Pada hari Minggu, tanggal 24 Maret 2024, pukul 15.00 WIB hingga selesai, telah terselenggara acara IFBAR (Ifthar Bareng) di Gedung RW 11, Purwoyoso Ngaliyan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota CSSMoRA UIN Walisongo, dengan tujuan untuk mempererat tali silaturrahim dan meningkatkan kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
Acara dimulai dengan sederetan permainan yang menghibur serta mengasah kepekaan anggota dalam memahami kepribadian sesama. Permainan-permainan ini dipandu dengan penuh semangat oleh Lutfi Najib dan Wika Winanta, yang mampu memeriahkan suasana dengan keterampilan mereka.
Setelah rangkaian permainan selesai, peserta menunggu dengan penuh kesabaran hingga waktu berbuka puasa tiba. Selama menunggu, kegiatan dilanjutkan dengan membaca tahlil bersama yang dipimpin oleh Farijil Humam. Suasana khidmat tercipta di antara para peserta, menambah kehangatan dalam momen kebersamaan ini.
Dan akhirnya, setelah berbuka puasa, diabadikanlah momen kebersamaan ini melalui sesi dokumentasi foto dan video. Setiap senyuman, keceriaan, dan keakraban tertangkap dalam setiap bidikan kamera, menjadi kenang-kenangan yang berharga bagi semua peserta.
Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum sekali dalam setahun, tetapi juga menjadi awal yang kokoh untuk kebersamaan yang lebih erat dan berkelanjutan di antara anggota CSSMoRA UIN Walisongo.
Ngobrol Pintar bertajuk ramadhan kali ini hadir dengan wajah baru, yakni “Kurma (Kuliah Ramadhan)” telah memasuki seri ke-3 merupakan salah satu program kerja Departemen PSDM UIN Walisongo Semarang sebagai wadah diskusi mengenai isu-isu penting, baik mengenai politik, pendidikan dan lainnya. Kurma kali ini dilaksanakan pada Minggu, 17 Maret 2024 yang bertempat di Masjid Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Moderasi Beragama menjadi tema pertama yang dipilih dengan pemantik, M. Wahyudi Arafah selaku Ketua CSSMoRA UIN Walisongo.
Kurma dihadiri oleh seluruh anggota CSSMoRA UIN Walisongo. Acara dibuka oleh Lutfi Najib sebagai moderator dan kemudian dilanjutkan penjelasan materi oleh pemantik. Berikut poin penting yang disampaikan,
“Moderasi berasal dari bahasa latin moderat yakni tidak berlebih-lebihan, juga tidak berkurang-kurangan. Ini merupakan salah satu bentuk pengontrol diri. Dalam KBBI, moderat terbagi menjadi dua makna, mengurangi kekerasan dan menghindari keekstriman. Contohnya ada orang yang dikatakan moderat, adalah orang yang bersikap wajar, tidak berlebih-lebihan. Moderasi dalam bahasa arab adalah Al-Wasathiyah ini sama dengan tasamuh, yang artinya ditengah-tengah, tawazun berimbang. Dalam hal ini, Kementerian Agama mendefinisikan al-wasathiyah sebagai wasit, yakni sebagai penengah dalam suatu kepentingan.”
“Moderasi Beragama adalah proses memahami dan mengamalkan ilmu agama secara adil dan berkembang. Tujuannya ialah agar tidak bersikap ekstrem ketika mengimplemantasikannya. Moderasi beragama ini bukan berarti kita memoderasikan agama. Karena agama ini telah sempurna, tidak perlu dimoderasikan. Sedangkan moderasi beragama ini adalah sikap para pemeluk agama yang perlu didorong agar tidak ekstrem.”
Setelah kurang lebih 1 jam pemaparan materi oleh pemantik, kemudian dilanjutkan sesi diskusi yang dipimpin oleh moderator. Seluruh peserta terlihat aktif dalam sesi diskusi, terbukti dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, dan tak hanya pemantik yang menjawab, diantara beberapa peserta ikutserta mengungkapkan pendapatnya. Tak terasa, begitu seru jalannya diskusi hampir 1 jam telah terlewati. Terakhir, Kurma ditutup dengan sesi foto bersama tepat pada pukul 16.30 WIB
Pada hari Sabtu, 23 Maret 2024, pukul 14.00, telah dilaksanakan kegiatan Kuliah Ramadhan yang bertemakan “Kita Bikin Paling Romantis”. Kegiatan ini bertempat di Depan Gedung Parkir Kampus 3 UIN Walisongo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program PSDM CSSMoRA UIN Walisongo yakni Ngopi (Ngobrol Pintar) yang bertujuan untuk memberikan wadah bagi anggota untuk melihat persoalan dari berbagai aspek, saling bertukar aspirasi dan mendiskusikan permasalahan-permasalahan masa kini.
Acara dibuka oleh Umi Kalzum selaku moderator dengan menyanyikan sebait lagu “Kita Bikin Paling Romantis” untuk membangun suasana yang positif. Kemudian dilanjutkan penyampaian materi oleh Varas Awla Zakkan T. dengan semangat dan pengetahuan yang mendalam tentang tema yang diangkat.
Diskusi bermuara pada pentingnya mengenal Allah sebagai langkah awal dalam membangun hubungan yang romantis dan bermakna. Berangkat dari bekal ini nantinya kita sebagai hamba dapat menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan dan mempererat silaturahim. Salah satu amalan yang powerful di bulan Ramadhan adalah Shalawat, seperti hadits Nabi saw.
عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا رواه مسلم
“Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.” (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).
Diantara banyaknya shalawat, Shalawat Fatih menjadi yang utama. Dikutip dari Kitab Perukunan Melayu. Dalam kitab tersebut terdapat kutipan dari Syekh Al-Arif Al-Kubra yang menyebut khasiat atau keutamaan membaca Shalawat Fatih.
“Barang siapa membaca shalawat ini seumur hidupnya sekali, niscaya ia dipelihara Allah Ta‘ala dari api neraka dan mewajibkan baginya husnul khatimah” (Syekh Al-Arif Al-Kubra, Perukunan Melayu, Jakarta: Al-‘Aidrus, halaman 52).
Setelah penyampaian materi usai, sesi diskusi dibuka dengan dipandu oleh moderator. Para peserta terlihat antusias dan penuh semangat berbagi pandangan serta pengalaman mereka mengenai fenomena yang ditemui selama Ramadhan tahun ini. Setelah selesai diskusi, pemateri menutup Kuliah Ramadhan dengan sebuah hadits,
“Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian, kegiatan “Kita Bikin Paling Romantis” berhasil menciptakan ruang diskusi yang produktif dan memberikan inspirasi bagi peserta untuk merenungkan hubungan mereka dengan Allah, khususnya dalam bulan Ramadhan tahun ini.
Pada ahad, (11/03/2024). CSSMoRA UIN Walisongo mengadakan kegiatan rukyatul hilal di Pantai Kartini Jepara. Berdasarkan pengamatan anggota CSSMoRA dan beberapa pelaksana rukyat tidak mengidentifikasi keterlihatan hilal dikarenakan cuaca mendung. Hal tersebut juga didukung oleh data hisab dari tim hisab CSSMoRA yang mengatakan bahwa tinggi hilal masih di bawah standar kriteria visibilitas hilal MABIMS, oleh karena itu tidak terjadi adanya isbat hilal terlihat.
Melaksanakan rukyatul hilal haruslah ditempat-tempat yang strategis agar lebih mudah dalam melihatnya, Salah satu titik pelaksananya adalah di Pantai Kartini Jepara. Bukan hanya itu, dalam kegiatan tersebut, CSSMoRA mengirim beberapa anggotanya untuk ikut mengamati rukyatul hilal di beberapa titik rukyah, seperti di Planetarium UIN Walisongo, Pelabuhan Kendal, Pantai Mangunharjo Mangkang dan Pantai Kartini Jepara.
Pengamatan hilal di Pantai Kartini Jepara masih tergolong sepi (peminatnya), hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengamat yang hadir. Meskipun begitu kegiatan ini juga dihadiri oleh LFNU (Lembaga falakiyah Nahdlatul Ulama) Jepara dan UNISNU (Universitas Islam Nahdlatul Ulama) Jepara yang juga ikut meramaikan pengamatan di Pantai Kartini.
Tujuan utama diadakannya acara ini adalah untuk melaksanakan hisab rukyah bulan Ramadhan yang telah dicantumkan dalam proker tahunan CSSMoRA UIN Walisongo dan sekaligus mengajak anggota CSSMoRA untuk turun langsung kelapangan melaksanakan rukyatul hilal, hal tersebut disampaikan oleh Wahyudi Arafah sebagai ketua pelaksana kegiatan rukyah di Pantai Kartini Jepara.
“adanya kegiatan ini selain melaksanakan proker pengurus, kami membuat beberapa kelompok tim rukyah yang disebarkan ke lapangan untuk melaksanakan rukyat dan mengajak anggota untuk turun langsung melaksanakan rukyatul hilal”
ujarnya.
Tak hanya itu ia juga berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberi pengalaman serta wawasan yang lebih luas, sehingga bisa menjadi ajang belajar langsung dilapangan, mengamati dan meneliti hilal oleh anggota CSSMoRA UIN Walisongo.
“Semoga dengan kegiatan ini memberi pengalaman dan wawasan baru kepada kita semua”
imbuhnya dalam wawancara ditempat setelah pelaksanaan rukyat.
CSSMoRA UIN Walisongo – Pada Ahad, 11 Maret 2024, CSSMoRA UIN Walisongo melakukan pengamatan rukyatul hilal di Pantai Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh anggota CSSMoRA dan beberapa pelaksana rukyat menunjukkan bahwa tidak terlihatnya hilal disebabkan oleh cuaca yang mendung. Data hisab dari Tim Hisab CSSMoRA juga memperkuat kesimpulan ini dengan menunjukkan bahwa tinggi hilal masih berada di bawah standar kriteria visibilitas hilal MABIMS. Oleh karena itu, tidak ada penetapan isbat hilal yang terlihat berdasarkan pengamatan tersebut.
Melakukan observasi rukyatul hilal dilakukan di lokasi-lokasi strategis agar memudahkan pengamatannya. Salah satu lokasi untuk melakukan observasi adalah Pantai Mangunharjo mangkang. Namun, tidak hanya itu, dalam kegiatan tersebut, CSSMoRA mengirim beberapa anggotanya untuk turut serta dalam pengamatan rukyatul hilal di beberapa titik observasi lainnya, seperti di Planetarium UIN Walisongo, Pelabuhan Kendal, Pantai Mangunharjo Mangkang, dan Pantai Kartini Jepara.
Tujuan utama diadakannya acara ini adalah untuk menjalankan hisab rukyah bulan Ramadhan, yang telah dimasukkan ke dalam program kerja tahunan CSSMoRA UIN Walisongo. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mengajak anggota CSSMoRA turun langsung ke lapangan dalam melaksanakan rukyatul hilal.
Wahyudi Arafah, sebagai ketua pelaksana kegiatan rukyah CSSMORA, menyampaikan bahwa
“kegiatan ini tidak hanya melaksanakan program kerja pengurus, tetapi juga melibatkan pembentukan beberapa kelompok tim rukyah yang tersebar di lapangan untuk melakukan rukyat dan mengajak anggota untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan rukyatul hilal.”
Selain itu, Wahyudi Arafah juga berharap bahwa melalui kegiatan ini, anggota CSSMoRA UIN Walisongo dapat memperoleh pengalaman dan wawasan yang lebih mendalam. Hal ini diharapkan dapat menjadi kesempatan belajar langsung di lapangan, di mana anggota dapat mengamati dan meneliti hilal secara langsung.
CSSMoRA UIN Walisongo – Minggu (10/03/2024) Planetarium UIN Walisongo Semarang, melaksanakan kegiatan Rukyatul Hilal dalam rangka penentuan awal bulan Ramadan 1445 Hijriah. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak yang terkait, seperti Kemenag Jateng, MUI Jateng, Pengadilan Agama, ormas dan para perukyat termasuk CSSMoRA UIN Walisongo.
Acara dibuka dengan simulasi Rukyatul Hilal di Ruang Show Planetarium. Ahmad Syifaul Anam, selaku kepala Planetarium UIN Walisongo menyampaikan pentingnya kegiatan Rukyatul Hilal dalam menentukan awal bulan Ramadan bagi umat Islam. Di Ruang Show tersebut disajikan fenomena matahari tenggelam dan simulasi pengamatan hilal dalam penentuan awal bulan Ramadhan.
“Penentuan awal Ramadhan tahun ini berpotensi kembali berbeda, menurut data astronomis kemungkinan posisi hilal terlihat sangat kecil, bahkan memungkinkan gagal terlihat atau sama sekali tak terlihat. Faktor perubahan fase ini dipengaruhi oleh hubungan rotasi matahari dengan bumi juga keadaan cuaca”
Jelas Ahmad Syifaul Anam.
Setelah proses simulasi Rukyatul Hilal selesai, para peserta diarahkan ke tempat pengamatan hilal. Sebelum melakukan pengamatan Bapak Ihtirozun Ni’am memeberikan arahan mengenai pengamatan hilal. Pada pengamatan kali ini kemungkinan hilal tidak terlihat, dikarenakan cuaca mendung, setidaknya dapat kita pertimbangkan dua hal yang pertama, kondisi fisik hilalnya. Kedua kondisi latar belakangnya. Pertama dari kondisi fisik hilalnya, hilal sore hari ini ketinggiannya cukup rendah kurang dari 1 derajat, yaitu di kisaran setengah derajat artinya posisinya sangat rendah sudah dekat dengan ufuk tidak sampai 4 menit sudah terbenam hilalnya.
Dengan kondisi ketinggian seperti itu kemudian jarak dari matahari elongasinya kisaran 2 derajat tidak sampai 6,4 derajat, artinya jika kita lihat formulasi kriteria Imkan Nur rukyat Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) dengan elongasi minimum 6,4 derajat, tinggi minimum 3 derajat, ini masih sangat jauh di bawahnya. Kedua dari latar belakang kondisi langitnya kebetulan sekarang sangat mendung.
“Menurut aspek fisik hilalnya kemudian aspek mendung yang ada di langit mengakibatkan kemungkinan teramati hilal itu sangat susah”
Jelas Ihtirozun Ni’am.
Berdasarkan data yang terkumpul, hilal pada Minggu, 10 Maret 2024 tidak terlihat sehingga bulan Sya’ban di istikmalkan menjadi 30 hari. Begitupun dengan Kementrian Agama RI tetapkan 1 Ramadan 1445 H jatuh pada hari Selasa, 12 maret 2024.
Antusiasme para peserta rukyat membuat situasi di tempat pengamatan terlihat ramai.
“Menurut saya pengamatan hilal di Planetarium UIN Walisongo sangat berkesan karena dipandu oleh Pakar Falak yang berpengalaman dibidangnya dan yang bikin beda itu ada show simulasinya dan juga diliput stasiun TV Nasional yang mana jadi kebanggaan begi yang mengikuti acaranya”
Ujar Zaki selaku peserta Rukyatul Hilal.
Acara ditutup dengan do’a bersama dan harapan agar bulan Ramadan yang akan datang menjadi bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi umat dan ilmu pengetahuan.
Pada hari Ahad, tanggal 10 Maret 2024 CSSMoRA UIN Walisongo Semarang dan Kemenag Kabupaten Kendal mengadakan kegiatan pengamatan Rukyatul Hilal untuk penentuan 1 Ramadhan (awal puasa ) yang berada di pelabuhan Kendal, Berdasarkan pengamatan anggota rukyah CSSMoRA UIN Walisongo Semarang dan beberapa pelaksana rukyat hilal tidak mengidentifikasi keterlihatan hilal, dikarenakan cuaca sangat mendung. Hal tersebut juga didukung oleh data hisab dari tim hisab CSSMoRA yang mengatakan bahwa tinggi hilal masih di bawah standar kriteria visibilitas hilal MABIMS, yang mana hilal masih berada di ketinggian 1 derajat serta lamanya hilal diatas ufuk hanya berkisar 3 menit 22 detik, kemungkinan juga hilal sangat susah dilihat oleh pengamat.
CSSMoRA UIN Walisongo Semarang mendelegasikan anggotanya ke beberapa titik rukyah. Salah satunya berlokasi di Kendal yang berjumlah 22 mahasiswa dari Prodi Ilmu Falak, Prodi Teknologi Informasi. HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) prodi Ilmu Falak juga turut hadir dalam kegiatan ini. Perlu di ketahui bahwasanya seluruh anggota CSSMoRA UIN Walisongo telah dibagi dan di sebarkan untuk melaksanakan rukyatul hilal di berbagai daerah jawa tengah yang telah ditetapkan menjadi objek titik pelaksanaan Rukyatul hilal penentuan 1 Ramadhan 2024 diantaranya yaitu Pantai Kartini Jepara , Observatorium UIN Walisongo Semarang, Pantai Mangunharjo Mangkang dan Pelabuhan Kendal.
Pengamatan hilal di Pelabuhan Kendal sangat ramai pengunjungnya (peminatnya), hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengamat yang hadir. kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal, Ir Sugiono, M.T., Kepala Kantor Kendal, Dr. Mahrus, Pengurus MUI Kendal, Ketua PCNU Kendal, Dr. h.Mukh. Mustakim, S.Ag., M.S.I., Ketua LDII Kabupaten Kendal HM Santoso Abdul Manan, S.E, dan Para pemimpin organisasi keagamaan lainnya, tim LFNU ( Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama’), Tim Badan Rukyah Kabupaten Kendal, Ulil Abshor, S.H.,Sy., M.h., Dosen UIN Walisongo Semarang , dan para pemimpin pondok pesantren Kendal .
Esensi dari kegiatan ini selain untuk melaksanakan hisab rukyah bulan Ramadhan sesuai dengan rencana kerja tahunan CSSMoRA UIN Walisongo, juga mengajak anggota CSSMoRA untuk aktif terlibat dalam melaksanakan rukyatul hilal di lapangan. Muhaimin Thohri, sebagai ketua pelaksana kegiatan rukyah di Pelabuhan Kendal, mengungkapkan bahwa
“kegiatan ini bukan hanya bagian dari agenda pengurus, tetapi juga melibatkan pembentukan beberapa tim rukyah yang akan bergerak ke lapangan untuk melakukan rukyat dan mengajak anggota untuk berpartisipasi langsung.”
Selain itu, ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta, sebagai kesempatan untuk belajar, mengamati, dan melakukan penelitian tentang hilal bersama CSSMoRA UIN Walisongo. Dalam wawancara setelah pelaksanaan rukyat, Muhaimin Thohri menambahkan bahwa harapannya adalah agar kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi semua peserta.
MEMBANGUN JARINGAN DAN MENIGKATKAN KINERJA ORGANISASI MELALUI STUDI BANDING KOLABORATIF
WhatsApp Image 2024-01-19 at 23.27.59_34a8107e
WhatsApp Image 2024-01-19 at 20.19.26_7a29e23e
WhatsApp Image 2024-01-19 at 20.06.00_c2f69194
WhatsApp Image 2024-01-19 at 19.54.34_61dedae5
Cssmorauinws – Pada hari Jumat, tanggal 19 Januari 2024, CSSMoRA UIN Walisongo Semarang telah melaksanakan suatu program kerja yang diinisiasi oleh Departemen BPH (Badan Pengurus Harian) berupa kegiatan studi banding. Tujuan utama dari studi banding ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada anggota CSSMoRA UIN Walisongo untuk bertukar pikiran dan belajar dari pengalaman, program kerja, dan kegiatan yang telah berhasil dilaksanakan oleh perguruan tinggi CSSMoRA lain.
Pada kesempatan ini, CSSMoRA UIN Walisongo berkolaborasi dengan dua perguruan tinggi, yaitu CSSMoRA Universitas Pendidikan Indonesia Bandung (UPI) dan CSSMoRA Universitas Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Kegiatan studi banding ini dihadiri oleh pengurus dari ketiga perguruan tinggi secara online melalui Zoom , kegiatan ini mengutamakan sharing pengalaman program kerja antara pengurus yang menjabat dalam periode tersebut.
Tema dari kegiatan studi banding ini adalah “Bertukar wawasan, berbagi pengalaman, dan menjalin silaturahmi melalui studi banding kolaboratif”. Acara dimulai dengan pembukaan, disertai sambutan dari ketua CSSMoRA ketiga perguruan tinggi. Pemaparan program kerja masing-masing perguruan tinggi menjadi fokus utama, dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab mengenai program kerja tersebut.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama. Menariknya, studi banding tahun ini direncanakan akan dilaksanakan dua kali dalam satu periode, menunjukkan komitmen yang tinggi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja organisasi CSSMoRA UIN Walisongo.
Dalam waktu yang dekat, CSSMoRA UIN Walisongo berencana mengajak program beasiswa dari UIN Walisongo Semarang untuk turut serta dalam studi banding, dengan tujuan memperkuat relasi, meningkatkan komunikasi, dan mendapatkan wawasan dari organisasi beasiswa lain. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan inspirasi dan mengembangkan wawasan, tetapi yang paling penting adalah membangun jaringan melalui kolaborasi studi banding.
Secara keseluruhan, acara studi banding ini dianggap sebagai momen yang sangat berharga untuk berbagi wawasan dan pengalaman mengenai program kerja. Antusiasme yang luar biasa dari pengurus kedua perguruan tinggi yang dikunjungi, bersama dengan hasil diskusi yang memberikan pengetahuan mendalam tentang program kerja yang menarik, membuat kegiatan ini memberikan dampak positif yang dirasakan oleh semua pihak yang terlibat. Alhamdulillah, keberhasilan acara ini menjadi pencapaian yang membanggakan bagi CSSMoRA UIN Walisongo Semarang.
Dalam rangka puncak event dies natalis ke-16, CSSMoRA UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan acara sarasehan anggota dan alumni. Acara tersebut mengusung tema “Restorasi Visi, Galakkan Misi Menuju CSSMoRA Berprestasi.” Tak hanya itu, puncak dies natalis tersebut juga bertempat di masjid Kampus 2 UIN Walisongo Semarang pada Sabtu, (16/12/2023).
Acara puncak yang diselenggarakan dihadiri oleh anggota CSSMoRA, alumni, moragister dan pengelola PBSB. Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu diadakan khataman serta pembacaan doa oleh Ketua CSSMoRA Wahyudi Arafah. Kemudian memasuki acara terdapat pembukaan oleh MC, Pembacaan ayat-ayat Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars CSSMoRA, sambutan-sambutan, pemotongan tumpeng dan doa. Baru kemudian sarasehan serta penutup.
Tamu undangan yang hadir dari alumni terdapat ketua alumni Nur Hidayatullah, S.HI., M.H beserta empat lainnya dan dari pengelola terdapat wakil dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Dr. Moh Khasan, M.Ag. Tujuan utama diselenggarakannya acara ini sebagai accara puncak adalah untuk membahas bersama bagaimana CSSMoRA kedepannya nanti.
Hal tersebut disampaikan Ketua CSSMoRA UIN Walisongo, Wahyudi Arafah dalam sambutannya. “diadakannya sarasehan ini bermaksud untuk kita diskusi bersama membahas tentang bagaimana CSSMoRA nanti kedepannya,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga berharap bahwa dengan terselenggaranya acara ini, CSSMoRA akan menjadi lebih baik lagi kedepannya. “ya semoga dengan kita adakan sarasehan ini CSSMoRA akan menjadi lebih baik lagi kedepannya,” imbuhnya dalam sesi sambutan-sambutan saat pembukaan acara.
-Red Muhammad Daviq Nuruzzuhal
Setelah terlaksananya Lomba Sayembara Logo yang merupakan lomba internal pada tanggal 3 November 2023 lalu, kini lanjut dengan acara FESTIVAL DIESNATALIS CSSMoRA (FDC) yang merupakan lomba tingkat nasional. Festival ini terdiri dari dua cabang lomba, yaitu MQK dan MTQ yang diikuti oleh seluruh warga indonesia dengan memenuhi beberapa syarat tertentu. Kedua cabang lomba tersebut memang sengaja dipilih untuk melestarikan budaya baca kitab di Indonesia dan seni tilawah yang lebih memberikan kriteria seorang santri. Yang mana, pihak penyelenggara merupakan mahasiswa penerima beasiswa PBSB (penerimaan beasiswa santri berprestasi) dan dinaungi oleh Organisasi bernama CSSMoRA (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs).
Festival ini dilaksanakan denga tiga tahapan, yaitu pertama pendaftaran dan pengumpulan karya pada tanggal 10-30 November 2023, lalu sesi penjurian pada tanggal 1-7 Desember 2023, dan yang terakhir pengumuman pemenang pada tanggal 12 Desember 2023. Disini pemenang mendapatkan uang pembinaan dan sertifikat. Peserta Festival memiliki latar belakang domisili yang bermacam – macam dari seluruh Indonesia yang terdirii dari 65 cabang MQK dan 16 cabang MTQ. Padahal dari pihak panitia hanya menduga 25 persennya, namun keantusiasan ini melampui hingga berkali lipat, ucap syukur kami semua para panitia pada hari itu.
Bukan hanya atas dasar CSSMoRA yang berlatar belakang santri, namun juga membawa nama baik kampus UIN WALISONGO dengan bukti aktif nya para mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan, antusiasnya para panitia dan peserta nasional. Karakter seperti inilah yang tidak boleh hilang dalam diri kita dalam upaya melestarikan budaya santri pada generasi masa kini.
Banyak harapan kami pada acara Festival ini dan khususnya untuk CSSMoRA kedepannya, semoga menjadi organisasi yang lebih banyak memberikan nama kepada UIN WALISONGO SEMARANG, PT teraktif di ganca nasional, dan para pengurus ataupun anggota CSSMoRA UIN WALISONGO yang lebih semangat, produktif, dan berkeluarga.
-Red Saylul Hidayah Salsabiyla