Puisi “DEAR BUMI”

DEAR BUMI

oleh: Raizza Kinka Intifada

Ya… aku memang tak cukup lama mengenalmu, mungkin dua hari yang lalu atau bahkan baru kemarin aku mengenalmu

Aku tak mengetahui apa tentang dirimu, kecuali tentang canda tawamu beserta aksioma- aksioma idealis meraih mimpi.

Hanya sebatas itu !

Disinilah aku dan kamu, berjalan dalam orbit yang telah diciptakanNya, berjalan dalam hangatnya mentari.

Di orbit itu lah kamu penunjuk jalan bagiku, tak pernah memaksaku berjalan dibelakangmu, mengikutimu.

Kadang kamu mendahuluiku, kadang aku disisimu. Kadang aku begitu lelah dan hanya mengikuti kemana saja kau melangkah.

Mungkin kamu tak menyadarinya, aku selalu memperhatikanmu, aku butuh tuk dekat denganmu.

Kamu telah berdomisili di meridian pandanganku, wajahku telah terkunci tidal oleh kerlingmu, aku mencoba selalu dekat denganmu, mengorbitmu.

Tapi.. mungkin aku salah, mungkin kamu telah berhasil membaca perasaan janggal yang kumiliki.

Dan kurasa gaya gravitasimu sengaja kamu kalahkan dengan gaya sentripetalku, hingga ada jarak konstan bahkan makin besar diantara kita.

Silakan dibagikan :)

CSSMoRA UIN Walisongo

Website resmi CSSMoRA UIN Walisongo Semarang - Organisasi Mahasantri Penerima Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) di UIN Walisongo Semarang.

Leave a Reply