Karya; Arifin Faturohman
Desir hatiku berkata ada. Apa yang merasa. Kemudian bulu kudukmu terangkat dan merinding dibuatnya. Ialah angin saja; memberi kabar menerpa kulitku dan katakan ada. Meski tak nampak ia kasat mata. Mesti ada terasa melalui mata lainnya yang diam-diam memata-matai. Siapakah, gerangan yang bikin terperanjat perasa tak nampak? Nampaklah ia mengendap-endap di bagian-bagian terlupakan hari-hari. Sudah, ingin merinding saja meski angin tak ada…
Semarang, 2025
![]()