Kembali Turun ke Jalan, CSSMoRA UIN Walisongo Galang Dana untuk Korban Gempa NTT dan Restorasi Hutan

NTT 2
NTT 2
NTT 1
NTT 4
previous arrow
next arrow

 

SEMARANG – Menanggapi peristiwa bencana gempa di NTT dan dampak Karhutla terhadap hutan di Indonesia, Departemen P3M CSSMoRA UIN Walisongo kembali menggelar rangkaian aksi open donasi yang dimulai pada 16 September hingga 23 September 2026.

Open donasi yang bertajuk CSSMoRA Peduli ini menggalang dana melalui media sosial dengan penyebaran pamflet dan QRIS oleh anggota aktif maupun simpatisan sejak 16 September lalu. Pada puncaknya, para anggota kembali turun ke jalan. Aksi tersebut dilaksanakan di sekitar Bundaran Kalibanteng pada Ahad (20/9/2026).

Sebanyak 28 anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo berkumpul di Pondok YPMI Al-Firdaus untuk melanjutkan perjalanan menuju lampu merah Kalibanteng. Rombongan kemudian tiba di parkiran Museum Ronggowarsito dan membentuk kelompok yang masing-masing beranggotakan tujuh orang. Setiap kelompok tersebar di empat titik lampu merah Kalibanteng, yakni Jalan Siliwangi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MGR Sugiyopranoto, dan Jalan Walisongo.

Selain itu, Koordinator Departemen P3M Nur Ilhani menyampaikan beberapa pengarahan kepada para relawan aksi open donasi. Ia menekankan agar setiap relawan bersikap sopan dan santun, tidak memaksa, serta senantiasa tersenyum ketika menggalang dana.

Setiap kelompok membawa dua kotak donasi, poster open donasi, dan lembaran kode QRIS untuk memfasilitasi warga yang ingin berdonasi secara non-tunai. Gelaran aksi berlangsung dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB dan mengumpulkan dana sebanyak Rp1.862.000, belum termasuk penggalangan dana yang terkumpul melalui QRIS.

“Jika digabungkan dengan yang terkumpul melalui pembayaran non-tunai, saat ini sudah berjumlah Rp2.500.000,” ujar Nur Ilhani ketika diwawancarai.

Uang yang terkumpul akan disalurkan kepada korban terdampak gempa di NTT bekerja sama dengan lembaga filantropi Islam Dompet Dhuafa. Sebagian dana juga akan digunakan untuk membantu restorasi hutan yang diinisiasi Ferry Irwandi melalui gerakan “Patungan untuk Hutan”.

“Uang tersebut insyaallah akan disalurkan pada tanggal 24 September 2026,” ujar Nur Ilhani.

Adapun respons masyarakat terhadap aksi para relawan cukup baik. Mulai dari pengendara roda empat hingga rombongan pengendara roda dua, banyak yang memberikan bantuan. Bahkan, tidak sedikit anak-anak kecil yang dibonceng orang tuanya turut menyodorkan lembaran uang.

Kegiatan seperti ini bukanlah hal yang baru bagi Departemen P3M CSSMoRA UIN Walisongo. Aksi galang dana menjadi salah satu bentuk kegiatan CSSMoRA Peduli dalam mengajak anggota untuk turut serta membantu masyarakat terdampak bencana.

“Aksi galang dana ini merupakan bentuk ikhtiar dari P3M lewat proker CSSMoRA Peduli. Jadi, tidak hanya menyuarakan lewat media online, tapi juga dibarengi dengan aksi turun ke jalan,” kata Nur Ilhani.

 

Loading