menuturkan, para mahasantri PBSB tentu sudah memiliki keterampilan dan kreativitas seni saat di pesantren.

“Pesantren dan kesenian bukanlah hal yang asing bagi para santri. Banyak pesantren yang membekali para santrinya dengan kegiatan pengembangan minat dan bakat semacam ini,” terang Basnang, Jum’at (11/09).

Saat dilaporkan, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono mengapresiasi capaian ini.

Prestasi ini sangat membanggakan. Mahasantri PBSB di Al-Azhar Kairo mampu bersaing dengan para mahasiswi utusan lebih dari sepuluh negara yang ikut berlomba. Tidak hanya berprestasi dalam akademik, tapi juga non-akademik, tuturnya.

“Saya ucapkan selamat atas prestasi gemilang ini. Pertahankan nama baik Indonesia dan pesantren di kancah internasional”.

Waryono meminta seluruh mahasantri PBSB tetap menjaga proses dan prestasi belajarnya, berperan aktif dalam menjaga tradisi kepesantrenan, serta menjadi agen moderasi beragama di lingkungan kampus saat ini. Terlebih, mahasantri PBSB Kairo yang jauh dari keluarga agar tetap menjaga kesehatan dan keselamatan dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih baik.

“Saya berharap mahasantri PBSB Kairo menjadi duta bangsa dan agama yang menebar model keberagamaan yang ramah dan damai,” tutupnya. (Hery Irawan)

Loading