Tragedi Mantra

Oleh Arifin Fathurohman

Jampi-jampi Februari.
Geura gede. Geura lumpat.
Rapal satu, ucap sekian.
Rapal ratu, ratap makian.
Tengok tahap tengah cacian,
Kata sembunyi dalam nyanyian.

Harap.
Harap.
Harap.

Terkembang.
Membusung—
Tengah dada,
Dalam dada,
Belah dada.

Semoga cepat kaya.
Semoga kayamu memberi cepat.
Cepatlah hidupmu.
Lambatkah gerakmu?

Napas satu.
Napas tak jemu.

Hirup lalu tanpa menyeru.

Nyala.
Membusung cinta.
Lembayung kita; Mendesir.

Angin, sampaikan air.
Tinggi, hampiri kami.
Kutukan kami.

Air! Turun?
Mengapa basahi?
Pohon tumbang.
Petir menyambar.
Banjir bandang.

Payungi bumi tandus kami.
Tumbuhi mantra cuaca.

Semarang berhembus.
Ada kalimat punya alamat?

Mantra pesona—anggun dirupa.
Paras pesona—anggun dimuka.
Cuaca feminis; angin menerjang,
Menghantam. Meriak. Suara-suara. Sapa-sapa!

“Sehat?”
“Kumaha, damang?”

“Piye, kabare?”

Bandung melaung:
Mantra salah kirim.
Kurir topi kuning.
Amplop negeri sumbing.

Tertanda kop surat:
Bekar bibirnya. Bekas tintanya.
Nyawa sembilan.
Mati sepuluh.

Tolong—kirim ulang.
Kembali-kan.

Menunggu
Atau ditunggu?

Lebih cerdas bertani,
Menuai pintar kemudian hari.
Larik dari ruang tragedi—
Ruang tunggu milik Pak Mantri.

Berteman?
Pertemanan hilang.
Semenjak usia dini.
MIsiing! Missing! Missing!
Cari, cari, cari..

Beralihlah profesi:
Menjelma pemerhati. Perhatikan
Cuaca seksi berparas mendung.

Wajahmu bingung.
Hatiku sandung.

Mendesir ulu hati,
Menghentak dalam riak.

Menatap apa?
Angin utara.

Curi.
Tahap satu.
Tahap sekian.
Satu-satu hancur seruan.
Seribu lagi.

Seribu kaki—
Langkah hati menuju asyik.

Hadirku.
Hadirmu.
Hadirkan.
Hadirkah kita?
Hadirilah sodara-sodara.
Hadirilah sodara-sodara.

Ada dalam ingatan.
Hilang, lalu lupakan.
Wujudkan bentuk,
Nyatakan kata.

Rapal bibir, gumamkan.
Riuh hati bermacam. Macam. Jangan! Macam-macam.

Pikir tertambat.
Khusyuk.
Ia.

Eksis tubuh.

Ciss.

Ea.

Lima indera:
Telinga—tuli.
Mata—buta.
Mulut—bisu.
Hidung—anosmia.
Kulit—kebas.

Mati rasa.
Mati.
Nirfungsi.

Lentera di bawah langitan.
Karya mereka-reka.

Menjadilah.
Jadilah engkau jadi.
Nyala cahaya lagi.

Biar gelap.
Biar tak fungsi.

Tombol energi di sebelah kiri.
Tuts. Duar.

Sahur…
Sahur…
Sahut…

Dini?
Hari.

Heneng.
Hening.
Henung.

Mulutku.
Seruanku.
Pujianku—
Melengking sunyi,
Melengkung bunyi.

Āmiin.
Āmiin.
Āmiin.

Iman?
Kamu, jualan gorengan?

Semarang, 2026

Loading