Divisi PSDE CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Pelatihan “Affiliate TikTok dan Trik Marketing Produk Digital”

Semarang — Menyadari pentingnya literasi ekonomi digital di era yang serba online, Divisi Pengembangan Sumber Daya Ekonomi (PSDE) CSSMoRA UIN Walisongo menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Affiliate TikTok dan Trik Marketing Produk Digital” pada Kamis, 1 Mei 2025, bertempat di YPMI Al-Firdaus. Acara ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan praktis kepada mahasiswa dalam menggali potensi penghasilan melalui dunia digital, khususnya dengan memanfaatkan platform media sosial seperti TikTok. Fokus utama pelatihan ini adalah strategi menjadi afiliator serta kiat menciptakan dan memasarkan produk digital yang relevan dan bernilai.

Hadir sebagai pemateri, Fairjil Humam, seorang praktisi muda yang telah berkiprah dalam dunia digital marketing dan afiliasi membawakan materi dengan gaya interaktif dan komunikatif. Dalam sesi tersebut, Fairjil membahas tiga poin penting, yaitu:

  1. Teknik dasar menjadi afiliator pemula, termasuk pemahaman alur kerja afiliasi dan platform yang bisa dimanfaatkan.

  2. Tips menyusun ide dan membuat produk digital yang memiliki nilai jual serta berkelanjutan.

  3. Trik memasarkan produk digital secara efektif di media sosial, dengan menitikberatkan pada potensi TikTok sebagai platform viral dan berdaya jangkau tinggi.

Peserta yang hadir merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan dan latar belakang, namun semuanya memiliki ketertarikan yang sama terhadap dunia wirausaha digital. Antusiasme peserta terasa dalam sesi tanya jawab yang berlangsung hidup, dengan berbagai pertanyaan seputar praktik afiliasi, pengalaman pribadi, hingga kendala lapangan.

Selain menjadi ajang belajar, kegiatan ini juga menjadi ruang inspiratif yang mendorong semangat kewirausahaan mahasiswa. Harapannya, para peserta dapat mulai memanfaatkan aktivitas media sosial tidak sekadar untuk hiburan, melainkan sebagai sarana produktif yang mampu mendatangkan penghasilan nyata.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata PSDE CSSMoRA dalam mencetak generasi muda yang melek teknologi, adaptif terhadap perubahan, dan mandiri secara ekonomi.

Penulis = Lutfi Najib

Loading

Menumbuhkan Semangat Wirausaha Muda: Workshop Santripreneur CSSMoRA UIN Walisongo

IMG-20240426-WA0002
IMG-20240426-WA0004
IMG-20240426-WA0001
IMG-20240426-WA0003
IMG-20240426-WA0005
previous arrow
next arrow

Departement PSDE atau Departement Pengembangan Sumber Daya Ekonomi CSSMoRA UIN Walisongo kembali menghadirkan workshop santripreneur bertajuk tema “Menjadi pengusaha muda sukses: menumbuhkan jiwa wirausaha dan kegigihan”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 24 April 2024 pada pukul 08.00 sampai 11.30 WIB dan digelar di gedung teater Fakultas Syariah dan Hukum lantai 3.

Rangkaian acara pembukaan kegiatan dipandu oleh Luthfi Najib dan Muhammad Muhaimin Thohri sebagai MC. Dilanjut menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars CSSMoRA oleh seluruh peserta yang hadir. Kemudian dilanjut berbagai susunan acara seperti sambutan ketua panitia oleh Muhammaad Husain As Sajad, sambutan ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo yakni Wahyudi Arafah sekaligus dibukanya workshop santripreneur ini. Acara pembukaan ini kemudian ditutup dengan doa oleh Varas Aula Zakan Tajalla.

Dalam sambutannya, Husain As Sajad sebagai ketua panitia sekaligus koordinator departement PSDE menyampaikan tujuan diadakannya workshop santriprneur ini.

“Santri tidak cukup menguasai ilmu agama, tetapi juga keterampilan yang memadai di era sekarang, PSDE CSSMoRA mengadakan workshop supaya bisa menjadi bekal bagi anggota, agar bisa berwirausaha.”

Tuturnya.

Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo, Wahyudi Arafah juga menyampaikan pentingnya diadakannya kegiatan ini. Nantinya, peserta diharapkan mampu menjadi pribadi mandiri yang bisa membuka lapangan baru sehingga dapat mengurangi pengangguran.

Workshop santripreneur dimoderatori oleh Farijil Humam, duta kampus UIN Walisongo 2022. Workshop ini menghadirkan narasumber luar biasa dari Jepara. Pemilik lebih dari seratus outlet makanan dan minuman. Pengusaha muda pemilik nama Muhammad Nizar Zulmi merupakan owner dari MauTeh Indonesia, Jago Chicken, Gi Boba, Kopukat dan masih banyak lagi yang sudah tersebar diberbagai kota seperti bogor, bekasi, kendal, dll.

Nizar Zulmi berbagi pengalamannya dalam workshop ini dengan ringan dan santai. Ia menyampaikan tentang bisnis yang sejatinya bukan tentang uang, namun tentang investasi pengalaman, relasi, dan ilmu. Dia juga menekankan bahwa dalam segala urusan, izin dan restu orangtua tetaplah yang utama. Menjadi pengusaha juga bukan tentang mengejar kekayaan, tetapi bagaimana kita bisa membantu orang lain sehingga termasuk investasi akhirat.

Dipenghujung materi, Nizar Zulmi memberikan semangat kepada para peserta untuk berani memulai berbisnis. Ia juga membagikan tips menjadi pengusaha muda seperti pengalamannya. Kegiatan workshop ini berjalan menyenangkan dengan bumbu doorprize dari narasumber untuk peserta yang berani maju menyampaikan gagasannya tentang materi yang disampaikan. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan plakat kepada narasumber dan foto bersama.

Red. Irdlina Fitra Naliya Rusyda

Loading