PANTAI KARTINI JEPARA DISELIMUTI MENDUNG, HILAL KELIHATAN?

PANTAI KARTINI JEPARA DISELIMUTI MENDUNG, HILAL KELIHATAN?

Jepara 1/4/22, Telah berdiri alat-alat untuk memantau gerak matahari yang telah menghadap barat untuk melaksankan rukyatul hilal, beberapa teleskopdan teodolit sudah memenuhi tempat pengamatan, yang diikuti oeleh banyak sekali organ masyrakat seperti pelajar, mahasiswa, dan juga lembaga-lembaga falak itu sendiri.

Dalam pemantaun sendiri pantai Kartini diselimuti oleh mendung yang menjadi faktor gagalnya melihat hilal dihari tersebut, dan kemenag jepara menetapkan bahwa sanya hilal tidak terlihat dikarenakan tertutupi oleh awan dan hasil lanjutnya akan ditetapkan disidang isbat.

Ditahun ini terdapat perbedaan yang sangat besar ketika melaksanakan rukyatul hilal yaitu kriteria Neo MABIMS (Mentri Agama Brune Darusslam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang berubah dari tinggi hilal yang awalnya 2˚ menjadi 3˚, elongasi 3˚ atau umur bulan mininal 8 jam menjadi 6˚.

“Kriteria Neo MABIMS ini sudah didiskusikan panjanng sejak tahun 2017 yang melalui uji coba dan tahun ini bau diterapkan, dan perubahan ini terjadi  karena dikriteria sebelumnya sangat susah dilihatnya hilal, meskipun ada beberapa laporan yang telah melihat hilal”, ujar Ahmad Munif selaku Kepala Jurusan Ilmu Falak Uin Walisongo semrang, dan harpan beliau kepada mahasiswa atau pun pelajar ilmu Falak sekiranya memperdalam dan selalu dikaji, agar ilmu falak semakin berkembang dan tidak hilang termakan oleh zaman.

-Red Wahyudi (CSSMoRA UIN Walisongo 2018)

Share this post

Tinggalkan Balasan