URGENSI MEMPELAJARI ILMU FALAK

Ilmu falak? ya ilmu falak, mungkin diantara kita bertanya-bertanya ilmu apa itu kok baru tau ada ilmu yang begituan, kok seram amat namanya pasti sulit ni……begitulah kira-kira pandangan ketika seseorang mendengar nama ilmu falak pertama kalinya, ya memang nama ilmu falak ini tidak begitu familiar ditelinga kita wajar saja pandangan orang demikian terhadap ilmu falak ini. Lalu timbul pertanyaan dibenak kita apa sih ilmu falak itu sebenarnya? kenapa orang yang mau mengkaji ilmu falak ini begitu sedikit? Apa betul ilmu ini sangat sulit untuk dikuasai sehingga orang yang ahli dalam bidang ini pun menjadi langkah?.

Ilmu yang cenderung dianggap sulit oleh orang-orang, sehingga yang menguasainya pun sangat sedikit sehingga mengakibatkan  ilmu ini menjadi langkah, bagaimana tidak karena ilmu falak ini termasuk rumpun ilmu matematik yang menjadi momok tersendiri bagi para penuntut ilmu, padahal sejatinya ilmu ini sangat dibutuhkan sekali dalam kehidupan sehari-hari terlebih lagi dalam hal ibadah karena pada dasarnya pokok pembahasan ilmu falak ini berkaitan erat dengan penentuan arah kiblat, penentuan awal waktu sholat, penentuan awal bulan, dan juga penentuan gerhana baik itu gerhana matahari maupun gerhana bulan,

Dengan mempelajari dan menguasai ilmu ini, kita dapat mengetahui kapan seharusnya kita melaksanakan sholat, kita juga dapat mengetahui arah kiblat yang benar sehingga sholat kita menjadi sah, karena menghadap kiblat merupakan salah satu syarat dari sahnya sholat, kita juga bisa mengetahui kapan seharusnya kita memulai puasa dan kapan seharusnya kita mengakhiri puasa sehingga tidak ada lagi perdebatan yang terjadi setiap tahunnya, kita juga bisa mengetahui kapan waktunya kita melaksanakan sholat sunnah gerhana dan masih banyak lagi.

Walaupun jurusan ini terkesan sangat spesifik, jangan takut akan peluang kerja untuk masa yang akan datang, disini kita tidak hanya terbatas belajar astronomi ataupun benda langit saja, tetapi kita nantinya juga bakal mengkaji hukum islam, artinya peluang kerja dari jurusan ini tidak terbatas disatu bidang saja. Terlebih lagi lulusan ilmu falak di Indonesia terbilang masih langkah, hal ini disebabkan jurusan tersebut hanya tersedia di beberapa kampus saja, oleh karenanya kita akan punya keahlian spesifik sebagai modal untuk bersaing didunia kerja.

Muhammad Muhaimin Thohri

Loading

GAGAL? AYO BANGKIT LAGI!

Apakah kamu pernah atau sedang mengalami kegagalan?, kegagalan merupakan suatu hal yang sangat wajar sekali dan pastinya sering dialami oleh semua orang di seluruh belahan bumi ini tanpa terkecuali, baik itu kegagalan dalam hal pendidikan, kegagalan dalam hal pekerjaan atau karier, kegagalan dalam hal mengikuti berbagai lomba atau event, dll. Pada dasarnya semua kegagalan itu merupakan suatu kesempatan untuk bangkit lagi dan harus dijadikan sebagai batu loncatan untuk kedepannya, namun hal itu tergantung bagaimana respon seseorang dalam menghadapinya. Kegagalan memang sangat menyakitkan, namun kegagalan dapat membentuk dan menginspirasi seseorang.

Tidak ada diantara kita yang sama sekali menginginkan kegagalan, namun jika kegagalan itu sudah terjadi, satu-satunya cara yang hanya bisa kita lakukan untuk memandang kegagalan tersebut adalah dengan cara menerima dan meyakini bahwa semuanya akan berlalu dengan baik-baik saja.

Sayangi dirimu apa adanya, dan kita harus tahu bahwa kita adalah orang yang kuat untuk menghadapi setiap persoalan yang tengah kita alami. Ingat! setiap kegagalan yang kita alami pasti akan berlalu dan itu akan membuat kita semakin kuat. Kita belum gagal ketika kita beleum berhenti, Ketika kita berusaha itu merupakan suatu proses…… GAGAL? AYO BANGKIT LAGI!

Muhammad Muhaimin Thohri

Loading

IFBAR: Mempererat Silaturrahim dan Kebersamaan dalam Momen Berharga Ramadhan

IMG-20240331-WA0005
IMG-20240331-WA0002
IMG-20240331-WA0004
IMG-20240331-WA0003
IMG-20240331-WA0001
previous arrow
next arrow

Pada hari Minggu, tanggal 24 Maret 2024, pukul 15.00 WIB hingga selesai, telah terselenggara acara IFBAR (Ifthar Bareng) di Gedung RW 11, Purwoyoso Ngaliyan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota CSSMoRA UIN Walisongo, dengan tujuan untuk mempererat tali silaturrahim dan meningkatkan kebersamaan di bulan suci Ramadhan.

Acara dimulai dengan sederetan permainan yang menghibur serta mengasah kepekaan anggota dalam memahami kepribadian sesama. Permainan-permainan ini dipandu dengan penuh semangat oleh Lutfi Najib dan Wika Winanta, yang mampu memeriahkan suasana dengan keterampilan mereka.

Setelah rangkaian permainan selesai, peserta menunggu dengan penuh kesabaran hingga waktu berbuka puasa tiba. Selama menunggu, kegiatan dilanjutkan dengan membaca tahlil bersama yang dipimpin oleh Farijil Humam. Suasana khidmat tercipta di antara para peserta, menambah kehangatan dalam momen kebersamaan ini.

Dan akhirnya, setelah berbuka puasa, diabadikanlah momen kebersamaan ini melalui sesi dokumentasi foto dan video. Setiap senyuman, keceriaan, dan keakraban tertangkap dalam setiap bidikan kamera, menjadi kenang-kenangan yang berharga bagi semua peserta.

Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum sekali dalam setahun, tetapi juga menjadi awal yang kokoh untuk kebersamaan yang lebih erat dan berkelanjutan di antara anggota CSSMoRA UIN Walisongo.

Loading

Ngobrol Pintar : Menjelajahi Moderasi Beragama dalam Kurma (Kuliah Ramadhan)

kurma3
kurma2
kurma4
PlayPause
previous arrow
next arrow

Ngobrol Pintar bertajuk ramadhan kali ini hadir dengan wajah baru, yakni “Kurma (Kuliah Ramadhan)” telah memasuki seri ke-3 merupakan salah satu program kerja Departemen PSDM UIN Walisongo Semarang sebagai wadah diskusi mengenai isu-isu penting, baik mengenai politik, pendidikan dan lainnya. Kurma kali ini dilaksanakan pada Minggu, 17 Maret 2024 yang bertempat di Masjid Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Moderasi Beragama menjadi tema pertama yang dipilih dengan pemantik, M. Wahyudi Arafah selaku Ketua CSSMoRA UIN Walisongo.

Kurma dihadiri oleh seluruh anggota CSSMoRA UIN Walisongo. Acara dibuka oleh Lutfi Najib sebagai moderator dan kemudian dilanjutkan penjelasan materi oleh pemantik. Berikut poin penting yang disampaikan,

“Moderasi berasal dari bahasa latin moderat yakni tidak berlebih-lebihan, juga tidak berkurang-kurangan. Ini merupakan salah satu bentuk pengontrol diri. Dalam KBBI, moderat terbagi menjadi dua makna, mengurangi kekerasan dan menghindari keekstriman. Contohnya ada orang yang dikatakan moderat, adalah orang yang bersikap wajar, tidak berlebih-lebihan. Moderasi dalam bahasa arab adalah Al-Wasathiyah ini sama dengan tasamuh, yang artinya ditengah-tengah, tawazun berimbang. Dalam hal ini, Kementerian Agama mendefinisikan al-wasathiyah sebagai wasit, yakni sebagai penengah dalam suatu kepentingan.”

“Moderasi Beragama adalah proses memahami dan mengamalkan ilmu agama secara adil dan berkembang. Tujuannya ialah agar tidak bersikap ekstrem ketika mengimplemantasikannya. Moderasi beragama ini bukan berarti kita memoderasikan agama. Karena agama ini telah sempurna, tidak perlu dimoderasikan. Sedangkan moderasi beragama ini adalah sikap para pemeluk agama yang perlu didorong agar tidak ekstrem.”

Setelah kurang lebih 1 jam pemaparan materi oleh pemantik, kemudian dilanjutkan sesi diskusi yang dipimpin oleh moderator. Seluruh peserta terlihat aktif dalam sesi diskusi, terbukti dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, dan tak hanya pemantik yang menjawab, diantara beberapa peserta ikutserta mengungkapkan pendapatnya. Tak terasa, begitu seru jalannya diskusi hampir 1 jam telah terlewati. Terakhir, Kurma ditutup dengan sesi foto bersama tepat pada pukul 16.30 WIB

Loading

Kurma (Kuliah Ramadhan): Kita Bikin Paling Romantis

Screenshot_2024_0401_043927
Screenshot_2024_0401_044001
Screenshot_2024_0401_044054
Screenshot_2024_0401_043927
PlayPause
previous arrow
next arrow

Pada hari Sabtu, 23 Maret 2024, pukul 14.00, telah dilaksanakan kegiatan Kuliah Ramadhan yang bertemakan “Kita Bikin Paling Romantis”. Kegiatan ini bertempat di Depan Gedung Parkir Kampus 3 UIN Walisongo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program PSDM CSSMoRA UIN Walisongo yakni Ngopi (Ngobrol Pintar) yang bertujuan untuk memberikan wadah bagi anggota untuk melihat persoalan dari berbagai aspek, saling bertukar aspirasi dan mendiskusikan permasalahan-permasalahan masa kini.

Acara dibuka oleh Umi Kalzum selaku moderator dengan menyanyikan sebait lagu “Kita Bikin Paling Romantis” untuk membangun suasana yang positif. Kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Varas Awla Zakkan T. dengan semangat dan pengetahuan yang mendalam tentang tema yang diangkat.

Diskusi bermuara pada pentingnya mengenal Allah sebagai langkah awal dalam membangun hubungan yang romantis dan bermakna. Berangkat dari bekal ini nantinya kita sebagai hamba dapat menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan dan mempererat silaturahim. Salah satu amalan yang powerful di bulan Ramadhan adalah Shalawat, seperti hadits Nabi saw.

عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا رواه مسلم

“Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.” (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).

Diantara banyaknya shalawat, Shalawat Fatih menjadi yang utama. Dikutip dari Kitab Perukunan Melayu. Dalam kitab tersebut terdapat kutipan dari Syekh Al-Arif Al-Kubra yang menyebut khasiat atau keutamaan membaca Shalawat Fatih.

“Barang siapa membaca shalawat ini seumur hidupnya sekali, niscaya ia dipelihara Allah Ta‘ala dari api neraka dan mewajibkan baginya husnul khatimah” (Syekh Al-Arif Al-Kubra, Perukunan Melayu, Jakarta: Al-‘Aidrus, halaman 52).

Setelah penyampaian materi usai, sesi diskusi dibuka dengan dipandu oleh moderator. Para peserta terlihat antusias dan penuh semangat berbagi pandangan serta pengalaman mereka mengenai fenomena yang ditemui selama Ramadhan tahun ini. Setelah selesai diskusi, pemateri menutup Kuliah Ramadhan dengan sebuah hadits,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, kegiatan “Kita Bikin Paling Romantis” berhasil menciptakan ruang diskusi yang produktif dan memberikan inspirasi bagi peserta untuk merenungkan hubungan mereka dengan Allah, khususnya dalam bulan Ramadhan tahun ini.

Loading

CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Rukyatul Hilal di Pantai Kartini Jepara: Hilal Tak Tampak, Diputuskan Istikmal

jepara1
jepara2
jepara3
jepara4
previous arrow
next arrow

Pada ahad, (11/03/2024). CSSMoRA UIN Walisongo mengadakan kegiatan rukyatul hilal di Pantai Kartini Jepara. Berdasarkan pengamatan anggota CSSMoRA dan beberapa pelaksana rukyat tidak mengidentifikasi keterlihatan hilal dikarenakan cuaca mendung. Hal tersebut juga didukung oleh data hisab dari tim hisab CSSMoRA yang mengatakan bahwa tinggi hilal masih di bawah standar kriteria visibilitas hilal MABIMS, oleh karena itu tidak terjadi adanya isbat hilal terlihat.

Melaksanakan rukyatul hilal haruslah ditempat-tempat yang strategis agar lebih mudah dalam melihatnya, Salah satu titik pelaksananya adalah di Pantai Kartini Jepara. Bukan hanya itu, dalam kegiatan tersebut, CSSMoRA mengirim beberapa anggotanya untuk ikut mengamati rukyatul hilal di beberapa titik rukyah, seperti di Planetarium UIN Walisongo, Pelabuhan Kendal, Pantai Mangunharjo Mangkang dan Pantai Kartini Jepara.

Pengamatan hilal di Pantai Kartini Jepara masih tergolong sepi (peminatnya), hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengamat yang hadir. Meskipun begitu kegiatan ini juga dihadiri oleh LFNU (Lembaga falakiyah Nahdlatul Ulama) Jepara dan UNISNU (Universitas Islam Nahdlatul Ulama) Jepara yang juga ikut meramaikan pengamatan di Pantai Kartini.

Tujuan utama diadakannya acara ini adalah untuk melaksanakan hisab rukyah bulan Ramadhan yang telah dicantumkan dalam proker tahunan CSSMoRA UIN Walisongo dan sekaligus mengajak anggota CSSMoRA untuk turun langsung kelapangan melaksanakan rukyatul hilal, hal tersebut disampaikan oleh Wahyudi Arafah sebagai ketua pelaksana kegiatan rukyah di Pantai Kartini Jepara.

“adanya kegiatan ini selain melaksanakan proker pengurus, kami membuat beberapa kelompok tim rukyah yang disebarkan ke lapangan untuk melaksanakan rukyat dan mengajak anggota untuk turun langsung melaksanakan rukyatul hilal”

ujarnya.

Tak hanya itu ia juga berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberi pengalaman serta wawasan yang lebih luas, sehingga bisa menjadi ajang belajar langsung dilapangan, mengamati dan meneliti hilal oleh anggota CSSMoRA UIN Walisongo.

“Semoga dengan kegiatan ini memberi pengalaman dan wawasan baru kepada kita semua”

imbuhnya dalam wawancara ditempat setelah pelaksanaan rukyat.

Oleh : Heim Muhammad

Loading

Penyelenggaraan Pengamatan Rukyatul Hilal di Pantai Mangunharjo: Tantangan Cuaca dan Penguatan Kriteria Visibilitas Hilal MABIMS

kawakib 2
kawakib 4
kawakib1
kawakib3
PlayPause
previous arrow
next arrow

CSSMoRA UIN Walisongo – Pada Ahad, 11 Maret 2024, CSSMoRA UIN Walisongo melakukan pengamatan rukyatul hilal di Pantai Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh anggota CSSMoRA dan beberapa pelaksana rukyat menunjukkan bahwa tidak terlihatnya hilal disebabkan oleh cuaca yang mendung. Data hisab dari Tim Hisab CSSMoRA juga memperkuat kesimpulan ini dengan menunjukkan bahwa tinggi hilal masih berada di bawah standar kriteria visibilitas hilal MABIMS. Oleh karena itu, tidak ada penetapan isbat hilal yang terlihat berdasarkan pengamatan tersebut.

Melakukan observasi rukyatul hilal dilakukan di lokasi-lokasi strategis agar memudahkan pengamatannya. Salah satu lokasi untuk melakukan observasi adalah Pantai Mangunharjo mangkang. Namun, tidak hanya itu, dalam kegiatan tersebut, CSSMoRA mengirim beberapa anggotanya untuk turut serta dalam pengamatan rukyatul hilal di beberapa titik observasi lainnya, seperti di Planetarium UIN Walisongo, Pelabuhan Kendal, Pantai Mangunharjo Mangkang, dan Pantai Kartini Jepara.

Tujuan utama diadakannya acara ini adalah untuk menjalankan hisab rukyah bulan Ramadhan, yang telah dimasukkan ke dalam program kerja tahunan CSSMoRA UIN Walisongo. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mengajak anggota CSSMoRA turun langsung ke lapangan dalam melaksanakan rukyatul hilal.

Wahyudi Arafah, sebagai ketua pelaksana kegiatan rukyah CSSMORA, menyampaikan bahwa

“kegiatan ini tidak hanya melaksanakan program kerja pengurus, tetapi juga melibatkan pembentukan beberapa kelompok tim rukyah yang tersebar di lapangan untuk melakukan rukyat dan mengajak anggota untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan rukyatul hilal.”

Selain itu, Wahyudi Arafah juga berharap bahwa melalui kegiatan ini, anggota CSSMoRA UIN Walisongo dapat memperoleh pengalaman dan wawasan yang lebih mendalam. Hal ini diharapkan dapat menjadi kesempatan belajar langsung di lapangan, di mana anggota dapat mengamati dan meneliti hilal secara langsung.

Oleh : Muhamad Mahmud Sidik

Loading

Penentuan Awal Bulan Ramadan 1445 H di Planetarium UIN Walisongo

planet1
planet2
planet3
PlayPause
previous arrow
next arrow

CSSMoRA UIN Walisongo – Minggu (10/03/2024) Planetarium UIN Walisongo Semarang, melaksanakan kegiatan Rukyatul Hilal dalam rangka penentuan awal bulan Ramadan 1445 Hijriah. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak yang terkait, seperti Kemenag Jateng, MUI Jateng, Pengadilan Agama, ormas dan para perukyat termasuk CSSMoRA UIN Walisongo.

Acara dibuka dengan simulasi Rukyatul Hilal di Ruang Show Planetarium. Ahmad Syifaul Anam, selaku kepala Planetarium UIN Walisongo menyampaikan pentingnya kegiatan Rukyatul Hilal dalam menentukan awal bulan Ramadan bagi umat Islam. Di Ruang Show tersebut disajikan fenomena matahari tenggelam dan simulasi pengamatan hilal dalam penentuan awal bulan Ramadhan.

“Penentuan awal Ramadhan tahun ini berpotensi kembali berbeda, menurut data astronomis kemungkinan posisi hilal terlihat sangat kecil, bahkan memungkinkan gagal terlihat atau sama sekali tak terlihat. Faktor perubahan fase ini dipengaruhi oleh hubungan rotasi matahari dengan bumi juga keadaan cuaca”

Jelas Ahmad Syifaul Anam.

Setelah proses simulasi Rukyatul Hilal selesai, para peserta diarahkan ke tempat pengamatan hilal. Sebelum melakukan pengamatan Bapak Ihtirozun Ni’am memeberikan arahan mengenai pengamatan hilal. Pada pengamatan kali ini kemungkinan hilal tidak terlihat, dikarenakan cuaca mendung, setidaknya dapat kita pertimbangkan dua hal yang pertama, kondisi fisik hilalnya. Kedua kondisi latar belakangnya. Pertama dari kondisi fisik hilalnya, hilal sore hari ini ketinggiannya cukup rendah kurang dari 1 derajat, yaitu di kisaran setengah derajat artinya posisinya sangat rendah sudah dekat dengan ufuk tidak sampai 4 menit sudah terbenam hilalnya.

Dengan kondisi ketinggian seperti itu kemudian jarak dari matahari elongasinya kisaran 2 derajat tidak sampai 6,4 derajat, artinya jika kita lihat formulasi kriteria Imkan Nur rukyat Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) dengan elongasi minimum 6,4 derajat, tinggi minimum 3 derajat, ini masih sangat jauh di bawahnya. Kedua dari latar belakang kondisi langitnya kebetulan sekarang sangat mendung.

“Menurut aspek fisik hilalnya kemudian aspek mendung yang ada di langit mengakibatkan kemungkinan teramati hilal itu sangat susah”

Jelas Ihtirozun Ni’am.

Berdasarkan data yang terkumpul, hilal pada Minggu, 10 Maret 2024 tidak terlihat sehingga bulan Sya’ban di istikmalkan menjadi 30 hari. Begitupun dengan Kementrian Agama RI tetapkan 1 Ramadan 1445 H jatuh pada hari Selasa, 12 maret 2024.

Antusiasme para peserta rukyat membuat situasi di tempat pengamatan terlihat ramai.

“Menurut saya pengamatan hilal di Planetarium UIN Walisongo sangat berkesan karena dipandu oleh Pakar Falak yang berpengalaman dibidangnya dan yang bikin beda itu ada show simulasinya dan juga diliput stasiun TV Nasional yang mana jadi kebanggaan begi yang mengikuti acaranya”

Ujar Zaki selaku peserta Rukyatul Hilal.

Acara ditutup dengan do’a bersama dan harapan agar bulan Ramadan yang akan datang menjadi bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi umat dan ilmu pengetahuan.

Oleh : Wika Winanta

Loading

Kegiatan Pengamatan Rukyatul Hilal 1 Ramadhan 2024: Kolaborasi CSSMoRA UIN Walisongo Semarang dan Kemenag Kabupaten Kendal dalam Penentuan Awal Puasa

kendal2
kendal1
kendal3
kendal4
kendal5
previous arrow
next arrow


Pada hari Ahad, tanggal 10 Maret 2024 CSSMoRA UIN Walisongo Semarang dan Kemenag Kabupaten Kendal mengadakan kegiatan pengamatan Rukyatul Hilal untuk penentuan 1 Ramadhan (awal puasa ) yang berada di pelabuhan Kendal, Berdasarkan pengamatan anggota rukyah CSSMoRA UIN Walisongo Semarang dan beberapa pelaksana rukyat hilal tidak mengidentifikasi keterlihatan hilal, dikarenakan cuaca sangat mendung. Hal tersebut juga didukung oleh data hisab dari tim hisab CSSMoRA yang mengatakan bahwa tinggi hilal masih di bawah standar kriteria visibilitas hilal MABIMS, yang mana hilal masih berada di ketinggian 1 derajat serta lamanya hilal diatas ufuk hanya berkisar 3 menit 22 detik, kemungkinan juga hilal sangat susah dilihat oleh pengamat.

CSSMoRA UIN Walisongo Semarang mendelegasikan anggotanya ke beberapa titik rukyah. Salah satunya berlokasi di Kendal yang berjumlah 22 mahasiswa dari Prodi Ilmu Falak, Prodi Teknologi Informasi. HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) prodi Ilmu Falak juga turut hadir dalam kegiatan ini. Perlu di ketahui bahwasanya seluruh anggota CSSMoRA UIN Walisongo telah dibagi dan di sebarkan untuk melaksanakan rukyatul hilal di berbagai daerah jawa tengah yang telah ditetapkan menjadi objek titik pelaksanaan Rukyatul hilal penentuan 1 Ramadhan 2024 diantaranya yaitu Pantai Kartini Jepara , Observatorium UIN Walisongo Semarang, Pantai Mangunharjo Mangkang dan Pelabuhan Kendal.

Pengamatan hilal di Pelabuhan Kendal sangat ramai pengunjungnya (peminatnya), hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengamat yang hadir. kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal, Ir Sugiono, M.T., Kepala Kantor Kendal, Dr. Mahrus, Pengurus MUI Kendal, Ketua PCNU Kendal, Dr. h.Mukh. Mustakim, S.Ag., M.S.I., Ketua LDII Kabupaten Kendal HM Santoso Abdul Manan, S.E, dan Para pemimpin organisasi keagamaan lainnya, tim LFNU ( Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama’), Tim Badan Rukyah Kabupaten Kendal, Ulil Abshor, S.H.,Sy., M.h., Dosen UIN Walisongo Semarang , dan para pemimpin pondok pesantren Kendal .

Esensi dari kegiatan ini selain untuk melaksanakan hisab rukyah bulan Ramadhan sesuai dengan rencana kerja tahunan CSSMoRA UIN Walisongo, juga mengajak anggota CSSMoRA untuk aktif terlibat dalam melaksanakan rukyatul hilal di lapangan. Muhaimin Thohri, sebagai ketua pelaksana kegiatan rukyah di Pelabuhan Kendal, mengungkapkan bahwa

“kegiatan ini bukan hanya bagian dari agenda pengurus, tetapi juga melibatkan pembentukan beberapa tim rukyah yang akan bergerak ke lapangan untuk melakukan rukyat dan mengajak anggota untuk berpartisipasi langsung.”

Selain itu, ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta, sebagai kesempatan untuk belajar, mengamati, dan melakukan penelitian tentang hilal bersama CSSMoRA UIN Walisongo. Dalam wawancara setelah pelaksanaan rukyat, Muhaimin Thohri menambahkan bahwa harapannya adalah agar kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi semua peserta.

Oleh: Muhammad Ais Nur Rizqi

Loading