Apa aku bisa melakukannya?
Tentu , bahkan yang lebih tinggi dari bukit ini
Bukankah aku terlalu kecil untuk sampai diatas sana ?
Di dewasa mu nanti, kabarkan padaku keberhasilanmu
Tidak ada yang tidak mungkin , kesayanganku…
Tuan , aku berhasil
Aku menaklukan puncak itu, bahkan jauh lebih tinggi
indah nian diatas sana, sebagaimana yang kau ceritakan
Kesayanganmu ini Kembali dengan selamat
Aku membawa kabar yang kau minta
kan ku bawa kemana kabar ini ?
Tanah itu tak menjawab ku tuan
Tanah itu hanya menghancurkan ku
Bangunlah tuan, dekaplah jiwa atma
Sebentar saja..
Sudah lama rupanya , tapi atma tak jua rela
Kesayanganmu tak cukup dewasa untuk menerima perpisahan
Ia masih saja terduduk dibawah sinar purnama
Hingga langit pun ikut menangisi dukanya
Kesayanganmu akan baik-baik saja, percayalah
Ia hanya Lelah dan butuh rehat sejenak
Dunia tak seindah disaat kau masih mendekapnya
Gadis itu tersenyum ketika angin tak segan meniup wajahnya. Berjalan di atas tanah negara yang maju dengan cara nyaris tidak bersuara. Gedung-gedung saling berlomba, namun tertata rapi seperti pikiran yang tak pernah lelah bekerja. Berlapis kaca dan berdekatan, seolah-olah mereka saling percaya bahwa merekalah yang membuat terlihat sebagai kemajuan negara.
Gadis itu terus berjalan di antara gedung-gedung sunyi. Ya, gedung tanpa asap penyebab polusi, tanpa mesin berisik, dan tanpa orang-orang berlumur keringat. Inilah negara saat ini, sunyi dan tak bersuara.
“Selamat datang,” terdengar suara robot ketika pintu terbuka otomatis saat gadis itu mendekat ke apartemennya. Seluruh sudut apartemen itu sudah mengenali pemiliknya. Gadis itu sudah merancang berbagai teknologi untuk ia manfaatkan di kehidupannya. Namanya Feisa. Gadis lulusan teknologi informasi dan sudah menginjak umur seperempat abad, yang punya kebiasaan ambisius dengan banyak teknologi yang diciptakannya.
Feisa segera menuju ke dapur saat rasa haus menghampirinya, mengambil lalu menaruh gelas di dispenser yang secara otomatis mengisinya sampai penuh. Duduk di atas kursi, lalu meneguknya. Air yang sudah masuk ke kerongkongan membuat dahi Feisa mengernyit.
“Sudah kesekian kali aku merasakan rasa aneh di air minum ini,” gumam Feisa.
Awalnya ia kira mesinnya rusak. Namun setelah mengeceknya, semuanya berjalan baik. Begitu pula dengan shower di kamar mandinya, airnya mengalir deras dan suhunya stabil, namun air yang keluar keruh.
Ia menampung air dengan gayung kecil yang tersedia di kamar mandinya. Mengamati, airnya tidak coklat, namun keruh keabuan, seperti awan yang hendak turun hujan. Diendusnya, tidak ada bau, netral, namun janggal.
Sore di hari itu hendak menghilang. Feisa segera menuju jendela dan mengklik tombol penutup otomatis gorden. Sembari menutup sempurna, Feisa memandang keluar dari ketinggian apartemen. Kota ini tampak rapi. Gedung-gedung tidak bercerobong, tidak ada asap hitam, dan tidak ada suara mesin yang dulu biasanya dituduh sebagai biang kerusakan.
Feisa segera membuka panel dinding dan memanggil data laporan pemakaian di apartemennya. Grafiknya muncul, semuanya hijau: energi stabil, penyaring air otomatis berjalan baik, semuanya sempurna.
“Seharusnya tidak begini,” gumamnya lagi.
Keesokan harinya.
Setelah menjadi dewasa, hal yang menjadi kesukaannya adalah kesendirian. Angin yang sama seperti sore kemarin datang lagi menyentuh wajahnya. Namun kini, Feisa duduk di kursi depan kafe tempat ia membeli kopi yang digenggamnya saat ini.
Feisa mengambil ponsel dan membukanya. Notifikasi muncul, terdapat satu pesan dari sahabat dekatnya, Noynoy.
“Fei, ke sini dong, cekin dispenser di rumahku, airnya nggak enak.” Begitulah kira-kira isi pesan dari Noynoy. Feisa hanya membalas pesannya bahwa ia juga merasakan hal yang sama.
Feisa kembali memikirkan hal janggal itu lagi. Otaknya menolak untuk mengabaikannya. Di kepalanya banyak hal muncul secara tersusun, bukan tuduhan, melainkan kemungkinan. Bukankah sesuatu yang rapi itu hal yang paling sulit dicurigai? Sesuatu yang tenang itu memungkinkan banyak kemunculan? Dan sesuatu yang paling sunyi itu sering kali bekerja paling keras?
Angin bertiup menenangkan. Gedung-gedung sunyi berjejeran. Manusia tidak perlu lagi bekerja keras untuk kehidupan. Namun kota ini terlalu sempurna, untuk air yang tak lagi jernih.
Feisa sudah sampai di apartemennya. Sore sudah mulai menghilang. Namun rasa aneh di dalam air belum juga larut. Setelah mengklik penutup gorden otomatis, Feisa kembali membuka panel dindingnya. Bukan lagi membuka grafik hijau yang menenangkan, namun kali ini ia membuka jalur air—jalur dari mana air masuk lalu keluar.
“Air masuk, kemudian dipakai… dan yap! Keluar,” gumam Feisa sambil mengamati jalur air di panel dindingnya.
Feisa tersenyum. Ia tahu apa penyebabnya. Sambil berjalan ke dekat sofa di ruang tamu apartemennya, jari Feisa mengklik tombol di jam tangan yang ia pakai. Sofa itu terbelah karena perintah majikannya, menampakkan tangga sempit yang membawa Feisa ke ruang tersembunyi.
Ruang itu jauh lebih sunyi dari apartemennya. Tidak banyak orang tahu kalau ruangan yang berlapis panel bening itu adalah tempat awal mula semuanya berubah.
Gadis itu berdiri di depan wadah besar yang saat ini terisi penuh oleh air. Warnanya keabuan, sama seperti air yang keluar dari kran. Menit demi menit berlalu. Ia melihat sesuatu di dalam wadah air itu perlahan menurun ke dalam dasar, menghasilkan lapisan tipis yang tertinggal diam.
“Semua ini bukan rusak, namun butuh waktu untuk tenang,” ucapnya.
Misi dimulai, dengan semua pengetahuan dan idenya. Feisa kembali berkarya, bergulat dengan alat kerja yang menjadi teman setianya. Ia membuat lapisan batu alam halus. Mirip seperti konsep sungai, ia gunakan untuk tempat endapan turun dan memperlambat aliran. Teknologi itu bekerja dengan belajar dari alam, bukan menguasainya.
Jam demi jam semakin berlalu. Kini teknologi yang Feisa buat sudah di depan mata. Wadah berlapis kaca tebal, yang disengaja agar pemilik bisa tahu ke mana endapan itu terpisah. Lapisan batu dan serat alami ikut berpartisipasi di dalamnya.
Setelah semuanya terpasang, Feisa kembali melihat wadah utama penampungan air. Butuh waktu lumayan lama, namun ia menciptakannya seperti alam yang bekerja: perlahan dan tidak tergesa-gesa.
Feisa tersenyum. Semuanya berhasil. Airnya kini jernih dan tidak ada lagi drama rasa aneh di dalamnya. Ia segera mengambil ponsel di sakunya, membuat panggilan. Kemudian suara laki-laki terdengar dari balik ponselnya.
“Apa kabar, Bos?” ucap laki-laki itu.
“Kabar baik. Buatkan pertemuan. Ada yang perlu kita kerjakan untuk masalah kota kita akhir-akhir ini,” jawab Feisa.
“Baik, Bos. Laksanakan.”
Feisa segera menutup teleponnya. Air di apartemennya kini kembali normal, namun belum dengan yang lain. Feisa bukan orang yang banyak dikenal. Ia tidak ingin menjadi pusat perhatian orang-orang. Namun dengan kerja kerasnya di balik layar, ia banyak membuat perubahan.
Besok Feisa akan kembali memulai misinya. Bukan hanya untuk apartemen, namun untuk seluruh kota yang terkena dampak oleh kesunyian dunia ini.
Dunia ini memang sudah berubah. Tidak ada mesin berisik dan asap tebal yang menjadi biang kerusakan. Namun kesunyian teknologi justru paling bekerja keras mengambil dan mengubah sumber daya alam.
Teknologi butuh banyak air untuk pendinginan, sedangkan air yang dikeluarkan lebih panas dari suhu awalnya. Air itu kembali ke sungai, ke tempat di mana warga mengambil air untuk kehidupannya. Air itu tidak salah, namun perlu ruang jeda sebelum akhirnya ia keluar ke pemukiman.
Teknologi yang Feisa buat ia beri nama “Ruang Jeda”, tempat di mana air perlu untuk tenang sebelum akhirnya dikeluarkan.
Lalu bagaimana dengan endapan yang dihasilkan? Endapan bukan kegagalan, namun pertanggungjawaban. Seharusnya manusia tidak hanya menikmati kepraktisan yang dibuat teknologi, namun juga harus merawatnya.
Feisa pikir, hidup hanya sekadar air keruh. Selama ini kita mengira asap tebal dan mesin berisiklah yang paling merugikan. Namun siapa sangka? Yang kita sebut kemajuan justru yang paling banyak mencuri kenyamanan.
Layaknya orang lain,
Kulihat wajah yang hampir tak kukenal
Mencintai diri sendiri,
Merayakan diri,
Kata mereka
Tapi rasanya seperti perlahan menghilangkan diri sendiri
Halo, aku yang masih di bawah kursi
Masih disanakah kau?
Aku bertanya lama,
Tapi jawaban seakan tak penting dijawab
Mungkin tertumbuk bising,
dari orang lain
Pada hari Selasa, 24 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan Transparansi Dana CSSMoRA UIN Walisongo Semarang yang diselenggarakan secara daring melalui platform Google Meet. Kegiatan ini diinisiasi oleh Departemen Badan Pengurus Harian (BPH) sebagai bentuk keterbukaan dan pertanggungjawaban pengurus terhadap pengelolaan dana organisasi yang telah digunakan selama setengah periode kepengurusan CSSMoRA UIN Walisongo Semarang berjalan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Asyraf Zofir Wafa. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan secara langsung bahwa, “kegiatan transparansi dana ini sangat penting sebagai bentuk keterbukaan pengurus kepada seluruh anggota terkait penggunaan dana organisasi. Dana merupakan hal yang cukup sensitif, sehingga perlu disampaikan secara jelas dan terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman. Oleh karena itu, saya berharap seluruh anggota dapat menyimak kegiatan ini dengan baik.”
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian utama berupa penyampaian laporan transparansi dana per departemen. Masing-masing bendahara departemen memaparkan secara rinci penggunaan dana yang telah dikelola, mulai dari alokasi anggaran, realisasi penggunaan dana, hingga sisa anggaran yang masih tersedia. Penyampaian dilakukan secara sistematis dan bergantian sesuai urutan departemen, sehingga seluruh peserta dapat memahami kondisi keuangan organisasi secara menyeluruh.
Usai seluruh bendahara departemen menyampaikan laporan keuangan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi ini, para anggota diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, klarifikasi, maupun tanggapan terkait laporan dana yang telah dipaparkan. Sesi diskusi berlangsung secara terbuka dan interaktif, sebagai upaya membangun kepercayaan serta memperkuat prinsip akuntabilitas dalam organisasi.
Setelah rangkaian transparansi dana selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Krisantif Form (Kritik dan Saran Aktif). Dalam sesi ini, dibacakan berbagai kritik, saran, dan masukan yang telah disampaikan oleh anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo Semarang kepada jajaran pengurus. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama guna meningkatkan kinerja, komunikasi, serta tata kelola organisasi ke depannya.
Sebagai penutup, pengurus menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota yang telah berpartisipasi dan berkontribusi aktif dalam kegiatan ini. Kegiatan transparansi dana berlangsung dengan tertib, terbuka, dan penuh rasa tanggung jawab, serta diharapkan dapat memperkuat kepercayaan dan kebersamaan antara pengurus dan anggota CSSMoRA UIN Walisongo Semarang.
Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) CSSMoRA UIN Walisongo melaksanakan Aksi Peduli di Panti Asuhan dan Pesantren Yatim Tahfidhul Qur’an Al-Yasiroh, Gunungpati, Sabtu (20/12/2025).
Kegiatan ini merupakan kegiatan sosial yang betujuan untuk meningkatkan rasa kepedulian dan solidaritas generasi muda terhadap masyarakat yang membutuhkan, baik dari segi finansial maupun lainnya. Pada kesempatan kali ini, 14 orang anggota CSSMoRA UIN Walisongo hadir untuk membersamai anak-anak di Panti Asuhan dan Pesantren Yatim Al-Yasiroh, serta dihadiri oleh Bapak dan Ibu pengasuh panti.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan al-Fatihah, kemudian dilanjut dengan sambutan dari pengasuh, H. Sutrisno dan koordinator departemen P3M, Muhammad Ais Nur Rizqi. Selanjutnya acara dilanjut dengan pembacaan Yasin dan Tahlil, serta doa bersama. Kemudian ditutup dengan pemberian sembako dan makan bersama.
Anggota yang hadir duduk melingkar bersama anak-anak panti. Membagikan sekotak makanan dan segelas minuman secara bergilir, berdoa, dan dilanjut dengan menyantap makanan yang telah tersaji. Tak hanya itu, mereka juga mengobrol dengan anak-anak dan menanyakan keseharian anak-anak, baik ketika di panti maupun di sekolah.
Selanjutnya, H. Sutrisno, selaku pengasuh panti menyampaikan terimakasih serta harapannya sebelum anggota CSSMoRA UIN Walisongo pamit undur diri.
“Terimakasih kepada CSSMoRA UIN Walisongo yang telah datang ke tempat kami. Kami terima semua pemberian untuk anak-anak kami. Semoga silaturahmi ini tidak berheti disini saja, tetapi juga untuk seterusnya. Semoga CSSMoRA UIN Walisongo terus bermanfaat untuk masyarakat dan semoga diperlancar semua urusannya,” ujarnya.
“Terimakasih juga pak, telah mengizinkan dan menerima kami disini. Saya harap, sedikit dari apa yang kami berikan dapat bermanfaatuntuk anak-anak yang ada disini,” balas Ais Nur Rizqi, koordinator P3M CSSMoRA UIN Walisongo.
Dengan senyuman yang indah, anak-anak juga turut mengucapkan terimakasih.
“Anak-anak senang kalian datang kesini. Adanya kalian disini dapat memotivasi mereka untuk terus belajar dan mencari ilmu,” tambah Hj. Rofi’atun, ibu pengasuh.
Satu per satu anggota berpamitan kepada bapak dan ibu pengasuh, serta anak-anak panti.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan agar generasi muda dapat terus menebar kebermanfaatan untuk sesama dan masyarakat sekitar.
Pada hari Jumat, 19 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan Kunjungan Industri CSSMoRA UIN Walisongo Semarang ke PT. Marimas Putra Kencana. Kegiatan ini diinisiasi oleh Departemen Jurnalistik CSSMoRA UIN Walisongo Semarang sebagai agenda edukatif yang bertujuan untuk menambah wawasan anggota mengenai dunia industri, khususnya industri makanan dan minuman, sekaligus sebagai kegiatan rekreatif bersama menjelang masa liburan semester ganjil.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan serta pengenalan perusahaan oleh pihak PT. Marimas Putra Kencana. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan penjelasan umum mengenai profil perusahaan, sejarah berdirinya PT. Marimas, visi dan misi perusahaan, serta gambaran proses produksi dan standar mutu yang diterapkan dalam setiap produk yang dihasilkan.
Setelah sesi pengenalan, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke area pabrik. Para peserta diajak melihat secara langsung proses produksi berbagai produk PT. Marimas Putra Kencana, mulai dari tahap pengolahan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga distribusi produk. Peserta juga mendapatkan penjelasan terkait penerapan standar kebersihan, keamanan pangan, serta sistem kerja yang diterapkan di lingkungan pabrik.
Usai kunjungan ke area produksi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi mencicipi (icip-icip) produk baru dari PT. Marimas Putra Kencana. Sesi ini disambut antusias oleh peserta dan menjadi salah satu bagian yang menarik karena memberikan pengalaman langsung dalam mengenal inovasi produk perusahaan. Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi, serta dilanjutkan dengan kesempatan bagi peserta untuk berbelanja berbagai produk PT. Marimas Putra Kencana di store penjualan yang tersedia.
Secara keseluruhan, kegiatan kunjungan industri ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang berharga bagi anggota CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, baik dalam menambah wawasan tentang dunia industri maupun mempererat kebersamaan antaranggota dalam suasana yang edukatif dan rekreatif.
Pada hari Selasa, tanggal 16 Desember 2025, bertempat di Kantor Suara Merdeka Semarang, telah dilaksanakan kegiatan kunjungan oleh anggota CSSMoRA UIN Walisongo Semarang yang terdiri dari Kru Majalah Zenith serta anggota CSSMoRA lainnya. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pengembangan wawasan dan kapasitas anggota, khususnya dalam bidang jurnalistik, kepenulisan, dan pengelolaan media.
Kegiatan kunjungan diawali dengan sambutan dan penerimaan dari pihak Suara Merdeka, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai sejarah berdirinya Suara Merdeka sebagai salah satu media cetak terbesar dan berpengaruh di Jawa Tengah. Dalam pemaparan tersebut dijelaskan pula perjalanan Suara Merdeka dalam menghadapi dinamika dunia pers, mulai dari media cetak hingga adaptasi di era digital.
Selanjutnya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai proses penerbitan berita di Suara Merdeka, mulai dari tahapan pencarian isu, peliputan di lapangan, penulisan berita, proses penyuntingan (editing), hingga berita tersebut layak untuk diterbitkan. Tidak hanya itu, peserta juga diberikan edukasi terkait teknik menulis berita yang baik dan benar, penentuan sudut pandang (angle), penyusunan lead, serta perbedaan karakter penulisan antara berita dan majalah.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara aktif dan interaktif. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar dunia jurnalistik, tantangan media massa saat ini, etika pemberitaan, serta tips dan strategi dalam mengembangkan media mahasiswa agar tetap relevan dan berkualitas. Pihak Suara Merdeka memberikan tanggapan dan penjelasan secara terbuka serta komunikatif, sehingga suasana diskusi berjalan hidup dan edukatif.
Secara keseluruhan, kegiatan kunjungan ini berlangsung dengan lancar dan memberikan pengalaman serta wawasan yang berharga bagi anggota CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, khususnya Kru Majalah Zenith, dalam memahami praktik jurnalistik secara langsung di lingkungan media profesional.
Semarang, 30 November 2025 – Dalam rangka membantu korban erupsi gunung Semeru di Lumajang dan bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah Sumatera, Departemen P3M CSSMoRA UIN Walisongo menyelenggarakan kegiatan penggalangan dana pada hari Minggu, 30 November 2025 di beberapa titik keramaian di Kota Semarang yakni sekitar bundaran Kalibanteng.
Kegiatan ini, yang selanjutnya disebut dengan ‘open donasi’ digagas sebagai bentuk nyata kepedulian kami terhadap warga terdampak yang mengalami kesulitan akibat kehilangan tempat tinggal dan bahkan terbatasnya akses terhadap kebutuhan pokok.
Sebelum aksi berlangsung, Kepala Departemen P3M, M. Ais Nur Rizqi memberikan pengarahan kepada semua relawan aksi open donasi mengenai metode dan pembagian tim untuk beberapa titik. “Dari 26 orang, akan kami bagi menjadi 4 titik. Masing masing titik tersebut yakni Jalan Siliwangi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MGR Sugiyopranoto, dan Jalan Walisongo,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo, Asyraf Zofir Wafa yang turut hadir dan membersamai aksi ini menambahkan bahwa keselamatan anggota juga tidak kalah penting mengingat jalan-jalan tersebut merupakan titik keramaian di kota Semarang. Ia menekankan untuk selalu berhati-hati saat melakukan aksi.
Aksi open donasi dimulai pada pukul 14.00 WIB, diawali dengan apel dan koordinasi di Museum Ranggawarsita di sekitaran bundaran Kalibanteng. Kemudian setiap tim bergerak menuju titik pembagian masing masing dengan membawa kotak donasi, poster peduli sesama, dan juga lembaran kode QRIS untuk memfasilitasi warga yang ingin berdonasi secara cassless atau non-tunai.
Upaya penggalangan dana yang dilakukan pada sore hari itu menghasilkan respon posituf dari warga sekitar. Banyak pengendara yang memberikan dukungan dan menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah. Hasil aksi turun ke jalan ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 5.138.900, ditambah donasi melalui QRIS sebesar Rp 834.614.
Selanjutnya, per hari Rabu, 3 Desember 2025 terdapat beberapa pemasukan tambahan dari teman-teman CSSMoRA MA (Ma’had Aly) Pati dan MAKJ (Ma’had Aly Kebon Jambu) sehingga dana total mencapai Rp 10.050.000. Dengan total akhir tersebut, aksi open donasi resmi ditutup agar dana yang terkumpul dapat segera dimanfaatkan kepada yang membutuhkan.
Seluruh dana yang terkumpul nantinya akan diserahkan kepada Yayasan Dompet Dhuafa untuk wilayah Lumajang, Duta Damai Regional Sumatera Barat, dan Gerakan Peduli Sumatera untuk wilayah Aceh dan Sumatera Utara yang saat ini berada di dekat lokasi bencana untuk memastikan bantuan diterima secara langsung oleh masyarakat terdampak. Tim penyalur tersebut akan mengonfirmasi dan memberikan laporan dokumentasi setelah bantuan disalurkan.
Dengan adanya kegiatan open donasi ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk turut membantu sesama dan memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.
Sebagai langkah awal dalam mempersiapkan regenerasi kepengurusan, CSSMoRA UIN Walisongo sukses menyelenggarakan Kaderisasi Tingkat Perguruan Tinggi (KTPT) 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu dan Minggu (15-16 November 2025), di Ponpes Salafy Modern Madinatul Amin Mijen.
Kaderisasi Tingkat Perguruan Tinggi (KTPT) merupakan salah satu program kerja dari Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) CSSMoRA di setiap perguruan tinggi, yang pelaksanaannya di bawah koordinasi Departemen PSDM CSSMoRA Nasional. Kegiatan kaderisasi ini ditujukan bagi anggota CSSMoRA angkatan 2025 sebagai persiapan untuk menjalankan kepengurusan periode berikutnya. Tujuannya adalah untuk membekali anggota 2025 dengan pemahaman dasar tentang organisasi dan kepemimpinan guna menjaga keberlangsungan CSSMoRA secara berkelanjutan.
Pada pelaksanaan KTPT tahun ini, CSSMoRA UIN Walisongo turut menggandeng CSSMoRA Universitas Negeri Semarang, yang merupakan perguruan tinggi baru dalam Program PBSB. Dengan mengusung tema ‘Kader Berdaya, Berilmu, dan Berakhlak di Tengah Arus Perubahan’, kegiatan ini diikuti oleh 37 peserta dari angkatan 2025.
Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars CSSMoRA, sambutan-sambutan, dan doa penutup.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kaderisasi kepada anggota baik non-formal maupun formal, seperti pemberian materi yang nantinya akan diterima oleh angkatan 2025. KTPT ini juga menjadi langkah awal bagi angkatan 2025 sebelum benar-benar berproses di CSSMoRA,” ujar Indana Zulfa, Koordinator Departemen PSDM Nasional dalam sambutannya.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan acara inti berupa pemaparan materi. Materi pertama mengenai keorganisasian disampaikan oleh Unggul Suryo Adi. Beliau menyampaikan arti dari organisasi, pentingnya berorganisasi bagi mahasiswa, serta berbagai hal terkait dengan organisasi.
“Organisasi itu menghidupkan masa kini hingga masa mendatang. Organisasi adalah tempat belajar terbaik di luar kelas, CSSMoRA adalah wadah untuk belajar,” ujar Unggul.
Materi kedua tentang kebangsaan yang disampaikan oleh Muhammad Aksa. Kemudian, acara dilanjutkan dengan materi ketiga mengenai analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats) oleh Nor Ramat Sholichin, materi kepesantrenan oleh Azmil Musthofa, materi persidangan oleh Wahyudi, dan materi terakhir adalah materi ke-CSSMoRA-an yang disampaikan oleh Muhammad Muhaimin Thohri.
Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi post-test pada pukul 02.15 dini hari. Dalam sesi ini, para peserta menjawab serangkaian pertanyaan yang menguji pemahaman mereka terhadap seluruh materi yang telah diberikan sebelumnya. Puncak acara dari kaderisasi ini kemudian tiba, yaitu sesi pengukuhan anggota angkatan 2025. Momen khidmat ini ditandai dengan pembacaan Catur Prasetya Santri Berprestasi, yang menjadi simbol peresmian para peserta sebagai anggota aktif CSSMoRA.
Keesokan paginya, KTPT 2025 ditutup dengan nuansa kekeluargaan yang hangat. Sesi tukar kado berlangsung dengan penuh keakraban dan dilanjutkan dengan berbagi kesan dan pesan dari perwakilan peserta, mengakhiri seluruh rangkaian acara KTPT ini dengan penuh makna.
Melalui serangkaian kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota 2025 dapat mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk berkontribusi aktif dalam mengembangkan CSSMoRA UIN Walisongo serta CSSMoRA UNNES ke depannya.
Pada hari Ahad, 9 November 2025, Divisi Komunikasi dan Informasi (Kominfo) CSSMoRA UIN Walisongo Semarang telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Cookies, yaitu program pelatihan desain grafis yang diperuntukkan bagi seluruh anggota CSSMoRA. Pelatihan ini berlangsung di Gazebo YPMI Al-Firdaus dan dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan terselenggara dengan lancar dan mendapat partisipasi yang antusias dari para anggota yang hadir.
Pelatihan Cookies merupakan salah satu program unggulan Divisi Kominfo dalam upaya meningkatkan kompetensi digital dan kreativitas anggota CSSMoRA, khususnya dalam bidang desain grafis dan pengelolaan konten visual. Kegiatan ini bukanlah pelatihan pertama, melainkan pelatihan kedua setelah sebelumnya diselenggarakan pada bulan Oktober 2025. Keberlanjutan program ini menunjukkan komitmen Divisi Kominfo dalam memberikan ruang pengembangan diri bagi anggota serta menjawab kebutuhan organisasi terhadap tenaga desain yang terampil dan kreatif.
Pada pelatihan kedua ini, Divisi Kominfo menghadirkan Raihan Zain sebagai narasumber. Beliau dikenal sebagai praktisi desain dan konten kreatif yang aktif berkecimpung dalam berbagai proyek digital. Dalam sesi materi, narasumber memberikan penjelasan mendalam mengenai dasar-dasar desain grafis, teori warna, komposisi visual, tipografi, hingga strategi membuat konten yang menarik dan relevan untuk media sosial organisasi. Selain pemaparan materi, peserta juga diajak untuk praktik langsung membuat desain dengan perangkat lunak desain yang umum digunakan. Hal ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam karya nyata.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, serta melakukan konsultasi desain secara langsung dengan narasumber. Banyak peserta yang merasa terbantu karena dapat memahami kesalahan umum dalam desain serta memperoleh tips dan trik yang dapat diterapkan dalam pembuatan publikasi kegiatan CSSMoRA ke depannya.
Divisi Kominfo sebagai penyelenggara berharap bahwa melalui pelatihan ini, kemampuan anggota dalam membuat konten visual dapat meningkat signifikan. Desain yang baik dan informatif sangat dibutuhkan, mengingat CSSMoRA memiliki berbagai program dan kegiatan yang perlu dipublikasikan secara efektif untuk meningkatkan citra organisasi. Dengan adanya pelatihan rutin seperti Cookies, diharapkan anggota memiliki skill dasar yang kuat dan mampu berkontribusi secara optimal dalam proses kreatif di tiap divisi.
Selain itu, pelatihan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan relasi antaranggota CSSMoRA. Suasana pelatihan yang hangat dan bersahabat membuat peserta merasa nyaman untuk belajar bersama, bertukar ide, dan saling memberikan masukan.