BMT Assalam Bersinergi dengan Mahasiswa KKN MIT Ke-22 Salurkan Bantuan Sarung untuk Dewan Guru Madin Hidayatul Mubtadi’in Kuncir 01

Merawat Marwah Keilmuan Pesantren BMT Assalam Bersinergi dengan Mahasiswa KKN MIT Ke-22 Salurkan Bantuan Sarung untuk Dewan Guru Madin Hidayatul Mubtadi’in Kuncir 01

Kuncir, 28 Juli 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) Ke-22 UIN Walisongo mendampingi prosesi penyerahan bantuan sarana ibadah dan mengajar berupa sarung bagi tenaga pendidik di Madrasah Diniyah (Madin) Hidayatul Mubtadi’in Kuncir 01, Desa Kuncir. Agenda penyerahan bantuan yang berlangsung secara tertib dan khidmat ini merupakan implementasi program tanggung jawab sosial dan pendistribusian dana zakat tahunan dari lembaga keuangan syariah BMT Assalam menyambut bulan Muharam.

MDT Desa Kuncir

Acara resmi dibuka pada pukul 09.00 WIB di aula serbaguna Madin Hidayatul Mubtadi’in Kuncir 01, dihadiri oleh jajaran perwakilan manajemen BMT Assalam, kepala madrasah beserta dewan guru, serta tim mahasiswa KKN MIT Ke-22 yang bertindak sebagai fasilitator teknis pelaksanaan di lapangan.

Perwakilan BMT Assalam, Nimas Arum Sari, S.Ak., menegaskan bahwa kegiatan serah terima ini merupakan wujud komitmen lembaganya dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat perniagaan untuk sektor-sektor strategis kemasyarakatan, khususnya pendidikan Islam di tingkat desa.

“Setiap bulan Muharam, BMT Assalam mengalokasikan zakat ke dalam beberapa klaster sasaran, meliputi santunan tunai anak yatim, bantuan logistik beras bagi janda dan lansia prasejahtera, serta pemberian perlengkapan sarung untuk para guru madrasah diniyah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membina akhlak santri,” papar Nimas dalam sesi sambutan.

Kepala Madin Hidayatul Mubtadi’in Kuncir 01, Bapak Ustadz Dardiri, menyambut langsung penyerahan bantuan secara simbolis. Dalam kesempatan tersebut, pihak madrasah menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang diberikan kepada para dewan asatidz yang selama ini mengabdi secara sukarela demi keberlanjutan pendidikan generasi muda.

Kami mengapresiasi dukungan nyata dari BMT Assalam dan rekan-rekan mahasiswa KKN MIT Ke-22 yang telah memfasilitasi jalannya agenda ini. Sarung yang diserahkan tidak hanya bermanfaat sebagai penunjang ibadah harian, melainkan juga menjadi suntikan moril bagi para guru dalam menjalankan amanah mengajar di madrasah,” tutur Ustadz Dardiri.

Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 10.30 WIB dengan doa bersama serta penandatanganan berkas dokumentasi penyerahan oleh para pihak terkait. Sinergi trilateral antara lembaga filantropi Islam, institusi pendidikan keagamaan nonformal, dan sivitas akademika perguruan tinggi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial dan mutu pendidikan keagamaan masyarakat Desa Kuncir secara berkelanjutan.

Loading

Diterbitkan oleh

Zaki Anshari Al-Banjari

Ahmad Zaki Anshari Al-Banjari lahir di Kalimantan Selatan pada 29 Maret 2003, adalah seorang penulis yang memadukan Dirosat Islamiyah dengan nilai-nilai Sosial Kemasyarakatan. Sebagai mahasiswa Double Degree Ilmu Falak di UIN Walisongo Semarang dan Syari'ah dan Sastra Arab di Safwa University. Penulis memiliki minat mendalam terhadap alam semesta dan keindahannya. Pengalamannya yang luas dalam dunia pendidikan, termasuk sebagai pengajar di madrasah diniyah dan pondok pesantren, serta perannya sebagai Pembina IV di Yayasan Ma'had Al Islamy Hidayatul Amin Batu Tangga, telah membentuknya menjadi pendidik yang inspiratif. Penulis dikenal mampu menggabungkan ilmu pengetahuan Dirosat Islamiyah dengan kearifan lokal, menginspirasi generasi muda untuk mencapai potensi terbaik mereka. Dalam beberapa tulisannya, corak penulis mengkomunikasikan konsep-konsep kompleks dengan cara yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Dengan semangat sebagai pembelajar seumur hidup, saya terus berinovasi dalam dunia pendidikan dan senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Keahlian penulis dalam mengelola program pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran membuat penulis dipilih sebagai manajer pendidikan yang adaptif dan kreatif.