O, Jadi Begitu!

Marco adalah Mahasiswa lulusan Ilmu Falak yang memilih untuk menjadi Ahli Falak di kampungnya. Uniknya dia, yang ia pelajari sewaktu kuliah tak hanya materi-materi tentang cara menentukan arah kiblat, waktu solat, penentuan awal bulan kamariah, dan gerhana bulan. Tetapi, ia juga mempelajari bagaimana cara membuat alat-alat optik dan membuat aplikasi yang berbasis Ilmu Falak

Awalnya dia ragu-ragu dengan disiplin ilmunya, akan tetapi dengan niat yang baik serta semangat yang luar biasa dia mampu mewujudkan cita-citanya, dan menjadi mahasiswa lulusan terbaik ke-2 di kampusnya.

Suatu pagi Marco bertemu seorang guru di kedai kopi.
“Marco, kenapa kamu mengambil jurusan Ilmu Falak?” tanya seorang guru di desanya.
“Heem, apa ya? Saya suka aja dengan ilmu ini, dan ilmu ini juga mengajarkan saya bahwa betapa luar biasanya Allah SWT itu menciptakan alam semesta ini,” jelas Marco kepada bapak guru.
“Terus kalo begitu, setelah lulus kamu nanti akan bekerja dimana?” Tanya bapak guru lagi.
“Itu sudah saya pikirkan sedari dulu pak, yang terpenting ilmu yang saya pelajari itu bermanfaat untuk masyarakat dan saya sendiri.” Jawab Marco dengan nada yang agak sedikit melas.
“Tapi ni yaa, apa kamu gak rugi tuh, selama 4 tahun belajar Ilmu Falak dan setelah lulus tidak bisa cari kerja untuk menghasilkan uang?” Bapak guru bertanya lagi.
“Oya?, siapa bilang tidak dapat mencari pekerjaan?” Jawab Macro dengan eksperi muka yang sedikit kaget.
“Menurut pandanganku sih, karena Sarjana Ilmu Falak itu, berbeda dengan sarjana yang lain. Semisal ni yaa, Sarjana pendidikan seperti saya setelah lulus kan bisa mengajar di sekolah dan mendapatkan gaji yang lumayan untuk kebutuhan hidup.” Jelas Bapak guru yang sok mengurui sih Marco.

“Bapak, itu mungkin dari perspektif bapak sendiri. Ilmu Falak itu adalah ilmu yang langkah di dunia ini, saya pernah menentukan awal bulan Ramadhan, Syawal, menetukan arah kiblat yang benar di masjid-masjid dan juga, saya pernah tuh mengelilingi Indonesia untuk seminar-seminar di beberapa kampus, teman-teman saya juga sudah banyak menjadi dosen, hakim, dan juga hasil dari penjualan alat-alat Falak kontemporer yang saya ciptakan serta Aplikasi yang berbasis Falak, omsetnya per bulan bisa mencapai ratusan juta kok pak.” Marco yang terbawa suasana panas di warung itu mulai memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sih bapak guru.

“Oooo, jadi begitu yaa nak Marco.” Sih Bapak Guru sambil garuk-garuk kepala, yang sebenarnya tidak lagi gatal.
Dan perbincangan pagi itu, diakhiri permintaan maaf sih Bapak Guru atas prasangkahnya terhadap sih Marco.(Day_15)

Silakan dibagikan :)

CSSMoRA UIN Walisongo

Website resmi CSSMoRA UIN Walisongo Semarang - Organisasi Mahasantri Penerima Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) di UIN Walisongo Semarang.

Leave a Reply