RUKYATUL HILAL (RABIUL AWAL 1443 H)

­Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Falak (HMJ IF) dan CSSMoRA UIN Walisongo menggelar Rukyatul hilal menyambut awal bulan Rabiul awal di pelabuhan kendal pada kamis, 7 Oktober 2021

Rukyat kali ini menggunakan dua teleskop dengan tipe yang berbeda sehingga membuat para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, dengan pemateri Nur Imani Surur (CSSMoRA 2017) dan Moch Mailan Nahdloh (Ilmu Falak 2018).

Ani Uswatun selaku penanggung jawab kegiatan berharap dari kegiatan ini Mahasiswa mampu mempraktekkan teori rukyatul hilal yang telah didapatkan di bangku kuliah

“Kegiatan ini untuk memfasilitasi para mahasiswa ilmu falak, dengan harapan mereka tau secara langsung apa itu ruqyatul hilal dan bagaimana prakteknya, jadi mereka bukan hanya tau secara teori saja”. Kata mahasiswa semester 5 Ilmu Falak tersebut.

Kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan, dilanjut dengan diskusi santai yang mana para peserta dibagi kedalam dua kelompok dengan tujuan agara mereka bisa fokus dan tetap menjaga protokol kesehatan.

Wahyudi Arafah, CSSMoRA 2021 mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini

“Alhamdulillah kegiatan ini sangat bermanfaat, sebagai mahasiswa baru di ilmu falak saya sangat beruntung bisa mengenal lebih dekat terkait pemasangan alat ruqyat dan juga praktiknya,” kata mahasiswa asal Kalimantan Utara tersebut.

Nur Imani Surur mengatakan bahwa dari hasil perhitungan, kemungkinan hilal terlihat diatas ufuk dengan ketinggian 11 derajat. Tetapi sayangnya setelah matahari terbenam, langit di ufuk barat tertutupi awan sehingga hilal tidak bisa terlihat.

Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi foto bersama menandai kegiatan telah berakhir.

-Red F

Loading

Dasar Desain Edit Foto dan Pamflet (PSC#2)

Pengembangan Skill CSSMoRA untuk kedua kalinya melakukan diskusi dengan tema “Dasar Desain Edit Foto dan Pamflet Kegiatan” yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 9 Oktober 2021 dimulai pukul 15.00 WIB. Dalam diskusi kali ini dipimpin oleh Kak Andi Evan yang merupakan anggota aktif CSSMoRA angkatan 2018. Dia mengatakan jika untuk bisa mendesain dengan baik itu tidak harus dimulai dari bakat , kadang keterpaksaan karena adanya sebuah tuntutan menjadikan kita memaksakan diri untuk bisa melakukan hal yang kita tidak minati.
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum mendesain, diantaranya yaitu mengenai info kegiatan yang meliputi nama kegiatan, waktu kegiatan, dll. Logo organisasi juga menjadi hal yang penting, karena terkadang suatu kegiatan dilakukan bareng dengan organisasi lain, sehingga dari logo tersebut bisa memberikan informasi mengenai siapa penyelenggara acara tersebut. Bahan desain juga perlu dipersiapkan, seperti icon sosmed.
Andi Evan sebagai pemateri dalam diskusi tersebut mengatakan “dalam sebuah pamflet kegiatan hal yang sangat perlu diperhatikan dengan baik yaitu mengenai keindahan dan kerapian dari desainnya”. Dia juga menujukkan bagaimana cara mengedit dalam sebuah aplikasi sehingga dalam diskusi para peserta bisa melihat dan memahami dengan mudah meskipun diskusi dilakukan secara virtual.
Memadu-padankan warna dalam desain juag menjadi tantangan tersendiri bagi pemula. Untuk itu, dalam diskusi disampaikan juga tentang bagaimana cara kita memadu-padankan warna-warna dengan baik.
Sebagai moderator dalam diskusi tersebut, Ani mengaku bahwa dirinya juga merasakan kesulitan dalam mendesain. Terlebih desain bukan suatu hal yang bisa dilakukan sekali jadi. Perlu latihan terus menerus dan mencoba dengan desain-desain lain untuk bisa tau letak kesalahan desain kita sendiri dan mengetahui nilai estetika dari desain tersebut.
Dengan adanya diskusi ini, diharapkan bisa mewadahi dan memberikan bekal kepada anggota CSSMoRA UIN Walisongo. Mengingat masih banyak angggota CSSMoRA yang masih bingung dengan desain. Melalui program PSC, para anggota bisa mengasah bakat dan minatnya, dengan berbagai materi yang akan didiskusikan di pertemuan-pertemuan selanjutnya.

-Red A

Loading

KAU, AKU DAN KITA

By: Mohammad Agil Tsabata (CSSMORA UIN WALISONGO 2021)

jawabanmu ketika ditanya tentang aku:
“pohon jati yang menggugurkan daun satu satu, berhemat di musim kemarau. kering. tak lagi disenangi bahkan oleh ulat bulu.”

jawabanku ketika ditanya tentang kau:
“melati yang baunya sampai pada pengemis di pojok sana. pulang membawa karangan bunga untuk istrinya.”

jawabannya ketika ditanya tentang kita:
“jangan kau tanyakan sesuatu yang jawabannya tidak menyenangkanmu.”

Loading