KEGIATAN PENANAMAN BIBIT MANGROVE CSSMoRA UIN WALISONGO SEMARANG

Pada hari Minggu, 31 Mei 2026, Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) CSSMoRA UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan penanaman bibit mangrove yang bertempat di Pantai Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 50 peserta yang terdiri dari anggota CSSMoRA UIN Walisongo Semarang serta mahasiswa umum.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan berbagai pihak, di antaranya Kelompok Tani Mangrove Lestari, Soto Sawah Mbak Tutik, Warmindo Pitulimo, dan Ulil selaku Alumni WSC. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan dari awal hingga akhir.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari para narasumber. Sambutan pertama disampaikan oleh Awalul Farhan Yestra selaku penanggung jawab kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program penanaman mangrove ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus wujud kepedulian terhadap lingkungan pesisir. Ia menjelaskan bahwa Pantai Mangunharjo merupakan salah satu kawasan yang rentan terhadap ancaman abrasi, sehingga diperlukan upaya nyata untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan di wilayah tersebut. Selain itu, ia juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan di kalangan mahasiswa, khususnya para peserta yang hadir.

Sambutan kedua disampaikan oleh Khafid selaku Ketua Kelompok Tani Mangrove Lestari. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Kelompok Tani Mangrove Lestari telah berdiri sejak tahun 1998. Pembentukan kelompok tersebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi wilayah pesisir yang saat itu mengalami ancaman abrasi cukup serius. Berangkat dari kondisi tersebut, kelompok ini berupaya melakukan penanaman dan pelestarian mangrove secara berkelanjutan guna mengurangi dampak abrasi yang semakin meluas.

Beliau juga menyampaikan bahwa hingga saat ini kawasan mangrove yang telah berhasil ditanami dan dikelola mencapai kurang lebih 30 hektar. Sebagian besar pengembangan kawasan tersebut didukung oleh berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan organisasi yang secara rutin melaksanakan kegiatan penanaman mangrove sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian lingkungan pesisir.

Setelah sesi sambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove secara langsung di area pesisir Pantai Mangunharjo. Pada kegiatan ini, peserta bersama-sama menanam sebanyak 300 bibit mangrove yang telah disiapkan sebelumnya. Sebelum proses penanaman dimulai, peserta mendapatkan arahan singkat mengenai teknik penanaman yang benar agar bibit yang ditanam memiliki peluang tumbuh yang baik.

Proses penanaman berlangsung selama kurang lebih satu jam. Meskipun kondisi pantai pada saat itu sedang mengalami pasang, hal tersebut tidak mengurangi semangat para peserta untuk tetap mengikuti kegiatan hingga selesai. Dengan saling bekerja sama, seluruh bibit mangrove berhasil ditanam sesuai target yang telah ditentukan.

Secara keseluruhan, kegiatan penanaman mangrove ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan pesisir, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi peserta untuk memahami pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai benteng alami dalam mengurangi dampak abrasi dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Loading