KENALKAN ILMU FALAK, MAHASISWA KKN ADAKAN PELATIHAN

KENALKAN ILMU FALAK, MAHASISWA KKN ADAKAN PELATIHAN

Tidak dapat dipungkiri di era digital saat ini dimana mekanik dan analog elektronik telah banyak diubah menjadi teknologi digital, membantu hampir segala lini kehidupan umat manusia menjadi serba cepat, mudah dan instan, tidak terkecuali digitalisasi dalam ilmu falak.
Dengan menjamurnya smartphone dan gadget digital, ponsel sudah bisa dilengkapi dengan aplikasi waktu sholat. Jadi setiap kali waktu sholat tiba, ponsel akan berbunyi sebagai tanda bagi pemilik ponsel bahwa waktu shalat telah tiba. Termasuk juga kesukaran yang biasa saat mencoba menemukan arah kiblat kian memudar. Baik ponsel atau perangkat GPS, asal dilengkapi dengan kompas yang kompatibel untuk menemukan arah kiblat secara real-time, maka arah kiblat dapat dengan mudah ditemukan.
Akan tetapi, maraknya aplikasi digital yang berkenaan dengan waktu shalat dan arah kiblat tidak ada lentera proses pembelajaran dan pengembangan ilmu falak ini. karena sejatinya digitalisasi hanya sebagai bentuk perubahan dari perhitungan ilmu falak untuk melihat hasilnya secara cepat. Proses pengkajian harus tetap dan harus terus dilaksanakan agar keilmuan tidak hilang dan berkembang. Selain itu juga, terwujud koreksi pada aplikasi smartphone yang pada akhirnya dapat mempengaruhi tingkat akurasi hasil yang diberikan.
Sebagai upaya menjaga khazanah keilmuan dan upaya mencetak kader falak Sukabumi, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang melakukan perhitungan arah kiblat yang diadakan di Pondok Modern Assalam Putri Sukabumi pada senin, 15 November 2020.
“Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari upaya pengenalan pengetahuan ilmu falak sekaligus kaderisasi falak di daerah Sukabumi khususnya, dan daerah asal para santri umumnya,” Terang Hilma, penyelenggara kegiatan pelatihan.
Kegiatan ini diikuti oleh 21 orang santriwati Pondok Modern Assalam dengan antusiasme yang penuh. Pelatihan perhitungan dan praktik pengecekan arah kiblat menggunakan metode perhitungan roshdul kiblat harian.
“Metode roshdul kiblat harian dipilih karena ia merupakan metode yang paling sederhana, bebas biaya, namun memiliki akurasi yang tinggi dalam menentukan arah kiblat,” jelas Hilma.

 

Rep: H.

Share this post

Leave a Reply