The Lost Sandals

Oleh: Haryono

Misteri yang belum bisa terungkap atas kehilangan sandalku yang sekejap dan kembali lagi dengan sekejap, apa aku butuh sebuah pendeteksi maling? Atau aku butuh sebuah gembok berlapis baja dan kawat setebal dinding rumah? aku pun binggung dengan sejadi-jadinya kebiasaan anak-anak pondok itu.

Kuamati wajah-wajah polos seolah-olah yang tidak punya dosa.

“Hey Jayadi kamu lihat sandal ku nggak?” ujar ku yang mulai resah

“Mana ku tau Ruman, sendal ku aja nggak ada disini.” Ekspresi raut muka Ruman yang menyeramkan dengan bulu hidung nan gemulainya satu persatu yang mulai berkibar.

Maklum, sih Ruman ini penampilannya agak ke arab araban, semua bulu di pelihara dengan baik. Katanya sih mengikuti sunnah Nabi dan supaya tampan layaknya pengeran Arab. Arab jenggotttttt.

Kemudian kami berdua pun binggung. Sementara jemaah solat maghrib sebentar lagi selasai.

“emang asem Jay nih anak yang bawak sandal kita.” (nada marah)

“Sabar saja Ruman bukankah sabar itu ¼ nya dari iman daripada nesa-nesu mending kita solat di asrama aja yuk.”

Setelah selasai solat, kami berdua pun melanjutkan Nderes Al-Quran, terdengar dari kejauhan suara-suara para maling sandal. “Dalam hatiku berkata dasar wajah tanpa dosa.

Hemmmm enak nya di apakan yaa para maling atau dalam istilah bahasa populer nya dalam bahasa pondok para gosober.

“Woy siapa tadi yang pake sandalku”? Idul menjawab “nggak tau Man..!! cobalah kau cek tuh di depan. Setelah beberapa menit aku memilih, memilah dan memfilter dari beberapa sandal. Memang bener tidak ada tanda-tanda sandalku disana. Sentak aku sedih seakan-akan air mata ini ingin turun dari pelupuk mata ku, bagaimana tidak sandal ku yang tak berdosa habis diperkosa oleh kaki-kaki para gosober.

Aku benar-benar tidak percaya dengan hal yang aku alami. Ternyata sandal kesayangan ku lenyap entah kemana?

Percaya atau tidak, itulah faktanya yang terjadi di masyarakat pesantren seperti kaidah “al adatu muhakkamah” . hidup di pesantren kita harus terbiasa dan dalam posisi apa saja bahkan di tempat yang tak terduga, harus tetap waspada.

Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya tapi juga adanya kesempatan! .WASPADALAH…..WASPADALAH.

Silakan dibagikan :)

CSSMoRA UIN Walisongo

Website resmi CSSMoRA UIN Walisongo Semarang - Organisasi Mahasantri Penerima Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) di UIN Walisongo Semarang.

Leave a Reply