Tiga Hal Positif yang Hanya Bisa Didapatkan di CSSMoRA

Oleh: Harlianor

Agenda “Tasyakuran Wisuda” untuk memperingati para wisudawan CSSMoRA UIN Walisongo dilaksanakan pada Senin malam (04/03) di pelataran masjid kampus 1 UIN Walisongo. Sebenarnya yang namanya tasyakuran ya seharusnya diadakan setelah wisuda. Tapi tak apalah daripada menunggu-nunggu waktu nanti (yang tak pasti), diadakan duluan tak mengapa. Toh kita semua juga sama-sama senang. Para wisudawan senang dikasih apresiasi, kita yang Insya Allah akan mencalonkan diri menjadi wisudawan juga senang bisa mengisi perut di kala stok duit hampir punah (karena LC belum turun.)

Mereka yang besok hari akan diwisuda ini berjumlah lima orang, yakni: Imam Thobroni (angkatan 2013), M. Ilham Akbar (angkatan 2014), M. Thoyfur (angkatan 2015), Mis Komariah (angkatan 2015), dan terakhir sekaligus yang termuda Ninik Wachidah (angkatan 2015). Nah di antara mereka berlima, M. Thoyfur dinisbatkan sebagai wisudawan terbaik di tingkat prodi ilmu falak. Sangat membanggakan dan memotivasi banget dah.

Namun walaupun agenda ini sempat bikin resah panitia karena turunnya hujan dan berhalang hadirnya pengelola PBSB, dengan semangat loyalitas tanpa batas tasyakuran wisuda tetap dilangsungkan.
Dari rangkaian agenda ini, yang paling inti adalah sambutan dan makan bersama. Tak main-main, semua para wisudawan menyampaikan sambutannya masing-masing. (Ya soalnya wisudawannya hanya berlima, coba kalau ada tiga puluh satu, sambutan satu per satu ya repot.)

Dari sambutan yang mereka sampaikan, ternyata bisa kita rangkum bahwa paling tidak ada tiga hal positif yang hanya bisa kita dapatkan di CSSMoRA. Berikut penjelasannya.

1. Anggota Paling Loyal
Sang wisudawan terbaik se-prodi Ilmu Falak berujar, “Saya jujur ya. Saya sudah mengikuti beberapa organisasi di universitas ini. Banyaklah. Nah itu anak-anak yang paling loyal adalah yang ikut organisasi kampus CSSMoRA.”
Hal ini juga diamini oleh kakak angkatan 2013 kita, Imam Thobroni. M. Ilham Akbar juga setuju kalau loyalitas di CSSMoRA itu bukan mitos, tapi benar-benar ada.

Memang tak perlu lagi diperdebatkan hal ini di warung-warung kopi sambil menghabiskan kopi dan beberapa batang rokok. (Apalagi minum kopinya ngutang dulu. Hingga pas masuk kelas jadi ngantuk seperti saya). Tak usah jauh-jauhlah. Perhatikan saja jargon CSSMoRA, “loyalitas tanpa batas.” Akurat dan realistis. Lha gak loyal gimana, kalau setiap kali acara para anggota nggak pada datang, si narasumber, ketua acara, atau ketua CSSMoRA mau ngomong ke siapa?

2. Seperti Keluarga Sendiri
“CSSMoRA itu seperti keluarga sendiri. Saya belum menemukan organisasi seperti CSSMoRA ini. CSSMoRA luar biasa,” ujar Mis Komariah dengan penuh kejujuran dan pikiran yang mendalam.
Bayangin aja, segala lika-liku kehidupan selama perkuliahan dihadapi bersama-sama. Senang, sedih, iseng, cemburu (kalo ini si orang-orang tertentu saja ya), nggosop sendal hingga pembulian dan ancaman pengekangan ngadain acara akan dihadapi bersama-sama. Pokoknya semua hal jadi milik bersama. Wekmu wekku, wekku wekmu. Bukankah dalam kekeluargaan itu menganut asas kebersamaan tanpa batas? Ya kalau urusan pasangan sih masing-masing.

3. Kesan di CSSMoRA bisa dijadikan kajian tesis
Ini ungkapkan oleh sang wisudawan termuda, Ninik Wachidah. “Kesannya terlalu banyak. Kalo ditulis bisa jadi tesis.”
CSSMoRA ‘kan sebagai wadah untuk menuangkan perasaan mengembangkan potensi diri sekaligus untuk memperluas relasi yang memiliki kedekatan secara emosional. Kalau bicara kesan, otomatis orientasinya ke ranah perasaan. Yang namanya perasaan itu terkadang tak bisa dinarasikan dengan untaian kata, namun biarkan hati saja yang berbicara. (eaa~)

Silakan dibagikan :)

CSSMoRA UIN Walisongo

Website resmi CSSMoRA UIN Walisongo Semarang - Organisasi Mahasantri Penerima Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) di UIN Walisongo Semarang.