Oleh: Firginita Wirna Mokoginta (Mahasiswa KKN MMK Kelompok 22 UIN Walisongo Semarang)

Getasan – Sabtu, 16 Juli 2022 pukul 15.30 WIB mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Misi Khusus (KKN MMK) Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang mengadakan pelatihan arah kiblat dalam rangka fenomena Rashdul Kiblat Global. Kegiatan ini diselenggarakan di masjid  Islamic Training Center Dusun Deplongan, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yang diikuti oleh remaja masjid Deplongan dan mahasiswa KKN MMK kelompok 22.

Fenomena rashdul kiblat / istiwa ‘azm  merupakan sebuah fenomena dimana matahari berada di titik zenith ka’bah atau tepat berada di atas ka,bah. Fenomena ini menunjukan waktu dimana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjukkan arah kiblat. Pada saat ini, sudut-sudut deklinasi matahari sama dengan nilai koordinat lintang ka’bah yang berada di kota Mekkah. Peristiwa ini terjadi 2 kali dalam setahun, pada bulan Mei dan Juli. Bulan Mei terjadi pada tanggal 27 dan pada pukul 12.18 WAS / 16.18 WIB, dan bulan Juli pada tanggal 15 dan v16 pada pukul 12.27 WAS / 16.27 WIB. Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengukuran arah kiblat dalam fenomena rasdhul kiblat ialah:’

  1. Tegak lurus, benda patokan harus tegak lurus dengan permukaan bumi atau gunakan bandul.
  2. Rata, Permukaan dasar harus datar dan rata.
  3. Waktu, perhatikan waktu bisa dilihat pada jam BMKG atau https://jam.bmkg.go.id/jam.BMKG

 

Narasumber dalam kegiatan ini yaitu Imroatur Rosyidah, Ani Uswatun Hasanah dan Firginita Wirna Mokoginta. Merupakan anggota kelompok 22 KKN MMK dengan jurusan Ilmu Falak. Pelatihan arah kiblat dibuka dengan materi-materi ringan seputar arah kiblat dan penjelasan pengukuran arah kiblat dalam fenomena rashdul kiblat. Materi selanjutnya diisi langsung dengan praktek penggunaan alat pengukur arah kiblat, disini menggunakan kiblat tracker RHI karya bapak Muthoha Arkanuddin dan mizwalah karya Bapak Hendro Setyanto. kegiatan berjalan dengan baik, para remaja masjid dan mahasiswa KKN MMK sangat antusias dalam mendengarkan dan mencoba menggunakan alat ukur kiblat.

 

Pengukuran arah kiblat dalam fenomena rashdul kiblat ini tentunya menggunakan cahaya matahari, yang akan dilihat arahnya melalui bayangan yang muncul melalui benda tegak lurus, permukaan datar dan waktu yang sesuai dengan yang ditetapkan. Namun, cuacanya mendung dan tidak mendukung untuk melakukan pengukuran arah kiblat dalam fenomena rashdul kiblat, sehingga kami melakukannya di dalam ruangan dengan menjelaskan cara-cara penggunaan alat ukur kiblat dengan bantuan flashlight handphone.

 

 

Pelatihan ini sangat di apresiasi oleh remaja masjid deplongan, Menurut Hasan selaku ketua remaja masjid deplongan  “kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, terlebih pengalaman ini menjadi pengalaman pertama kami bagi rekan-rekan remaja masjid. Sangat disayangkan cuaca yang mendung hingga tidak dapat terlihat sinar matahari atau bayangannya, namun kegiatan ini akan menjadi pengalaman yang membekas bagi rekan-rekan remaja masjid”.

 

“Mengenai acara Pelatihan Arah Kiblat yang bertepatan dengan fenomena rasydul kiblat ini sangat penting untuk dilaksanakan. Tujuannya agar masyarakat secara umum dapat mempraktikkan penentuan arah kiblat baik menggunakan alat atau secara sederhana. Kemudian, Remaja Masjid bisa meneruskan dan mengembangkannya di waktu kemudian”. Ujar Sulton selaku koordinator kelompok 22 KKN MMK.

 

 

Share this post

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *