Edukasi Ilmu Falak untuk Pelajar: CSSMoRA Adakan Roadshow Kelas Falak di MA Nurussalam Ngaliyan

Divisi P3M CSSMoRA UIN Walisongo menyelenggarakan Roadshow CSSMoRA Falak Class pada Sabtu, 1 November 2025 di MA Nurussalam Ngaliyan dengan mengusung tema “Eksplorasi Ilmu Falak Astronomi Islam untuk Kebutuhan Ibadah.” Kegiatan ini merupakan upaya memperluas edukasi mengenai ilmu falak bagi pelajar tingkat menengah, khususnya dalam kaitannya dengan praktik ibadah seperti penentuan awal waktu sholat dan arah kiblat. Kegiatan ini diinisiasi melalui open recruitment internal CSSMoRA untuk mengajak para relawan yang berkomitmen dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Peserta kegiatan ialah siswa-siswi kelas XI MA Nurussalam yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua CSSMoRA UIN Walisongo, saudara Asyraf Zafir Wafa, yang menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga keberlanjutan tradisi keilmuan Islam di tengah perkembangan teknologi modern. Sambutan dilanjutkan oleh Kepala MA Nurussalam Ngaliyan, yang menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran tim CSSMoRA. Beliau menyatakan bahwa :

“Kami sangat bersyukur telah didatangi mahasiswa dari CSSMoRA UIN Walisongo yang ingin membagikan ilmunya terkait keilmuan falak yang kehadirannya tanpa diundang di sekolah ini dan ini menunjukkan keikhlasan yang luar biasa datang di sekolah kami. Serta menjadi motivasi bagi anak-anak didik kami yang ingin melanjutkan pendidikannya setelah lulus dari sekolah ini, syukur-syukur bisa mendapatkan beasiswa seperti kakak-kakak yang berada di sini.”

Sesi materi kemudian terbagi menjadi tiga bagian, yang masing-masing disampaikan oleh para pemateri dari CSSMoRA. Materi pertama, berjudul Pengenalan Ilmu Falak, disampaikan oleh saudari Nurilhani, yang menjelaskan kedudukan ilmu falak dalam tradisi Islam dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Materi kedua, mengenai Awal Waktu Sholat, disampaikan oleh saudari Sabilatun Nazwa, menjabarkan metode penentuan waktu sholat melalui pendekatan perhitungan astronomis. Selanjutnya, materi ketiga, mengenai Arah Kiblat, dibawakan oleh saudara Fathan Hasan Ali, yang menguraikan metode pengukuran arah kiblat baik tradisional maupun modern.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penggunaan alat-alat falak sebagai wahana pembelajaran langsung. Sesi pertama adalah praktik Mizwala dipandu oleh saudara Awalul Farhan Yestra, diikuti dengan praktik Theodolite yang dipandu oleh saudara Ais Nur Riski. Pada sesi ini, peserta terlihat aktif berdiskusi, mencoba mengoperasikan alat, serta mencatat hasil pengamatan mereka.

Di sisi lain, para panitia yang terlibat juga memperoleh pengalaman berharga. Salah satu panitia, Intan Muthoharoh, menyampaikan kesan bahwa:

“Pastinya senang bisa bermanfaat bagi orang lain. Selain itu, tujuan ikut juga ingin mengukur seberapa jauh kemampuan saya sendiri baik dalam bersosialisasi, public speaking, maupun tentang materi. Tak lupa juga saya ucapkan terima kasih kepada P3M yang telah mengadakan proker ini dan membuka peluang kepada selain P3M untuk bisa berpartisipasi.”

Adapun salah satu peserta, Aristin, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberi inspirasi untuk mempelajari lebih dalam hubungan kosmos dengan ajaran Islam. Ia menyampaikan harapannya agar komunikasi antara para siswa dan komunitas atau mahasiswa Ilmu Falak dapat terus terjalin ke depannya.

Dengan demikian, kegiatan Roadshow CSSMoRA Falak Class ini telah terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak: mahasiswa sebagai fasilitator ilmu dan para pelajar sebagai penerima pengetahuan yang memiliki rasa ingin tahu tinggi.

 

Writter : Ahmad Misbakhus Surur

 

Loading

Pembedah Ilmu Falak dalam “Class of CSSMORA” Kabinet Navantara

Membedah Ilmu Falak dalam “Class of CSSMORA” Kabinet Navantar

Semarang – CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, di bawah naungan Kabinet Navantara. sukses menggelar edisi perdana “Class of CSSMoRA” (CoC) dengan fokus mendalam pada “Perhitungan Awal Waktu Salat”. Acara yang berlangsung hangat dan komunikatif ini dilaksanakan pada Jumat, 31 Oktober 2025, bertempat di YPMI Al-Firdaus, tepat Ba’da Ngaji hingga selesai, menghadirkan Pemantik ahli, Dhimas Richie Pramono.

Kegiatan ini merupakan jawaban atas kebutuhan nyata para anggota baru, khususnya angkatan 2025, dalam menghadapi tantangan keilmuan di bangku perkuliahan.

Mengurai Benang Kusut Perhitungan Salat

Nurziah Rahman, salah satu panitia pelaksana, menjelaskan bahwa CoC Falak ini lahir dari inisiatif untuk menjawab kebingungan anggota baru. “Berangkat dari pertanyaan Kami Kakak Kakak Senior ke Adek Tingkatnya, apa yang sekarang dihadapi, apa yang berat di perkuliahan, apa yang belum dipahami. Makanya dari situ kami mengambil tema ini,” ujar Nurziah.

Meskipun tema ilmu falak umumnya terkesan rumit, namun fokus pada perhitungan awal waktu salat dipilih karena topik inilah yang dirasakan paling sulit oleh anggota 2025.

“Melihat dari pernyataan teman-teman Angatan 2025 itu, ya mereka sampai saat ini tuh yang belum terlalu dipahami itu tentang perhitungan awal-awal waktu salat ini. Karena ya itu ribetnya itu beda ya sama arah kiblat,” kata Nurziah, menjelaskan alasan pemilihan tema yang spesifik tersebut.

Tujuan utama CoC ini adalah menjadi fondasi bagi anggota untuk memperdalam keilmuan di kejuruannya masing-masing. Nurziah juga menegaskan bahwa ke depannya, CoC akan berlanjut dan mencakup keempat jurusan yang ada di CSSMoRA, tidak hanya Ilmu Falak.

Konstribusi Lintas Jurusan, Memperluas Ranah Keilmuan

Menariknya, CoC ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Ilmu Falak, tetapi juga oleh peserta dari program studi lain. Kehadiran lintas jurusan ini dipandang sebagai kesempatan emas untuk memperluas manfaat ilmu falak ke ranah yang lebih luas.

Asyraf Zafir Wafa, Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo, mengungkapkan motivasinya sebagai pemimpin: “Kadang mereka butuh suasana yang lebih enjoy, teman yang lebih bisa menggunakan bahasa-bahasa yang sederhana, agar ilmu itu bisa masuk ke dalam pikiran mereka sendiri.”

Mengenai manfaat bagi peserta non-Falak, Ketua Umum menaruh harapan besar:

 “Minimal dia mendapatkan manfaat itu berupa apa? Mungkin dari pembelajaran malam hari ini mungkin teman-teman misal dari Jurusan teknologi informasi mereka akan lebih banyak bertanya oh kira-kira bisa enggak nih ilmu falak ini disandingkan dengan teknologi atau misalkan nanti buat aplikasi,” jelas Asyraf.

Menurutnya, manfaat yang didapat bukan sekadar pengenalan, tetapi juga pemicu ide untuk mengembangkan ilmu falak ke ranah teknologi, sosial, dan filsafat. Ketua Umum pun menilai kegiatan ini “Sangat membantu” karena terbukti mampu menyampaikan materi perhitungan salat yang rumit dengan bahasa sederhana dan mudah diterima oleh anggota.

Catatan Evaluasi: Peka dan Berkelanjutan

Menutup wawancara, Ketua Umum Asyraf Zafir Wafa menyampaikan harapannya untuk panitia agar terus meningkatkan sensitivitas terhadap kebutuhan anggota. “Harapannya kepada semua panitia mungkin mereka bisa lebih membaca lagi apa yang dibutuhkan oleh teman-teman anggota dari CSSMoRA,” pesannya.

Meskipun CoC ini adalah yang pertama, Nurziah Rahman mengonfirmasi bahwa kegiatan serupa akan terus berlanjut. Tidak menutup kemungkinan akan ada review ulang materi falak atau tema lain dari mata kuliah yang dirasa sulit, sesuai dengan permintaan dan kebutuhan anggota CSSMoRA.

Loading

Perkuat Kapasitas Pengurus: CSSMoRA UIN Walisongo Gelar Kegiatan Upgrading Pengurus

Sebagai upaya memperkuat kapasitas dan profesionalitas pengurus, CSSMoRA menyelenggarakan kegiatan Upgrading Pengurus 2025 di Gazebo YPMI Al Firdaus, Semarang, pada Sabtu, 19 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus aktif dengan tujuan menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus memperdalam pemahaman terhadap nilai dan arah gerak organisasi.

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri utama yang memberikan bekal penting bagi para pengurus. Materi pertama bertema “Penguatan Tujuan dan Identitas Organisasi” disampaikan oleh Muhammad Irkham Maulana, M.H., yang menekankan pentingnya konsistensi pengurus dalam menjaga marwah dan cita-cita organisasi. Ia juga mengingatkan bahwa setiap anggota memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi bersama.

Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Alamul Yaqin, M.H., dengan tema “Manajemen Waktu dan Profesionalitas Pengurus.” Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan mengatur waktu agar setiap program dapat berjalan efektif dan efisien. Menurutnya, profesionalitas bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga tentang sikap dan etika dalam berorganisasi.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, berdiskusi, serta menyampaikan pertanyaan seputar tantangan yang dihadapi dalam menjalankan amanah kepengurusan.

Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo Semarang, Asyraf Zofir Wafa, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi langkah awal bagi pengurus untuk terus tumbuh dan berproses secara bersama.

“Upgrading ini bukan sekadar ajang pembekalan, tetapi momentum bagi kita semua untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen, dan belajar bagaimana menjadi pengurus yang profesional sekaligus berjiwa pengabdian. Harapannya, setelah kegiatan ini, semangat dan sinergi antar-pengurus bisa semakin kuat,” ujar Asyraf.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengurus CSSMoRA semakin solid, berkomitmen tinggi, dan mampu mengelola organisasi dengan lebih baik. Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan harapan agar semangat pengabdian terus menyala di setiap langkah pengurus.

Loading

Peduli Bumi Lewat Aksi, Kolaborasi Relawan Gesit Semarang dan CSSMoRA UIN Walisongo dalam Aksi Muda Jaga Iklim

Berbekal semangat kolaborasi, CSSMoRA UIN Walisongo bersama Relawan Gesit Semarang dan komunitas-komunitas sosial lainnya melaksanakan program AMJI (Aksi Muda jaga Iklim) pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025 di Kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara.

“Alhamdulillah, pada hari sabtu tanggal 25 oktober 2025 kami dari P3M CSSMoRA UIN Walisongo dan Relawan Gesit berkolaborasi dalam  Aksi Muda Jaga Iklim  (AMJI),  yakni melaksanakan kegiatan bersih bersih di pemukiman warga kampung nelayan dan pesisir pantai. Acara ini bertujuan untuk menyadarkan kalangan anak muda akan pentingnya menjaga kebersihan di Bumi yang kita pijak, serta meminilisir banjir dari sampah sampah yang tersumbat diselokan. Tentunya kegiatan ini sangat seru karena dari kegiatan ini, kami dapat menambah relasi, pengalaman, dan kebersamaan,” ucap Ais Nur Rizqi, koordinator Departemen P3M.

AMJI atau Aksi Muda Jaga Iklim merupakan program kolaboratif yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia, yang bertujuan sebagai sarana edukasi terkait krisis iklim dan wadah bagi anak muda dalam memberikan kontribusi nyata. Terdapat 1000 titik penyebaran  di seluruh Indonesia, 50 titik diantaranya berkolaborasi dengan Relawan Gesit, salah satunya di wilayah Semarang. Aksi ini bukan hanya sekedar berkolaborasi dengan komunitas lainnya, tetapi juga berkolaborasi program, yaitu program Pasukan Anti Lapar.

Dalam aksinya, Relawan Gesit Semarang turut menggandeng CSSMoRA UIN Walisongo melalui Depatemen P3M (Pemberdayaan Pesantren dan Pengembangan Masyarakat). 22 orang anggota CSSMoRA UIN Walisongo berkontribusi dalam aksi ini, sehingga keseluruhan relawan yang turun aksi berjumlah sekitar 30 orang.

“Dengan berkolaborasi bersama komunitas-komunitas lain, salah satunya dari CSSMoRA UIN Walisongo, ya kita sama-sama saling berbagi kebermanfaatan, saling jaga iklim, dan jaga kebersamaan,” ujar Rozi, ketua Relawan Gesit Semarang.

Pelaksanaan aksi di mulai dengan bergotong royong bersama warga membersihkan sampah di sekitar Masjid I’tikaf Al-Firdaus, Balai Adat Desa, TPQ Al-Firdaus Tambakrejo, dan  pemukiman warga Kampung Nelayan. Kemudian di lanjut dengan membersihkan sampah plastik yang ada di pesisir mangrove Kampung Nelayan. Aksi yang dilakukan ini adalah bentuk upaya untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

“Tujuannya adalah untuk menjaga lingkungan disini. Karna bisa dilihat, disini masih banyak sampah. Walaupun masih belum bisa full merata, setidaknya kami berusaha membantu untuk mengurangi sampah terrsebut, terutama sampah plastik. Ya, supaya mengantisipasi dampak adanya banjir, rob, dan sebagainya,” jelas Rozi.

Setelah melakukan pembersihan sampah di pesisir pantai, kegiatan aksi dilanjutkan dengan program Pasukan Anti Lapar. Program ini bermaksud untuk berbagi manfaat dengan mengajak para warga Kampung Nelayan untuk bercengkrama dan makan bersama. Dengan lauk yang sederhana, para warga dan para relawan melingkar bersama, menyantap makanan yang telah tersedia.

“Kami merasa senang karena kegiatan Relawan Gesit di Tambakrejo ini sangat bermanfaat untuk kami, terutama masalah sampah. Jadi, kalau bisa jangan cuma hari ini saja datang kesini, bantu-bantu kami untuk menjaga lingkungan. Kami warga Tambakrejo mengucapkan terimakasih banyak untuk Relawan Gesit dan tim, karna sudah membuat kampung kami kembali bersih,” ucap salah satu warga kampung Tambakrejo.

Momen  makan bersama tersebut menjadi penutup dari semua rangkaian kegiatan aksi. Aksi kolaboratif ini meninggalkan kesan berharga bagi para relawan dan warga kampung, terutama dalam hal kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan terjalinnya kebersamaan untuk menebar kebermanfaatan.

 

 

 

 

 

 

Loading

DAPARTEMEN KOMINFO CSSMORA UIN WALISONGO, MELATIH IMAGINASI PARA ANGGOTA.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan anggota di bidang desain grafis, Departemen Kominfo CSSMoRA UIN Walisongo Semarang mengadakan pelatihan bertajuk COOKIES (CSSMoRA Open Opportunities for Knowledge in Editing Skills). Kegiatan ini menjadi wadah bagi para anggota untuk belajar dan mengasah keterampilan desain secara praktis dan menyenangkan.

Pelatihan COOKIES kali ini menghadirkan Alfin Khomsah Sabilalhayat, demisioner Kominfo periode 2024, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, Alfin menegaskan bahwa kemampuan desain bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang dapat diasah melalui latihan dan eksplorasi.

“Desain bukanlah suatu skill yang diperoleh sejak lahir, namun seni dalam mendesain dapat dilatih dengan seringnya kalian bereksperimen,”  Ujar Alfin.

Pada sesi pelatihan ini, Canva menjadi platform utama yang digunakan. Pemateri menjelaskan secara runtut tahapan dalam mendesain, mulai dari konsep awal, pemilihan elemen tulisan, warna, hingga gambar yang cocok.

Salah satu anggota Kominfo menyampaikan bahwa kegiatan COOKIES akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan menghadirkan topik dan pengalaman baru di setiap sesinya. Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk bergabung dalam grup WhatsApp untuk mendapatkan update, serta monitoring langsung bersama tim Kominfo dan desainer ahli.

“Di setiap sesi pertemuan, kami akan memonitoring hasil dari pelatihan COOKIES. Harapannya agar kegiatan ini menjadi wadah untuk menumbuhkan skill baru pada anggota,” ujar Syarif, salah satu anggota Kominfo.

Sesi perdana pelatihan COOKIES ini dilaksanakan pada 18 Oktober 2025, dan rencananya akan dilanjutkan pada bulan berikutnya, yaitu November 2025. Dengan semangat belajar dan berkreasi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan desainer-desainer muda yang kreatif di lingkungan CSSMoRA UIN Walisongo Semarang.

 

Loading

Tingkatkan Skill Kepenulisan Anggota, CSSMoRA UIN Walisongo Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik di MACC Semarang

 

Mengusung tema “Merawat Tradisi Literasi, Membangun Genarasi dengan Inspirasi”, CSSMoRA UIN Walisongo gelar pelatihan jurnalistik di Mirae Asset Sekuritas Indonesia Semarang, Sabtu 11 Oktober 2025. Diikuti 32 peserta, kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan memperkuat ketrampilan menulis, khususnya dalam rangka mempersiapkan penyusunan Majalah Zenith edisi terbaru.

Kegiatan ini terbagi menjadi 3 Sesi, yaitu penyampaian materi, menulis bersama, dan liputan. Sesi pertama diawali dengan penyampaian materi oleh Dr. Muhammad Nurkhanif, M.S.I. yang dipandu oleh saudara Marwan Aldi Pratama. Materi pertama ini mengkaji seputar tanggapan saintifik atas gagasan KHGT (Kalender Hijriyah Global Tunggal). Topik ini tentunya sangat penting sebagai landasan informasi dalam penulisan majalah Zenith terbaru yang akan mengangkat topik serupa. Materi kedua disampaikan oleh Muhammad Daviq Nuruzzuhal dan dipandu oleh saudara Ahmad Misbakhus Surur, yang mengupas seluk beluk penulisan majalah. Kajian ini menjadi modal pokok bagi para kru dalam penulisan majalah nantinya.

Sesi selanjutnya adalah menulis bersama, yang mana seluruh peserta diminta menuliskan sebuah cerpen yang nantinya akan dikodifikasi dalam bentuk buku ber-ISBN. Sesi ini berdurasi sekitar 2 jam, namun terasa menyenangkan dan para peserta terlihat sangat antusias menuliskan karya terbaiknya.

Kegiatan ini dipungkasi dengan liputan di 2 tempat, yaitu Kota Lama dan Stasiun Tawang Semarang. Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok yang nantinya akan melakukan wawancara seputar tema yang telah ditentukan. Hasil dari wawancara ini ditulis dalam bentuk artikel yang nantinya akan diupload di website CSSMoRA UIN Walisongo. Inilah sesi yang ditunggu-tunggu karena disamping mengerjakan tugas, para peserta juga dapat menikmati suasana malam Kota Semarang yang indah dan syahdu.

Koordinator Divisi Jurnalistik, Muhammad Mahmud Sidiq menyampaikan harapannya;

“Melalui kegiatan ini, semoga kita dapat terus bertumbuh dan membuahkan lebih banyak lagi karya yang dapat bermanfaat bagi semua orang”.

Writter : Ahmad Misbakhus Surur

Loading

ANTUSIAS DAN PENUH CERITA, CSSMoRA UIN WALISONGO SEMARANG GELAR MOMEN KEAKRABAN 2025 DI KAMPOENG DJOWO SEKATUL

Sebagai wujud mempererat tali persaudaraan antaranggota, CSSMoRA UIN Walisongo Semarang kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan bertajuk Momen Keakraban (MOKRAB) CSSMoRA 2025. Acara berlangsung pada 4–5 Oktober 2025 di Kampoeng Djowo Sekatul, Kabupaten Semarang, dengan suasana penuh kehangatan, tawa, dan kebersamaan.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo. Hadir pula Asyraf Zofir Wafa selaku Ketua Umum CSSMoRA dan Dhimas Richie Pramono sebagai Ketua Panitia Pelaksana. Selama dua hari pelaksanaan, MOKRAB menjadi ruang interaksi yang menyenangkan bagi para anggota untuk saling mengenal lebih dekat sekaligus melepas penat dari rutinitas perkuliahan dan organisasi.

Rangkaian acara dimulai dengan sesi pembukaan yang meriah, dilanjutkan dengan “Share to Care”, di mana para peserta saling memperkenalkan diri dan berbagi kisah serta pengalaman pribadi yang menginspirasi.
Malam harinya, suasana makin hangat dengan penayangan video perkenalan, video parodi, dan pentas seni dari setiap angkatan. Beragam penampilan kreatif memeriahkan malam itu, mulai dari musik, drama, hingga pertunjukan humor khas mahasiswa.
Puncak keakraban terasa ketika seluruh peserta berkumpul di sekitar api unggun sembari menikmati kegiatan bakar-bakar bersama, menjadi simbol eratnya ikatan kekeluargaan di antara anggota CSSMoRA.

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan serangkaian fun games yang dirancang untuk memperkuat kerja sama, komunikasi, dan kekompakan tim. Gelak tawa dan keceriaan mengiringi setiap permainan, menutup seluruh rangkaian kegiatan dengan kesan mendalam dan penuh semangat positif.

Dalam sambutannya, Bapak Ahmad Munif, M.S.I., selaku Pengelola Beasiswa PBSB UIN Walisongo Semarang, menyampaikan harapannya:

“Melalui kegiatan seperti ini, saya berharap setiap anggota dapat saling mengenal lebih jauh, menumbuhkan kekompakan, serta menyatukan chemistry antaranggota CSSMoRA.”

Sementara itu, Asyraf Zofir Wafa, Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo, turut menambahkan:

“Semoga MOKRAB 2025 menjadi momentum untuk mempererat keakraban dan memperkuat solidaritas keluarga besar CSSMoRA.”

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh antusiasme. MOKRAB CSSMoRA 2025 bukan sekadar ajang rekreasi, tetapi juga momentum berharga untuk menumbuhkan rasa memiliki, memperkokoh kebersamaan, dan memperkuat pondasi organisasi dalam mewujudkan visi serta misi CSSMoRA UIN Walisongo Semarang ke depan.

Writer : Muhammad Mahmud Sidiq

Loading

Perkuat Keilmuan Pesantren Lembaga Falakiyah PWNU Jateng Adakan Digitalisasi Ilmu Falak

Dengan memadukan tradisi keilmuan pesantren dan teknologi modern, Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Tengah menyelenggarakan pelatihan digitalisasi Ilmu Falak berbasis WhatsApp Bot di Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Benda , Brebes, pada Sabtu-Minggu, 27-28 September 2025. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 orang peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah maupun luar kota.

Acara ini merupakan realisasi dari salah satu program kerja PWNU Jawa Tengah, yaitu Falakiyah Goes to Pesantren. Program ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menghidupkan kembali tradisi keilmuan pesantren, khususnya dibidang Ilmu Falak. 

“Ilmu Falak basicnya adalah dari pesantren. Sementara saat ini pesantren-pesantren yang mempelajari Ilmu Falak masih belum banyak. Sebagai upaya menghidupkan kembali keilmuan falak di pesantren, maka dibuatlah program Falakiyah Goes to Pesantren,” ungkap H. Muhammad Basthoni, Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Tengah.

Acara ini secara resmi dibuka oleh K. Ma’rufin Sudibyo selaku wakil sekretaris Lembaga Falakiyah PBNU. Kemudian acara dilanjut dengan seminar mengenai Dinamika Penetapan Awal Bulan Hijriah di Indonesia dan Asia Tenggara oleh Prof. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag. dan diteruskan dengan pelatihan digitalisasi Ilmu Falak.

Materi yang diangkat dalam pelatihan kali ini adalah tentang Artificial Intelligence (AI) dan WhatsApp Bot. Pada materi yang pertama, peserta diperkenalkan tentang apa itu Chat Bot AI dan pemrograman JavaScript, yang disampaikan oleh Fika Afhamul Fuscha. Dan materi kedua, yang menjadi puncak temanya disampaikan oleh Nuril Fathoni Hamas, yaitu mengenai integrasi pemrogramam awal bulan kitab Irsyadul Murid berbasis javaScript dengan WhatsApp Bot. Melalui materi ini, kajian-kajian klasik mengenai hisab awal bulan atau ibadah yang lainnya dapat beriringan dengan teknologi yang semakin berkembang saat ini, terutama bagi generasi muda yang seringkali lebih mengandalkan AI.

Acara berlangsung dengan lancar dan didukung oleh antusiasme peserta yang berpartisipasi dari awal hingga akhir. Banyak dari mereka yang bersemangat untuk belajar dan memperhatikan arahan hingga akhirnya mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Berakhirnya acara ini bukan menjadi akhir dari kita mencari ilmu, tetapi sebagai awal dari kita membuka lembaran ilmu-ilmu yang baru,” tutup Gus Nasyar. 

Acara ditutup dengan sambutan dan doa dari H. Muhammad Basthoni, selaku ketua LF PWNU Jateng dan Gus Nasyar Alamuddin sebagai perwakilan pengasuh PP. Al-Hikmah 2 Benda. Dalam sambutannya, mereka berharap apa yang didapatkan dalam pelatihan ini, dapat memberikan manfaat bagi semua kalangan dan dapat terus dikembangkan.

Writer  : Tsalis Amalia

Loading

LANGKAH BARU CSSMORA UIN WALISONGO, MUSYAWARAH KERJA 2025/2026 LAHIRKAN RANCANGAN INOVATIF

Membuka babak baru perjalanan organisasi di periode 2025/2026, CSSMoRA UIN Walisongo kembali menggelar Musyawarah Kerja tahunan di Gazebo YPMI Al-Firdaus pada hari Sabtu, 20 September 2025. Acara ini menjadi langkah awal penting bagi kepengurusan baru untuk merancang dan merumuskan program kerja yang inovatif demi langkah baru yang lebih visioner.

Musyawarah kerja CSSMoRA UIN Walisongo adalah kegiatan tahunan CSSMoRA UIN Walisongo periode 2025/2026 guna membahas rancangan program kerja dari masing-masing departemen selama satu periode kepengurusan. Musyawarah kerja atau yang biasa disebut  Musyker ini, bukan hanya sekedar membahas rancangan program kerja di setiap tahunnya, tetapi juga wadah untuk menghidupkan semangat kebersamaan sekaligus menyatukan semua gagasan dan ide dari para anggota untuk menghasilkan keputusan yang disepakati dan siap dijalankan selama satu periode kepengurusan.

Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota aktif CSSMoRA UIN Walisongo, termasuk anggota baru CSSMoRA dan turut mengundang dua orang delegasi dari CSSMoRA Universitas Wahid Hasyim, Universitas Negeri Semarang, dan Moragister UIN Walisongo.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars CSSMoRA, dan dilanjut dengan sambutan-sambutan dari ketua pelaksana, ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo, dan ketua umum CSSMoRA Nasional. Kemudian dilanjutkan acara inti, yaitu sidang pleno, sidang pleno II, dan sidang paripurna.

Jumlah departemen di periode ini masih sama dengan tahun kemarin, yaitu sebanyak enam departemen. Setiap departemen maju ke depan untuk memaparkan program kerja masing-masing sesuai dengan urutan yang telah disepakati. Pemaparan pertama oleh Departemen Jurnalistik, dilanjut dengan Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Pengembangan Sumber Daya Ekonomi (PSDE), Pemberdayaan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), dan terakhir dari Badan Pengurus Harian (BPH).

Di periode ini, ada beberapa program kerja dan inovasi baru dari periode sebelumnya. Diantaranya, yaitu Narahari, Lomba Poster Nasional, Mangrove Ceria CSSMoRA, dan CSSMoRA HappyNest.

“Di periode ini ada beberapa tambahan program kerja di beberapa departemen dan beberapa perubahan nama dan konsep yang sedikit berbeda dengan periode sebelumya, yang mana itu menjadi salah satu bentuk evaluasi kami, pengurus periode ini dari masukan-masukan di Mubes kemarin,” ujar Asyraf, ketua umum CSSMoRA UIN Walisongo.

Salah satunya adalah CSSMoRA HappyNest, program kerja PSDM yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar anggota melalui kegiatan santai, menyenangkan, sekaligus tetap memberi nilai positif. Proker ini juga menjadi salah satu jawaban dari masukan untuk Departemen PSDM di Mubes kemarin, agar mengadakan kegiatan baru yang lebih santai dan rutin.

Acara ini berlangsung hangat, dengan para anggota aktif yang aktif memberikan kritik, saran , dan masukan agar program kerja lebih terarah dan berdampak luas. Selain itu, ada untaian harapan yang disampaikan oleh para anggota dan demisioner pengurus sebelumnya.

“Dengan adanya proker dan inovasi yang telah kita sepakati tadi, harapannya semoga CSSMoRA bisa lebih baik, lebih solid, kekeluargaannya semakin erat, dan CSSMoRA dapat lebih berdampak, baik di internal anggota maupun di masyarakat,” ujar salah satu demosioner pengurus CSSMoRA periode 2024/2025.

Acara ini di akhiri dengan ketuk palu dari presidium, dan menjadi tanda bahwasanya musyawarah program kerja CSSMoRa UIN Walisongo telah disepakati. Dan menjadi pembuka langkah awal yang baik untuk mengemban amanah.

Writer : Tsalis Amalia

Loading

Latihan Jadi Pengamat Hilal, CSSMoRA UIN Walisongo Adakan Rukyat Awal Bulan

CSSMoRA UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan Rukyatul Hilal dalam rangka penentuan awal bulan Ramadhan pada Jumat, 28 Februari 2025. Kegiatan ini bekerja sama dengan Program Studi Ilmu Falak dan dilakukan secara serentak di tiga lokasi, yaitu Observatorium UIN Walisongo, Pantai Mangunharjo Mangkang, dan Pantai Indah Kemangi Kendal.

Rukyat ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi anggota aktif CSSMoRA dalam memahami dan mempraktikkan metode pengamatan hilal. Kehadiran anggota mencapai lebih dari 65 persen dari total anggota aktif. Meskipun belum memenuhi target partisipasi 80 persen, kegiatan tetap berjalan lancar dan memberikan pengalaman penting dalam bidang keilmuan falak.

Tidak tersedianya subsidi dari pengelola menjadi salah satu kendala utama yang memengaruhi kehadiran anggota. Untuk itu, diperlukan rencana pendanaan alternatif agar pelaksanaan rukyat mendatang dapat menjangkau lebih banyak peserta dan berjalan lebih maksimal.

Loading