Suksesi Kepengurusan CSSMoRA Berdampak Terhadap 2 Perspektif

Sudah menjadi sunnatullah bahwa suatu organisasi pasti berawal dari ihwal pembentukan dan untuk melanjutkan estafet perjuangannya, maka dilaksanakanlah regenerasi anggota atau suksesi kepengurusan organisasi. Tidak berbeda jauh ketika kita melirik pada organisasi CSSMoRA yang sudah seharusnya kita banggakan ini terjadi hal yang demikian.

Ketika suksesi atau pergantian kepengurusan ini diselenggarakan, maka ini akan berakibat terhadap dua perspektif yang saling kontradiksi. Yang dimaksud dua perspektif tersebut adalah suasana hati yang terasa bebas dan yang kedua adalah suasana di mana yang terasa adalah suatu pembebanan.

Kita ambil pembahasan pertama adalah dari perspektif hati yang merasa bebas. Ini adalah momen yang dirasakan oleh pengurus lama yang sudah memikul tanggungjawab kepengurusan dari CSSMoRA. Pada waktu-waktu sebelum momen suksesi ini tiba, harapan terhadap suksesi untuk segera terjadi ini sudah diwanti-wanti oleh mereka. Sehingga ketika momen yang dimaksud telah datang, tubuh akan memproduksi hormon-hormon kebahagian yang berlebih kepada mereka yang sedang berada pada posisi ini. Maka jadilah pada acara suksesi kepengurusan yang baru membuat suasana hati mereka menjadi plong, karena suksesi berarti juga adalah perpindahan tanggungjawab ke pundak-pundak anggota baru.

Di lain sisi, momen ini justru menjadi tanggungjawab yang tidak enteng bagi mereka yang berada di posisi yang lain sebagai pengurus baru. Adanya suksesi kepengurusan berarti adalah pembebanan bagi mereka. Di momen pelantikan, para pengurus baru ini akan merasakan beratnya memikul tanggungjawab. Ketika pembacaan ikrar setia dengan menyebut atas nama Allah, diselingi dengan pengangkatan Kitabullah, disitulah titik seseriusan muncul dari seorang yang sebelumnya belum pernah memikul tanggungjawab ini.

Namun juga harus perlu kita ketahui bersama bahwa kedua perspektif ini akan berakibat kondisional sesuai respon dari individu. Seumpama dengan bebasnya tanggungjawab bagi pengurus lama dipandang sebagi peluang untuk berkontribusi lebih terhadap organisasi lewat pendekatan-pendekatan bimbingan yang intensif, maka dampak dari perspektif pertama ini akan berbuah pada hal yang positif. Begitu juga sebaliknya, ketika adanya pembebanan tanggungjawab ini direspon sebagai tantangan yang mesti dihadapi, maka yang terjadi adalah jiwa yang militan, keseriusan untuk mengelola, menganalisis, dan kehati-hatian kepada tindakan-tindakan yang berbau keorganisasian. Representasi respon positif inilah yang dari kebanyakan anggota harapkan dari kepengurusan organisasi CSSMorA ini. Kemudian yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana tindakan para pengurus baru dalam merespon tanggungjawab kepengurusan yang baru saja dipikul?. (Harly)

Silakan dibagikan :)

CSSMoRA UIN Walisongo

Website resmi CSSMoRA UIN Walisongo Semarang - Organisasi Mahasantri Penerima Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) di UIN Walisongo Semarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *