Hiruk Pikuk Menyambut Wajah Baru Pimpinan Cssmora

Organisasi Community of Santri Scholar of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Walisongo Semarang memiliki figur baru sebagai pemimpin untuk periode 2019-2020. Dari tiga calon kandidat yang berasal dari angkatan 2017, yakni Syikma R. Jannah, M. Alfan Ali Musthofa dan Mu’ammar Khamdani, terpilihlah satu kandidat yang mendapatkan suara sebanyak 53, yakni M. Alfan Ali Musthofa di pemilihan Ketua Umum CSSMoRA UIN Walisongo, Sabtu (13/04).

Acara pemilihan Ketua Umum ini juga merupakan rangkaian acara dari Musyawarah Besar (Mubes) ke-11 yang digelar di Gedung Asrama FUPK sejak Sabtu (06/04) lalu. Terpilihnya pimpinan baru CSSMoRA UIN Walisongo tersebut mendapatkan tanggapan antusias para pendukung. Bahkan, calon kandidat yang kalah dalam pemilihan pun mengapresiasi lelaki asal Cilacap tersebut sebagai Ketua untuk setahun ke depan.

“Sebenarnya dari kemaren saya sudah memiliki feeling kalau saudara Alfan bakal terpilih. Soalnya sudah terlihat dari ketika dia menjadi PJ (penanggung jawab) acara, dia sangat mumpuni, dia bertanggung jawab akan pekerjaannya,” tutur Muammar Khamdani, saat diwawancarai oleh reporter majalah Zenith selepas acara.

Calon nomor urut tiga ini juga menitipkan harapannya kepada ketua terpilih agar bisa membagi semua beban dan rintangan yang ditemui dalam kepengurusan dan tetap berkomunikasi.“Pesan saya, tetap semangat! ini harus jadi pelajaran, menjadi ketua bukan perkara yang mudah. Intinya, tetap komunikasikan apapun yang terjadi dengan teman-teman yang lain. Jangan sampai memikul beban ini sendiri,” papar lelaki asli Blitar tersebut.

Budaya atmosfir pemilihan ketua CSSMoRA adalah adem ayem, cocok dengan identitas santri yang dibawa masing-masing kandidat. Terbukti dengan sinergi positif antar calon dan saling mendukung satu sama lain. Calon nomor urut satu juga memberikan tanggapan positif atas terpilihnya calon nomor urut dua yang memang sudah ia sadari dari awal tentang kapasitasnya.

“Ya dari awal, saya sendiri memang tidak berambisi menjadi ketua. Basic saya ada di administrasi bukan di leadership. Jadi, ya memang yang cocok Alfan. Toh kita nanti bakal menjalankan kepengurusan ini bareng-bareng, saya masih bisa berperan di bagian lain,” tutur Syikma.

Dibalik hiruk pikuk pendukung yang merayakan kemenangannya, Alfan sapaan akrabnya- terlihat lebih tenang, dia mengungkapkan bahwa tanggungjawab sebagai seorang ketua bukanlah hal yang ringan. Amanah yang sekarang ada di pundaknya merupakan aspirasi dari anggota CSSMoRA yang lain.

“Jujur, rasanya berat, soalnya tanggung jawab ketua itu memang berat, di lihat dari sisi manapun, papar laki-laki dari yang berkuliah di UIN Walisongo tersebut.

Proses pencalonan kandidat pun berbeda dari biasanya. Tiga kandidat tidak mencalonkan dirinya sendiri untuk maju pada pemilihan Ketua CSSMoRA UIN Walisongo, tetapi merupakan peraih suara terbanyak dari anggota angkatan 2017. Setelah tersaring tiga kandidat tersebut, anggota angkatan 2017 diberi kebebasan lagi untuk memilih menjadi tim sukses salah satu calon untuk menjadi pendukung yang siap menyukseskan calon dukungannya. “Cerita sebenarnya, tiga calon itu tidak ada yang mencalonkan diri, kami merupakan tiga anggota yang mendapatkan suara terbanyak dari angkatan kami, 2017. Dari tiga nama tersebut, memiliki timses masing-masing. Jadi, saya bisa sampai di sini pun juga tak lepas dari kerja keras dan dukungan dari tim sukses,” ujar Alfan.

Langkah yang paling dekat yang akan dilakukan oleh ketua terpilih adalah merekrut pengurus baru dan menyusun formasi pengurus yang akan berjalan bersamanya dalam kepengurusan. Formasi pengurus akan terdiri dari anggota CSSMoRA angkatan 2017 dan 2018. Posisi Ketua Departemen akan ditempati oleh anggota angkatan 2017 sedangkan anggota pengurus departemen merupakan kombinasi dari angkatan 2017 dan 2018.

“Untuk program selanjutnya tentunya demi tujuan memajukan CSSMoRA. Langkah yang paling dekat adalah merekrut pengurus baru dan mengatur formasinya dari anggota,” tambahnya. Ketua Umum terpilih siap untuk menjalankan kepemimpinan setahun ke depan dengan program-program yang sudah tercermin dari visi misi yang ia ungkapkan dalam debat kandidat sebelum pemilihan berlangsung meski masih harus digodok lagi di Musyawarah Kerja (Musyker).

“Harapan untuk CSSMoRA ke depan tentu tak lepas dari visi dan misi yang saya usung. Visi saya adalah mewujudkan CSSMoRA UIN Walisongo yang bertanggung jawab disertai sikap loyalitas, profesionalitas dan berakhlakul karimah berdasar kepada nilai-nilai kepesantrenan untuk CSSMoRA di era modernisasi. Semoga tercapai dan mendapatkan dukungan dari pengurus dan anggota yang lain, pungkasnya. (R/UL)

 

Silakan dibagikan :)

CSSMoRA UIN Walisongo

Website resmi CSSMoRA UIN Walisongo Semarang - Organisasi Mahasantri Penerima Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) di UIN Walisongo Semarang.