Bangun Kebersamaan Ramadan, CSSMoRA UIN Walisongo adakan Buka Bersama

CSSMoRA UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan Buka Bersama Ramadhan pada Sabtu, 8 Maret 2025, bertempat di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Semarang. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota aktif CSSMoRA angkatan 2021 hingga 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara sesama anggota CSSMoRA serta membangun semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan. Rangkaian acara dimulai dari pembukaan, kultum singkat, buka puasa bersama, hingga salat magrib berjamaah.

Kegiatan berjalan lancar, namun terdapat kendala pada partisipasi. Beberapa anggota yang telah dibagi dalam kelompok tidak menunjukkan kejelasan kehadiran sehingga panitia perlu mencari pengganti secara mendadak. Koordinasi kehadiran masih menjadi catatan yang perlu dibenahi pada pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang.

Konfirmasi kehadiran yang lebih disiplin serta pembagian tanggung jawab yang jelas sejak awal diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kegiatan serupa di tahun berikutnya.

Demikian berita acara ini dibuat sebagai dokumentasi resmi kegiatan Buka Bersama CSSMoRA UIN Walisongo Semarang periode 2024–2025

Loading

Latih Kader Penulis, CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Pelatihan Jurnalistik

Belajar Langsung Teknik Wawancara
CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Workshop Jurnalistik Perdana
Dalam rangka memberikan pembekalan jurnalistik kepada anggotanya, Departemen Journalistik CSSMoRA UIN Walisongo menyelenggarakan Workshop Journalism perdana. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, (16/11/2024) bertempat di Pendopo Pondok Pesantren Madinatul Amin, Mijen, Kota Semarang.
Workshop ini merupakan tindak lanjut dari program kerja bertajuk Mora Journalism, yang bertujuan membekali anggota CSSMoRA UIN Walisongo khususnya yang tergabung dalam LPM Zenith dengan pengetahuan dan keterampilan dasar jurnalistik dan kepenulisan.
Materi pertama yang diangkat dalam kegiatan ini adalah teknik wawancara. Bertindak sebagai pemateri yaitu Zainul Fitroh, editor jurnal dari LPM Justisia Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo. Dalam pemaparannya, Zainul menekankan bahwa wawancara bukan sekadar mencari informasi, namun juga sebagai sarana menguatkan asumsi dalam tulisan.
“Wawancara itu bukan hanya sekadar mencari informasi, tetapi juga untuk mendukung asumsi-asumsi yang ada di tulisan kita,” jelasnya.
Adapun beberapa poin penting yang dijelaskan dalam sesi ini mencakup tahapan-tahapan persiapan sebelum melakukan wawancara, seperti mencari latar belakang narasumber, membuat outline, menyusun daftar pertanyaan sesuai unsur 5W+1H, dan mempelajari kosakata terkait topik. Saat wawancara berlangsung, pewarta juga diimbau untuk memperkenalkan diri, menjaga etika dalam berbicara, serta tidak memaksa narasumber.
“Jangan pernah memaksa narasumber untuk mengingat sesuatu ketika ia benar-benar lupa,” tegas Zainul.
Ketika ditanya mengenai teknik khusus agar wawancara berjalan lancar, ia menjawab lugas bahwa kuncinya terletak pada latihan dan belajar secara konsisten. “Sebenarnya tidak ada teknik khusus dalam wawancara. Sering-sering latihan dan belajar itu sudah cukup supaya wawancaramu berjalan baik.”
Antusiasme peserta dalam sesi ini membuat suasana workshop semakin hidup. Di penghujung acara, Zainul menyampaikan rasa syukurnya bisa berbagi ilmu dengan para peserta. Ia berharap bekal wawancara yang telah disampaikan bisa menjadi fondasi kuat dalam praktik jurnalistik anggota CSSMoRA ke depannya.

Loading

Tasyakuran Wisuda CSSMoRA UIN Walisongo Semarang

Semarang, 23 Mei 2025

CSSMoRA UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Tasyakuran Wisuda pada Jumat, 23 Mei 2025, bertempat di Gazebo YPMI Al-Firdaus. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dan rasa syukur atas pencapaian akademik anggota CSSMoRA yang telah menyelesaikan studi di UIN Walisongo.

Acara dimulai pukul 13.30 WIB dan dihadiri oleh wisudawan, anggota aktif CSSMoRA, serta KH. Ali Munir sebagai tamu undangan. Rangkaian kegiatan meliputi sambutan, doa bersama, pemotongan tumpeng, dan ramah tamah antaranggota.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan berjalan lancar namun masih terdapat beberapa catatan. Koordinasi dengan kakak tingkat kurang maksimal sehingga terjadi miskomunikasi terkait pengadaan sertifikat. Beberapa alumni yang diundang tidak hadir, dan sertifikat dari sekretariat nasional tidak sempat dimintakan. Selain itu, pihak pengelola PBSB tidak dapat menghadiri kegiatan ini.

Untuk itu, pada kegiatan berikutnya, koordinasi dengan alumni dan pengelola perlu diperkuat serta permohonan sertifikat sebaiknya diajukan lebih awal kepada sekretariat nasional agar kegiatan serupa dapat berlangsung lebih optimal.

Demikian berita acara ini dibuat sebagai dokumentasi resmi kegiatan Tasyakuran Wisuda CSSMoRA UIN Walisongo Semarang periode 2024–2025.

Loading

Divisi PSDE CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Pelatihan “Affiliate TikTok dan Trik Marketing Produk Digital”

Semarang — Menyadari pentingnya literasi ekonomi digital di era yang serba online, Divisi Pengembangan Sumber Daya Ekonomi (PSDE) CSSMoRA UIN Walisongo menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Affiliate TikTok dan Trik Marketing Produk Digital” pada Kamis, 1 Mei 2025, bertempat di YPMI Al-Firdaus. Acara ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis kepada mahasiswa dalam menggali potensi penghasilan melalui dunia digital, khususnya dengan memanfaatkan platform media sosial seperti TikTok. Fokus utama pelatihan ini adalah strategi menjadi afiliator serta kiat menciptakan dan memasarkan produk digital yang relevan dan bernilai.

Hadir sebagai pemateri, Fairjil Humam, seorang praktisi muda yang telah berkiprah dalam dunia digital marketing dan afiliasi membawakan materi dengan gaya interaktif dan komunikatif. Dalam sesi tersebut, Fairjil membahas tiga poin penting, yaitu:

  1. Teknik dasar menjadi afiliator pemula, termasuk pemahaman alur kerja afiliasi dan platform yang bisa dimanfaatkan.

  2. Tips menyusun ide dan membuat produk digital yang memiliki nilai jual serta berkelanjutan.

  3. Trik memasarkan produk digital secara efektif di media sosial, dengan menitikberatkan pada potensi TikTok sebagai platform viral dan berdaya jangkau tinggi.

Peserta yang hadir merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan dan latar belakang, namun semuanya memiliki ketertarikan yang sama terhadap dunia wirausaha digital. Antusiasme peserta terasa dalam sesi tanya jawab yang berlangsung hidup, dengan berbagai pertanyaan seputar praktik afiliasi, pengalaman pribadi, hingga kendala lapangan.

Selain menjadi ajang belajar, kegiatan ini juga menjadi ruang inspiratif yang mendorong semangat kewirausahaan mahasiswa. Harapannya, para peserta dapat mulai memanfaatkan aktivitas media sosial tidak sekadar untuk hiburan, melainkan sebagai sarana produktif yang mampu mendatangkan penghasilan nyata.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata PSDE CSSMoRA dalam mencetak generasi muda yang melek teknologi, adaptif terhadap perubahan, dan mandiri secara ekonomi.

Penulis = Lutfi Najib

Loading

Etika Bersosmed ala Islam: Tidak Cuma Asik, Tapi Juga Beradab

Di era digital seperti sekarang, media sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan kita. Namun, bagaimana Islam memandang penggunaan media sosial? Ada beberapa hal penting yang harus kita perhatikan agar tetap menjaga etika dan akhlak sebagai muslim.

1. Kebebasan Berpendapat dalam Islam

Islam mengajarkan kita untuk menyampaikan pendapat dengan santun dan penuh hikmah. Kebebasan berbicara bukan berarti bebas menyebar ujaran kebencian atau fitnah. Di media sosial, kita harus bijak memilih kata agar tidak menyinggung atau menyakiti orang lain. Dalam Surah An-Nahl: 125 telah disampaikan :

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

       Artinya : “Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk.” (QS an-Nahl: 125)

2. Larangan Menyebar Hoax dan Fitnah Digital

Menyebarkan berita palsu (hoax) atau fitnah bertentangan dengan prinsip Islam yang mengedepankan kejujuran dan keadilan. Kita harus selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya agar tidak merugikan orang lain. Allah swt. yang berkaitan dengan berita bohong atau hoax yang telah disampaikan dalam Surah al-Hujurat yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

        Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.

3. Tanggung Jawab Akhlak Muslim di Dunia Maya

Seorang Muslim tidak hanya bertanggung jawab atas perilakunya di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Ruang digital adalah bagian dari kehidupan yang tak terpisahkan, sehingga akhlak tetap harus dijaga.

Dalam Islam, setiap kata yang diketik dan dibagikan akan dipertanggungjawabkan, sebagaimana sabda Nabi SAW: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka, akhlak bukan hanya soal adab di dunia fisik, tetapi juga cerminan iman di dunia digital.

4. Dakwah Positif di Media Sosial

Media sosial merupakan sarana strategis untuk menyebarkan nilai-nilai Islam secara positif. Dalam genggaman tangan, seorang Muslim bisa berdakwah melalui konten yang menginspirasi, mengedukasi, dan menyejukkan hati.

Dakwah di era digital tidak harus berupa ceramah panjang, namun bisa melalui kutipan Al-Qur’an, hadis, atau pengalaman spiritual yang menggugah.

Yang terpenting adalah niat dan konsistensi untuk menebarkan kebaikan, menjauhi perdebatan yang tidak bermanfaat, serta tidak terjebak dalam konten viral yang melanggar etika. Dengan begitu, kehadiran Muslim di dunia maya bukan hanya aktif, tapi juga membawa manfaat dan keberkahan bagi sesama

Di era digital yang serba cepat ini, kecanggihan media sosial tak seharusnya menghapus batasan moral yang diajarkan dalam Islam. Justru, platform-platform tersebut dapat menjadi ladang amal yang luas jika digunakan dengan niat yang benar dan sikap yang bertanggung jawab.

Islam tidak menolak teknologi, tetapi hadir untuk membingkai penggunaannya dengan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kesantunan, dan tanggung jawab sosial.

Setiap unggahan, komentar, hingga informasi yang dibagikan bukan hanya cerminan diri, tetapi juga bagian dari amanah dakwah yang harus dijaga. Maka, mari jadikan setiap klik sebagai jalan menuju keberkahan, bukan sekadar eksistensi, tetapi kontribusi nyata untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

 

Penulis = Alfaris Rachmani Rafiansyah

Loading

Astrocamp Medini 2025: Eksplorasi Memburu Galaksi Bima Sakti

Pada Sabtu–Minggu, 24–25 Mei 2025, telah diselenggarakan kegiatan Astrocamp bertajuk “Tafakur Alam di Pelukan Malam” di kawasan Kebun Teh Medini, Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Kawakib Institute, dan Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Tengah, dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang yang berasal dari mahasiswa, masyarakat umum, serta perwakilan dari Lembaga Falakiyah PWNU NTB.

Acara dibuka pada Sabtu malam pukul 19.30 WIB. Dalam sambutannya, Dr. H. M. Basthoni, M.H. menekankan pentingnya tafakur atas ciptaan Tuhan melalui langit malam serta menghargai perjuangan para ilmuwan falak terdahulu. Sementara itu, Ilham Awaludin dari CSSMoRA menyampaikan harapannya agar sinergi antar lembaga ini terus terjalin untuk menyebarluaskan ilmu falak ke berbagai kalangan.

Sesi materi dimulai dengan pengenalan teleskop Seestar oleh Moh Mailan Nahdhoh, S.H. Teleskop ini memadukan sistem manual dan teknologi AI, sehingga gambar langit dapat langsung diolah dalam perangkat. Peserta pun langsung mencoba mengoperasikan teleskop ini.

Selanjutnya, M. Nur Iskandar Fajri, M.H. memberikan pelatihan astrofotografi dan light painting dengan smartphone, sambil menjelaskan pengaturan penting seperti ISO dan shutter speed agar hasil foto langit tampak maksimal.

Malam hari menjadi puncak antusiasme peserta. Langit cerah menghadirkan pemandangan Milky Way yang menakjubkan, disertai kegiatan bakar-bakar santai. Salah satu peserta, Danial Alexa, mengungkapkan “Saya sangat senang, karena ini kali pertama saya melakukan astrofotografi dan mendapatkan hasil yang sangat bagus.”

Kegiatan ditutup dengan pengamatan fajar menjelang subuh, mengajak peserta merenung dalam suasana yang hening dan penuh makna.Astrocamp ini bukan hanya sarana belajar dan observasi langit, tetapi juga media tafakur, kebersamaan, dan refleksi spiritual dalam keindahan alam malam yang tenang.

 

Penulis = Ahmad Munawir Baidhowi

Loading

Santri Ponpes Ar-Rois Cendekia Berkreasi, CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Pelatihan Desain Grafis

Semarang — Dalam rangka menjalankan program divisi Pengabdian Masyarakat dan Pemberdayaan Pesantren (P3M), CSSMORA UIN Walisongo mengadakan roadshow bertajuk “Desain Bukan Cuma Gaya, Tapi Cara Menyampaikan Makna” di Pondok Pesantren Ar-Rois Cendekia Semarang pada Ahad, (4/5/2025)

Kegiatan ini bertujuan tidak hanya mengenalkan teknik desain grafis, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa desain memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan dan makna yang mendalam. Para peserta, yang merupakan santri dari Ponpes Ar-Rois Cendekia, diajak memahami bahwa visual bukan sekadar ornamen, melainkan medium komunikasi yang efektif, terlebih di era digital.

Dalam sambutannya, pengajar Ponpes Ar-Rois Cendekia, Andi Maulana, S.H., M.H., menyampaikan pentingnya sinergi antara visual dan makna. “Di era digital ini, keindahan visual harus selaras dengan konten yang bermakna, agar pesan dakwah, edukasi, maupun informasi dapat tersampaikan secara efektif,” ujarnya ketika menyampaikan sambutan. Ia juga menekankan bahwa meskipun Canva adalah alat yang mudah digunakan, kekuatan desain tetap terletak pada bagaimana elemen-elemen visual disusun secara naratif dan bermakna.

Materi disampaikan oleh Alfin Khomsah Sabilal H., yang membuka sesi dengan penjelasan teori mengenai prinsip desain bermakna, seperti pemilihan warna simbolis, pemanfaatan ruang (layout), serta keseimbangan visual yang mengarahkan perhatian pembaca. Usai teori, para santri langsung diajak praktik membuat poster bertema “Selamat Idul Adha” menggunakan Canva.

Dalam sesi praktik, santri diminta mengeksplorasi fitur-fitur lanjutan Canva, mulai dari ilustrasi, animasi ringan, hingga pemilihan palet warna yang sesuai dengan tema hari raya. Suasana pelatihan terasa hidup, dipenuhi diskusi seru, tawa ringan, namun tetap fokus dalam menyempurnakan desain masing-masing. Semangat mereka mencerminkan antusiasme tinggi dalam belajar dan berkreasi.

Di akhir kegiatan, panitia menilai hasil karya para santri berdasarkan tiga aspek: kreativitas, kejelasan pesan, dan penerapan makna visual. Tiga desain terbaik kemudian dipresentasikan langsung oleh pembuatnya dan mendapatkan apresiasi serta hadiah menarik dari panitia.

Ketua Umum CSSMORA UIN Walisongo, Muhammad Ilham Awaludin, menyampaikan harapannya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami berharap pelatihan ini dapat membantu para santri dalam tugas-tugas sekolah, sekaligus menjadi bekal keterampilan yang berguna di era digital ke depan.”

Roadshow ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pengabdian P3M CSSMORA UIN Walisongo tahun akademik 2024/2025, dan direncanakan akan dilanjutkan ke beberapa pesantren dan sekolah lainnya di masa mendatang.

 

Penulis = Fathiyah Zahrah Arifin

Loading

Hidupkan Kembali Tradisi Astronomi, Class of CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Pelatihan Rubuk Mujayyab

Semarang, cssmorawalisongo.org. – Menjelajah ilmu astronomi dengan alat tradisional, Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) CSSMoRA UIN Walisongo menggelar Class of CSSMoRA (COC) yang membahas rubuk mujayyab, alat perhitungan klasik yang dahulu digunakan ulama dalam menentukan waktu shalat dan arah kiblat. Bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) YPMI Al-Firdaus (27/10), acara ini menghadirkan Muhammad Mahfudz Ustukhry sebagai pemateri, yang menyampaikan materi dengan cara yang menarik hingga membuat peserta antusias mendalami cara-cara tradisional yang kini mulai jarang dikenal.

Rubuk mujayyab adalah alat astronomi tradisional yang berfungsi dalam penentuan waktu shalat dan arah kiblat. Alat ini terdiri dari beberapa bagian utama: busur derajat yang berfungsi untuk mengukur sudut, alidade sebagai pengarah atau penunjuk yang bisa digerakkan pada busur, skala sinus untuk mempercepat perhitungan sudut, lubang pandang sebagai tempat mengamati objek, dan tali gantung atau plumb line untuk menjaga akurasi pengukuran.

Dalam sesi tersebut, Mahfudz menjelaskan setiap bagian dari rubuk mujayyab dengan bahasa yang sederhana, membuat peserta lebih mudah memahami cara penggunaannya. Dengan pembawaan yang santai dan interaktif, Mahfudz berhasil membuat materi yang terbilang kompleks menjadi menarik. Meski demikian, waktu yang terbatas membuat beberapa peserta berharap akan adanya pelatihan tambahan agar pemahaman mereka terhadap alat ini lebih mendalam.

Mahfudz, yang memperoleh pengetahuan ini dari pondok pesantren melalui kitab gurunya, menyatakan antusiasmenya untuk berbagi lebih lanjut tentang metode-metode perhitungan tradisional yang kini mulai jarang dikenal masyarakat modern. Ia berharap generasi muda dapat menjaga dan melestarikan ilmu klasik ini sebagai bagian dari kekayaan tradisi keilmuan Islam.

 

Loading

Pemilihan Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo Periode 2024-2025 Sukses: Muhammad Ilham Awaludin Terpilih Sebagai Ketua Baru

IMG_7225-min
IMG_7104-min
IMG_7100-min
IMG_7113-min
IMG_7237-min
previous arrow
next arrow

Pemilihan ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo periode 2024-2025 sukses dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 26 Mei 2024 lalu. Pesta demokrasi ini merupakan sarana penyaluran suara anggota CSSMoRA untuk dapat memilih ketua umum yang baru. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan CSSMoRA UIN Walisongo mendapatkan kader kader baru yang membawa dobrakan perubahan lebih baik lagi.

Kegiatan pemilu diawali dengan adanya pendaftaran calon kandidat ketua pada tanggal 15 sampai 17 Mei 2024 kemudian dilanjutkan dengan verifikasi data pencalon pada tanggal 18 sampai 19 Mei 2024. Dari hasil tersebut, ada dua kandidat calon ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo yang lolos seleksi. Yaitu atas nama Farijil Humam sebagai kandidat nomor urut 01 dan Muhammad Ilham Awwaludin dengan nomor urut 02.

Rangkaian pemilu kemudian dilanjutkan kampanye yang dilaksakan pada tanggal 21 sampai tanggal 24 Mei 2024. Disela kampanye meriah dari setiap kandidat ketua umum, dilaksanakan pula debat kandidat pada tanggal 23 Mei 2024 di Gazebo YPMI Al Firdaus. Pada debat ini, turut diundang panelis panelis berpengalaman yakni alumni CSSMoRA UIN Walisongo. Kehadiran para panelis memberikan kontribusi besar saat debat. Anggota cssmora lebih mengerti dan mempunyai gambaran tentang visi misi calon ketua yang akan mereka pilih berdasarkan berbagai pertanyaan dari panelis.

Menjelang acara puncak, yakni sehari sebelumnya adalah hari tenang. Dimana para kandidat ketua umum CSSMoRA yang mencalonkan diri tidak diperkenankan untuk melakukan berbagai bentuk kampanye. Kemudian tepat tanggal 26 Mei 2024 acara pemilihan umum ketua cssmora terlaksana. Semua anggota CSSMoRA UIN Walisongo berhak dan berkewajiban menggunakan hak suaranya untuk memilih antara kedua kandidat calon ketua umum yang baru.

Pemilu periode ini dilaksanakan di depan kantor fakultas syariah dan hukum mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB. Setelah itu langsung dilakukan perhitungan suara oleh panitia KPU CSSMoRA UIN Walisongo disertai pengawasan bawaslu. Dari 82 anggota CSSMoRA UIN Walisongo ada 16 suara yang diketahui golput atau tidak memilih dan 4 suara tidak sah. Hasil akhir perhitungan suara mengeluarkan nomor urut 02 atas nama Muhammad Ilham Awaludin menjadi pemenang pemilu dengan total 49 suara. Dan kandidat nomor urut 01 atas nama Farijil Humam dengan 13 suara.

Setelah perhitungan suara, Ilham Awaludin dinyatakan sebagai ketua terpilih dan dipersilahkan memberikan sepatah dua patah kata atas kemenangannya. Kegiatan pemilu ini diakhiri dengan sambutan ketua kpu dan foto bersama anggota CSSMoRA UIN Walisongo atas suksesnya kegiatan pemilu periode ini.

Loading

Webinar Nasional CSSMoRA UIN Walisongo: Menggapai Mimpi, Menerobos Batas Dunia dalam Menuntut Ilmu di Luar Negeri

IMG-20240526-WA0028
IMG-20240526-WA0027
IMG-20240526-WA0029
IMG-20240526-WA0032
IMG-20240526-WA0030
IMG-20240523-WA0044
previous arrow
next arrow

Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap manusia, semakin jauh perjalanan kita menuntut ilmu maka semakin banyak kita mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang luas. Salah satunya bisa belajar di Luar Negeri adalah sebuah kesempatan yang sangat diinginkan oleh banyak orang. Kini, Departemen P3M atau Departemen Pemberdayaan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat CSSMoRA UIN Walisongo kembali menghadirkan Webinar Nasional bertajuk tema “Menggapai Mimpi, Menerobos Batas Dunia; Memahami Tantangan dan Peluang Studi di Luar Negeri”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Mei 2024 pada pukul 17.45 sampai selesai dan dilaksanakan melalui via zoom meeting.

Rangkaian acara pembukaan kegiatan dipandu oleh Kms. Abizar Al-Ghifari sebagai MC. Dilanjut menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars CSSMoRA oleh seluruh peserta yang hadir. Kemudian dilanjut berbagai susunan acara seperti sambutan ketua panita oleh Ahmad Munawir Baidlowi, sambutan ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo yakni Muhammad Wahyudi Arafah, Sambutan Ketua Umum Nasional CSSMoRA oleh Faizal Amin, dan sambutan pengelola PBSB UIN Walisongo Bapak Ahmad Munif, M.Si sekaligus membuka acara webinar ini.

Dalam sambutannya, Bapak Ahmad Munif menyampaikan bahwa

“Di agama islam kita diwajibkan untuk menuntut ilmu sepanjang hidup kita, dimulai dari kita dilahirkan sampai meninggal dunia, yang mana terdapat di dalam hadist أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ. Jadi, jika ada seseorang yang tidak mau belajar semasa hidupnya maka dia sudah melanggar perintah agama. Selain kita bisa mendapatkan ilmu pada saat dikelas dan melalui buku-buku, kita juga bisa mendapatkan ilmu dari lingkungan sekitar. Mengenai kuliah diluar negeri diharapkan bisa mendapatkan pelajaran-pelajaran yang lebih bijak sehingga menjadikan seseorang itu menjadi lebih baik dan bisa memahami orang lain”.

Webinar Nasional CSSMoRA dimoderatori oleh Varas Awla Zakan Tajalla dan menghadirkan narasumber luar biasa Muhammad Arinal Haq yang saat ini sedang menempuh jenjang S2 di Manchester, Inggris sekaligus mendapatkan beasiswa LPDP Luar Negeri. Beliau merupakan presiden NAYS Indonesia dan seorang penulis buku yang berjudul Pada Sebuah Jalan Panjang Bernama Pulang.

Arinal Haq berbagi pengalamannya dalam webinar ini dengan ringan dan santai. Ia menyampaikan bahwa alasan kuliah di Luar Negeri bukan karena pendidikan di Indonesia kurang memadai, akan tetapi perlunya diri kita untuk mengembangkan potensi diri serta memperluas relasi dan karir. Banyak akses dan fasilitas pendidikan di Luar Negeri yang memadai, sehingga bisa menjadi sarana untuk menunjang dan mendukung pembelajaran yang sedang kita tempuh. Tak hanya itu, kita bisa mendapatkan berbagai award dengan mengekspor budaya Indonesia ke Luar Negeri. Pada saat ini, Peluang untuk bisa kuliah di Luar Negeri sangatlah besar, mulai dari beasiswa, Exchange, Magang Internasional dan lain sebagainya. Akan tetapi, tantangan yang harus dilalui juga sangatlah besar, perbedaan waktu salat, penyesuaian dengan sistem dan metode pengajaran, perbedaan bahasa dan adat kebiasaan, dan lain-lain. Jangan jadikan tantangan sebagai hal yang menakutkan, jadikanlah tantangan sebagai pacuan dalam berusaha. Ingat, tak ada pelangi yang akan menyapa, tanpa deras hujan sebelumnya. Mulai persiapkan semua itu dari sekarang karena tanpa aksi nyata, mimpi-mimpi hanya akan jadi angan belaka. Bangun dan wujudkan impian yang kamu punya.

Setelah penyampaian materi usai, sesi diskusi dibuka dengan dipandu oleh moderator. Para peserta terlihat antusias dan penuh semangat memberikan pertanyaan kepada narasumber. Panitia telah menyiapkan doorprize yang menarik bagi penanya terbaik, Arinal Haq juga memberikan bukunya kepada salah satu pemenang. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama.

Loading